Candi Mleri terletak di Desa Bagelenan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar yang secara astronomis berada di antara 08â° 03 374' LS dan 112â° 05 099' BT. Candi ini diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai candi yang tertua yang ada di Kabupaten Blitar. Menurut informasi dari Suswandi – yang mengaku sebagai cucu buyut dari Kyai Tafsir Anom – kata candi berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti makam. Karena memang di kompleks tersebut yang tampak seperti makam kuno, sehingga lebih dikenal sebagai kekunaan Mleri. Di kekunaan Mleri ini diyakini sebagai makam raja Singasari III, yang bergelar Sri Wisnu Wardhana. Nama aslinya adalah Ranggawuni, yang merupakan putra Anusapati atau cucu Tunggul Ametung dengan Ken Dedes. Makam ini diperkirakan sudah ada sejak tahun 1222 M. Hal ini didasarkan kepada prasasti yang berhuruf Pallawa yang ada di kompleks makam tersebut dengan lambang kalamakara...
Di waktu masa maha raja balitung (tahun - 910 M) yang menguasai jawa tengah dan jawa timur daerah yang sekarang dikenal dengan nama Bojonegoro belumlah ada. Yang ada hanyalah hutan luas yang di impit oleh pegunungan kapur di sebelah selatan dan utara yang dilewati sungai bengawan solo dan sungai brantas. Kira-kira tahun 1000 masehi baru hutan ini yang menduduki yaitu orang-orang keratin madang kemulan. Awal mulanya hutan ini diberi nama "Alas Tuo" namaun setelah didatang masyarakat imigran dari jawa tengah. Mulai banyak didirikan desa-desa disekitar hutan. Diantaranya adalah Desa Gadung, Desa dander dan sebagainya. Para pendatang yang mendirikan desa-desa itu membuat masyarakat sendiri berdasarakan hubungan keluarga. Di tiap-tiap masyarakat tersebut terdapat kepala desa. Di antara kepala desa tersebut ada seorang kepala desa yang bernama Ki Rahadi yang menguasai Dukuh Randu Gempol. Akibat masuk kebudayaan hindu yang di terima Ki Rahadi maka cara pemerentahan meniru cara peme...
Berbicara tentang sejarah lahirnya kota Probolinggo, kita tidak akan lepas dari sejarah kerajaan besar yang pernah berdiri di pulau Jawa, yaitu kerajaan Majapahit. Pada zaman pemerintahan Raja Majapahit ke IV, yaitu Prabu Radjasanagara atau Sri Nata Hayam Wuruk (1350-1389), daerah Probolinggo dikenal dengan nama “Banger”, sesuai dengan nama sungai yang mengalir ditengah daerah ini. Di dalam Kakawin Nagarakertagama, Prapanca, pujangga Majapahit yang terkenal menyebutkan bahwa Banger, yang semula merupakan pedukuhan kecil di muara kali Banger berkembang menjadi Pakuwon yang dipimpin oleh seorang Akuwu di Sukodono di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit. Pada saat Bre Wirabumi (Minakjinggo) bertahta sebagai Raja Blambangan, Banger masuk ke dalam daerah kekuasaan Bre Wirabumi. Perselisihan menyebabkan Banger yang merupakan perbatasan antara Majapahit dan Blambangan menjadi kancah peperangan antara Bre Wirabumi (Blambangan) dengan Prabu Wikramawardhana (Majapahit) yang...
Tulungagung dipercaya berasal dari kata "Pitulungan Agung" (pertolongan yang agung). Nama ini berasal dari peristiwa saat seorang pemuda dari Gunung Wilis bernama Joko Baru mengeringkan sumber air di Ngrowo (Kabupaten Tulungagung tempo dulu) dengan menyumbat semua sumber air tersebut dengan lidi dari sebuah pohon enau atau aren. Joko Baru dikisahkan sebagai seorang pemuda yang dikutuk menjadi ular oleh ayahnya, orang sekitar kerap menyebutnya dengan Baru Klinthing. Ayahnya mengatakan bahwa untuk kembali menjadi manusia sejati, Joko Baru harus mampu melingkarkan tubuhnya di Gunung Wilis. Namun, malang menimpanya karena tubuhnya hanya kurang sejengkal untuk dapat benar-benar melingkar sempurna. Alhasil Joko Baru menjulurkan lidahnya. Disaat yang bersamaan, ayah Joko Baru memotong lidahnya. Secara ajaib, lidah tersebut berubah menjadi tombak sakti yang hingga saat ini dipercaya "gaman" atau "senjata sakti". Tombak ini masih disimpan dan dirawat hingga saat ini oleh masyarakat s...
