Halo teman-teman! Kali ini saya akan memperkenalkan budaya pernikahan yang ada di Kota Semarang atau lebih dikenal dengan nama "Pengantin Semarangan". Bukannya budaya pernikahannya sama dengan pernikahan adat jawa lain? Emang bedanya apa? Tentu ada perbedaanya dong, berikut akan saya jelaskan. Semarang memiliki keunikan dalam menyebut nama pengantinnya. Pengantin wanita disebut "Model Encik Semarangan", yaitu istilah yang berasal dari perpaduan antara Bahasa Cina dan Arab. Sedangkan pengantin pria disebut "Model Pengantin Kadji". Busana pernikanan "Pengantin Semarangan" juga memiliki kekhasan. Pengantin wanita pada "Pengantin Semarangan" menggunakan kebaya bludru hitam dilengkapi dengan perhiasan pada dahinya bernama "Pilis". Pilis yang dikenakan terdapat tiga macam yaitu pilis emas, pilis hitam, dan pilis perak. Sedangkan pengantin pria mengenakan gamis yang terbuat dari bahan berkilau. Di bagian kepala menggunakan surban yang dinamakan "Ko...
Dalam kebudayaan Sunda kita seringkali mendengar istilah pamali, layaknya kebudayaan Sunda, orang Jawa juga memiliki kebudayaan yang serupa. Orang jawa sendiri biasa menyebutnya dengan istilah Gugon Tuhon yang dapat didefinisikan sebagai berikut, kahanan kang ora oleh utowo ora kena dierak , yang dapat diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak boleh dilanggar . Gugon Tuhon sendiri adalah suatu kekayaan dari kearifan lokal masyarakat Jawa sebagai suatu adat istiadat yang diturunkan secara turun-temurun dari orang-orang tua kepada generasi berikutnya dari mulut ke mulut dan dari wejangan yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil wawancara dengan beberapa tetangga dan kerabat di desa dekat kota Surakarta, masyarakat Jawa percaya apabila larangan-larangan yang ada tersebut dilanggar maka akan memiliki konsekuensi tersendiri tak lepas dari percaya atau tidak. Pernah ada cerita warga yang menuturkan bahwa ada sepasang suami istri, sang suami...
Plintheng Semar merupakan cerita rakyat dari Kota Wonogiri. Plintheng Semar merupakan sebuah batu besar yang dahulu digunakan sebagai peluru ketapel oleh Semar. Batu besar ini bersandar pada sebuah pohon asem besar. Kalau diperhatikan, batu tersebut sangat rawan karena seperti tertahan hanya oleh suatu pohon. Legenda Plintheng Semar meceritakan kisah tokoh Semar. Suatu hari, mereka mengikuti gurunya Pandawa sedang bermeditasi di suatu tempat. Banyak godaan dari raksasa yang mengganggu proses meditasi para Pandawa. Semar berserta anak terus berjaga dan mengusir semua makhluk yang mengganggu.Pada suatu saat, terdapat seorang Raksasa mengganggu akan memakan Pandawa. Raksasa ini tidak mampu dihadapi oleh anak semar. Semar-pun harus turun sendiri menghadapi Raksasa. Semar dan raksasa berkelahi dengan hebat. Raksasa mampu bertahan dari serangan semar. Raksasa tidak terluka sedikit pun, Semar bingung harus melakukan apa. Raksasa menyerang Semar. Semar t...
Pengobatan dan khasiat herbal menggunakan bawang merah, bawang merah merupakan golongan umbi yang sudah pasti dikenali masyarakat Indonesia. Bawang merah sendiri dikenal berdaya guna tinggi baik untuk masakan, kesehatan dan manfaat lainnya. Bawang merah itu sendiri berasal dari asia tengah yang dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat setempat, hingga akhirnya masuk ke Indonesia dan di budi dayakan. Di Indonesia bawang merah dipasok terbanyak di daerah lokal Brebes sebesar 40%, konsumsi bawang merah sendiri tergolong besar oleh masyarakat, pada umum nya bawang merah sebagai bahan rempah masakan, namun apakah khasiat lain bawang merah selain rempah rempah bumbu dapur? Jelas sudah bawang merah yang dibudidayakan sejak dahulu memang memberikan manfaat juga khasiat bagi tubuh. Salah satu manfaat bawang merah dalam pengobatan herbal yaitu irisan nya yang dipadukan dengan minyak gosok ataupun minyak kelapa dapat meredaka...
Kini, wilayah Losari yang terletak di antara Jawa Barat dan Jawa Tengah menunjukkan bahwa pengaruh Islam dari Cirebon juga kental mewarnai dan mempengaruhi penyebaran Islam di Kabupaten Brebes. Hal ini terbukti lewat jejak sejarah Kompleks Makam Pulosaren di Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Gerbang kompleks makam ini menggunakan arsitektur khas Keraton Cirebon. Di dalam kompleks makam ini juga terdapat kuburan tokoh penyebar Islam di Losari, Pangeran Angkawijaya atau Panembahan Losari. Masyarakat sekitar menyebutnya Mbah Pulosaren. Berdasarkan serat keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, Panembahan Losari, atau Pangeran Angkawijaya yang makamnya berada di pemakaman Desa Losari Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes merupakan cucu salah seorang Wali Songo, yakni Syarif Hidayatullah atau dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati. Panembahan Losari adalah anak dari perkawinan pasangan Pangeran Pasarean atau Pangeran Mas Muhamad Arifin bin Syeikh Syarif Hidayatullah...
