Alat Musik
Alat Musik
Tradisi Jawa Barat Sukabumi
Sawarga Roadshow
- 14 Agustus 2018

Seni budaya menjadi bagian tak terpisahkan dari pengembangan Ciletuh-Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sebagai kawasan Geopark dunia. Sudah seharusnya Ciletuh memiliki garapan musik yang kelak bisa menjadi identitas kawasan ini.

Melihat kondisi ini sejumlah komunitas seni budaya yang bermitra dengan Paguyuban Alam Pakidulan (PAPSI), pun melahirkan garapan musik yang diberi nama Sawarga.

Sawarga sendiri merupakan garapan musik hasil eksplorasi para seniman terhadap hampir seluruh seni musik tradisi yang ada di kawasan ini, meramunya dalam sebuah komposisi nada yang harmonis, hingga meski berakar kuat pada tradisi karya musik tesebut, tetap bisa dinikmati oleh bangsa asing sekalipun.

Jenis musik yang diusung Sawarga, merupakan progresif kontemporer. Menurut Agus Ridwan, selaku Produser Sawarga, untuk detil musik dipercayakan kepada Chanra Hardy Nugraha (29 tahun), seniman yang penah besar di Kecamatan Waluran, sementara buat manajerial dipegang Noer Ramlan (39 tahun), seniman yang juga merupakan pengurus PAPSI.

"Sawarga terlahir dari komunitas yang peduli terhadap Ciletuh. Komunitas melihat perlunya Ciletuh memiliki identitas mewakili sembilan kecamatan yang saat ini termasuk ke dalam kawasan Geopark dan semua itu kita jawab dengan musik," tuturnya kepada sukabumiupdate.com dalam salah satu kesempatan baru-baru ini.

Agus menjelaskan, dengan materi Kacapi 12 atau Kacapi buhun, sebagai instrumen musik utama, dicoba dikawinkan dengan waditra Bambu dalam musik Sawarga.

"Bambu hingga saat ini merupakan elemen alam yang tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan orang Sunda, termasuk dalam bidang musik, bahkan beberapanya tergolong dalam waditra buhun, seperti Karinding, dan Celempung, juga Suling. Sementara sisanya adalah alat musik Bambu hasil eksplorasi, seperti lodong, bonceret, dan toleat." Jelas Agus seraya menambahkan pemilihan alat musik Bambu sebagai instrumen musik dalam garapannya.

Di usianya yang baru menginjak delapan bulan lanjut Agus, Sawarga telah memiliki lima buah lagu, dan secara militan menggelar pertunjukan-pertunjukan di setiap kecamatan yang termasuk dalam kawasan Geopark.

Dari sembilan kecamatan tersebut, tinggal empat kecamatan lagi yang belum. Target kita, bulan depan Sawarga sudah pentas di seluruh kecamatan yang termasuk dalam Geopark. Dalam setiap pementasan, Sawarga tidak sendiri, di situ kita tampilkan juga musik Karinding dari komunitas Karasukan, dan etnik kontemporer dari Komunitas Sketsa, sambil terus mensosialisasikan keberadaan Geopark kepada masyarakat, serta sambil merangsang kesadaran budaya di tiap-tiap tempat yang dikunjungi," bebernya.

Ditanya tentang target kedepannya, Agus menjelaskan, akan membawa Sawarga tampil di festival musik tingkat nasional, dan terus berusaha mencari peluang, agar Sawarga bisa tampil di pentas dunia.

"Jangan hanya keindahan alamnya saja, dunia pun harus tahu kekayaan seni tradisi yang dimiliki Ciletuh Geopark, salah satunya adalah musik," tutupnya.

Reporter : DIMAS DR/Kontributor Redaktur : RUDI RUSMANA Sumber : Dimas DR E-mail Redaksi : sukabumiupdateredaksi@gmail.com E-mail Marketing : marketingsukabumiupdate@gmail.com

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Bekam Bali
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Bekam Bali
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Bali

Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...

avatar
Marco20
Gambar Entri
Negeri antara: Jejak Putro aloh dan Manusia Harimau
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...

avatar
Mahlilazmi_02
Gambar Entri
Genggong
Alat Musik Alat Musik
Bali

Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.

avatar
Yogaxd
Gambar Entri
Dari Rendang Hingga Gudeg: 10 Mahakarya Kuliner Indonesia yang Mengguncang Lidah
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...

avatar
Umikulsum