WAYANG ORANG SRIWEDARI Wayang Orang Sriwedari Solo adalah seni pertunjukkan yang berasal dari Kota Solo, Jawa Tengah. Bernama Wayang Orang Sriwedari karena pertunjukan wayang ini dipentaskan di Gedung Wayang Wong Sriwedari Kota Solo dan wayang orang sriwedari adalah pelopor dari pertunjukan seni wayang orang. Awalnya pertunjukan wayang orang ini berasal dari dalam istana Mangkunegaaan. Wayang Orang berbeda dari pertunjukkan wayang lain karena seni pertunjukkan ini tidak menggunakan boneka wayang pada umumnya, tetapi menggunakan orang sebagai penokohan ceritanya. Wayang orang memang terkesan mirip dengan drama pada umumnya, tetapi seni pertunjukkan ini berbeda dengan drama karena pertunjukkan yang ditampilkan berisi tentang cerita rakyat solo seperti kisah persaingan antar negara Astina dan Pandawa yang biasa disebut Ramayana, Raden Kaniyasa, Srikhandi Ngaden, dan masih banyak lagi. Kostum atau baju yang digunakan oleh tokoh wayang orang adalah baju adat yang dise...
Bancakan merupakan acara syukuran yang berupa makan bersama-sama dengan tetangga sekitarnya. Bancakan bermacam-macam, biasanya diadakan untuk peringatan bayi yang telah berusia 5 hari yang disebut pasaran, adapula sebagai acara perayaan ulang tahun secara tradisional. Bancakan sendiri terdiri dari bermacam-macam menu. Biasanya terdiri dari gudangan, gudangan merupakan makanan yang terbuat dari sayur seperti kubis, kenikir, kacang panjang,dan wotel yang direbus dan yang dicampur dengan parutan dari kelapa. Selain gudangan terdapat telur rebus, ikan asin yang dibakar, dan nasi serta diletakan di atas tampah. Dan tak sedikit yang menambahkan menu-menu lainnya. Bancakan dilakukan dengan mengundang anak-anak tetangga, lalu mendoakan yang berulang tahun atau bayi berusia 5 tahun. Setelahnya bancakan dibagikan kepada anak-anak kampung dengan disajikan di atas daun pisang yang dibentuk atau sering disebut tampah dan juga menggunakan sendok yang terbuat dari potongan daun pisan...
Ayam geprek adalah makanan yang memiliki asal dari Yogyakarta. Makanan tersebut terbuat oleh ayam goreng tepung yang di penyetkan atau di 'geprek' di cobek yang berisi sambal. Walau mirip dengan hidangan yang bernama Ayam Penyet, kedua makanan tersebut berbeda. Ayam geprek menggunakan ayam gorang tepung untuk ayamnya sementara ayam penyet menggunakan ayam yang dibumbui dengan rempah-rempah. Dimana ayam penyet menggunakan sambal untuk sekedar menjadi penambah rasa bagi hidangan tersebut, ayam geprek menggunakan sambalnya untuk menjadi bumbu utama. Dengan menggunakan ayam goreng tepung biasa, rasa pedas sambalnya akan lebih terasa dan juga akan membantu rasa ayamnya karena ayam tersebut tidak terlalu banyak dibumbui. Hidangan ini mulai menjadi populer di Indonesia setelah artis Ruben Onsu mendirikan waralaba "Geprek Bensu" di Jakarta, dimana restoran tersebut menyajikan ayam geprek sebagai spesialisasi usaha tersebut. Waralaba tersebut, dan bisa juga di lanju...
