Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Gopek Banyu
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Gopek  banyu Pada desa kecilku di Kabupaten Klaten yang bernama Karanggotan, terdapat sebuah sendhang keramat. Sendhang sendiri memiliki arti umbul atau mata air. Sendhang ini bernama Sendhang Gotan, sesuai dengan nama desa tempat sendhang ini berada. Sendhang ini merupakan sendhang keramat karena airnya dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu menangkal segala aura negatif dan menyembuhkan segala penyakit. Karena itu banyak pengunjung yang dating untuk sekedar berendam atau mengambil air kemudian dibawa pulang. Tatacara mengambil air dari dalam sendhang ini untuk kemudian dapat digunakan disebut dengan ‘gopek banyu’. Istilah gopek banyu berasal dari Bahasa jawa, gopek memiliki arti memetik dan banyu artinya air. Jadi ‘gopek banyu’ berarti mengambil air dari dalam sendhang. Pada tatacara ini ada satu syarat yang sangat dianjurkan untuk dipenuhi agar kekuatan magis dari airnya menjadi kuat dan keinginan yang dimiliki pengunjung dapat terpenuhi...

avatar
OSKM18_16918297_Wasito Pawoko Jati
Gambar Entri
Permainan Melempar Kertas khas Kebumen, Umbul
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Sebelum berkembangnya teknologi, bangsa Indonesia masih menggunakan permainan-permainan tradisional menggunakan bahan dasar sederhana, yaitu kertas. Dengan menggabungkan seni wayang dan budaya permainan khas Jawa Tengah, permainan umbul merupakan permainan dengan budaya Indonesia yang kuat karena keunikkannya. Umbul lebih terkenal di kalangan anak kecil sehingga sedikit kurang dikenal oleh orang dewasa.   Diambil dari bahasa Jawa, Umbul memiliki arti yaitu “melempar kertas”. Cara bermainnya cukup mudah, yaitu dengan melempar gambar-gambar tokoh wayang yang terbuat dari kertas dengan ukuran 4x6cm. Ada sekitar 50 tokoh wayang yang dapat dipakai dengan 2-4 pemain. Dengan masing-masing pemain memilih 2-3 tokoh wayang, gambar wayang yang kemudian dilempar ke atas bersama-sama dengan satu orang yang ditunjuk untuk melempar. Dilihat dari gambar mana yang jatuh ke tanah (posisi gambar), wayang dengan posisi telentang itulah yang menang. Permainan yang cuku...

avatar
Oskm18_fitb_bella
Gambar Entri
Gambul, Permainan Bekel dari Tanah Jawa
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Gambul adalah salah satu permainan tradisional populer di kalangan anak-anak Jawa pada tahun 90-an. Permainan ini merupakan permainan yang cukup sederhana dan tidak membutuhkan terlalu banyak alat permainan. Di Jawa Barat, gambul hampir serupa dengan bekel. Namun, jika bekel menggunakan biji besi dengan bentuk khusus, maka gambul hanya menggunakan kerikil-kerikil kecil dan bola karet. Gambul bisa dikatakan sebagai versi sederhana dari bekel Cara bermainnya cukup mudah. Bisa dimainkan sendiri, dua orang, maupun lebih dari itu. Caranya adalah, sebarkan batu kerikil di depan pemain. Lalu, pantulkan bola karet. Ketika bola melambung, maka pemain harus memungut kerikil-kerikil yang disebar sebanyak mungkin. Pemain akan dihitung kalah jika bola karet tidak tertangkap kembali oleh tangan pemain. Lalu, pemain akan bergiliran dengan pemain lainnya. Permainan ini sangat sederhana. Tapi permainan ini cocok untuk melatih kesabaran anak-anak sambil mengisi waktu luang. Terkadang,...

avatar
OSKM18_16518289_Hasna Roihan Nafiisah
Gambar Entri
Engklek
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Permainan Tradisional Engklek   Engklek adalah permainan tradisional yang sering dimainkan anak-anak yang berumur 6 - 12 tahun. Di beberapa daerah lain disebut juga permainan taplak (taplak gunung, taplak meja), teklek, ingkling, sundamanda, sundah mandah dll. Permainan ini dapat dimainkan dengan beberapa anak. Biasanya mencapai 5 anak dengan menunggu giliran masing – masing. Tempat bermain biasanya di halaman rumah yang membutuhkan lahan yang luas. Engklek biasa dimainkan pada waktu pagi sampai sore hari. Permainan engklek sangat baik untuk pertumbuhan anak. Anak menjadi sehat karena dalam bermain harus selalu aktif bergerak. Juga dapat mengasah kejelian saat melempar batu dan belajar menjaga keseimbangan saat melompat. Sosialisasi dengan kawan saat bermain juga dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan keceriaan. Langkah pertama, pemain membuat gambar kotak-kotak menyerupai robot, kira-kira setiap sisinya 30cm. Pemain biasanya menggambarnya di halaman den...

avatar
OSKM18_16518033_Arif
Gambar Entri
Jonjang Cegok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Jonjang adalah bahasa jawa (khususnya Banymas) dari Permaianan. Jonjang cegok merupakan permainan tradisional yang biasa dimainkan oleh anak-anak Banyumas. Permainan ini merupakan permainan kelompok dimana satu kali permainan akan ada dua kelompok yang bermain. Masinh-masing kelompok nantinya akan berperan sebagai pihak penyerang dan pihak penjaga secara bergantian. Pihak yang dapat memperoleh poin nantinya adalah pihak penyerang, sedangkan pihak penjaga harus bisa mengalahkan pihak penyerang untuk menukar posisinya menjadi penyerang dan berkesempatan memeperoleh poin. Alat-alat yang diperlukan biasanya adalah pecahan genteng dan bola (biasanya bola kasti). Sebenarnya di Indonesia atau bahkan di Banyumas itu sendiri terdapat banyak versi dalam nama, peraturan, maupun pelaksanaan permainan ini, disitulah tergambarkan bagaimana budaya Indonesia begitu beragam yang juga mencerminkan betapa majunya peradapan sumber daya manusia Indonesia pada jaman terbentuknya kebudayaan-kebudayaan ter...

