Bahan-bahan ( 4 porsi) bumbu daging : 250 gram daging sapi giling 1/2 buah bombay cincang 1 siung bawang putih cincang secukupnya garam, merica, bahan kuah : 1 sdm saos tiram 3 sdm saos cabe 1 buah tomat potong dadu kecil 1 siung bawang putih cincang 1/2 buah bombay iris tipis 100 ml air secukupnya garam,merica,gulpas pelengkap : selada kentang goreng wortel rebus telur mata sapi (biasanya pake telur setengah matang) Langkah ( 30 menit) Campur bahan daging. Bentuk bulat pipih sesuai selera. Goreng hingga matang Panaskan minyak untuk menumis. Masukkan bawang putih stelah harum baru masukkan bombay.. lalu masukkan semua bahan kuah. Tes rasa. Sajikan selat dgn pelengkap yaa. Selamat mencoba.. RM/Toko yang Menyediakan : Warung Selat Mbak Lies Restoran Tempat makan yang santai dan nyaman menyajikan menu hidang...
Bahan-bahan ( 15 orang) Bahan membuat dadar : 2 gelas belimbing tepung terigu 1 1/2 gelas belimbing air 2 butir telur 1 sdt garam Bumbu martabak : 2 butir telur 1 siung bawang putih 3 siung bawang merah 1 sdt merica bubuk 1 sdt garam 1/2 bungkus kaldu bubuk 2 helai daun bawang Langkah ( 1 jam) Buat dadar dulu yuk : Ambil mangkok kecil, ceplok telur taruh dimangkok, tambah garam. Kocok-kocok pake garpu. Setelah itu, dimangkok lain ayak tepung terigu, beri air hingga encer. Jadikan satu dimangkok telur. Kocok-kocok lagi ya.. Panaskan wajan datar. Tuang satu sendok sayur adoban dadar. Lakukan hingga habis. Jadinya kayak gini, ini dialas piring lho ya.. Tp piring ga keliatan, ketutup dadar.. :) Potong cacah bawang putih & bawang merah. Cuci daun bawang, potong kecil-kecil. Tumis bumbu hingga harum. Tambahkan kaldu bubuk & garam. Koreksi rasanya. Seperti ini jadinya.....
Bahan-bahan 1 kg beras ketan 1/2 kg gula jawa 1 butir kelapa utuh (untuk santan) 3 lembar daun pandan secukupnya garam Langkah Beras ketan direndam satu malam, dibersihkan, kemudian di kukus selama 1/2 jam. Diangkat, campur dengan air sedikit demi sedikit (kurang lebih satu gelas) sambil di aduk-aduk (dikaru) Diamkan selama kurang lebih 10 menit, kemudian ketan dikukus lagi selama 15-20menit. Rebus air santan (kental) 4 gelas cukup, campurkan dengan 1/2 kg gula jawa, beri garam secukupnya dan 4 lembar daun pandan. Rebus sampai menjadi seperti menggulali. Setelah ketan matang, dan rebusan gula jawa sudah seperti gulali, masukkan ketan kedalam gula jawa sambil diaduk-aduk dengan api paling kecil. Setelah tercampur rata, ketan dengan air gula jawa tuangkan kedalam loyang yang sudah disiapkan. Dinginkan baru kemudian potong-potong sesuai selera. Wajik ketan siap disajikan. Sumber: ht...
Bahan-bahan 1/2 kg kentang 1/2 ons krecek / cecek 10 buah cabai merah 10 buah cabai rawit 1/4 bagian kelapa 4 siung bawang putih 4 siung bawang merah daun salam lengkuas petai air minyak goreng gula jawa gula pasir garam Langkah Kupas kentang, iris kotak kecil- kecil. Cuci bersih, goreng garing. Potong krecek, sesuai selera, cuci bersih, sisihkan. Siapkan bumbu, cuci bersih baru iris tipis bawang putih, bawang merah, petai. Daun salam, lengkuas, gula jawa. Bumbunya bisa ditambah ebi lebih enak.. Tp kalau gag suka bisa di skip. Iris cabai, cuci bersih biar bijinya keluar. Tumus dengan sedikit minyak sampai layu lalu uleg, gag usah terlalu lembut.. Sisihkan. Ini agar sambel gorengnya nanti warnanya cantik . Cabainya sesuai selera ya.. Mau pedes, mau gag, mau lebih merah bisa disesuaiakan. Siapkan santan. ...
Anak-anak yang lahir tahun 1970-1999an pasti ingat dengan permainan ini. Benthik; permaian ini menggunakan kayu yang berukuran 15 cm dan 50 cm dengan diameter sama. Pertama-tama melubangi tanah berbentuk segitiga sama kaki dengan kedalaman 10 cm. Kemudian membuat daerah didepan segitiga sama kaki untuk peristirahatan dengan jarak 8 m. Permainan ini dilakukan dengan cara beregu atau individu dan “hompimpa” dahulu. Jika dilakukan beregu, bisa jadi satu regu (kelompok) terdiri dari 3 atau 4 anak. Ketika satu regu bermain, maka regu yang lain mendapat giliran jaga. Setiap regu secara bergantian memainkan benthik hingga semua mendapat giliran. Setelah selesai, bergantian yang jaga mendapat giliran bermain. Jika dilakukan individu, misalnya 5 anak, maka satu anak mendapat giliran bermain, maka 4 anak lainnya mendapat giliran jaga. Jika anak yang bermain sudah kalah, maka digantikan temannya secara bergantian. Regu atau anak yang mendapatkan angka terbanyak biasanya di...
