Siapa yang tidak mengenal Nasi Kuning? Nasi kuning adalah menu Nusantara yang dapat ditemukan di berbagai wilayah di Indonesia, dan setiap daerah memiliki ciri khasnya sendiri. Orang Bandung tentu mengenal menu ini. Nasi kuning tidak hanya ditawarkan oleh tempat-tempat makan, tetapi juga oleh pedagang kaki lima, yang akrab disebut sebagai PKL. Lalu apa uniknya nasi kuning Bandung? Tentu nasinya kuning, seperti yang dapat diketahui dari namanya. Nasi kuning Bandung disantap dengan sayur waluh, bawang goreng, kacang kedelai, dan kerupuk merah. Tetapi, makanan orang Sunda tidak lengkap tanpa adanya sambal. Sambal yang menjadi bahan penting dalam nasi kuning adalah sambal oncom. Paduan dari kerupuk merah dan sambal oncom tidak dapat dikalahkan. Makanan ini dapat disantap oleh semua kalangan orang, mulai dari anak kecil sampai orang tua. Nasi kuning ini juga dapat dijadikan sebagai sarapan, makan siang, ataupun makan malam. Nasi yang hangat, sambal oncom yang menggiurkan, didampingi...
Pacici Cici Putri ini adalah permainan tradisional anak-anak perempuan dari suku Sunda zaman dahulu yang kini sudah jarang di mainkan oleh generasi anak-anak suku Sunda. Tatarucingan (read:permainan tradisional) dari suku Sunda ini bisa dimainkan oleh beberapa orang anak perempuan, jumlahnya tidak dibatasi. Salahsatu barang yang harus disiapkan untuk bisa memainkan permainan ini adalah kertas berukuran kecil yang sudah dikepal-kepal, atau benda kecil semacamnya. Cara permainannya adalah seperti berikut: Dari beberapa orang anak yang akan bermain, salahsatu dari mereka harus dipilih untuk menjadi Putri. Satu orang anak ini (Putri) akan berposisi seperti orang yang sedang sujud. Sedangkan teman-temannya yang lain akan duduk mengelilinginya sambil meletakkan salahsatu telapak tangan mereka di punggung anak yang menjadi Putri. Lalu mereka akan bernyanyi sambil mengelilingkan kertas kecil tadi. Nyanyian dari permainan ini seperti berikut : "Pacici cici putri Terelek kembang celempung Ama...
Ikan dewa. Mungkin kalian memikirkan seekor ikan yang besar, raja dari ikan. kalau kalian berpikir seperti itu, berarti perkiraan kalian bisa dibilang benar. Ikan dewa atau yang masyarakat setempat biasa sebut kancra bodas (Labebobarbus douronensis) merupakan ikan khas yang berasal dari Kabupaten Kuningan, yaitu di Kec. Cigugur dan Kec. Manis Kidul. Ikan dewa ini dikeramatkan oleh masyarakat setempat. Terdapat banyak cerita yang menceritakan asal muasal dari Ikan dewa ini. Ada 3 tempat dimana kita dapat melihat ikan-ikan dewa ini, di balong cigugur, kolam cibulan, dan juga waduk darma. Konon katanya, ketiga tempat ini saling berhubungan sehingga ketika salah satu dari kolam ikan dewa itu dibersihkan atau dikuras, maka ikan-ikan dewa itu akan berpindah ke kedua tempat yang lainnya. Dalam tulisan kali saya akan membahas tentang ikan dewa yang ada di balong cigugur, yang terdapat di Kec. cigugur. Ada juga mitos, siapapun yang mengganggu ikan dewa ini akan mengalami bencana, oleh s...
Tapel adalah makanan khas Indramayu yang terbuat dari tepung beras, kelapa, pisang, dan gula merah. Bentuknya agak mirip crepes khas Prancis. Pada jaman dahulu, tapel biasa dihidangkan di acara-acara besar seperti pernikahan. Cara memasak tapel cukup mudah. Mula-mula, siapkan tungku bakar dan wajan besi. Lalu oleskan minyak kelapa di atas wajan, lalu tuangkan adonan berupa campuran tepung dan parutan kelapa. Ratakan dengan menggunakan daun kelapa. Setelah agak kering, masukkan campuran pisang dan gula merah, ratakan lagi, lalu tunggu hingga benar-benar kering dan matang. Tapel pun siap disajikan. Pedagang tapel sudah mulai jarang ditemukan di Indramayu, hanya tersisa dua atau tiga buah di tengah kota. Banyak tantangan yang harus mereka hadapi. Faktor yang menyebabkan kurangnya perkembangan bisnis tapel ini ialah sulitnya mencari alat pembuatnya yaitu wajan yang digosok batu sela. Tungku pun sudah mulai jarang ditemukan. Padahal, jika tapel dimasak menggunakan kompor gas, cita...