avatar
OSKM_19718256_Faishol Muzakky
Gambar Entri
Museum Kartini
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Tengah

 R.A. Kartini merupakan salah satu tokoh nasional kebanggaan masyarakat Indonesia terlebih masyarakat kota Rembang. Hal tersebut karena di kota Rembang inilah dia memanfaatkan masa-masa akhir hayatnya untuk melanjutkan pemikiran-pemikiran segarnya mengenai kemajuan wanita Indonesia. Bangsa Indonesia, telah mengakuinya sebagai pahlawan emansipasi wanita. Untuk itulah Museum Kartini didirikan di Rembang khususnya bertempat di kompleks pendopo Kabupaten Rembang yang menyatu dengan rumah dinas Bupati Rembang di Jalan Gatot Subroto No. 8 Rembang. Museum Kartini menempati ruangan yang dulu pernah digunakan oleh Kartini dalam aktivtas menuliskan ide-ide dan buah pikirannya  mengenai kemajuan bangsa Indonesia pada umumnya dan wanita pada khususnya. Tempat ini sekaligus juga merupakan tempat beliau melahirkan putra satu-satunya yaitu Raden Mas Susalit dan sebagai kamar pribadi hingga beliau wafat. Benda-benda yang menjadi koleksi museum beraneka macam khususnya benda-benda yang per...

avatar
Firda_sk itb
Gambar Entri
Bhatara Kala
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Hyang Girinata menginginkan melingkari dunia berbarengan istrinya. Mereka naik diatas punggung lembu Andini, terbang di angkasa. Mereka sudah usai melingkari pulau Jawa, lantas terbang di atas samodera. Kebetulan saat matahari tenggelam, saat senja saat, cahaya matahari merah menyinari air samudera, menyebabkan pandangan indah di lautan.  Hyang Guru melihat keindahan samudera, bimbang sangsi hatinya, bangkit asmaranya, lantaran mulai sejak kelahiran Wisnu, jauh dari rindu asmara. Mulai sejak tersebut baru bangkit hasrat untuk berwawan asmara dengan istrinya. Namun sayang, Dewi Uma tidak ada menanggapinya, sebab rasa hati masihlah jauh untuk bersenggama. Sang Hyang Guru berkemauan keras, sang istri dipegang lantas dipangkunya dan bakal digaulinya. Sang istri menampik serta menghindar dan berkata kasar. Dikatanya Hyang Guru sangat kasar seperti raksasa, berbuat di sembarang tempat di atas punggung lembu. Sang istri mengharap supaya Hyang Guru sabar, lantaran kata Dewi Uma itu...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal-Usul Naga Baru Kelinting (penyebab munculnya Telaga Rawa PenIng)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Diceritakan dalam kisah Babad Tanah Jawa bahwa setelah beberapa bulan menikah, Putri Dyah Kasmala pun mengandung. Ajar Windusana bahagia karena istrinya akanmelahirkan anak yang menjadi penerus keluarganya. Ia makin mencintai istrinya selama masa kehamilan. Tatkala di desa diadakan acara bersih desa para dayang dan endang sibuk menggoreng dan memasak. Sang Putri sangat tertarik ingin turut membantunya. Putri Dyah Kasmala mengetahui bahwa suaminya mempunyai sebilah pisau kecil. Tetapi ia tidak mengerti darimana asalnya. Ia mengambil pisau itu untuk digunakan membantu memasak di dapur. Pisau itu disarungkan ke dalam buluh gading yang dibentuk sebagai kepala ular dan dijadikan kenang-kenangan waktu istrinya belum disusulkannya. Demikian cerita rakyat Jawa Tengah menyebut asal-usul keris pusaka itu. Sang Putri meminjam pisau itu dari suaminya. Tetapi dipesankan jangan sampai pisau itu disimpan di dekat perutnya. Sang Putri senang sekali melihat pisau itu, lalu dipergunakan membuat t...

avatar
Aze
Gambar Entri
Kisah Cinta Legendaris Putri Dyah Kasmala dan Resi Ajar Windusana dari Kerajaan Majapahit
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Kisah percintaan para keluarga Kerajaan Majapahit selalu menarik untuk disimak. Dalam kisah Babad Tanah Jawa disebutkan bahwa Prabu Brawijaya adalah Raja Majapahit yang terakhir memerintah salah satu kerajaan besar di Nusantara ini. Sang Prabu berwajah tampan sebagai Hyang Asmara turun ke Bumi, adil dalam memerintah negara serta termasyhur sebagai raja yang senantiasa jaya dalam perang, hingga namanya terkenal di seluruh jagat. Ia mempunyai seorang putri yang sangat elok parasnya, cahayanya mengalahkan segala keindahan, namanya Putri Dyah Kasmala.  Sang putri telah dinikahkan tujuh kali, tetapi karena ia menderita sakit berbisa, suaminya semua meninggal. Kebahagiaan sang putri hanya berlangsung singkat karena setiap kali menikah dengan pria, maka pria tersebut meninggal dunia tak lama setelah melangsungkan malam pertama. Sang Maharaja sangat prihatin, bahkan agak merasa malu, hingga ia hampir tak pernah keluar dari keraton. Ia senantiasa ada di dalam sebuah gedung di taman...

avatar
Aze