Nginang merupakan tradisi makan daun sirih. Sebelum dimakan, daun sirih diramu dengan tembakau, kapur, Gambir, dan buah pinang. Banyak orang yang mengatakan bahwa tradisi Nginang ini berasal dari India, namun pendapat itu dipatahkan oleh catatan perjalanan Marcopolo. Tradisi Nginang ini dipercaya oleh nenek-nenek pada zaman dahulu dapat membuat gigi dan gusi menjadi kuat serta dapat membantu menghilangkan bau mulut. Hal ini dikarenakandaun sirih memiliki kandungan antiseptik, antioksidan, dan fungisida. Di dalam campuran Nginang terdapat tembakau, yang merupakan bahan untuk membuat rokok. Namun nginang memiliki resiko yang lebih kecil jika dibandingkan dengan rokok
#OSKMITB2018 Malam pergantian tahun Jawa, diperingati oleh Keraton Surakarta dengan mengadakan upacara Kirab Satu Suro. Pada upacara tersebut, pusaka-pusaka milik Keraton Surakarta dibawa berkeliling tembok keraton. upacara adat tersebut berawal mula pada jaman Kerajaan Demak. Sunan Giri II melakukan pengubahan sistem Kalender Hijriyah dengah sistem Kalender Jawa. Beliau berkeingan untuk meyatukan Pulau Jawa. Upacara tersebut diawali dengan diadakannya pengajian pada Jumt Legi. Akibatnya, 1 Muharrom (1 Suro) yang jatuh pada hari Jumat Legi pun dianggap sakral. Bahkan, ianggap sial kalau ada orang yang memanfaatkan hari tersebut di luar kepentingan mengaji, ziarah, dan haul. Menurut orang Jawa, 1 Suro dianggap sebagai tanda berubahnya sifat dan karakter kosmis, berserta dunia ghaib, yang secara langsung diyakini mempengaruhi kehidupan manusia di bumi. Hal ini disebut sebagai siklus Cakramanggilingan. Kehidupan diasumsikan berputar silih berg...
Puasa Nganyep cara tirakat Jawa atau yang sering disebut Puasa Mutih adalah salah satu kebudayaan yang dilakukan oleh orang Jawa yang bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan dikabulkannya do’a-do’a kita. Keunikan dari puasa mutih ini adalah tidak mengonsumsi makanan – makanan yang bernyawa dan tidak menggunakan garam dan gula. Saat puasa mutih hanya diperbolehkan memakan nasi putih, umbi – umbian dan buah – buahan . Semua bahan makanan memiliki rasa tawar atau anyep , kecuali manis dari buah – buahan . Untuk menjalankan puasa ini, tidak ada waktu tertentu dan biasanya dilakukan selama 3 hari dan 3 malam. #OSKMITB2018
Indonesia merupakan negara dengan beraneka ragam budaya. Salah satunya adalah Tarian. Nah, kali ini saya akan membahas salah satu tarian khas salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Sukoharjo. Tari Mundong, itulah nama tarian tersebut. Kata Mundong merupakan kepanjangan dari Jamu Gendong, yang merupakan ciri khas daerah Sukoharjo. Ya, Sukoharjo dikenal masyarakat dengan julukan Kota Jamu. Di daerah tersebut, banyak sekali ditemukan produsen jamu tradisional. Bahkan di Pasar Tradisional Kecamatan Nguter, kamu dapat menemukan berbagai macam ramuan jamu tradisional. Tari Mundong dibawakan oleh beberapa penari perempuan dalam jumlah ganjil, umumnya lima atau sembilan orang penari. Ciri khas dari tari ini adalah aksesoris, yaitu bakul jamu yang dibawa oleh penari wanita. Karena menceritakan tentang penjual jamu tradisional, maka bakul jamu tersebut adalah hal yang wajib dibawa untuk menginterpretasikan si penjual jamu. Seperti lazimnya tarian khas jawa, par...
Tumpeng merupakan akronim dari yen metu kudu mempeng. Jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, kalimat tersebut berarti "ketika keluar harus sungguh-sungguh semangat'. Makna yang terkandung yaitu manusia ketika dilahirkan harus menjalani kehidupan dengan semangat, fokus, yakin, tidak mudah putus asa. Tumpeng merupakan bentuk representasi antara manusia dengan Tuhan dan manusia dengan sesamanya. Bentuknya yang lancip dipercaya melambangkan wujud gunung suci Mahameru tempatnya dewa-dewi (Tuhan). Umumnya, tumpeng terdiri dari tujuh lauk pauk atau dalam bahasa jawa angka tujuh disebut pitu sebagai akronim dari pitulungan atau pertolongan. Tumpeng dibagi menjadi tiga bagian atau dalam istilah jawa disebut trap. Bawah atau trap pertama diletakkan gudhangan dan jajanan yang melambangkan gambaran dunianya manusia. Tengah atau trap kedua sebaga...