Bebentengan sering dikenal sebagai rerebonan di daerah Jawa Barat, sedangkan di daerah lain dikenal juga dengan nama pris-prisan, oal-palan, omer, dan jek-jekan . Bebentengan berasal dari kata "benteng" yang berarti pertahanan. Bebentengan adalan Dwipurwa (pengulangan suku kata pertama) dan berakhiran -an yang berarti menyerupai. Permainan ini memiliki relevansi dengan bangsa Indonesia pada zaman penjajahan Belanda dulu, yakni pertahanan bangsa Indonesia saat melawan penjajahan Belanda dengan menggunakan benteng. Menurut Yayat Sudaryat, Guru Besar Sastra Universitas Pasundan Bandung, permainan bebentengan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda dulu. Permainan bebentengan merupakan permainan yang memerlukan kecepatan, ketangkasan, kerja sama dan strategi yang baik antar anggota kelompok. Kedua tim, biasanya 4-8 orang, memiliki "benteng" masing-masing yang bisa berupa tiang, pohon, atau batu bata. Setiap anggota kelompok bertugas untuk menjaga benteng ji...
Pada zaman dahulu terdapat kerajaan yang bernama Kerajaan Padjajaran yang terletak di Sumedang, Jawa Barat. Di daerah sekitar kerajaan terdapat gunung yang sangat besar. Rakyat sekitar menyebutnya dengan sebutan Gunung Gede. Kerajaan Padjajaran yang dipimpin oleh Prabu Sokawayana, anak dari Prabu Guru Haji Adji Putih, adik kandung dari Prabu Tadjimela. Sejak dahulu, gunung ini dipercayai memliki kekuatan ilmu mistis yang sangat kuat dan dijadikan tempat bertapa, termasuk Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi memiliki tempat diatas puncak gunung bernama Sanghyang Taraje. Pada abad ke-18, bencana besar melanda Kerajaan tersebut. Gunung Gede ingin meletus diikuti suara gemuruh dari sekitir gunung. Ketika Pangeran Sumedang melakukan aksi bertapa akhirnya mendapatkan sebuah cara untuk menghentikan letusan gunung tersebut. Seketika itu, Pangeran bersama sebagian rakyatnya pergi menuju puncak gunung. Puncak gunung tersebut bernama Sanghyang T...
Engklek gunung adalah sebuah permainan yang dulu saya mainkan bersama teman - teman sebaya. Engklek dalam Bahasa Sunda berarti berjalan dengan menggunakan satu kaki. Permainan ini di daerah lain mungkin memiliki nama yang berbeda. Cara memainkannya cukup mudah. Pertama, gambar dulu pola berupa kotak - kotak yang diahiri dengan bentuk setengah lingkaran -seperti pada gamba r . Ukuran kotak dapat kita buat sesuka hati -kan yang penting fun. Dulu kami sering menggunakan batu kapur dalam membuat pola karena saat itu sangat mudah menemukan batu kapur - batu kapur biasa digunakan untuk mencorat coret lantai, dinding, dan sebagainya. Setelah membuat pola, selanjutnya tinggal bermain. permainan ini dapat dimainkan oleh dua orang atau lebih. Masing - masing pemain harus mempunyai batu gacoan terlebih dulu sebelum mulai bermain. Batu dilempar kekotak pertama, kemudian pemain dapat mulai melompat dari satu kotak ke kotak lain secara berurutan dengan cara 'engklek' sampai p...
#OSKMITB2018 Ki Joko Dolog merupakan cerita rakyat dari indramayu yang kebanyakan diceritakan dari mulut ke mulut dan memiliki beberapa versi. Di sini penulis akan menjelaskan tentang dua versi saja yang merupakan versi yang banyak diketahui di Indramayu. Versi Cerita Rakyat Jaka Dolog (Dolog dalam bahasa indramayu artinya bodoh) merupakan anak semata wayang dari perempuan janda yang sudah sepuh. Di usia ibunya yang sudah senja Jaka Dolog berkeinginan bisa kerja dan membantu ekonomi ibunya. Jaka Dolog merupakan anak yang punya kekuarangan yaitu dia suka cerobaoh dan otaknya berfikir sangat lamban. Ibunya pernah terlintas rasa khawatir jika anaknya lah yang harus mencari nafkah, tapi usia memang tidak bisa berbohong oleh karena itu ibunya bersedia melepaskannya. Jaka Dolog ini terkenal suka memancing, tapi saat dia sudah memancing dia akan lupa waktu, lupa segala-galanya sampai sering memancing berhari-hari. Dia selalu memancing menggunakan s...
Nenjrag Bumi merupakan salah satu ritual upacara adat khas Sunda yang dilakukan kepada anak bayi dengan tujuan agar kedepannya sang anak tidak gampang ketakutan dan gampang kaget. Nenjrag Bumi dilakukan dengan cara meletakkan sang bayi di pelupuh (lantai yang terbuat dari bambu yang di belah-belah) kemudian indung atau ibu menghentakkan kaki nya ke pelupuh tersebut. Cara lain yaitu memukulkan alu sebanyak tujuh kali ke bumi di dekat bayi, Dengan melakukan upacara tersebut diharapkan agar bayi kelak menjadi anak yang tidak gampang terkejut dan penakut. #OSKMITB2018