wayang
670 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ngunjung perpaduan islam dan budaya daerah
Ritual Ritual
Jawa Barat

Ngunjung/Munjung Ngunjung/Munjung merupakan ritual leluhur masyarakat indramyu, dimana Ngunjung bersal dari kata berkunjung atau bisa dimaknai berziarah. Kesamaan antara ngunjung dan berziarah adalah sama-sama mengunjungi makam. Bedanya, berziarah dilakukan kapan saja dan ke orang terdekat, Sementara ngunjung memilki waktu khusus dan berkunjung ke makam leluhur yang dianggap penting dan berjasa dalam daerah. Alasan melakukan Munjung atau Ngunjung pada situs leluhur adalah pertama untuk mendoakan arwah-arwah pendahulu yang telah tiada, agar leluhur mendapatkan kebahagiaan di alam kelanggengan. Kedua agar anak cucu tetap terjalin hubungan kekeluargaan yang erat, ketiga agar anak cucu tetap mengenang jasa-jasa para leluhur yang telah membabad desa atau pedukuhan, sehingga mereka menaruh rasa hormat dan tidak melupakan sejarah, keempat untuk memberitahukan kepada warga akan datangya musim rendengan (garapan sawah/ladang), sehingga perlu kekompakan dalam pengolahan dan b...

avatar
OSKM_16318029_IFAN DANDI NURSHAFARA
Gambar Entri
Prasasti Plumpungan
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

PRASASTI PLUMPUNGAN Prasasti Plumpungan (juga disebut Prasasti Hampran) adalah prasasti yang tertulis dalam batu besar berjenis andesit berukuran panjang 170 cm, lebar 160 cm dengan garis lingkar 5 meter. Prasasti ini ditemukan di Desa Beringin, Dukuh Plumpungan, Desa Kauman Kidul, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah. Prasasti Plumpungan sudah berumur kurang lebih 1268 tahun, sebab angka tahun pembuatan prasasti ini adalah tahun 750 Masehi. Prasasti ini dipercaya sebagai asal mula kota Salatiga. Sejarah Singkat Prasasti Plumpungan Prasasti Plumpungan diperkirakan dibuat pada hari Jumat tanggal 24 Juli tahun 750 Masehi. Naskah tersebut ditulis oleh seorang citraleka (sekarang dapat disebut sebagai penulis, penggarap naskah atau pujangga) yang dibantu oleh sejumlah pendeta (resi) dan ditulis dalam Bahasa Jawa Kuno dan Bahasa Sansekerta. Prasasti Plumpungan berisi ketetapan hukum tetang status tanah perdikan atau swatantra bagi suatu daerah yang dahu...

avatar
OSKM18_19718266_Chrisatya Ruth Almira Beata Aditanti
Gambar Entri
Sejarah Gunung Purba Nglanggeran
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pada ratusan tahun yang lalu, konon terdapat sebuah desa yang hampir seluruh penduduknya adalah seorang petani. Mereka seringkali mengadakan pertunjukan seni sebagai penawar lelah setelah seharian bekerja di ladang. Pada suatu hari, mereka mengundang seorang dalang terkenal pada masa itu sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen besar yang baru saja diperoleh warga desa. Semua warga desa bergotong royong untuk menyiapkan pertunjukan wayang kulit yang sangat mereka nanti-nantikan itu. Akan tetapi, ada salah satu warga desa yang dengan sengaja memainkan salah satu wayang kulit si dalang. Saking senangnya, ia melakukan tindakan ceroboh hingga merusak wayang kulit tersebut. Mengetahui wayang kulitnya telah dirusak, dalang tersebut murka dan mengutuk seluruh warga desa menjadi wayang kulit lalu dibuang ke Bukit Nglanggeran. Nglanggeran sendiri berasal dari kata nglanggar atau melanggar. Penamaan tersebut dikait-kaitkan dengan kisah-kisah mistis dan kisah kemurkaan seorang dalang...