Siapa yang tidak mengenal bakso? Kuliner dari olahan daging sapi ini digemari sebagian besar orang Indonesia. Tapi berbeda dengan biasanya, bakso yang ada di Jepara, Jawa Tengah ini memiliki keunikan. Namanya Bakso Bambu Runcing, bakso yang berbentuk batang bambu ini ada di Kedai Jegluk di kawasan Pasar Ngabul Baru, Jepara, Jawa Tengah. Bakso ini dibuat dengan bentuk batang bambu yang didalamnya ada bakso bulat kecil, daging cincang serta irisan wortel. Ada tambahan buah anggur dan acar mentimun disajikan sebagai pengganti cuka. Pemilik kedai bakso, Subakir mengatakan, bakso ini dibentuk dengan varian baru berbentuk bambu, agar kelihatan menarik dan unik. Menurut Subakir, Bakso Bambu ini memang dicetak dengan batang bambu yang telah diukir agar terbentuk ruas-ruasnya persis seperti potongan pohon bambu. Dalam penyajiannya, Bakso Bambu dipotong dengan ujung miring menyerupai bambu runcing. Potongan Bakso Bambu dipisah dengan kuah yang telah berisi...
Kopi Damarwulan merupakan kopi khas Jepara tepatnya dari perkebunan kopi Desa Damarwulan. Kopi Damarwulan merupakan salah satu kopi berkualitas di Indonesia. Etimologi Kopi ini dinamakan Kopi Damarwulan karena letak perkebunan kopi tersebut di Desa Damarwulan. Perkembangan Kopi Damarwulan dikenalkan oleh Pemerintah Kab Jepara di masyarakat luar, karena selama ini hanya masyarakat Jepara tepatnya masyarakat kecamatan Keling saja yang mengenal kopi ini. Kopi Damarwulan diproduksi oleh Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" yang tergabung dalam program Desa Vokasi pada tahun 2010. Sosok dibalik bubuk kopi Damarwulan adalah bapak Muslihun yang memotivasi warga desa damarwulan untuk menggali potensi di desa damarwulan. dalam Kelompok Belajar Usaha "Tani Sumber Ngudi Berkah" Pengolahan bubuk Kopi Damarwulan dan proses produksi dilakukan secara bersama-sama dengan memanfaatkan potensi warga desa damarwulan yang sudah diberikan...
Durio Zybethinus Kultivar Petruk atau lebih dikenal dengan nama Durian Petruk adalah varietas unggul nasional dan terus diteliti untuk dikembangkan. Etimologi Asal nama Durian Petruk berasal dari pemilik alias penemu Durian Petruk yaitu Pak Petruk yang tinggal di Dukuh Randusari, Desa Tahunan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Karena nama penemunya Pak Petruk maka dinamakan Durian Petruk. Asal Mula Asal mula durian ini adalah dari Dukuh Randusari, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan Jepara. Bentuk buahnya bulat telur terbalik (ujungnya agak runcing), kulit buahnya tipis (+ 3 mm), dan warnanya hijau kekuningan. Daging buah berwarna kuning, berserat halus, agak lembek, dan rasanya sangat manis, namun aromanya tidak begitu tajam / menyengat. Jumlah pongge per buah berkisar antara 5-10 biji sempurna. Ukuran bijinya kecil dan berbentuk lonjong. Kemampuan produksi antara 50 – 150 buah per pohon dengan berat buah masing-masing antara 1 kg. – 1...
Cerita sejarah tentang Kerajaan Nusatembini mengambil setting di wilayah sekitar Pulau Nusakambangan. Nusatembini diceritakan sebagai sebuah Kerajaan Siluman yang cukup besar. Kerajaan ini memiliki wilayah di sekitar pantai Cilacap hingga pulau Nusakambangan. Keraaan ini memiliki benteng alamiah berupa tanamana bambu hingga tujuh lapis (Baluwarti pring ori pitung sap). Penggambaran benteng alamiah dari pagar bambu lapis tujuh itu dapat ditafsirkan bahwa si pembuat cerita hendak mengatakan bahwa pertahanan kerajaan Nusatembini terebut cukup kuat. Selain itu juga menunjukkan bahwa tanaman Bambu Ori merupakan tanaman yang biasa digunakan sebagai pagar atau pengamanan bagi masyarakat Cilacap terhadap gangguan keamanan. Kerajaan Nusatembini dipimpin oleh seorang penguasa wanita (raja putri) berparas cantik bernama Brantarara. Kecantikan sang putri menarik perhatian para peng...