MASJID AGUNG SEMARANG atau yang akrab disebut Masjid Kauman Semarang, sebagai masjid tertua di kota Semarang- ibukota Jawa Tengah, memiliki sejarah yang panjang dan erat kaitannya dengan sejarah berdirinya kota Semarang. Masjid yang kini telah menjadi cagar budaya dan harus dilindungi menjadi kebanggaan warga Semarang karena bangunannya yang khas, mencaerminkan jatidiri masyarakat pesisir yang lugas tetapi bersahaja. Seperti halnya pada masjid-masjid kuno di pulau Jawa, Masjid Agung Semarang berada di pusat kota (alun-alun) dan berdekatan dengan pusat pemerintahan (kanjengan) dan penjara, serta tak berjarak jauh dari pusat perdagangan (pasar Johar), merupakan ciri khas dari tata ruang kota pada jaman dahulu. Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, Masjid Agung Semarang juga menyimpan cerita yang menarik. Masjid ini nenjadi satu-satunya masjid di Indonesia yang mengumumkan kemerdekaan bangsa Indonesia secara terbuka hanya beberapa saaat setelah diproklami...
Watu Layar Bonang Dahulu kala, pelabuhan yang terkenal di pantai utara pulau Jawa adalah Pelabuhan Kota Lasem, Lasem adalah kota tua pusat pemerintahan sebelum adanya Rembang. Alkisah ada seorang kapten kapal berasal dari Negara China dengan nama Laksamana Cheng Ho, tetapi dijuluki Dampo Awang. Julukan itu diberikan karena ia memiliki kemampuan sebagai juru mudi kapal, perdagangan, strategi perang, dan bela diri yang tinggi. Dampo Awang saat itu sedang berlabuh di Lasem untuk berdagang. Lalu dia ingin mengetahui siapa penduduk pribumi yang mempunyai kemampuan ilmu bela diri yang tinggi, dia sesumbar jika dia menang maka seluruh wilayah Pelabuhan Lasem harus menjadi miliknya, sedangkan jika ia kalah maka ia akan berguru pada orang tersebut. Di Lasem ada sebuah desa yang bernama Bonang, di desa tersebut ada seorang guru yang alim bernama Sunan Bonang, beliau merupakan 1 dari 9 wali yang ternama di pulau Jawa. Dampo Awang pun mendengar tentang Sunan Bonang, orang...
Deretan tenda putih beratap runcing di 2 sisi Jalan Diponegoro Kota Solo sudah disiapkan dari siang setiap hari sabtu. Pada malam harinya, aka ada pasar dadakan yang pasti ramai orang berlalu lalang. Di Kota Solo, yang diadaptasikan dari kata Sala, atau juga yang dikenal sebagian orang Kota Surakarta, orang-orang akan berada di sekitar Jalan Diponegoro, tepatnnya di selatan Kraton Mangkunegaran. Mereka menunggu bukanya pasar malam Ngarsopuro pukul 18.00-22.00, hanya berlangsung selama 4 jam. Disini akan ditampilkan macam-macam barang, seperti kuliner, oleh-oleh khas Solo, baju-baju, batik, mainan anak tradisional, batu akik dan juga kerajinan dari solo. Pada saat tertentu, akan ada live music berupa keroncong, akustik, dan jazz. Pasar Malam Ngarsopuro ini dicetuskan oleh Presiden kita, Jokowi pada tanggal 16 Februari 2009 yang sebelumnya keadaannya sedikit kacau di jalan tersebut. Pasar ini memang disiapkan untuk membuka lahan untuk UMKM yang khusus untuk pemilik ktp Solo sekali...
Daerah yang berada di selatan Pulau Jawa ini memang sudah terkenal akan lawetnya. Sudah menjadi rahasia umum jika sarang burung lawet menjadi salah satu sumber penghasilan daerah sejak abad ke 17. Hal inilah yang membuat Kabupaten Kebumen mengangkat burung lawet menjadi simbol daerahnya . Secara filosofi makna lawet merupakan pencerminan dari ketekunan dan kegesitan yang penuh dinamika dari rakyat daerah Kabupaten Kebumen dalam usahanya untuk membangun daerahnya. Menjadi ikon dari Kebumen, lawet bertranformasi ke dalam bentuk tarian kreasi yang disebut tari lawet. Berawal dari keinginan dari Bupati Kebumen pada tahun 1989 untuk menampilkan pentas tari massal khas Kebumen dalam rangka pembukaan acara Jambore Daerah Jawa Tengah yang diadakan di bukit perkemahan Widoro, Kebumen. Keinginan Bupati disambut baik oleh Bapak Sardjoko. Seniman asal Klaten ini melakukan survei dan pengamatan untuk obyek refleksi budaya ke pantai selatan Kebumen, tepatnya di daerah Karang Bolong. Karangbolong di...