Desa Gunungpring di Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang mempunyai makanan khas yang hanya ada pada saat bulan Ramadhan, yaitu jemunak. Jemunak adalah makanan semacam kue yang terbuat dari ketela dan beras ketan yang diberi parutan kelapa dan cairan gula jawa yang disebut ‘kinco’. Jemunak dipasarkan dalam bungkus daun pisang atau daun kelapa. Menurut warga setempat, jemunak sudah ada sejak zaman dahulu dan terus diproduksi saat bulan Ramadhan tiba. Nama ‘jemunak’ sendiri berarti ‘bar ngaji nemu barang enak’ atau ‘setelah mengaji memakan hidangan enak’. Pembuatan jemunak cukup sederhana. Ketela pohon diparut, kemudian direbus selama lima belas menit hingga setengah matang, begitu pula dengan beras ketannya. Ketela dan ketan kemudian digabungkan dan dikukus secara bersamaan. Setelah proses pengukusan, bahan jemunak ditumbuk hingga halus. Setelah itu, jemunak siap dihidangkan atau dibungkus dengan tambahan...
Tidak semua lokasi di Gunung Slamet berbahaya bagi pendakinya. Gunung Slamet juga memiliki lokasi yang indah sebagai tempat wisata. Namanya Guci . Di sini terdapat air terjun yang sangat indah. Bukan hanya itu, Airnya juga berkhasiat menyembuhkan berbagai macam sakit kulit. Bahkan amat dipercaya bisa meningkatkan daya tarik seksual wanita. Cukup dengan berendam, maka organ sex wanita bisa kembali muda. Maka jangan heran bila Iebih banyak pengunjung wanita ketimbang pria. Guci juga menjadi tempat mencari pesugihan. Di balik gemuruhnya air terjun Guci, dipercaya sebagai sarang siluman naga bernama Naga Cerek. Meski royal memberi pesugihan, tapi berat permintaan Naga Cerek . Sebab yang diminta nyawa salah satu anggota keluarga. Boleh nyawa orang lain, tapi kalau meleset tetap harus diganti keluarga sendiri. Biasanya para pencari pesugihan ini membawa sesajen lengkap, seperti wewangian, kembang, dan tumpeng, untuk memancing siluman naga ini keluar. Tapi, ada ritual hitam yang di...
Galipo merupakan permainan tradisional yang ada di sekitar Kabupaten Cilacap. Sebenarnya permainan ini sama seperti Gebokan. Di tempat lain pun berbeda nama pula permainan ini. Di daerah Sunda, permainan ini dikenal Boy-Boyan. Permainan ini biasanya dimainkan oleh anak-anak baik laki-laki maupun perempuan. Tetapi orang dewasa pun bisa memainkan permainan ini. Permainan ini membutuhkan tempat yang luas untuk bermain. Karena permainan ini sangat dinamis. Dimana membutuhkan tempat berlari-lari untuk menghindari lemparan bola tim penjaga. Juga membutuhkan stamina yang tinggi, keluwesan badan, kerja sama tim yang solid, dan skil melempar bola yang baik. Alat-alat yang dibutuhkan untuk permainan ini tergolong sederhana dan mudah didapatkan. Seperti pecahan genting, bata, asbes ataupun balokan kayu. Dan juga benda yang paling penting di permainan ini adalah bola. Bola disini bisa didapat dari berbagai bahan. Mulai dari bola kasti, sampai kertas-kertas bekas yang dibuat bulat lalu d...
Masuk angin tentunya bukanlah sebuah penyakit yang asing untuk didengar telinga kita. Meskipun penyakit ini hanyalah sebuah mitos di dunia medis, istilah ini kerap digunakan di Indonesia untuk menjelaskan penyakit yang gejalanya meliputi meriang, perut kembung, pusing, mual, dan beberapa gejala lainnya. Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghilangkan penyakit ini, baik secara kimiawi maupun tradisional. Kalau tidak mau yang mahal, cara tradisional yang 1 ini mungkin pilihan yang tepat buat kalian: kerokan! Ya, teknik kerokan ini merupakan terapi pengobatan alternatif untuk gejala masuk angin yang dinikmati berbagai golongan serta strata sosial di Indonesia. Namun, tahukah kalian bahwa kerokan ini sebenarnya bukan teknik yang berasal dari Indonesia? Kerokan, atau dalam Bahasa Tionghoa disebut guÄ shÄ ( å®ç--§) dilakukan dengan cara menggosok sambil menekan permukaan kulit menggunakan minyak dan benda tumpul...