tahun baru islam
426 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Ritual Turun Mani
Ritual Ritual
Aceh

Soal daya tarik ritual keagamaan dan adat, sebenarnya selain Bali setiap daerah di Indonesia juga  memiliki ritual adat dan budaya yang sangat menarik, seperti Bali yang memiliki ritual kelahiran dan kematian, daerah lainpun begitu, Gayo suku saya misalnya. Seperti Bali yang punya ritual khusus saat pemberian nama Bayi yang dinamakan upacara ‘telu bulanan’ ,  kamipun di Gayo memiliki ritual semacam itu, ‘Turun Mani’ namanya, seperti di Bali, di kampung sayapun bayi dipercaya lemah dan rawan terserang roh jahat saat baru lahir, karena itu sebelum si Bayi dianggap cukup kuat Bayi dilarang untuk dibawa keluar rumah. Dulu saat saya masih kecil kepercayaan seperti ini masih hidup di Gayo. Ritual ‘turun mani’ seperti yang saya sebutkan sering saya saksikan di kampung saya di Isaq. Bedanya jika di Bali bayi baru boleh keluar rumah saat sudah berumur 105 hari, maka di tempat saya cukup 7 hari saja. Seperti ritual ‘telu bulanan&rsqu...

avatar
Roro
Gambar Entri
Ritual Agama Parmalim di Singkil
Ritual Ritual
Aceh

DATANG ke  Aceh Singkil , kita disuguhan  sebuah corak hidup beragama yang berbeda, aneh, dan unik dari daerah lain di Aceh. Di daerah yang berjuluk negeri Syekh Abdurrauf  ini terdapat  juga warga yang menganut  agama selain Islam dan Kristen, yakni  agama  Parmalim. Keberadaan  pemeluk  agama  Parmalim, tidak pernah terusik.  Ia sepertinya, telah  mendapat tempat di ruang hati sebagian masyarakat  Aceh Singkil . Keberadaan dan  perkembangannya pun tidak pernah diganggu gugat. Dalam uraian panjang yang ditulis  Sadri Ondang Jaya , penulis buku   “Singkil dalam Konstelasi Sejarah Aceh” , dijelaskan dari mana asal mula kepercayaan ini hadir di Aceh Singkil.  Apa itu Parmalim? Parmalim, oleh panganutnya disebut  agama . Namun, bagi negara, Parmalim adalah kepercayaan atau tidak dikategorikan  agama , seperti Islam,...

avatar
Roro
Gambar Entri
Prasasti Minyetujoh
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

Dipahat pada batu nisan. Prasasti ini ditulis dengan huruf Arab-Melayu dan Jawa Kuna, berbahasa Melayu Klasik Setelah hijrah Nabi, kekasih yang telah wafat Tujuh ratus delapan puluh satu tahun Bulan Dzulhijjah empat belas hari, hari Jumat Raja Iman rahmat Allah bagi Baginda (warda) Dari keluarga Barubasa mempunyai hak atas Kedah dan Pasai Menaruk di laut dan darat semesta (semua) Ya Ilahi Tuhanku semesta Masukkanlah Baginda ke dalam surga Tuhan     sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti_Minye_Tujoh

avatar
Roro
Gambar Entri
Cerita Putroe Neng
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Aceh

B erbicara tentang sosok wanita Aceh, tentu kita bakal langsung ingat dengan tokoh-tokoh hebat macam Cut Nyak Dien sampai Laksamana Malahayati. Tidak mengherankan kenapa demikian, mengingat kiprah para tokoh ini luar biasa. Membahas tentang tokoh wanita Aceh tentu tidak hanya nama yang sudah disebutkan tadi, tapi masih ada beberapa lagi yang tak kalah fenomenal. Salah satunya adalah Putroe Neng. Tak banyak orang Indonesia yang tahu sosok ini, tapi di Aceh, nama seorang Putroe Neng jadi legenda. Ia diceritakan macam-macam, namun yang paling terkenal adalah kisahnya dan 99 suami yang semuanya tewas. Menurut cerita Neng memiliki semacam sihir dan racun sehingga bisa membuat semua suaminya tak bernyawa. Uniknya, semua pria ini meninggal dengan cara yang sama yakni terkena kelamin Neng. Versi lain dari cerita Putroe Neng adalah 99 pria itu merupakan musuh Aceh yang berhasil dibabat habis oleh si wanita tangguh itu. Namun, cerita yang paling kuat adalah legenda Putroe Neng yang...

avatar
Roro
Gambar Entri
Makna musik do daidi dari Aceh
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Aceh

Aceh merupakan daerah yang kaya akan khazanah sejarah dan kebudayaan. Setidaknya banyak aktivitas sejarah dan budaya penting yang menjadi sebuah kearifan lokal dalam masyarakat di Aceh, terutama dalam usaha membangun peradaban Islam..   Islam dibawa dan disebarkan ke Aceh dengan berbagai cara. Hal utama yang dilakukan adalah melalui perkawinan. Selanjutnya, anak yang lahir dari hasil perkawinan tersebut dididik melalui unsur-unsur yang juga bernuansa Islami. Salah satu metode ringan yang biasa digunakan adalah Dodaidi (meng-”nina”-”bobok”-kan). Dodaidi berasal dari bahasa Aceh, yaitu “doda” dan “idi”. Doda atau peudoda yang berarti bergoyang, dan idi atau dodi yang berarti berayun.   Dodaidi merupakan upaya  orang tua khususnya kaum “mak” atau ibu untuk menidurkan anaknya diiringi lantunan syair-syair dalam bahasa Aceh. Dodaidi biasanya memerlukan beberapa alat seperti ija kroeng (kain sarung)...

