Kemerdekaan Indonesia
404 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Sarang Burung Walet
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

78% kebutuhan sarang burung walet nyatanya dipasok dari Bumi Pertiwi. Hal ini tak terlepas karena Indonesia merupakan habitat yang nyaman bagi burung walet. Selain menjadi habitat utama, Indonesia juga merupakan tempat yang cocok dengan perkembangbiakan walet, sehingga sarang walet dapat sangat banyak diproduksi dan membawa Indonesia menjadi eksportir sarang burung walet nomor satu di dunia. Sumber: https://economy.okezone.com/read/2019/09/09/320/2102345/indonesia-eksportir-sarang-burung-walet-nomor-satu-di-dunia

avatar
Widra
Gambar Entri
PODA SAGU-SAGU MARLANGAN
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Poda Sagu-Sagu Marlangan diadakan untuk mencegah pertengkaran antara keturunan Raja Silahisabungan dengan Keturunan Si Raja Tambun. Untuk menyelenggarakan Poda Sagu-Sagu Marlangan ini, Raja Silahisabungan meminta istrinya, Pinggan Matio menempa Sagu-Sagu Marlangan berbentuk manusia yang ditaruh di kedalaman ampang (bakul). Raja Silahisabungan lantas memanggil seluruh putra-putri dan istrinya mengelilingi Sagu-Sagu Marlangan tersebut, sembari menyampaikan pesan (wasiat) berikut. ***Hamu Anakku Na Ualu Ingkon masihaholongan ma hamu sama hamu ro di pomparanmu, sisada anak sisada boru na so tupa masiolian, tarlumobi pomparanmu na pitu dohot pomparan ni si Raja Tambun on. Ingkon Humolong rohamu na pitu dohot pomparanmu tu boru pomparan ni anggimu Si Raja Tambun on, suang songon i nang ho Raja Tambun dohot pomparanmu ingkon humolong roham di boru pomparan ni haham na pitu on. Tongka dohononmu na ualu na so saama saina hamu tu pudian ni ari. Tongka pungkaon bada manang salisi t...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Ornamen Bindu Matagah
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Bentuk Ornamen Bindu Matagah ini berupa garis yang menyilang diagonal dan membentuk persegi yang melambangkan Pesilah Simehuli atau dalam Bahasa Indonesia yang artinya menyingkirkan yang tidak baik, dengan maksud agar si tuan rumah pada Rumah Adat tidak mudah digoyahkan oleh kekuatan jahat. Gambar garis yang saling menyatu itu konon juga dipercaya agar masyarakat terhindar dari binatang buas, sehingga selalu terjaga keselamannya. Konon, Bindu Matagah juga adalah simbol dari istri Raja Sulaiman yang ada hubungannya dengan kekuatan batin, sehingga Ornamen Batak Karo yang satu ini memang selalu berdekatan dengan Tapak Raja Sulaiman pada dinding rumah adat. Sumber: https://medan.tribunnews.com/2021/04/17/5-fungsi-ornamen-suku-karo-ada-yang-dipercaya-dapat-menolak-bala?page=3

avatar
Hokker
Gambar Entri
Mangalomang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Idul Fitri atau Lebaran merupakan salah satu hari besar yang ikut dirayakan oleh masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam. Dalam menyambut Lebaran, masyarakat di Tanah Air biasanya merayakannya dengan berbagai tradisi yang ada di masing-masing daerah. Di Sumatera Utara khususnya di Mandailing Natal, ada satu tradisi yang biasa dilakukan masyarakat dalam menyambut lebaran, yaitu Mangalomang. Tradisi ini sudah ada sejak zaman dahulu dan turun-temurun hingga sekarang. Mangalomang berasal dari bahasa daerah Mandailing Natal, yang artinya memasak beras ketan memakai santan kelapa dan garam di dalam bambu atau memasak lemang. Ini merupakan tradisi yang dilaksanakan setiap hari besar Islam, seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Tradisi ini hingga kini masih terus di lakukan para kaum perempuan di Mandailing Natal. Proses Mangalomang sendiri tergolong unik. Tradisi ini dilakukan oleh warga dengan bahu membahu memasak lemang yang dipanaskan di atas api yang besar. Saat proses pembuatan, warg...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Kalereng
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Permainan rakyat Kalereng ini memiliki beragam nama di indonesia serta memiliki varian yang begitu banyak. Ada yang menamainya marpungkul, marpansang dan marguli. Di daerah Kecamatan Pintu Pohan Meranti ini memiliki nama markadot. Dulunya permainan ini di mainkan anak-anak dengan memakai kemiri "gambiri" sebelum mengenal kelereng. Namun, seiring perkembangan zaman permainan dengan memakai kemiri ini bergeser dan kemudian permainan ini dimainkan anak-anak dengan memakai kelereng sebagai objek atau alat dalam bermain. Permainan ini cukup umum di Indonesia. Namun ada yang unik di Sibolga, karena cara memainkannya adalah dengan melentingkan kelereng ke sasaran yang hanya pakai satu tangan. Sumber : https://aturanpermainan.blogspot.com/2021/05/24-permainan-tradisional-khas-sumatera-utara.html

avatar
Hokker
Gambar Entri
Markatapel
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Sumatera Utara

