Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi. Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan...
Di sungai Ciliwung itu, yang sekarang sering meluap airnya di musim hujan dan bikin banjir dimana-mana, dulu waktu saya kecil banyak buayanya sebenarnya. Ada buaya biasa, ada juga buaya putih alias albino (buaya darat gak ada alhamdulillah di dalam sungai Ciliwung meski sebenarnya akan lebih baik semua buaya darat dibuang ke sungai CIliwung saja ya hehehe). Begitu banyaknya buaya yang hidup di sungai CIliwung sejak jaman dahulu, sehingga akhirnya Masyarakat Betawi menaruh rasa hormat pada binatang melata tersebut. Mereka selalu berharap bahwa tidak ada keturunan mereka yang suatu hari nanti akan mati diterkam buaya. Tapi mereka juga berharap agar keturunan mereka bisa hidup penuh wibawa, kekuatan dan kharisma seperti halnya buaya. Akhirnya, dibuatlah roti berbentuk buaya dan roti ini menjadi syarat yang harus ada dalam sebuah hantaran di upacara pernikahan adat Betawi. Dalam perkembangannya, jika dulu roti buaya hanya roti manis biasa, sekarang roti buaya ada pilihan...
Jenis busana Betawi yang biasa dipakai oleh none mantu dalam acara pernikahan adat Betawi. Dalam acara lain busana encim dalam bentuk kebaya encim sering digunakan para ibu dalam berbagai acara baik formal maupun informal. Pada mulanya, kebaya encim yang merupakan kebaya asli Betawi, hanya diperuntukkan golongan nyai-nyai. Karena harganya mahal, maka masyarakat Betawi yang ekonominya lemah tidak mampu membelinya. Orang Cina yang sangat pandai bergaul mencoba mengadaptasi pakaian asli Betawi ini. Dengan mengenakan pakaian penduduk asli, orang Cina berharap ia bisa diterima dan menjadi bagian dari penduduk asli. Dan karena secara ekonomi orang Cina lebih baik maka lebih banyaklah yang mengenakannya. Karena sebagian besar yang memakai orang Cina maka kebaya tadi sering disebut kebaya encim. Pada mulanya, orang Betawi ketika melihat seseorang memakai kebaya encim akan mengatakan " eh, elo pake kebaya encim nih ". Oleh karena itu Persatuan Wanita Betawi kini memperkenalkan baju tersebu...
Untuk yang berasal dari Betawi, belum lengkap nih kalau tidak tahu Donat Khas Betawi, Kue Cincin! Betawi memiliki banyak kuliner tradisional salah satu kue tradisional khas Betawi yang cukup terkenal yaitu kue cincin. Kue ini juga ditemukan sebagai makanan oleh-oleh, selain ditemukan di acara adat pernikahan atau pada hari-hari raya. Bagi masyarakat Betawi, kue cincin bukan sekadar penganan. Kue ini merupakan kuliner wajib dalam acara-acara ada pernikahan. Kue cincin melambangkan ikatan atau keabadian sebagai harapan terhadap kehidupan masa depan pengantin. Kue Jalabiya atau biasa disebut kue cincin karena bentuknya seperti cincin merupakan kue tradisional seperti donat dan merupakan khas tanah sunda yang sangat terkenal. Kue ini biasa dihidangkan pada acara-acara besar seperti hajatan dll. Kue ini memiliki cita rasa manis karena berbahan dasar gula merah. Bahan Kue Cincin Minyak untuk menggoreng 600 gram tepung ketan 150 gram tepung beras 1 sen...
Modernitas Jakarta perlahan menggerus nilai-nilai lokal kebudayaan Betawi, sehingga segala hal yang dianggap tradisional mulai kehilangan ruang. Padahal kebudayaan Betawi menyimpan begitu banyak kekayaan yang bernilai adiluhung, mulai dari adat-istiadat, kuliner, hingga kesenian. Tari Ronggeng Blantek salah satunya, tari kreasi yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini merupakan salah satu tarian yang turut memperkaya khazanah seni tari nusantara. Dahulu tari Ronggeng Blantek dipentaskan sebagai pembuka pertunjukkan Topeng Blantek. Topeng Blantek sendiri adalah pertunjukan teater rakyat yang biasa dipentaskan untuk menghibur para tuan tanah saat itu. Topeng Blantek biasanya menceritakan tentang kehidupan masyarakat Betawi sendiri, yang dikemas dengan lawakan. Topeng merupakan sebutan untuk seni peran atau lawakan, sedangkan nama blantek diambil dari suara musik pengiring yang selalu berbunyi blan blan crek. Pertunjukkan Topeng Blantek selalu d...