avatar
OSKM_16918052_[Siti] Farahdina
Gambar Entri
Sejarah Gunung Purba Nglanggeran
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pada ratusan tahun yang lalu, konon terdapat sebuah desa yang hampir seluruh penduduknya adalah seorang petani. Mereka seringkali mengadakan pertunjukan seni sebagai penawar lelah setelah seharian bekerja di ladang. Pada suatu hari, mereka mengundang seorang dalang terkenal pada masa itu sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen besar yang baru saja diperoleh warga desa. Semua warga desa bergotong royong untuk menyiapkan pertunjukan wayang kulit yang sangat mereka nanti-nantikan itu. Akan tetapi, ada salah satu warga desa yang dengan sengaja memainkan salah satu wayang kulit si dalang. Saking senangnya, ia melakukan tindakan ceroboh hingga merusak wayang kulit tersebut. Mengetahui wayang kulitnya telah dirusak, dalang tersebut murka dan mengutuk seluruh warga desa menjadi wayang kulit lalu dibuang ke Bukit Nglanggeran. Nglanggeran sendiri berasal dari kata nglanggar atau melanggar. Penamaan tersebut dikait-kaitkan dengan kisah-kisah mistis dan kisah kemurkaan seorang dalang...

avatar
OSKM_16918052_[Siti] Farahdina
Gambar Entri
Keunikan Tari Topeng Cirebon
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari topeng tentu sudah tidak asing di telinga kita bukan?.Saya sendiri belum pernah melihat pertunjukkan tari topeng secara langsung tetapi setiap kali mendengar kalimat "Tari Topeng",saya selalu membayangkan seorang penari dengan topeng yang dikenakan.Namun,ketika berbincang dengan ibu saya,beliau mengatakan ada pula kesenian yang bernama Tarian Topeng Cirebon yang sudah hampir punah.Lalu,apa perbedaan dan keunikan Tari Topeng Cirebon ini?. Nah,jika tari topeng identik dimainkan dengan jumlah penari yang sedikit,maka lain hal dengan Tari Topeng Cirebon ini karena tarian ini umumnya memiliki jumlah penari sebanyak lima orang.Lalu apa saja nama tokoh dan perbedaan watak para tokoh yang dimainkan para penari ini?. 1.Panji Kalau kamu mempunyai teman bernama Panji,mungkin saja ibunya terinspirasi dari nama tokoh topeng ini.Karena topeng panji ini menggambarkan tokoh yang penuh kesucian dan berakhlak mulia.Wah,menarik ya. 2.Samba Samba ini adalah tokoh topeng yang me...

avatar
OSKM18_16518051_Jeihan aulia
Gambar Entri
Tradisi Apeman
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

    Tradisi Apeman Tradisi Apeman ini adalah gabungan dari unsur keagamaan dan adat kesenian budaya orang jawa. Acara ini diadakan setiap menjelang datangnya bulan suci ramadhan, tradisi ini memiliki makna sebagai permohonan ampun kepada Tuhan Yang Maha ESA, saling meminta maaf lahir batin antar umat muslim sebelum datangnya bulan suci ramadhan, sebagai   bentuk dari rasa syukur atas rizki bagi  umat muslim di yogyakarta dan unrtuk mendoakan para leluhur terdahulu. Pertama-tama tradisi ini dilakukan untuk ruwatan yaitu mendoakan para   tokoh-tokoh agama islam   terdahulu, seperti para kiyai-kiyai besar, para leluhur desa, dengan mengadakan   pengajian bersama, lalu masyarakat membersihkan makam para kiyai   dan anak cucu keturunannya  serta para leluhur desa dengan   pandu oleh juru kunci makam tersebut untuk   memperingati hari meninggalnya. Setelah membersihkan makam, dilanjutkan denga...

avatar
OSKM18_16818107_kimberlita qatrunnada
Gambar Entri
Wayang Hihid, Inovasi Kesenian Sunda
Tarian Tarian
Jawa Barat

