Naskah Kuno dan Prasasti
Naskah Kuno dan Prasasti
Petuah Sumatera Utara Suku Batak
PODA SAGU-SAGU MARLANGAN
- 14 April 2023 - direvisi ke 2 oleh Hokker pada 15 April 2023

Poda Sagu-Sagu Marlangan diadakan untuk mencegah pertengkaran antara keturunan Raja Silahisabungan dengan Keturunan Si Raja Tambun. Untuk menyelenggarakan Poda Sagu-Sagu Marlangan ini, Raja Silahisabungan meminta istrinya, Pinggan Matio menempa Sagu-Sagu Marlangan berbentuk manusia yang ditaruh di kedalaman ampang (bakul).

Raja Silahisabungan lantas memanggil seluruh putra-putri dan istrinya mengelilingi Sagu-Sagu Marlangan tersebut, sembari menyampaikan pesan (wasiat) berikut.

***Hamu Anakku Na Ualu

  1. Ingkon masihaholongan ma hamu sama hamu ro di pomparanmu, sisada anak sisada boru na so tupa masiolian, tarlumobi pomparanmu na pitu dohot pomparan ni si Raja Tambun on.
  2. Ingkon Humolong rohamu na pitu dohot pomparanmu tu boru pomparan ni anggimu Si Raja Tambun on, suang songon i nang ho Raja Tambun dohot pomparanmu ingkon humolong roham di boru pomparan ni haham na pitu on.
  3. Tongka dohononmu na ualu na so saama saina hamu tu pudian ni ari.
  4. Tongka pungkaon bada manang salisi tu ari na naeng ro.
  5. Molo adong parbadaan manang parsalisihan di hamu, ingkon sian tonga-tongamu ma si tapi tola, sibahen uhum na tingkos na so jadi mardingkan, jala na so tupa halak na hasing pasaehon.*

Yang arti dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

*Wahai kedelapan puteraku,

  1. Kalian harus saling mencintai antara kalian sendiri dan keturunan kalian sebagai satu kesatuan dan tidak boleh saling menikah antara mereka, terutama keturunan kalian bertujuh dan keturunan si Raja Tambun ini.
  2. Kalian bertujuh harus lebih menyayangi putri-putri dari adik kalian si Raja Tambun ini, begitu juga engkau Raja Tambun dan keturunanmu harus lebih menyayangi putri dari ketujuh abangmu dan keturunan mereka ini.
  3. Jangan pernah mengatakan di kemudian hari bahwa kalian berdelapan tidak berasal dari satu ayah.
  4. Jangan pernah memulai pertikaian atau selisih paham antar kalian di kemudian hari.
  5. Apabila ada pertikaian atau perselisihan di antara kalian, harus dari antar kalian sendiri yang menjadi hakim yang adil, dan jangan sampai orang lain yang menyelesaikan pertikaian itu.*

Setelah menyampaikan wasiat tersebut, Raja Silahisabungan duduk dan menyuruh anak-anaknya menjamah Sagu-Sagu Marlangan tesebut, lalu meminta satu per satu dari kedelapan anaknya untuk meneguhkan ikrar kesetiaan tersebut melalui doa, "Sai dipargogoi Mulajadi Na Bolon ma hami dohot pomparan nami mangulahon poda na nilehonmi amang" (dalam bahasa Indonesia, "Semoga Sang Pencipta menguatkan kami dan seluruh keturunan kami dalam melaksanakan wasiat ayah kami")

Di akhir acara, Raja Silahisabungan berkata, "Barangsiapa yang melanggar wasiat ini, maka ia akan bernasib seperti Sagu-Sagu Marlangan ini, yakni tidak memiliki keturunan dan hilang tanpa bekas (ingkon mago jala pupur)"

DAFTAR PUSTAKA: Sinurat. L. Poda Sagu-Sagu Marlangan. Diakses pada tanggal 17 April 2023 pukul 21.14 WIB melalui www.lusius-sinurat.com

