Pengobatan dan Kesehatan
Pengobatan dan Kesehatan
Obat Tradisional Jawa Tengah Jawa Tengah
Cabai Jawa
- 13 November 2018

Manfaat terhadap lingkungan : Cabe Jawa dapat tumbuh subur sepanjang tahun, baik psds musim kering maupun penghujan. Dan juga dapat tumbuh di lahan kering atau gersang. Jadi bisa bisa digunakan untuk penghijauan dan juga memliki hasil yang memadai. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai tanaman hias yang di tanam pada pot. Sehingga kelihatan alami.

Selain itu Cabe Jawa juga dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Biasanya dimanfaatkan oleh para penjual jamu tradisional. Dengan mencampurkan Cabe Jawa dengan tumbuhan lainnya. Misalnya :

a) Bisa memulihkan badan yang lemah dan menambah nafsu makan.

Bahan : Cabe Jawa 6 buah, Rimpang alang-alang 3 buah, Rimpang Lempuyang ¾ jari, daun sambiloto ¾ genggam, dan Gula Enau 3 jari.

Cara membuat : Semua bahan dicuci kecuali Gula Enau. Bahan-bahan tersebut kemudian dipotong seperlunya lalu direbus dalam 4 gelas air Hingga tersisa 2 gelas ¼ . Setelah dingin air rebusannya di saring lalu diminum.

Cara memakai : diminum 3 kali sehari, ¾ gelas sekali minum.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : Cabe Jawa 2 buah dan Lempuyang gajah 2 ibu jari.

Cara membuat : Kedua bahan tersebut dibersihkan lalu dihaluskan. Setelah itu ditambah air sebanyak 5 sendok makan. Campuran tersebut kemudian diperas.

Cara memakai : Air perasan tadi didiamkan biarkan ampasnya mengendap. Dan cairan yang bening dimium. Diminum 1 kali sehari selama seminggu.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : Cabe Jawa 2 buah, dan Lempuyang Emprit sebesar 2 jari.

Cara Membuat : kedua bahan dicuci lalu dimemarkan. Bahan ini direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas air. Setelah dingin airnya disaring.

Cara memakai : ramuan ini diminum 1 kali sehari selama seminggu.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : Cabe Jawa 1 buah, Lempuyang Emprit 1 jari, Kencur 2 jari, beras 1 sendok makan, dan madu secukupnya.

Cara membuat : Cabe Jawa, Lempuyang emprit, dicuci lalu dihaluskan. Beras dicuci dan diaingin-anginkan sampai kering lalu disangrai dan dihaluskan. Semua bahan dicampurkan lalu ditambahkan air matang kedalamnya 1 gelas. Kemudian campuran ini diperas dengan menggunakan kain. Air hasil perasan tadi dicampur dengan madu.

Cara memakai : ramuan ini diminum sekaligus. Dilakukan 3 kali sehari.

b) Bisa mengobati masuk angina, badan pegal-pegal dan perut kembung.

Bahan : Cabe Jawa 3 buah, Daun Poko ¼ genggam, dan Kesumba Keling ¼ genggam dan Gula enau 3 jari.

Cara membuat : Semua bahan dicuci bersih kecuali Gula Enau. Bahan-bahan tersebut direbus dalam 3 gelas air hingga tersisa 2 ¼ gelas.

Cara memakai : diminum 3 kali sehari, 3 ¼ gelas. Ramuan ini diminum sebelum makan.

c) Sebagai obat kuat lelaki

Bahan : Akar Cabe Jawa kering 3 genggam.

Cara membuat : Akar Cabe Jawa ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas.

Cara memakai : diminum sehari 1 kali.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : cabe Jawa 3 buah, Akar Ilalang segar 50 gram, dan Lempuyang 1 jari.

Cara membuat : Cabe Jawa dan lempuyang ditumbuk halus. Akar Ilalang direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih. Setelah mendidih tumbukan Cabe Jawa dan Lempuyang dimasukkan. Air rebusan didinginkan kemudian disaring.