Tari Wayang Hihid adalah tarian Sunda yang menjadi ciri khas kebudayaan kota Bogor. Kesenian ini diciptakan oleh Bapak Ade Suarsa, seniman Sunda berprestasi, pada tahun 2009. Seperti namanya, Hihid, yang berarti kipas, properti tarian ini adalah kipas-kipas bambu yang melekat pada punggung penari. Hihid terbuat dari anyaman bambu yang melambangkan kesederhanaan yang terdapat dalam kehidupan masyarakat.  Bentuk penyajian Tari Wayang Hihid ini berupa tari kelompok yang pada awalnya seorang dalang akan membacakan kakawen sebagai bubuka (pembukaan), kemudian mulai dengan irama yang ramai menggambarkan kehidupan sehari-hari dimasyarakat yang digambarkan dengan datangnya 6 orang penari perempuan yang membawa hihid sebagai properti dengan gerakan yang energik. Berdasarkan wawancara saya dengan Pak Ade beberapa waktu silam, beliau dengan timnya, Sanggar Edas Production, terus gencar mensosialisasikan tarian ini baik di kancah nasional maupun internasional. Jerih payahnya pun me...

avatar
OSKM18_16718246_Adhystie Nurul Izzah
Gambar Entri
Astha Brata : Delapan Ajaran Jawa
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Daerah Istimewa Yogyakarta

Astha Brata merupakan salah satu ajaran wayang untuk ratu-ratu (raja) Jawa agar mencapai “memayu hayuning Bawana” yang artinya keharmonisan dengan alam semesta. Astha sendiri berarti delapan sedangkan Brata berarti ajaran. Secara keseluruhan Astha Brata berarti delapan ajaran/watak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Astha Brata diceritakan oleh lakon (cerita) wayang Ramayana dan Mahabharata. Dalam Ramayana Astha Brata diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana dan Barata sedangkan dalam Mahabharata Astha Brata diajarkan oleh Begawan Kesawasidi, yang merupakan Kresna, pada Raden Arjuna. Astha Brata sendiri disimbolkan dengan bumi, api, air, angin, matahari, bulan, gunung, dan samudra.   Menurut Yasadipura I (1729 - 1803) watak-watak yang harus dimiliki seorang pemimpin adalah : 1. Watak bumi (mahambeg mring kisma) yang berarti pemimpin tidak boleh congkak serta disenangi warga. 2. Watak air (mahambeg mring warih) yang berarti pemimpin harus...

avatar
OSKM18_16918092_Rizqi Samera Al Farizi
Gambar Entri
Tradisi Budaya Aduk Jenang di Candi Songgoriti
Ritual Ritual
Jawa Timur

Tradisi Budaya Aduk Jenang merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kota Batu, khususnya di Dusun Songgoriti, Kelurahan Songgokerto, dalam merayakan Tahun Baru Hijriyah. Kegiatan ini merupakan puncak dari tradisi Manghanyubagyo Sasi Suro Jenang Suro Bareng yang dilaksanakan di Candi Songgoriti. Pelataran Candi Songgoriti akan dihiasi dengan umbul-umbul berbagai warna, obor, dan hiasan dari janur. Segala keperluan kegiatan ini disiapkan oleh para pemuda yang tergabung dalam Karang Taruna, masyarakat setempat, dan sesepuh desa. Tradisi Aduk Jenang telah berlangsung sejak lama. Tradisi ini rutin dilaksanakan setiap tahun untuk memperingati malam Suro di Tahun Baru Hijriyah. Kini, tradisi ini dianggap sebagai uri-uri budaya leluhur yang berarti melestarikan budaya leluhur. Jenang merupakan makanan tradisional olahan berbahan dasar beras, ketan, kelapa, dan kacang tanah. Jenang telah mengakar dalam kebudayaan Jawa bahkan sejak Zaman Hindu-Buddha....

avatar
Oskm18_19718142_albert gunawan