Bagi masyarakat Solo dan sekitarnya, nama Tugu Lilin tentu tidak asing lagi. Tugu tersebut terletak di Kelurahan Pajang Kecamatan Laweyan. Persisnya berada di pertigaan Pajang pertemuan Jl. Joko Tingkir, Jl. Dr Radjiman dan Jl. Slamet Riyadi Makamhaji, perbatasan Solo dan Kartasura. Rumah, pertokoan, perkantoran dan warung di sekitar Tugu Lilin menjadikan nama atau menambahkan nama itu sebagai alamat. Misalnya, Apotek Tugu Lilin, Mie Ayam Tugu Lilin atau Toko Besi Tugu Lilin. Namun, Tugu Lilin Pajang itu tidak punya nilai historis. Tugu Lilin di Solo yang memiliki nilai sejarah, meskipun tidak terlalu populer adalah Tugu Lilin yang terletak di Kelurahan Penumping Kecamatan Laweyan. Tugu itu dibangun pada tahun 1933 bertepatan dengan peringatan 25 tahun Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei sejak berdirinya Boedi Oetomo. Sebagaimana tertulis di prasasti Tugu Lilin Penumping, pembangunan tugu tersebut untuk Peringatan Pergerakan Kebangsaan Indonesia. Menurut cerita dari mul...
Bakmi Jawa Bakmi Jawa sering disebut juga Mie Jawa adalah olahan Bakmi Rebus (Jawa : Bakmi Godhog) yang dimasak dengan racikan bumbu-bumbu khas Masakan Jawa. Disebut Bakmi Godhog karena kebanyakan bakmi Jawa diolah dengan di rebus atau dengan kuah, di luar negeri khususnya di Malaysia dan Singapura dikenal dengan sebutan Mie rebus. Namun sebenarnya ada variasi mi goreng dari bakmi Jawa. Bakmi Jawa atau Bakmi Godhog diolah dengan dimasak di atas tungku tanah liat atau anglo dengan bahan bakar api arang. Ciri khas dari Bakmi Godhog ini adalah Juru Masak tidak pernah memasak banyak pesanan dalam satu wadah, akan tetapi setiap pesanan dimasak dengan racikan bumbu satu persatu. Satu kali masak untuk satu porsi yang dimasak dalam wajan kecil. Ciri khas yang lainnya adalah tambahan daging ayam kampung suwir serta telur bebek ke dalam Bakmi Godhog. Satu lagi yang paling penting pembuat bakmi atau penjual bakmi tidak pernah memberitahukan resep...
Masyarakat Indonesia ditengarai baru mulai mengonsumsi tembakau pada awal abad 16. Namun kreativitas masyarakat Indonesia untuk menemukan berbagai cara guna menikmati tembakau memang luar biasa. Selain kretek, yang kini mendominasi produk tembakau Indonesia, masyarakat Indonesia sebelumnya juga sudah memiliki berbagai produk olahan daun tembakau. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai inovasi, guna meningkatkan cita rasa dan khasiat daun tembakau. Tradisi menikmati daun tembakau di Indonesia semula memang diperkenalkan oleh orang-orang asing yang menjajah Indonesia. Mereka memperkenalkan tradisi tersebut kepada raja-raja dan kaum bangsawan. Orang Belanda menyebutnya dengan rokken dan orang Indonesia melafalkannya dengan rokok. Rokok adalah rajangan daun tembakau yang dilinting dengan kertas tipis lalu dibakar pada salah satu ujungnya dan dihisap pada ujung yang lain. Kegiatan merokok kemudian menjadi status simbol elite yang hanya dipunyai kalan...
Masyarakat Indonesia ditengarai baru mulai mengonsumsi tembakau pada awal abad 16. Namun kreativitas masyarakat Indonesia untuk menemukan berbagai cara guna menikmati tembakau memang luar biasa. Selain kretek, yang kini mendominasi produk tembakau Indonesia, masyarakat Indonesia sebelumnya juga sudah memiliki berbagai produk olahan daun tembakau. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai inovasi, guna meningkatkan cita rasa dan khasiat daun tembakau. Tradisi menikmati daun tembakau di Indonesia semula memang diperkenalkan oleh orang-orang asing yang menjajah Indonesia. Mereka memperkenalkan tradisi tersebut kepada raja-raja dan kaum bangsawan. Orang Belanda menyebutnya dengan rokken dan orang Indonesia melafalkannya dengan rokok. Rokok adalah rajangan daun tembakau yang dilinting dengan kertas tipis lalu dibakar pada salah satu ujungnya dan dihisap pada ujung yang lain. Kegiatan merokok kemudian menjadi status simbol elite yang hanya dipunyai kalan...
Masyarakat Indonesia ditengarai baru mulai mengonsumsi tembakau pada awal abad 16. Namun kreativitas masyarakat Indonesia untuk menemukan berbagai cara guna menikmati tembakau memang luar biasa. Selain kretek, yang kini mendominasi produk tembakau Indonesia, masyarakat Indonesia sebelumnya juga sudah memiliki berbagai produk olahan daun tembakau. Mereka memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai inovasi, guna meningkatkan cita rasa dan khasiat daun tembakau. Tradisi menikmati daun tembakau di Indonesia semula memang diperkenalkan oleh orang-orang asing yang menjajah Indonesia. Mereka memperkenalkan tradisi tersebut kepada raja-raja dan kaum bangsawan. Orang Belanda menyebutnya dengan rokken dan orang Indonesia melafalkannya dengan rokok. Rokok adalah rajangan daun tembakau yang dilinting dengan kertas tipis lalu dibakar pada salah satu ujungnya dan dihisap pada ujung yang lain. Kegiatan merokok kemudian menjadi status simbol elite yang hanya dipunyai kal...