Kabupaten Kediri adalah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Pusat pemerintahan berada di Kediri meskipun pemindahan pusat pemerintahan ke Pare telah lama direncanakan dan bahkan sekarang dibatalkan. Akhirnya pada saat ini ibu kota Kabupaten Kediri secara de jure berada di Kecamatan Ngasem. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Jombang di utara, Kabupaten Malang di timur, Kabupaten Blitar dan Kabupaten Tulungagung di selatan, Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo di barat, serta Kabupaten Nganjuk di barat dan utara. Kabupaten Kediri memiliki luas wilayah 963,21 km² dengan 26 kecamatan. Pada zaman dahulu, di daerah yang sekarang disebut Kediri, berdirilah sebuah kerajaan besar. Nama Kerajaannya adalah "Kerajaan Medang". Salah satu rajanya yang terkenal bernama Prabu Airlangga beliau berasal dari Bali. Beliau menjadi Raja Medang setelah menikah dengan putri dari Raja medang sebelumnya Pada Saat usia Prabu Airlangga sudah tua, ia ingin menjadi p...
Setelah keluar dari Kabupaten Blitar, perjalanan mudik dilanjutkan kembali menuju ke wilayah Kabupaten Tulungagung. Memasuki Kecamatan Sumbergempol, saya berusaha mengambil jalur ke kiri untuk mencari tempat istirahat ( rest area ) yang tidak terlalu ramai tapi mempunyai kisah arkeologis. Kurang lebih 5 kilometer, sampailah saya di sebuah candi bernama Mirigambar. Candi ini terletak di Dusun Gambar RT. 01 RW. 04 Desa Mirigambar, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada sebelah tenggara lapangan Desa Mirigambar. Menurut Suyoto, seorang juru kunci Candi Mirigambar, bahwa candi ini dulunya ditemukan oleh Rejosari pada tahun 1870. Pada waktu itu, Rejosari sedang membuka lahan untuk ditanami namun tiba-tiba menemukan tumpukan batu bata yang sudah tertutup tanah dan diselimuti oleh rerumputan. Setelah dibersihkan ternyata merupakan reruntuhan sebuah bangunan candi. Rejosari, atau biasanya disebut Mbah Josari,...
Informasi keberadaan Candi Sanggrahan ini didapat dari Pak Suyoto, seorang juru kunci Candi Mirigambar . Karena atas petunjuk Pak Yoto (nama panggilan dari Pak Suyoto), saya menyempatkan untuk menengok Candi Sanggrahan yang jaraknya berkisar 9 kilometer dari Candi Mirigambar . Sebenarnya tidak masuk catatan kunjungan dalam rangka mudik ke Solo, tapi karena waktunya masih memungkinkan saya menyempatkan diri untuk mengunjunginya. Candi Sanggrahan terletak di Dusun Sanggrahan, Desa Sanggrahan, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di depan Warkop Candi dan Karaoke, yang kiri kanannya terdapat kolam ikan mas koi. Berdasarkan informasi dari lokasi candi, soal kapan persisnya pembangunan Candi Sanggrahan masih belum diketahui dengan pasti. Selain tidak ditemukan angka tahun, keberadaan Candi Sanggrahan juga tidak termuat dengan jelas dalam prasasti atau naskah seperti Kakawin Negarakertagama. Berbed...
Sewaktu pulang dari Surabaya menuju Solo dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X dengan nopol AD 5027 CS, saya berkesempatan mampir dan sekaligus melepas lelah sejenak di sebuah klenteng yang berada di pinggir jalan besar. Klenteng tersebut bernama Klenteng Hok Yoe Kiong. Klenteng Hok Yoe Kiong merupakan tempat peribadatan umat Tridharma, yaitu Konghucu, Buddha dan Tao). Klenteng ini terletak di Jalan Raya Sukomoro No. 2, Desa Sukomoro, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Lokasi klenteng ini berada di depan Stasiun Sukomoro . Keberadaan klenteng ini tidak lepas dari peran pendirinya yang bernama Soen Boen Lee dari Kota Nganjuk. Sebagai seorang Tionghoa, ia membuat sebuah tempat pemujaan bagi Kongco Tik Tjoen Ong di rumahnya. Patung Kongco Tik Tjoen Ong dibawa ke Nganjuk dari Negeri Tiongkok sekitar tahun 1930-an. Seiring perjalanan waktu, rumahnya menjadi ramai karena begitu banyak warga Tionghoa yang ikut bersembahyang sehing...
Sewaktu perjalanan memasuki Kota Blitar, saya menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah tempat peribadatan orang Tionghoa yang berada di sudut pertemuan antara Jalan Mawar dengan Jalan Merdeka. Tempat peribadatan tersebut merupakan bangunan kuno yang bernama Klenteng Poo An Kiong. Klenteng ini terletak di Jalan Merdeka No. 194 Keluranan Sukorejo, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Provinsi JawaTimur. Lokasi klenteng ini berada di sebelah utara Pasar Legi, atau selatan Detasemen Kesehatan Wilayah 05.04.01 Poliklinik Kesehatan 05.09.03 Blitar. Klenteng adalah nama yang biasa digunakan untuk menyebut tempat peribadatan dan kegiatan keagamaan masyarakat Tionghoa dan penganut ajaran Tridharma (Buddha, Tao dan Konghucu). Istilah ini hanya dikenal di Indonesia. Nama klenteng diambil dari suara yang terdengar dari genta yang dipukul dan menimbulkan bunyi teng, teng, teng. Akhirnya suara tersebut dikenal oleh masyarakat setempat dengan sebutan klenteng. ...