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Arsitektur Hindu Kerajaan Mataram Kuno Candi Miri merupakan salah satu situs candi Hindu yang menjadi bagian dari warisan arsitektur religius Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa. Keberadaannya di wilayah Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menunjukkan penyebaran pusat-pusat keagamaan yang strategis pada periode klasik Jawa. Sebagai candi Hindu, Candi Miri mencerminkan adaptasi tradisi arsitektur India yang dikembangkan dengan karakteristik lokal Jawa Kuno, berdiri sebagai saksi bisu kejayaan peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Sejarah & Latar Belakang Candi Miri didentifikasi sebagai peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Sumber 4). Letaknya berada di wilayah administratif Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, yang merupakan salah satu kawasan terpenting dalam sejarah peradaban Jawa klasik. Terdapat variasi dalam pencatatan lokasi spesifik candi ini. Beberapa sumber merujuk lokasi Candi Miri di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo (Sumber 1, Sumber 2, Sumber...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Babi Panggang Karo: Simfoni Rasa dari Tanah Batak Di tengah kekayaan kuliner Indonesia yang tak terhingga, Babi Panggang Karo (sering disingkat BPK) muncul sebagai sebuah mahakarya rasa yang menghadirkan jejak budaya dan tradisi dari tanah Sumatera Utara. Lebih dari sekadar hidangan, BPK adalah manifestasi dari identitas masyarakat Karo, sebuah sajian yang kaya akan aroma, rempah, dan cerita. Mengapa BPK begitu istimewa, dan bagaimana ia menjadi simbol kebanggaan kuliner bagi suku Karo? Mari kita telusuri keunikan dan daya pikatnya. ## Andaliman: Jantung Rasa BPK Rahasia di balik kelezatan BPK terletak pada penggunaan rempah-rempah khas, dan yang paling menonjol adalah andaliman. Dikenal juga sebagai "merica Batak" atau "sichuan pepper"-nya Indonesia, andaliman memberikan sensasi rasa yang unik dan tak tertandingi: pedas, sedikit asam, dan yang paling khas adalah efek kebas atau "getar" di lidah (Sumber 2). Rasa yang identik dan aroma yang kuat dari andal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis
Motif Kain Motif Kain
Papua

Batik Kamoro: Mengenal Keindahan Seni Batik dari Papua Batik Kamoro merupakan salah satu jenis batik khas Papua yang dikenal dengan corak unik dan makna mendalam. Berbeda dengan batik dari daerah lain di Indonesia, batik Papua, termasuk Kamoro, memiliki ciri khas motif yang terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya suku asli di sana (Sumber 1, Sumber 3). Batik ini secara spesifik menampilkan corak khas Timika, yang terinspirasi dari suku Kamoro dan keindahan alam sekitarnya (Sumber 1). Batik Kamoro tidak hanya sekadar kain bermotif, tetapi juga merupakan representasi semangat dan keberanian penduduk asli Papua (Sumber 2). Simbol-simbol yang terkandung di dalamnya merefleksikan kehidupan masyarakat adat, menjadikannya salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan. ## Motif dan Makna Batik Kamoro Motif utama batik Kamoro sangat khas dan mudah dikenali. Corak yang sering ditemukan pada batik ini meliputi: ### Simbol Patung Salah satu motif yang paling menonjol pada batik Kamoro adal...

avatar
Kianasarayu
Gambar Entri
Dendam Rajo sang Manusia Harimau Putih
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

Karya: Mahlil Azmi Di sebuah perkampungan kecil bernama Desa Pucok Krueng, di Aceh bagian barat selatan, hiduplah sebuah keluarga kecil yang damai dan bahagia. Mereka berjumlah empat orang: sang ayah bernama Uda Bintang Puteh berumur 40 tahun, ibu Nyak Bulan berumur 30 tahun, anak pertama Rajo Puteh berumur 10 tahun, dan adik perempuannya bernama Nyak Puteh yang berumur 5 tahun.Kedua orang tua mereka adalah petani dan pekebun pala. Sementara itu, Rajo adalah anak yang nakal dan sering berkelahi dengan teman-temannya hingga meresahkan orang tuanya. Walaupun begitu, ia sangat menyayangi keluarganya, terutama adiknya. Nyak Puteh adalah anak yang ceria, patuh, rajin mengaji, dan suka membantu orang tua mencuci piring. Setiap menjelang pagi, ayah dan ibu berpamitan untuk bekerja di ladang memetik buah pala, dan terkadang menjadi buruh tani di sawah milik saudagar kampung. Walaupun upah yang mereka dapatkan sedikit, mereka tetap bersyukur.Beberapa tahun kemudian, saat Rajo berumur 17 tahun,...

avatar
Mahlil Azmi
Gambar Entri
Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Candi Miri: Peninggalan Sejarah di Yogyakarta Sejarah & Latar Belakang Candi Miri adalah salah satu candi Hindu yang terletak di Dusun Nguwot, Desa Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperkirakan dibangun pada abad ke-9, Candi Miri merupakan bagian dari warisan budaya Kerajaan Mataram Kuno. Candi ini berdiri tidak jauh dari beberapa candi lain yang juga bersejarah, seperti Candi Banyunibo dan Candi Barong, menjadikannya sebagai bagian penting dari kompleks candi yang memiliki nilai arkeologis yang tinggi (Sumber 2, 4, 14). Candi Miri, yang terletak di bukit karst dengan ketinggian sekitar 300 meter, menjadi lokasi yang strategis untuk aktivitas keagamaan dan pemujaan. Meskipun saat ini kondisinya mengalami kerusakan dan belum dilakukan pemugaran, keberadaannya tetap menarik perhatian para peneliti dan wisatawan yang ingin menyelami sejarah kekayaan budaya Indonesia (Sumber 1, 8, 14). Karakteristik Arsitektur Candi Miri memiliki...

avatar
Kianasarayu