Merdeka
52 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Kesenian Genye
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Kesenian Genye                 Kesenian Genye merupakan seni pertunjukan khas dari Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Genye sendiri merupakan singkatan dari ‘gerakan nyere ’ sehingga pertunjukan ini memiliki ciri khas yaitu tarian dengan menggunakan nyere (bahasa Sunda) yang berarti sapu lidi. Selain tarian, dalam pertunjukan ini juga mempunyai unsur lain, yaitu seni musik dan seni rupa.                 Jenis alat musik yang biasa digunakan untuk mengiringi kesenian ini yaitu perkusi. Contohnya seperti bedug, dog dog dan goong. Namun penggunaan alat musik tersebut tidak menjadi hal yang wajib karena dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Untuk tariannya, kesenian ini menggunakan tarian kontemporer sehingga gerakan dan pola yang dibuat dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan. Jumlah penari genye sen...

avatar
Oskm18_16218004_agnes
Gambar Entri
Gedung Societeit Concordia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung  Societeit Concordia  dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku.            ...

avatar
OSKM_19918149_Bobby ITB_2018
Gambar Entri
Luncat tinggi / Luncat tali karet
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Permainan loncat tinggi, atau sering dikenal dengan luncat tali atau jika di bahasa Indonesiakan adalah lompat tali. Loncat tinggi (dalam bahasa Sunda) merupakan suatu permainan yang sering dimainkan oleh anak-anak pada jaman dahulu. Permainan yang sangat digemari oleh kalangan anak-anak. Permainan tradisional ini merupakan suatu permainan yang menjadi suatu ciri khas kebudayaan Indonesia, khusunya Jawa Barat. Luncat tali atau yang sering dikenal dengan loncat tinggi merupakan suatu permainan yang cara bermainya itu dengan melompati tali yang tali tersebut di pegang oleh 2 (dua ) orang pemain lainnya. Dan tali itu sedikit- demi sedikit di naikan ke atas hingga terus bertambahnya level permainan. Permainan ini dimainkan oleh 3 (tiga) orang atau pun lebih. Menggunakan tali yang panjang yang biasanya tali tersebut berbahan dari karet yang di buat seperti kepangan rambut, atau di satu-satukan satu persatu sehingga menjadi panjang. Cara permainan ini yakni ada 2 (dua) orang y...

avatar
OSKM18_16318184_Yordan Asmara
Gambar Entri
Gedung Societeit Concordia
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Gedung Merdeka yang sebelumnya bernama Gedung  Societeit Concordia  dikenal oleh dunia sebagai tempat diselenggarakkannya Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Dulunya gedung ini hanya sebuah kedai kopi kecil yang sering digunakan para meneer dan Noni Belanda anggota Societeit Concordia sebagai tempat nongkrong. Pada 1895 anggota Societeit Concordia memiliki gedung khusus dimana pribumi dan sembarang orang tidak bisa masuk begitu saja. Kemudian gedung mulai diperluas menjadi lebih megah dengan fungsi sebagai ruangan umum. Gedung ini sempat dijadikan tempat pesta ataupun tempat perkawinan. Pada 1921 Van Galen Last dan Wolff Schoemaker merombak gedung ini dengan gaya art deco yang menunjukkan struktur dan fungsi gedung. Gedung semakin terlihat kokoh dengan pilar-pilar besar di depan pintu masuk. Pada 1940 gedung ini mengalami perubahan gaya arsitektur menjadi International Style sehingga gedung menampilkan kesan menarik dan tidak kaku. Pada masa penjajahan Jepang gedun...

avatar
OSKM_19918149_Bobby ITB_2018
Gambar Entri
Masjid Jagabayan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Salah satu masjid yang  famous  di kalangan masyarakat Cirebon adalah Masjid Jagabayan. Masjid yang awalnya menjadi tempat pos jaga perbatasan sebelah utara Kesultanan Cirebon masa Sunan Gunung Jati (1479-1568). Jagabayan sendiri merupakan nama tempat di pojok ujung di sisi di perempatan Jalan Karanggetas. Dan disana terdapat masjid bersejarah bernama Masjid Jagabayan. Nama Jagabayan sendiri muncul pada masa awal sejarah wilayah Kesultanan Cirebon, erat kaitannya dengan nama Tumenggung Padjajaran yaitu Tumenggung Jagabaya. Agama Islam sendiri sudah menyebar luas sampai di Kuningan dan Lurangung. Karena itulah, Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati diangkat menjadi Tumenggung Caruban oleh Pangeran Walangsungsang Cakrabuana. Atas dasar itulah, Syekh Syarif Hidayatullah dengan dukungan para  kamatsu  (wali) memutuskan bahwa Cirebon harus menjadi negara pusat kekuatan agama Islam yang merdeka terlepas dari kekuasaan Maharaja Pakuan Padjajaran....

avatar
OSKM2018_19818004_Salsabila Yurendra Putri
Gambar Entri
Mitos Larangan Orang Sunda untuk Menikahi Orang Jawa, Benarkah ?
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