Katapel di Indonesia sering disebut dengan pelinteng atau blandring. Katapel banyak digunakan untuk berburu hewan kecil seperti burung kecil atau capung, atau sekadar untuk bermain perang-perangan dengan teman sebaya di waktu masih anak-anak. Katapel di Indonesia terdiri dari bahan kayu dan karet, karet yang digunakan biasanya berasal dari ban kendaraan bekas, sedangkan peluru yang digunakan biasanya batu kecil, atau karet gelang yang dibentuk bulat-bulat sehingga tidak melukai orang lain. Di Sumatera Utara, Markatapel menjadi salah satu permainan tradisional yang dapat dijumpai di daerah Simalungun, Kota Pematang Siantar. Sumber : https://aturanpermainan.blogspot.com/2021/05/24-permainan-tradisional-khas-sumatera-utara.html

avatar
Hokker
Gambar Entri
Mermoccak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Utara

Mermoccak / Marmoncak / Marmonsak / Marponcak / Mossak / Monsak adalah seni beladiri atau Pencak Silat khas Sumatera Utara yang masih bisa dijumpai di Pakpak, Kabupaten Dairi, sementara di Karo dinamai ndikar. Baik mossak dan ndikar dalam terminologi seni bela diri Indonesia masuk kategori silat. Sebagai seni bela diri, mossak tidak sekadar keterampilan bertarung. Mossak juga mengajarkan keterampilan yang sifatnya kebatinan. Juga pengetahuan akan obat-obatan. Kompleksitas “ilmu” yang diajarkan dalam mossak itu membuat tak semua orang mampu dan berhak belajar mossak. Gerak dasar mossak diawali dengan kuda-kuda, di mana seseorang berposisi setengah jongkok dan kedua kaki kakinya diangkat bergantian dengan mengikuti titik berat tubuh. Kemudian tangannya digosokkan ke punggung sebagai persiapan untuk menyerang, menangkis maupun bertahan. Itulah yang menjadi ciri khas mossak. Kuda-kudanya lebih lebar dan rendah. Kedua kaki diangkat saling bergantian mengikuti berat tubuh. Sumber :...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Datu Husip
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Permainan Datu Husip mengasah kecerdasan, melatih kejujuran, rasa keadilan dan sportifitas. Para pemain terdiri dari dua regu, setiap regu terdiri dari 4 sampai 5 orang. Pemainnya bisa campuran antara anak laki dan perempuan. Pemilihan pemain antara kedua regu dilakukan cara memasangkan dua orang yang umur dan kecerdasan kira-kira setara, lalu diundi dengan ‘marpis’ atau ‘suit’ untuk menentukan masuk regu mana. Lalu ditambah dengan seorang pemain yang lebih senior, yang akan bertindak sebagai datu husip. Biasanya dimainkan malam hari di halaman rumah. Cara bermain adalah - misalkan Regu A dipimpin oleh Anton, anggotanya terdiri dari Bonar, Uli, Abel, Anita dan Budi. Regu B dipimpin oleh Bongguk, anggotanya terdiri dari Aldo, Meri, Dameria, Ardin dan Anggita. Untuk datu husip misalkan Tagor. Regu A dan Regu B menempati posisi terpisah dengan jarak sedemikian rupa, agar tidak saling mendengar apa yang dibicarakan oleh regu lain. Datu Husip menempati posisi tengah dan mempunyai petak tah...

avatar
Hokker
Gambar Entri
Marraja (Bermain Raja)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Sumatera Utara

Ketangkasan, kecerdikan, kerja sama beregu, kejujuran, dan sportifitas, adalah kunci dari permainan ini. Terdiri dari dua regu, masing-masing memiliki anggota antara 4 sampai 6 orang, menggunakan area seluas kampung. Biasanya dimainkan pada malam hari, karena itu hanya oleh anak laki. Pemilihan pemain antara kedua regu dilakukan cara memasangkan dua orang yang umur dan kelincahan tubuhnya kira-kira setara, lalu diundi dengan “marpis’ atau ‘suit’ untuk menentukan masuk regu mana. Masing-masing regu punya seorang pemimpin yang disebut ‘raja’. Sedangkan perlengkapan yang diperlukan hanya sebatang pohon atau tiang listrik yang akan disebut ‘tuul’, bagaikan pos atau benteng yang diperebutkan dengan cara menyentuhnya. Areal permainan menggunakan kompleks perumahan atau kampung. Sebelum permainan dimulai, kedua ‘raja’ berunding untuk menentukan aturan main. Misalnya, tolu tuul tolu dapot. Tolu berarti tiga. Lalu kedua raja mengundi dengan cara “marpis atau ‘suit’untuk menentukan siapa yang l...

avatar
Hokker