Peribahasa Jawa, Wujud Kreativitas Nenek Moyang Tiap bahasa memiliki keunikannya masing-masing. Salah satu keunikan itu terwujud dalam ragam lisan yang bermacam-macam, salah satunya dalam bentuk peribahasa, yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang dan nilai yang dianut oleh masyarakat penutur bahasa tersebut. Masyarakat Jawa ternyata memiliki kekhasan tersendiri dalam hal ini. Dalam bahasa Jawa, peribahasa dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: Paribasan Perkataan yang menggunakan tembung entar (kata kiasan, kata yang tidak bermakna sebenarnya) dan tidak mengandung perbandingan atau pertentangan Contoh: durung pecus keselak besus = durung sembada nanging pengene ora-ora (belum mapan atau mampu, tapi sudah menginginkan atau memimpikan hal yang tidak-tidak/terlalu jauh.) [durung:belum, keselak:terburu, besus:terampil] welas tanpa alis = mesakke tok ora isa ngopo-ngopo (hanya bisa mengasihani, tapi tidak mampu berbuat apa...
Pacitan adalah suatu daerah di provinsi Jawa Timur. Salah satu kekhasan daerah itu sendiri adalah dengan batiknya, Batik Pacitan. Motif khas Batik Pacitan adalah motif Pace, yaitu motif ukel bunga disertai motif batuan koral. Keindahan alam di daerah Pacitan sangat menginspirasi keanekaragaman Batik Pacitan. Suatu tempat penghasil batik khas Pacitan berada di Ngadirojo atau Lorok. Produk batiknya adalah Batik Puri. Salah satu motif Batik Puri yang terkenal adalah motif Sidhomukti bertema flora dan fauna. Batik Sidhomukti mayoritas berwarna coklat. Produksi batiknya adalah kain panjang. Kain sidhomukti biasanya digunakan untuk akad nikah. Menurut kepercayaan, pasangan yang memakai kain sidhomukti akan selalu sejahtera dan bahagia. Selain itu juga terdapat motif bunga hitam putih. Produksinya adalah kain sarung dan kain panjang. Kain sarung biasanya dipakai untuk anak yang mau disunat. Sedangkan kain panjang biasa digunakan oleh para sesepuh, dipercaya dengan memakai ka...
Kabupaten Kepulauan Yapen(Serui) adalah salah satu kabupaten dalam wilayah adat Papua, yakni Saiseri. Wilayah adat Saireri terdiri dari beberapa suku yang mendiami daerah ini. Suku-suku besar antara lain, suku Byak dan suku lain dari pulau Biak Numfor serta Supiori, Suku Onate, Ambai dan suku lain dari Pulau Yapen dan Suku dataran Waropen hingga Nabire pesisir. Dari suku-suku ini, terdapat nyanyian adat yang sering mereka nyanyikan sebagai doa pada sang pencipta. Nyanyian tersebut antara lain Wor dari pulau Biak, Ano'Ai dari Yapen, Muna dari Waropen dan juga nyanyian lain dari suku lainnya. Nyanyian adat ini sering juga dinyanyikan pada acara pesta adat dan sambutan tamu terhormat. Acara adat yang sering mempersembahkan nyanyian Ano'ai adalah perkawinan dan pembayaran maskawin pada suku-suku yang ada di Yapen Serui. Penjelasan berikut dari Ibu Min Reba tentang sistem perkawinan di daerah Serui atau Waropen, bahwa jumlah maskawin disesuaikan dengan permintaan dan kesanggupan piha...
Permainan pecah piring merupakan permainan tradisional yang berasal suku batak Pakpak yang berasal dari kabupaten Pakpak Barat dan kabupaten Dairi di provinsi Sumatera Utara. Permainan tradisional ini mampu menambah kelincahan gerak tubuh, daya tahan tubuh, kerjasama team, kontrol emosi, kesehatan tubuh dan memacu daya fikir. Permainan pecah piring salah satu jenis permainan sehari-hari orang batak, permainan ini merupakan permainan yang sangat populer dikalangan orang batak, baik anak-anak, remaja, bahkan sampai orang dewasa. Permainan pecah piring ini biasanya di mainkan oleh kalangan anak-anak sebagai aktivitas mereka setelah pulang dari sekolah yang dimainkan pada waktu sore hari. Dikalangan orang batak permainan pecah piring dijadikan sebagai perlombaan rakyat bagi anak-anak pada festival nasional seperti pada perayaan hari jadi Negara Kesatuan Repoblik Indonesia, ini ditujukan untuk membangun semangat anak-anak dalam menjunjung tinggi persaudaraan diantara perkampungan, un...