Hyang Girinata menginginkan melingkari dunia berbarengan istrinya. Mereka naik diatas punggung lembu Andini, terbang di angkasa. Mereka sudah usai melingkari pulau Jawa, lantas terbang di atas samodera. Kebetulan saat matahari tenggelam, saat senja saat, cahaya matahari merah menyinari air samudera, menyebabkan pandangan indah di lautan. Hyang Guru melihat keindahan samudera, bimbang sangsi hatinya, bangkit asmaranya, lantaran mulai sejak kelahiran Wisnu, jauh dari rindu asmara. Mulai sejak tersebut baru bangkit hasrat untuk berwawan asmara dengan istrinya. Namun sayang, Dewi Uma tidak ada menanggapinya, sebab rasa hati masihlah jauh untuk bersenggama. Sang Hyang Guru berkemauan keras, sang istri dipegang lantas dipangkunya dan bakal digaulinya. Sang istri menampik serta menghindar dan berkata kasar. Dikatanya Hyang Guru sangat kasar seperti raksasa, berbuat di sembarang tempat di atas punggung lembu. Sang istri mengharap supaya Hyang Guru sabar, lantaran kata Dewi Uma itu...
Awar-awar merupakan salah satu tanaman herbal Indonesia yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Penggunaan awar-awar sebagai obat herbal pun sudah terbukti khasiatnya. Awar-awar memiliki beberapa kandungan kimia yang berguna untuk melawan beberapa penyakit, antara lain flavonoid genistin, kaempferitrin, kumarin, fenolik, pirimidin, dan alkaloid antofin. Daun dan batang awar-awar memiliki kandungan alkaloid isotylocrebin dan tylocrebin, menurut informasi yang dilansir situs tanamanherbal.info. Tanaman obat yang satu ini banyak digunakan untuk mengobati beberapa penyakit. Salah satunya adalah untuk mengobati penyakit kulit. Jika Anda memiliki masalah dengan kesehatan kulit, awar-awar mungkin bisa menjadi salah satu alternatif untuk Anda. Awar-awar juga dapat digunakan untuk mengatasi bisul, sesak nafas, asma, kepala pusing, penawar racun, dan sebagai obat pencahar. Adapun manfaat daun awar-awar bagi kesehatan lainnya, adalah : - Daun awar-awar digunakan untuk meng...
Manfaat terhadap lingkungan : Cabe Jawa dapat tumbuh subur sepanjang tahun, baik psds musim kering maupun penghujan. Dan juga dapat tumbuh di lahan kering atau gersang. Jadi bisa bisa digunakan untuk penghijauan dan juga memliki hasil yang memadai. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai tanaman hias yang di tanam pada pot. Sehingga kelihatan alami. Selain itu Cabe Jawa juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Biasanya dimanfaatkan oleh para penjual jamu tradisional. Dengan mencampurkan Cabe Jawa dengan tumbuhan lainnya. Misalnya : a) Bisa memulihkan badan yang lemah dan menambah nafsu makan. Bahan : Cabe Jawa 6 buah, Rimpang alang-alang 3 buah, Rimpang Lempuyang ¾ jari, daun sambiloto ¾ genggam, dan Gula Enau 3 jari. Cara membuat : Semua bahan dicuci kecuali Gula Enau. Bahan-bahan tersebut kemudian dipotong seperlunya lalu direbus dalam 4 gelas air Hingga tersisa 2 gelas ¼ . Setelah dingin air rebusannya di saring lalu diminum. Cara m...
Diceritakan dalam kisah Babad Tanah Jawa bahwa setelah beberapa bulan menikah, Putri Dyah Kasmala pun mengandung. Ajar Windusana bahagia karena istrinya akanmelahirkan anak yang menjadi penerus keluarganya. Ia makin mencintai istrinya selama masa kehamilan. Tatkala di desa diadakan acara bersih desa para dayang dan endang sibuk menggoreng dan memasak. Sang Putri sangat tertarik ingin turut membantunya. Putri Dyah Kasmala mengetahui bahwa suaminya mempunyai sebilah pisau kecil. Tetapi ia tidak mengerti darimana asalnya. Ia mengambil pisau itu untuk digunakan membantu memasak di dapur. Pisau itu disarungkan ke dalam buluh gading yang dibentuk sebagai kepala ular dan dijadikan kenang-kenangan waktu istrinya belum disusulkannya. Demikian cerita rakyat Jawa Tengah menyebut asal-usul keris pusaka itu. Sang Putri meminjam pisau itu dari suaminya. Tetapi dipesankan jangan sampai pisau itu disimpan di dekat perutnya. Sang Putri senang sekali melihat pisau itu, lalu dipergunakan membuat t...