Solo sangat terkenal dengan berbagai kulinernya yang khas. Jika anda ke Solo, salah satu makanan yang wajib dan layak dicoba adalah Selat Solo. Selat Solo adalah makanan semacam bestik yang memiliki cita rasa khas Jawa. Namun, bagi anda yang tidak sempat pergi ke Solo, anda bisa mencoba membuatnya sendiri di rumah. Kali ini saya akan berbagi resep Selat Solo turun menurun. Resep Selat Segar Solo : A. Bahan - bahan: 1/2 kg daging has dalam dipotong tipis-tipis 2 butir bawang bombay dipotong memanjang 2 buah tomat merah, dipotong-potong 2 cm kayu manis 3 kuntum cengkeh 1 sdt pala bubuk 2 sdm margarine 600ml air B. Bumbu yg dihaluskan: 6 siung bawang putih 1 sdt merica bubuk 1/2 sdt garam 1/2 sdm gula merah C. Bahan-bahan Mayonaise Jawa: 250ml air 3 sdm margarine 2 sdm tepung terigu yg dilarutkan dengan 4 sdm air 2 butir kuning telor kocok lepas...
Grebeg Sudiro pertama kali diadakan pada tahun 2007 dan biasanya pada bulan Januari atau Februari tepatnya 7 hari menjelang perayaan hari raya Imlek(Tahun Baru Cina). Tema yang dibuat setiap tahun selalu berbeda tetapi inti tema selalu tentang kebhinekaan. Perayaan grebek kebetulan selalu dirayakan menjelang tahun baru Imlek, kebetulan juga kampung Sudiroprajan terkenal dengan kampung pembauran yang mana penduduknya terdiri atas etnis Tionghoa dan Jawa. Maka dari itulah perayaan ini dinamakan sebagai Grebeg Sudiro. Grebeg Sudiro sendiri bertujuan juga untuk mengangkat kebudayaan Jawa dan Tionghoa. Sebelum diadakannya grebeg, biasanya aka nada pra event yang namanya Umbul Mantram. Umbul Mantram adalah acara sakral yang dilakukan oleh penduduk Sudiroprajan sendiri. Umbul Mantram bertujuan untuk mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan YME. Umbul Mantram biasanya mengelilingi kampung Sudiroprajan dengan membawa dua jodang(gunungan) yai...
Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi "Sadranan*. Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. B...
Asal-usul dumadining desa Langsur wiwt jaman kerajaan Mataram. Sing kuasa Siniwun Pakubuwana kaping V nalika jumeneng nata wonten ing praja kraton Surakarta (Kasunanan) yaiku kraton ingkang sisih wetan. Menawi ingkang sisih kulon, namanipun Mangkunegaran Ratunipun inggih menika Raden Mas Said utawa jejulukanipn yaiku Pangeran Sambernyawa. Ingkang saniki dipun makamaken wonten ing Matesih, Kaanganyar. Menawi grup ingkang sisih wetan ratunipun dimakamaken onten ing Imogiri. Kraton Sala menika malebet trah Mataram. Panjenengane Sinuwun Pakubuwana kaping V gadah garwa selir, yaiku bojo nanging mboten dados ratu. Garwa selir menika gadah putra kalih. Namanipun Raden Mas Surya Brata utawa asma resminipun yaiku Kanjeng Gusti Pangean Haryo Surya Brata, kaliyan rayinipun yaiku Raden Mas Surya Kusuma. Raden Mas Surya Brata menika gadah kasaktian kang mboten awujud pusaka, ananging kasaktianipun sampun wonten ing jiwa lan raganipun Raden Mas Surya Brata. Panjenengane inggih tiyang ingkang pinter...
Serabi atau biasa juga disebut surabi berasal dari tanah sunda, Nah mengapa bisa sampai ke Solo yang berada di Jawa Tengah , pada dasarnya serabi tersebar di seluruh Indonesia , dan resep serabi yang sudah tersebar disesuaikan dengan bahan pangan yang ada di jaman dahulu kala. Nah serabi Solo ini menggunakan tepung beras yang dicampurkan dengan santan, berikut bahan dan cara membuat serabi solo. Bahan: 1. 100 gram tepung beras 2. 1 sendok makan tepung terigu\ 3. 3 sendok makan gula pasir 4. 1/4 sendok teh baking soda 5. 1/4 sendok teh garam 6. 1 lembar daun pandan 7. 1/2 sendok makan ragi 8. 300 ml santan kental 9. Daun pisang secukupnya untuk membungkus Cara Memasak 1. Diawal-awal masak santan dan daun pandan sampai mendidih sambil diaduk. Lalu matikan kompor dan diamkan sampai hangat. 2. Campurkan semua bahan kering, lalu aduk rata. Setelah adonan rata, tuangkan semua santan yang masih hangat perlahan sambil diaduk. ...