"Yo, poro konco dolanan ning jobo Padang mbulan, padange koyo rino Rembulane sing ngawe-awe Ngelingake ojo podo turu sore" Puluhan tahun yang lalu, kata-kata diatas selalu dinyanyikan anak-anak kecil di daerah Jogja setiap bulan purnama. Arti dari lirik lagu tersebut secara harfiah adalah hal-hal yang ingin disampaikan oleh anak-anak tersebut. Anak-anak itu mengajak teman-temannya untuk bermain pada malam purnama (padang bulan) karena malam terasa sangat terang seperti ada matahari. Mereka girang karena akhirnya malam pun tak terlalu gelap, tak lagi gelap karena belum adanya listrik yang mengalir di kampung mereka sehingga bisa bermain berlarian di lapangan luas bersama teman-teman pada malam hari. Mereka berkata pada teman-teman mereka, 'Bulannya manggil tuh, jadi jangan pada tidur sore!' agar teman-teman mereka bisa bermain pada malam itu. Sumber: Wawancara kepada Safuroh, ibu 51 tahun yang sempat merasakan permaina...
Didalam kebudayaan Sunda, terdapat kepercayaan terhadap hal-hal gaib, salah satu contohnya ialah mantra. Mantra yang biasanya orang awam ketahui, adalah perkataan atau ucapan yang bisa mendatangkan daya gaib. Salah satu contohnya adalah untuk menyembuhkan, yang biasa suku sunda sebut dengan Jampé. Pada zaman dahulu, Jampé sering dipakai untuk mengobati rasa sakit, khususnya oleh masyarakat sunda karuhun. Melalui warisan nenek moyang, pemanfaatan alam pun tampak, yaitu digunakannya daun-daunan untuk mengobati perut kembung, tampak dalam jamp é beunghak beuteung (jampé perut kembung). Masyarakat Sunda Karuhun biasanya menggunakan mantra Jampé Beunghak saat perut terasa kembung. Jampé Beunghak Beuteung juga biasanya diperuntukkan untuk bayi atau anak kecil. Pengucapan jampé tersebut harus disertai dengan menggosokkan daun eurih ke perut yang mengalami sakit karena kembung. Berikut adalah mantra jampé beunghak beuteung :...
Ka Parak Tingga merupakan lagu rakyat atau folk song yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Tema dari lagu rakyat ini adalah perpisahan yang menyakitkan. Asal usul lagu rakyat ini dapat dikaitkan dengan budaya merantau orang Minangkabau, yang seringkali mengakibatkan perpisahan antara teman, sahabat, keluarga, maupun kekasih. Lagu ini menceritakan tentang perasaan hati dua orang yang harus berpisah, namun keduanya teringat akan waktu bersama dan menjadi bersedih karenanya. Pada umumnya lagu ini dimainkan dengan nada dasar C, ketukan 4/4 dan tempo moderato atau sedang. Struktur dari lagu ini pun memiliki struktur seperti pantun, yaitu setiap bait terdapat 2 larik sampiran dan 2 larik isinya. Terdapat dua versi lirik dari lagu Ka Parak Tingga, versi pertama secara keseluruhan memiliki susunan pantun a-b-a-b pada tiap bait dan dengan larik yang berbeda tiap baitnya, sedangkan versi kedua memiliki susunan a-a-a-a dan a-b-a-b, namun memiliki pengul...
Pengobatan dan khasiat herbal menggunakan bawang merah, bawang merah merupakan golongan umbi yang sudah pasti dikenali masyarakat Indonesia. Bawang merah sendiri dikenal berdaya guna tinggi baik untuk masakan, kesehatan dan manfaat lainnya. Bawang merah itu sendiri berasal dari asia tengah yang dimanfaatkan oleh beberapa masyarakat setempat, hingga akhirnya masuk ke Indonesia dan di budi dayakan. Di Indonesia bawang merah dipasok terbanyak di daerah lokal Brebes sebesar 40%, konsumsi bawang merah sendiri tergolong besar oleh masyarakat, pada umum nya bawang merah sebagai bahan rempah masakan, namun apakah khasiat lain bawang merah selain rempah rempah bumbu dapur? Jelas sudah bawang merah yang dibudidayakan sejak dahulu memang memberikan manfaat juga khasiat bagi tubuh. Salah satu manfaat bawang merah dalam pengobatan herbal yaitu irisan nya yang dipadukan dengan minyak gosok ataupun minyak kelapa dapat meredaka...
Permainan sangat erat di tengah masyarakat. Tidak ada yang bisa mengelak jika diperhadapkan dengan permainan. Menurut keterangan orang-orang tua bahwa permainan ini sudah ditemui, tumbuh serta berkembang dalam masyarakat lama sekali. Kapan lahirnya permainan itu, tak seorangpun dapat menjelaskan. Ada yang menjelaskan bahwa sejak peristiwa Kratakau meletus, permainan tersebut sudah ada. Ada dua penafsiran orang-orang Melayu tentang perkataan "Cina Buta" tersebut yaitu : Cina Buta dalam arti sebenarnya adalah seorang orang Cina yang buta matanya, dan adapula Cina Buta dalam arti kiasan bagi seorang yang menjadi penebus "kawin" sementara bagi orang yang telah bercerai "talak tiga" yang ingin rujuk kembali; konon, tersebutlah kisah seorang Cina yang buta matanya masuk Melayu (Islam) yang lazim disebut "Muallaf". Kemudian ia dijadikan "Nuja" (pesuruh) mesjid. Saat itu pula ada sepasang suami istri yang bercerai dengan talak tiga. Tetapi kemudiannya ingin rujuk kembali. Menurut hukum...