Tedak Sinten merupakan tradisi bagi bayi berusia 7 atau 8 bulan yang baru pertama kali belajar belajar. Tedak memiliki arti 'turun' atau 'injak' dan sinten yang berasal dari kata 'siti' yang berarti tanah maka dari itu tradisi ini dikenal juga sebagai tradisi turun tanah yang berasal dari budaya masyarakat Jawa. Tedak Sinten di laksanakan berdasarkan kalender Jawa dimana 1 bulan berarti 35 hari, berbeda dengan kalender Masehi yang memeiliki 30 atau 31 hari dalam satu bulan. Jadi, tedak sinten dilakukan ketika bayi kurang lebih berumur 245 hari dari hari kelahiran. Proses ini di mulai di pagi hari, di sediakan 7 jadah atau kue ketan yang memiliki warna berbeda dimulai dafri warna putih hingga hitam yang akan di tapaki oleh kaki anak sebagai simbol suatu harapan agar sang anak dapat melewati berbagai macam kesulitan setiap harinya dan mengingatkan seberat apapun masalah nya pasti akan ada titik terang, Setelah itu, anak dituntun untuk menaiki...
Macapat adalah kidung atau tembang dengan nada tertentu dalam membaca puisi yang berisikan syair dalam bahasa jawa. Sebenarnya macapat tidak hanya terdapat di Jawa Tengah, melainkan juga Bali dan Jawa Timur. Di Jawa tengah, macapat diperkirakan muncul pada akhir masa Majapahit dan dimulainya pengaruh Walisanga. Macapat lebih dikenal sebagai puisi tradisional Jawa. Secara umum macapat memiliki sebelas pola metrum : maskumambang, mijil, sinom, kinanthi, asmaradana, gambuh, dhandhanggula, durma, pangkur, megatruh, dan pucung. Masing-masing metrum tersebut memiliki makna falsafah sendiri. Berikut salah satu contoh tembang maskumambang Wong tan manut pitutur wong tuwa ugi Ha nemu duraka Ing donya tumekeng akhir Tan wurung kasurang-surang Sumber : wikipedia.org kampoengilmu.com liputan6.com #OSKMITB2018
Es campur “Pak San” merupakan kuliner pencuci mulut yang sangat legendaris di Kota Cilacap, Jawa Tengah. Ayah saya merekomendasikannya karena beliau sangat menyukai es campur ini sejak kecil. Bertahan puluhan tahun hingga sekarang, keunikan dan kesegaran dari kuliner ini sangat memikat penikmatnya. Kini lokasinya berada di Jalan Wiratno, yang sekarang telah dilanjutkan oleh putri dari Pak San yaitu Ibu Wagiah. Ciri Khas dan Keunikan Es Campur “Pak San” Bahan utama yang sangat membedakan es campur “Pak San” dengan es campur lainnya adalah adanya labu siam , atau yang sering disebut dengan waluh, yang dibuat manisan sehingga bentuknya seperti cendol dan berwarna hijau. Lalu dicampur dengan cendol putih, kelapa muda, dan kolang kaling. Bahan andalan lainnya adalah santan kenil , yaitu perasan parutan kelapa tua yang kental. Di atas itu semua, es parut pun diberikan cukup banyak dan dibentuk seperti kubah, serta diberi sirup ber...
Tradisi Gowok merupakan tradisi lama Jawa berupa pengajaran yang bertujuan untuk mengajarkan para perjaka supaya menjadi Laki-Laki yang Jantan untuk mempersiapkan masa pernikahannya nanti. Tradisi ini pada dasarnya cukup tabu sehingga tak banyak orang yang mau terbuka tentang tradisi ini. Tradisi ini dibawa oleh Goo Wook Niang, wanita asal tiongkok. Pengajaran ini bernama "Nyantrik" yang diajarkan oleh seorang Gowok, Gowok bertugas untuk memperkenalkan selak-beluk wanita kepada siswanya. Seorang gowok mengajarkan siswanya dari mulai hal-hal kecil seperti cara-cara bagaimana memahami pasangan, bagaimana memperlakukan istri dengan baik, bagaimana cara membuat wanita bahagia, sampai hal ranjang. Tradisi ini bisa dibilang merupakan edukasi seks pada masanya. #OSKMITB2018
Apakah Itu Gamelan? Gamelan merupakan alat musik khas Jawa Tengah. Kata Gamelan berasal dari bahasa Jawa yaitu dari kata "gamel" yang artinya adalah memukul atau menabuh dan akhiran "an" yang berfungsi membentuk kata benda. Sehingga makna atau arti dari kata Gamelan adalah seperangkat alat musik yang dimainkan secara dipukul atau ditabuh. Alat-alat musik Gamelan pada umumnya dibuat dari material kayu dan gangsa, atau sejenis logam campuran timah dan tembaga. Instrumen-instrumen pengiring gamelan antara lain kendang, bonang, panerus, gender dan gambang. Ada juga suling, siter, clempung, slenthem, demung dan saron. Selain itu, tentu saja ada gong, kenung, kethuk, japan, kempyang, kempul, dan peking. Sejarah gamelan jawa seawal-awalnya dimulai darirelief gamelan nampak pada Candi Borobudur yang dibangun pada abad kesembilan. Relief tersebut memperlihatkan sejumlah alat musik seperti kendang, suling bambu, kecapi, dawai dan lonceng. Pada masa Hindu-Buddha, gamelan akhirnya d...