Silakupang merupakan pertunjukkan seni yang mengolaborasikan beberapa kesenian khas pesisir Utara Pulau Jawa. Silakupang terdiri atas kesenian sintren, lais, kuntulan, dan kuda kepang. Sintren dan lais adalah kesenian yang menceritakan kisah cinta antara Sulasih dan Raden Sulandana. Karena perbedaan status sosial, Ayah Sulandana tidak merestui hubungan keduanya. Sulandana kemudian memilih untuk bertapa. Sementara itu, Sulasih menjadi seorang penari. Walau demikian, mereka berdua tetap sering bertemu di alam gaib lantaran Ibu Sulandana sengaja memanggil roh bidadari untuk merasuki Sulasih dan memanggil Sulandana yang sedang bertapa untuk menghampirinya. Kuntulan adalah kesenian islami yang berasal dari Kabupaten Pemalang. Gerakan-gerakan dalam tari kuntulan didasarkan pada jurus-jurus silat yang sudah dimodifikasi agar semakin artistik dan akrobatik. Kuntulan diiringi dengan musik rebana, bedug, dan juga diiringi bacaan salawat Nabi. Kuda kepang adalah tari tradisional...
Halo teman-teman~ Pada kali ini, saya akan membahas hal menarik yang patut kita lestarikan karena hal tersebut adalah Aset yang berharga bagi bangsa kita, "Apa itu??" , yak.. "JAMU" .., siapa yang gak kenal minuman yang satu ini. minuman herbal ini banyak memiliki sejarah dan manfaat loh. Jamu adalah ramuan unik untuk pengobatan tradisional di indonesia, dan digunakan untuk mengobati apapun sesuai dengan efektifitas tanaman yang dikenal secara empiris turun-temurun. Jamu sendiri merupakan sebutan obat tradisional dari indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herbal atau herba. Tentang nama “JAMU” Terutama sebutan "Jamu" digunakan oleh orang-orang jawa, untuk menyebutkan pengobatan herbal; Pengobatan yang tidak menggunakan material kimia sintetik yang additive. Jamu juga memiliki konotasi tradisional, karena jamu berasal dari tradisi yang sangat tua di jawa, serta eksis sangat lama sebelum ilmu farmasi modern memasuki Indonesia. Pa...
TIWUL MAKANAN LEGENDARIS YANG MANIS Makanan ini termasuk makanan bersejarah di Provinsi Jawa Tengah. Maka bagi masyarakat Jawa Tengah sudah tidak asing lagi mendengar nama makanan tersebut, terutama masyarakat yang telah berusia lanjut, karena pada masa 1960-an banyak masyarakat yang tertindas dalam hal materi untuk bertahan hidup dan begitu dengan dalam hal pendidikan yang pada saat itu banyak masyarakat yang memiliki mainset tertinggal dalam hal pendidikan yang seakan-akan pendidikan itu tidak penting untukdirambah oleh anak-anaknya. Maka untuk mengatasi masalah dalam hal pangan untuk bertahan hidup, masyarakat Jawa Tengah membuat inovasi pangan pada saat itu. Di mana inovasi tersebut menciptakan makanan yang mudah didapat dan murah untuk kalangan menengah ke bawah...
Ritual pemotongan rambut gimbal diadakan dalam rangkaian acara Dieng Culture Festival 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 Agustus 2018. Ritual tersebut bertempat di kawasan Candi Arjuna, Dieng Kulon, Banjarnegara. Pada ritual tahun ini ada 12 anak berambut gimbal dari berbagai daerah yang mengikuti prosesi ritual. Sebelum ritual pemotongan dimulai, anak berambut gimbal tersebut melakukan kirab yaitu berjalan dari rumah pemangku adat ke kawasan Candi Arjuna dan dilanjutkan dengan melakukan prosesi jamasan atau mandi menggunakan air suci. Berdasar kepercayaan masyarakat setempat, Mbah Sumanto (pemangku adat), anak berambut gimbal itu pada dasarnya adalah murid dari Roro Ronce dari Samudera Kidul, yang dititipkan kepada Kyai Agung Kolodete sebagai murid. Kepercayaan ini sudah ada sejak ratusan tahun silam. Anak berambut gimbal akan meminta hal yang harus dipenuhi sebelum rambutnya dipotong. Permintaannya beragam, ada makanan, sapi, kambing, handphone, dll. Kalau...