avatar
Roro
Gambar Entri
Rapai Pukul Aceh
Alat Musik Alat Musik
Aceh

Rapai Alat musik tradisional Rapai merupakan alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Menurut Z.H Idris, alat musik Rapai ini berasal dari Bahdad (irak), dan dibawa ke Aceh oleh seorang penyiar agama Islam bernama Syeh Rapi.   Dalam pertunjukannya, alat musik rapai ini dimainkan oleh 8 sampai 12 orang pemain yang disebut awak rapai. Alat musik Rapai ini berfungsi untuk mengatur tempo dan tingkahan-tingkahan irama bersama Serune kalee maupun buloh perindu. Berdasarkan besarnya rapai serta fungsinya, alat musik tradisional dari Aceh ini terdiri dari beberapa jenis yaitu Rapai Pasee (rapai gantung) Rapai Daboih Rapai Geurimpheng (rapai macam) Rapai Pulot Rapai Anak/tingkah Rapai kisah Alat musik Rapai ini biasanya dimainkan dalam berbagai kesempatan seperti misalnya pada saat pasar malam, upacara perkawinan, ulang tahun, mengiringi tarian, memperingati hari hari tertentu...

avatar
Roro
Gambar Entri
Pemuda Aceh Koleksi 400 Naskah Kuno
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Aceh

Tim Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi yang dipimpin langsung oleh Kepala Pusat Litbang Lektur Muhammad Zain, berkunjung ke dua tempat penyimpanan naskah di Aceh Besar dan Banda Aceh. Museum Peduli Sejarah(Mapesa) yang terletak di Punge Blang Tjut, Banda Aceh adalah salah satu tempat penyimpanan naskah yang dimiliki oleh Masykur (20 tahun) asal Pidie.  Masykur menekuni koleksi naskah dan barang-barang antik sejak empat tahun yang silam, tepatnya ketika ia sedang berada di bangku sekolah SMA kelas II. Jumlah naskah yang dikumpulkannya sebanyak 400 naskah, 200 naskah disimpan di Mapesa, Aceh Besar, 200 naskah lainnya disimpan di rumah orang tuanya di Luengputu, Pidie Jaya. Naskah yang dikoleksi berjenis mushaf Alquran sejak abad ke 16 M dan kitab-kitab ilmu pengetahuan agama lainnya, seperti Fiqih, Tasawuf, ilmu falak, ilmu Tajwid, Sejarah Aceh, dan obat- obatan serta azimat dan ta’bir gempa. Pada umumnya naskah-naskah tersebut...

avatar
Roro
Gambar Entri
Upacara Kematian pada Masyarakat Suku Ala
Ritual Ritual
Aceh

Pendahuluan Manusia berakal merupakan syarat mutlak bagi pendukung suatu kebudayaan, karena akal penyebab adanya kebudayaan, akal melahirkan pikir dan rasa. Keseluruhan pikir dan rasa yang ada dalam pemikiran manusia, merupakan hal yang sangat bernilai dalam hidupnya, sebagai pedoman tertinggi atas perilakunya. Dengan demikian pikir dan rasa atau konsepsi-konsepsi yang ada dalam alam pikiran masyarakat ( sistem nilai budaya), tidak langsung terlihat, melainkan tercermin dan terwujud dalam pola tingkah laku, pergaulan sosial serta pemikiran masyarakat yang bersangkutan. Nilai-nilai budaya yang menjadi ciri-ciri kehidupan suatu masyarakat biasanya terkandung di dalam sumber-sumber tertulis, lisan dan gerak. Sumber-sumber tertulis dapat berupa naskah-naskah kuno. Sumber lisan berupa cerita-cerita rakyat, sastra lisan, Sedangkan sumber gerak terwujud dalam kegiatan seperti permainan rakyat, upacara-upacara.   Upacara tradisional adalah merupakan bahagian yang tak te...

avatar
Aze
Gambar Entri
Gegedi
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Aceh

Permainan tradisional Aceh ini dilakukan oleh ramaja putra suku Gayo. Biasanya dilakukan pada musim panen padi atau sesudahnya. Permainan tanpa peralatan dan iringan apa pun. Pemain berumur sekitar 10-15 tahun terdiri dua regu. Setiap regu beranggota ± 10 orang. Masing-masing regu mempunyai daerah yang disebut rumah. Daerah atau rumah satu regu dengan regu yang lain berjarak ± 15 meter. Permainan ini pada prinsipnya serang-menyerang atau jajah-menjajah satu sama lain. Beberapa larangan untuk keselamatan pemain: Tidak boleh memukul/memegang “daerah terlarang”. –           Tidak boleh membantah ketua. –           Tidak boleh mencaci atau membahayakan lawan. Cara permainan yaitu : Misalnya salah seorang anggota regu A berusaha masuk daerah regu B. Tentu anggota regu B berusaha mengusir dan mengejar anggota regu A (adi. Anggota...

avatar
Aze