Menjalin Tali Hubungan Setelah Hari Raya “Uwat” di kalangan Arab-Indonesia Uwat adalah jalinan silaturahmi antar kaum Arab-Indonesia setelah melaksanakan ibadah Hari Raya Idul Fitri dalam jangka waktu yang tidak lama setelah Hari Raya itu sendiri bisa dilakukan sore hari Hari Raya atau keesokan hari nya di tempat yang sudah menjadi tradisi di setiap kotanya, seperti contoh di Surakarta biasa dilakukan di Masjid Riyadh dimana pelaksanaannya dilakukan pada sore hari Hari Raya Idul Fitri. Referensi yang saya ambil adalah referensi kota Surakarta dimana Ayah saya terlahir, tradisi ini juga terlaksana di beberapa daerah selain Surakarta seperti Jakarta, Surabaya, dll. Dan dilengkapi dengan beberapa suguhan makanan dan minuman khas dan isi acara. Uwat itu sendiri memiliki beberapa isi acara yang dimana akan dimulai dengan sesi ceramah oleh yang dimuliakan dan dihormati seperti ustadz maupun orang terdidik. Pakaian yang digunakan adalah baju koko da...
Dalam sejarah prajurit Jawa, ada sekelompok wanita bernama Prajurit Estri . Diwariskan oleh Sultan Agung, kemudian dilanjutkan oleh Pangeran Sambernyawa, para prajurit wanita ini memiliki kemampuan bertempur dengan tombak, pedang dan menembak, dengan keterampilan yang dikatakan jauh lebih unggul daripada pasukan laki-laki, militer Mangkunegaran. Para prajurit wanita ini dilatih untuk unggul dalam berkuda serta menembakkan senapan, dan ditugasi dengan nyawa mereka untuk melindungi anggota keluarga keagungan di istana, membuktikan diri mereka sebagai pengikut setia Kesultanan. Namun di sisi lain, prajurit estri tidak hanya dilatih memainkan senjata dan berperang, tetapi juga menari, menyanyi, dan memainkan alat musik. Mereka tetap menampakkan sifat asli Putri Solo yang terkenal sebagai lemah lembut, namun adalah prajurit sejati dalam pertempuran.
Grebeg Syawal Pantai Laguna, Mirit, Kebumen Grebeg Syawal adalah salah satu tradisi di Kabupaten Kebumen yang diadakan di pantai. Tepatnya yaitu di Pantai Laguna, Desa Lembupurwo, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen. Tradisi ini biasanya dilaksanakan seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri yaitu sekitar tanggal 7 atau 8 Syawal pada perhitungan kalender Jawa. Tradisi ini biasanya juga disebut dengan Grebeg Rowo atau Rowoan. Pada tradisi ini, ribuan orang berbondong-bondong untuk pergi ke pantai. Tradisi Grebeg Syawal ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu wisata keluarga setelah hari raya. Selain itu, juga dapat menjalin silaturahmi karena dalam tradisi ini kita dapat menjumpai ratusan bahkan ribuan orang. Tradisi ini juga membawa berkah tersendiri, terutama untuk masyarakat yang tinggal di sekitar pantai. Sebagian masyarakat memanfaatkan momen ini untuk berjualan. Mulai dari berjualan makanan, mainan anak, pakaian, dan masih banyak lagi. Dalam tradisi Grebeg Syawal ini bany...
Tradisi di pernikahan pasti ada dalam kehidupan di Indonesia dan merupakan tradisi yang sudah turun menurun dan salah satu tradisi dari jaman nenek saya sampai sekarang adalah Nyinom sebagai wujud gotong royong masyarakat di daerah Sukoharjo. Nyinom adalah salah satu tradisi yang pada umumnya dilakukan oleh masyarakat yang tinggal di pedesaan, Nyinom/Laden Manten dari Bahasa Jawa ngeladeni yang berarti melayani dan manten artinya pasangan yang baru saja naik ke pelaminan, tradisi Laden Manten/Sinoman di Sukoharjo ini dilakukan oleh pemuda pemuda sekitar di dalam suatu kelompok masyarakat, tujuan tradisi ini adalah yang utama untuk menghindari pengeluaran yang berlebih untuk menyewa katering untuk melayani tamu dan bersosialisasi dengan pemuda pemuda lain dan agar suatu saat nanti salah satu pemuda lain mengadakan acara pesta pernikahan mereka para pemuda dengan senang hati membantu juga. Pada dasarnya sama dengan catering, intinya menyajikan makanan/minuman kepada tamu...