Tarian Gambang Semarang ini adalah tarian yang diiringi oleh alat musik yang terbuat dari bilah kayu dan gamelan yang dikenal oleh masyarakat semarang dengan sebutan Gambang. Tarian ini juga diiringi oleh alat musik lainnya seperti seruling, gong dan kecrek, dan yang membuatnya lebih istimewa adalah adanya alat musik khas tionghoa yang mengiringi tarian ini juga. Jadi, Tari Gambang ini merupakan perpaduan 2 budaya yaitu tionghoa dan jawa. Awalnya, pada abad ke-20, seseorang menyaksikan seorang pengamen jalanan yang sedang keliling kota Semarang menggunakan instrumen instrumen dari cina seperti terompet dan seruling. Dia juga menggunakan gamelan dan gong. Hal ini yang memprakarsai lahirnya tarian Gambang Semarang yang diiringi instrumen dari 2 daerah berbeda. #OSKMITB18
Di desa Klurahan, kelurahan Sukoharjo, kecamatan Sukoharjo, Jawa tengah memiliki sebuah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali pada bulan purnama sekitar bulan September. Di desa tersebut terdapat sebuah makam bangsawan keraton Surakarta bernama KGPH Haryo Suryobroto yang lebih dikenal sebagai Kyai Langsur di desa Klurahan. Tradisi ini biasa disebut dengan tradisi "Sadranan*. Memang Sadranan merupakan tradisi orang Jawa untuk berziarah di makam leluhur. Namun, Sadranan di desa Klurahan ini sedikit berbeda dengan di daerah lain. Acara ini dilakukan di makam Kyai Langsur, berbagai acara yang disajikan seperti karawitan, seni tari dan permainan lesung. Tata cara pelaksanaan Sadranan di makam kyai Langsur dimulai acara doa bersama pada malam hari. Kemudian keesokan harinya diadakan kirab dari rumah salah seorang penduduk yang konon dianggap sebagai penemu makam kyai Langsur. Kirab dilaksanakan dengan nuansa jawa, semua orang memakai pakaian adat Jawa dengan diiringi suara gamelan. Be...
Gethuk Singkong dengan Parutan Kelapa Kudapan Khas Nenek dari Semarang Gethuk merupakan suatu kudapan sederhana yang berasal dari daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Pada dasarnya, Gethuk merupakan singkong yang telah dikupas, kemudian direbus, dan ditambahkan suatu hal yang manis, umumnya gula merah ataupun parutan kelapa. Pada kebiasaan masyarakat Jawa Tengah, Gethuk sering kali dimakan ketika sore hari, untuk menunda kelaparan yang telah tiba secara dini karena tuntutan energi kehidupan, baik itu kegiatan sekolah atau hal yang terkait pendidikan, maupun beban pekerjaan yang dialami oleh para pekerja yang tengah membanting tulang untuk mencari nafkah untuk keluarganya. Bagaimanapun juga, gethuk merupakan makanan ringan yang murah dan cocok dimakan dengan segelas kopi hitam ataupun teh hangat. Makanan Gethuk terdapat di seluruh daerah Jawa, dan oleh karena itu, proses pembuatan Gethuk mengalami suatu perbedaan tergantung daerahnya, sebab hampir setiap daerah melakuka...
Prasasti Rukam merupakan sebuah prasasti di Indonesia yang mencatat peristiwa gunung meletus pada masa kerajaan. Prasasti ini berangka tahun 829 Saka atau 907 Masehi, ditemukan pada tahun 1975 di Desa Petarongan, Kecamatan Parakan , Temanggung , di kawasan lereng Gunung Sindoro di Jawa Tengah. Prasasti ini terdiri atas dua lempeng tembaga yang berbentuk persegi panjang. Lempeng pertama berisi 28 baris dan lempeng kedua berisi 23 baris. Aksara dan bahasa yang digunakan adalah Jawa Kuno. Menurut arkeolog dari Balai Arkeologi Yogyakarta, Sugeng Riyanto, prasasti ini ditemukan bersama temuan-temuan arkeologis lain berupa alat-alat upacara dari perunggu (baki berbentuk bulat yang tersusun mulai dari yang kecil hingga yang besar), bokor, cepuk, gentong, gantungan lampu, mangkok-mangkok baik terbuat dari perunggu maupun dari keramik asing, dan beberapa benda kecil. Prasasti ini merupakan prasasti tinulad otentik, yang artinya berupa salinan yang dibuat bersamaan dengan prasasti a...