Candi Mendut merupakan candi yang berada di wilayah Magelang yang bercorak Buddha. Candi Mendut ini merupakan candi paling populer di wilayahnya setelah Candi Borobudur. Candi tersebut terletak di kawasan wilayah percandian di Jalan Mayor Kusen Kota Mungid. Candi ini juga dibangun pada masa periode yang sama dengan candi terpopuler yaitu Candi Borobudur tepatnya pada abad ke-8 di masa Dinasti Syailendra. Jika dilihat dari arah mata angin, candi ini terletak sekitar 38 km ke arah barat laut dari Yogyakarta. Candi ini memiliki tiga buah arca Buddha didalamnya. Jika diteliti lebih dekat dinding-dinding candi ini terdapat hiasan-hiasan relief yang terpahat sangat rapi hingga sekarang. Candi yang memiliki bentuk dasar segi empat ini, berketinggian secara menyeluruh sekitar 26,40 m. Di dinding-dinding luar dari candi ini dapat terlihat Jaladwara atau merupakan saluran pembuangan air dari selasar yang pastinya terlih...
DESA WISATA JARUM BAYAT Apa yang terfikir ketika mendengar nama Desa Wisata Jarum Bayat? Pasti yang terbayang ialah desa penghasil jarum, tapi ternyata bukan. Desa Jarum merupakan salah satu desa di Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten Jawa Tengah yang sebagian besar warga desanya memiliki matapencaharian berkaitan dengan batik, entah itu sebagai produsen batik, pedagang batik, pemasok batik ke pasar-pasar, buruh batik, dsb. Ya, disini bisa dibilang salah satu desa penghasil batik di kota Klaten, batik khas Bayat. Desa Jarum salah satunya, desa tersebut adalah sebuah desa kecil yang terletak di Kecamatan Bayat,Klaten. Pada tahun 2013,desa tersebut dinobatkan sebagai desa wisata,karena di desa Jarum memiliki potensi daerah yang menjanjikan,yang sebagian besar adalah pengrajin batik,yaitu batik tulis kain dan batik kayu. (PPID PRO...
Monumen perjuangan ini berada di Dukuh Posongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah. Monumen ini adalah saksi bisu dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, tepatnya ketika Belanda melaksanakan Agresi Militer Belanda Ke-2 pada tahun 1947. Saat itu terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia melawan pasukan Belanda (KNIL). Dalam pertempuran tersebut sebanyak 215 pejuang gugur, dua diantaranya adalah prajurit dari Pangkalan C.A.IV Tegal yaitu Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar. Kasmuri(53 th) menuturkan bahwa gugurnya kedua prajurit tersebut bermula pada saat keduanya sedang menaiki kereta api menuju Tegal setelah melaksanakan dinas di Surabaya. Kereta yang dinaiki oleh Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar dihadang oleh pasukan KNIL di sekitar Dukuh Posongan, penghentian tersebut terjadi karena disana sedang terjadi peperangan antara pejuangan dengan pasukan KNIL. Ketika itu mereka langsung turun dan ikut bergabung dengan pejuang un...
Monumen perjuangan ini berada di Dukuh Posongan, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Propinsi Jawa Tengah. Monumen ini adalah saksi bisu dari sejarah perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah, tepatnya ketika Belanda melaksanakan Agresi Militer Belanda Ke-2 pada tahun 1947. Saat itu terjadi pertempuran antara pejuang Indonesia melawan pasukan Belanda (KNIL). Dalam pertempuran tersebut sebanyak 215 pejuang gugur, dua diantaranya adalah prajurit dari Pangkalan C.A.IV Tegal yaitu Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar. Kasmuri(53 th) menuturkan bahwa gugurnya kedua prajurit tersebut bermula pada saat keduanya sedang menaiki kereta api menuju Tegal setelah melaksanakan dinas di Surabaya. Kereta yang dinaiki oleh Kapten KKO Mendung dan Serma KKO Iskandar dihadang oleh pasukan KNIL di sekitar Dukuh Posongan, penghentian tersebut terjadi karena disana sedang terjadi peperangan antara pejuangan dengan pasukan KNIL. Ketika itu mereka langsung turun dan ikut bergabung dengan pejuang untu...
Watuprau (Batu Perahu) dinamakan seperti ini karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip perahu terbalik (mirip Tangkuban perahu namun dalam skala lebih kecil). Lokasi Obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam yang indah dan alami. Watuprau mempunyai legenda yang mirip dengan cerita di Prambanan (Roro Jonggrang). Konon, pada zaman dahulu Roro Denok hendak dipersunting oleh Joko Tua, namun Rara Denok tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, Roro Denok akan menyetujui pinangan tersebut namun dengan syarat Joko Tua harus membuatkan perahu dan mengisinya dengan bermacam-macam perhiasan dan ternak dalam waktu semalam. Joko tua yang sakti mandraguna tidak menolak persyaratan tersebut, dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai sesuai kurun waktu yang ditentukan. Namun dengan kecerdikan Roro Denok, syarat itu ti...