      Pada era modern ini, sudah tidak jarang kita temukan adanya percampuran kebudayan akibat dari perkawinan antar dua individu yang menganut budaya yang berbeda. Sebagian besar masyarakat sudah banyak yang pikirannya terbuka untuk menerima ada nya budaya lain yang masuk dalam lingkup sosialnya.  Namun tentu saja masyarakat Indonesia masih belum terlepas sepenuhnya dari pengaruh mitos dari kebudayaannya. Salah satu dari sekian mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat masing - masing budaya adalah mitos bahwa orang berdarah Sunda dilarang untuk memperistri atau menikahi orang yang berdarah Jawa.         Masyarakat Sunda memiliki kepercayaan bahwa menikah dengan orang Jawa, maka pernikahannya akan bernasib tidak baik, dimana hidupnya tidak bahagia, jatuh miskin, dan tidak langgeng hingga berujung pada perceraian. Mitos ini sendiri bukanlah sebuah tradisi ataupun cerita rakyat belaka. Mitos dilarangnya orang Sunda untuk menikahi orang...

avatar
OSKM18_16818232_Gregorius Kevin Wicaksono
Gambar Entri
Gedung sekolah santo Aloysius Sultan Agung
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

SMA Santo Aloysius Sultan Agung merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Bandung atau yangg disebut juga Kota Kembang.Bangunan ini dibuat selama jaman penjajahan Belanda oleh arsitek berkebangsaan belanda yang bernama J.Sippel pada tahun 1928-1930.Pada zaman sebelum Indonesia merdeka,gedung SMA St.Aloysius ini merupakan bagian dari SMP MULO.SMP MULO ini dikelola oleh Ordo Sanctae Crusis (OSC) atau dalam bahasa Indonesia berarti Ordo Salib Suci. Pada zaman kependudukan Jepang gedung sekolah ini menjadi markas Kempeitai atau Polisi militer Jepang,pada saat inilah masa suram di gedung ini dimulai.Kempeitai melakukan banyak hal mengerikan di gedung ini seperti Interogasi,Penyiksaan bahkan pembunuhan tawanan perang termasuk para biarawan OSC yang bertanggung jawab atas sekolah ini.Setelah Indonesia merdeka sekolah ini sempat terbengkalai karena para biarawan OSC tidak berani untuk menetap di Indonesia.Sekolah ini baru kembali beroperasi pada tahun 1950-an dan diserahkan kemb...

avatar
OSKM_16418024_Bartholomeus Dhananjoyo
Gambar Entri
Tatakrama Dalam Berbahasa Sunda
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Barat

Bahasa Sunda memiliki keunikan tersendiri, salah satunya dalam pemakaian kata saat berbicara. Kata kata yang ada tidak serta merta dapat dipakai untuk bercakap dengan orang dari berbagai usia. Hal itu diatur dalam tatakrama bahasa sunda. Awalnya pemilihan kata tersebut digunakan untuk membedakan status sosial antara golongan ningrat dengan golongan biasa. Namun, setelah merdeka, fungsi tersebut diubah menjadi alat untuk saling menghormati. Macam-macam kata tersebut dipakai berdasarkan situasi saat berbicara, yang diajak bicara, dan hal yang diceritakan. Berikut adalah pembagian macam-macam kata yg dipakai dalam tatakrama berbahasa sunda. Bahasa Hormat untuk diri sendiri Biasa disebut dengan basa sedeng. Dipake untuk diri sendiri. Contoh: Neda (makan) Mios (pergi) Bahasa Hormat untuk orang lain Biasa disebut basa lemes. Ditujukan ketika berbicara dengan orang lain yang lebih tua. Contoh: Tuang (makan) Angkat (pergi) Bahasa Loma Bahasa yang diperuntukan kepada ora...

avatar
OSKM18_19918081_Rifqi Falih ITB_2018
Gambar Entri
OPAK KETAN BAKAR
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

OPAK KETAN BAKAR SEJARAH Opak ketan bakar ini berasal dari salah satu desa di Kabupaten Kuningan. Awal mulanya dibuat oleh seorang warga bernama Ny. Siti Jamilah yang berdomisili di Dusun Pon Desa Nanggela Kecamatan Mandirancan Kabupaten Kuningan. Berdasarkan cerita yang beredar dari para tetua di kampung tersebut, kurang lebih sejak tahun 1950, Ny Siti Jamilah sudah memproduksi opak ketan bakar yang berbeda pada umumnya, dilihat dari rasa dan berbentuk segi empat tipis, lain halnya dengan opak lainnya yang berbentuk bulat dan tebal. Dulu kala Ny. Siti Jamilah memproduksi opak ini hanya secara khusus untuk melayani pesanan-pesanan para gegeden (orang gedean) seperti camat wedana, dan bahkan orang-orang atau para dokter Belanda yang bekerja di Sanotarium (sekarang Rumah Sakit Paru di Sidawangi). Karena harganya yang tidak terjangkau oleh penduduk setempat kala itu, “jaman weurit atau jaman paceklik” maklum, Indonesia baru merdeka. PEMBUATAN Dengan me...

avatar
OSKM_16318216_Aqni Hallabi