Di daerah Dieng, Banjarnegara ada sebuah acara tahunan yang bernama Dieng Culture Festival (DCF). Acara ini dilakukan setiap awal bulan agustus. Acara ini mencapai puncaknya pada saat ruwatan/pemotongan rambut gimbal. Upacara atau ritual pemotongan rambut gimbal ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk pada si anak rambut gimbal. Anak berambut gimbal ini sudah ada dari dahulu, dimana anak anak tertentu akan berambut gimbal secara alami. Sebelum acara pemotongan akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat keramat di Dieng
Gambang Semarang merupakan lagu daerah khas Semarang. Lagu ini digunakan dalam seni pertunjukan tari semarangan. Terdapat akulturasi unsur China-Jawa yang dipadukan, bahkan konon penulis lagu ini adalah warga keturunan Tiongkok yang telah lama bermukim di Semarang. Semarang memang terkenal kerap didatangi berbagai etnis karena lokasinya yang sangat strategis. Gambang Semarang saat ini telah dipadukan dengan kolaborasi musik, vokal, tari, dan lawak. Berikut merupakan lirik lagu Gambang Semarang : Ampat penari kian kemari jalan berlenggang, aduh… Langkah gayanya menurut suara irama gambang Sambil bernyanyi, jongkok berdiri kaki melintang, aduh… Sungguh jenaka tari mereka tari berdendang Reff: Bersuka ria, gelak tertawa semua orang kar’na hati tertarik gerak-gerik si tukang gendang Ampat penari membikin hati menjadi senang, aduh… itulah dia malam gembira Gambang Semarang
Tari Buto lawas merupakan salah satu bagian dari pertunjukan Tarian Kuda Lumping yang menggabungkan antara kesenian asli dan kesenian modern, kebudayaan ini juga sering dikaitkan dengan unsur "klenik" atau magis. Pada Tarian Buto Lawas, biasanya dimainkan oleh 4 - 6 orang penari. pertunjukan seni buto lawas dimainkan dengan cara menunggangi kuda anyaman bambu dan menari diiringi alunan musik, pada bagian ini penari buto lawas mulai dirasuki oleh roh halus atau kesurupan, terkadang penonton pun juga bisa mengalami fenomena kerasukan ini. Dalam setiap pertunjukkan Buto Lawas ini, untuk memulihkan kesadaran pemain ataupun penonton selalu hadir para datuk yang meemiliki kemampuan supranatural yang kehadirannya dapat dikenali dengan menggunakan pakaian serba hitam. Kita sebagai masyarakat Indonesia hendaknya mengambil sikap positif dari Tarian tersebut karena masih ada orang di daerah yang mampu dan mau melestarikan budaya yang hampir ditinggalkan oleh ma...
Barongsai merupakan suatu kesenian tradisional dari Tionghoa dengan menggunakan kostum seperti singa. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa Barongsai ini memiliki simbol keberanian, stabilitas, keunggulan, serta dapat mengusir roh-roh jahat. Tarian ini dipercaya dapat membawa keberuntungan sehingga diadakan pada berbagai acara penting seperti pembukaan restoran, pendirian klenteng, dan perayaan Tahun Baru Imlek. Asal muasal adanya barongsai itu dimulai dari zaman dahulu di Tiongkok, adanya makhluk bernama Nian. Setiap setahun sekali Nian selalu datang ke perkampungan dan dia memangsa semua yang ada di perkampungan itu mulai dari manusia maupun hasil dari pertanian yang ada di sana. Kemudian para ahli berkumpul menjadi satu dan mereka memikirkan bagaimana cara untuk mengusir si makhluk ini yang bernama Nian. Akhirnya para ahli membuat keputusan untuk membentuk Barongsai. Biasanya Barongsai dibuat dengan tabuh-tabuhan serta musik yang sangat berisik dengan tujuan untuk mengusir Nian...
Marus atau dideh atau saren adalah makanan tradisional yang berasal dari daerah Kota Surakarta dan sekitarnya. Marus dibuat dari darah binatang sembelihan yang diendapkan dan mengental kemudian dimasak dengan cara dimasak atau dikukus. Bentuk dan warnanya mirip dengan hati sapi, hitam kemerahan. Teksturnya juga hampir sama, hanya saja hati berserat dan lebih kaku, sedangkan marus lembut seperti tahu dan berongga. Sedangkan untuk rasanya, beberapa orang menganggap marus memiliki rasa yang merupakan perpaduan dari hati dan daging setengah matang. Di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur , marus diolah menjadi pelengkap hidangan utama. Sebagai paduan masakan berkuah seperti opor atau soto , marus yang telah digoreng atau dikukus disajikan dengan cara dipotong dadu berukuran sedang dan dimasukkan dalam kuah. Sedangkan pada masakan yang tidak berkuah seperti gudeg atau nasi campur , marus dihidangkan layaknya daging empal tanpa dipotong da...
Ikan Bakar/Panggang Serepeh Merupakan makanan Khas orang-orang Karimun Jawa dan biasanya dijual di daerah Karimun Jawa hingga Jepara Resep masakan: -)4 Siung bawang merah -)6 Siung bawang putih -)3 Buah cabai merah tanpa biji (sesuai selera) -)1 Buah tomat merah -)1 ruas jahe yang sudah dikupas (kurang lebih panjang 2cm dan diameter 1 cm) -)Merica 0.25 sendok teh(sesuai selera) -)Kecap manis 1 sendok makan -)kecap asin 0.25 sendok teh (sesuai selera, bisa diganti sedikit garam) -)1 Lembar daun jeruk purut -)100 ml Santan kental -)1 Sendok makan minyak kanola(bisa diganti margarin) Tambahan/Pelengkap :air dari 1 buah jeruk lemon/jeruk nipis , beberapa lembar daun salam Cara memasak: +)Bersihkan ikan (luar dan dalam), keringkan, kulit ikan jangan basah,lumuri dengan air jeruk nipis atau air jeruk lemon yang sudah dicampur garam (luar dalam). +)Tumis bawang merah dan putih hingga sedikit kec...