Pakaian Pernikahan Adat Betawi Menurut Ipung Alino, pakaian pengantin perempuan Betawi merupakan pakaian pengantin perempuan paling mewah di Pulau Jawa. Hiasan kepalanya terdiri atas tiga bagian pokok, yaitu siangko, hiasan tusuk kepala, dan sumping telinga. Siangko yang terpasang ada tiga: Siangko berukuran besar, dipasang di depan sebagai tempat bergantung cadar yang terbuat dari tali-tali emas yang ujungnya terpasang benang-benang wol warna merah. Siangko berukuran sedang, dipasang di tengah kepala, di belakangnya terpasang bermacam perhiasan tusuk terbuat dari perak lapis emas. Siangko berukuran kecil, dipasang menempel di belakang konde. Berfungsi mengikat dan mengencangkan siangko besar di depan dan konde di belakang. Ketiga ukuran siangko ini semuanya bertabur intan. Untuk perhiasan tusuknya terdiri atas lima tangkai kembang goyang bersusun, enam belas tangkai kembang goyang tebar, dua tangkai kembang kelapa, dua tangkai kembang rumput, dan empat...
Budaya Jakarta hari ini di mana arus urbanisasi ke Jakarta kemudian menghadirkan kemajemukan masyaraka dan budaya, serta proses perjalanan sejarah. Hal ini kemudian secara alami membentuk karakter pada budaya di Jakarta, Salahsatunya pada upacara-upacara adat. Upacara selalu melekat dalam segala siklus kehidupan orang betawi. Termasuk pada upacara pernikahan hingga pindah rumah. Selain upacara pernikahan, filosofi orang Betawi tergambar jelas pada upacara adat pindah rumah. Adat mengatur perabotan-perabotan yang harus dibawa. Misalnya, tempayan atau kendi berisi air, bumbu dapur, dan kaca. Air bagi orang betawi melambangkan kehidupan. Kendi berisi air juga melambangkan sikap peduli dan optimismenya dalam menjalani hidup yang mengalir seperti sifat air membasahi tempat-tempat yang lebih rendah yang dimiliki orang betawi. Konon dahulu orang Betawi sengaja menyimpan tempayan atau kendi berisi air di depan rumah. Hal tersebut dilakukan agar musafir yang bisa sekadar minum a...
Lagu Jali-Jali seperti telah menjadi lagu kebangsaan masyarakat adat Betawi atau Kota Jakarta pada umumnya. Lagu tersebut benar-benar telah menjadi ikon di ibukota Indonesia tersebut. Banyak kelompok-kelompok kesenian tumbuh di Jakarta . Kelompok-kelompok itupulalah yang turut melestarikan kesenian Betawi . Beberapa kelompok meyakini bahwa Jali-Jali lahir, dikembangkan, dan dipopulerkan oleh kaum ‘Cina peranakan Jakarta’ melalui musik tradisional mereka, gambang kromong. Wajar bila masyarakat Betawi mengenal lekat dengan nama Jali-Jali, pasalnya, Jali-Jali merupakan sejenis tanaman perdu yang selalu ada di pekarangan rumah orang Betawi. Buah jail-jali sangat akrab di mata anak-anak Betawi. Buah tersebut kerap dijadikan pelulu senapan mainan yang mereka buat dari bilah bambu. Sedangkan bagi ibu-ibu Betawi, jali-jali sering kali diolah menjadi bubur yang popular disebut bubur jali. Jali-jali juga kerap menjadi hiasan tir...
Siapa yang tak mengenal lagu “Kicir-Kicir”? Sudah barang tentu lagu ini dikenal banyak orang Karen kerap dinyanyikan di acara perayaan. Setiap tahunnya lagu ini didendangkan dalam acara ulang tahun Kota Jakarta oleh artis-artis ibu kota. Lagu ini sebenarnya muncul dari tradisi pantun nusantara, terutama pengaruh dari pantun melayu dan syair. Hal tersebut terlihat dari lirik lagu ini yang terikat oleh rima, jumlah suku kata, dan larik persis seperti pantun dan syair. Pada larik pertama dan kedua di setiap baitnya berisi sampiran dan di dua larik selanjutnya terdapat isi. Hal inilah yang menandakan bahwa lagu ini merupakan pengembangan dari bentuk pantun dan syair. Budaya Betawi memang erat kaitannya dengan budaya Melayu dan Cina. Oleh sebab itu, khalayak akan melihat jejak-jejak perpaduan budaya Melayu dan Cina pada beberapa atau sebagian besar produk budaya Betawi, salah satunya melalui lagu daerahnya. Keterkaitan antara budaya betawi dan melayu terlihat dari bah...