Cara memakai : diminum 2 kali sehari.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : Cabe Jawa 2 gram, Pasak Bumi 30 Gram, Jinten Hitam 50 gram, Pulosari 5 gram, Adas 5 gram, Biji Kola 5 gram, Pala 3 gram, Bawang putih basah 15 gram.

Cara membuat : Bahan-bahan tersebut disangrai. Setelah kering betul dan matang kemudian ditumbuk hingga halus. Selanjutnya diambil 10 gram lalu diseduh dengan air panas ½ gelas. Kemudian ditambahkan 1 buah kuning telur ayam kampong, madu murni 1 sendok teh.

Cara memakai : diminum 1-2 kali sehari sesuai dengan kebutuhan anda.

d) Untuk membersihkan rahim setelah melahirkan

Bahan : Akar Cabe Jawa yang kering 3 gram.

Cara membuat : akar cabe Jawa ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas.

Cara memakai : diminum sehari 1 kali.

e) Bisa menghangatkan badan dan mengurangi gangguan pencernaan.

Bahan : Buah Cabe Jawa mentah yang kering enam gram.

Cara membuat : Buah Cabe Jawa ditumbuk halus lalu diseduh dengan air panas.

Cara memakai : Diminum 1 kali sehari.

f) Sebagai Obat Kumur

Bahan : daun Cabe Jawa 3 lembar.

Cara membuat : daun ditumbuk lalu diseduh dengan 1 gelas air panas.

Cara memakai : Untuk berkumur-kumur.

g) Untuk pereda kejang perut

Bahan : daun cabe Jawa 3 lembar.

Cara membuat : daun cabe jawa ditumbuk hingga halus lalu diseduh dengan 1 gelas air panas.

Cara memakai : diminum 1 kali sehari. Wanita hamil tidak boleh menggunakan ramuan ini.

SELAIN ITU BISA JUGA DENGAN

Bahan : cabe Jawa 2 buah dan lempuyang gajah sebesar ibu jari

Cara membuat : semua bahan dicuci lalu dihaluskan.

Cara memakai : ditempelkan di atas perut. Wanita hamil tidak boleh memakai ramuan ini. Selain itu bisa juga digunakan untuk perut kembung dan meringankan badan yang terasa pegal-pegal.

Sumber: http://digdayaningtanahjawa.blogspot.com/search/label/manfaat%20cabe%20jawa

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (Periuk Tanah)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
Benda Magis Masyarakat Batak Toba
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

PESAN INDUK TI KIDUNG LAKBOK Hikmah Karuhun Pikeun Kahirupan Ditulis ku: Henry Purwanto Kategori: Etika, Moral & Pepatah PENDAHULUAN Kidung Lakbok lain ukur carita baheula. Lian ti éta, ieu naskah kuno nyimpen pituduh anu jero pisan pikeun kahirupan urang di jaman kiwari. Karuhun urang teu ngan ninggalkeun carita, tapi ogé pangalaman, peringatan, jeung hikmah. Ieu pesan induk jadi pondasi pikeun urang hirup: ngajaga jati diri bari tetep maju ka hareup. Hayu urang bahas hiji-hiji. ULAH POHO KA ASAL-USUL (Jangan Lupa Pada Asalnya) Makna: Saha urang, ti mana asalna, naon sajarah karuhun urang – kabehna kudu dipikanyaho. Ulah isin ku sajarah sorangan, sabab dinya tempat urang tumuwuh. Kaitan jeung Lakbok: Karajaan Bandjarpatroman téh akar ti wewengkon ieu. Lamun urang poho sajarah, sarua jeung neangan leungit jati diri. Urang bakal gampang kaileng ku budaya deungeun anu teu saluyu jeung ajén-inajén lembur. Pesen: Sugema jeung bagja téh mimitina mah nya tina n...

avatar
Gulamerah