Marus atau dideh atau saren adalah makanan tradisional yang berasal dari daerah Kota Surakarta dan sekitarnya. Marus dibuat dari darah binatang sembelihan yang diendapkan dan mengental kemudian dimasak dengan cara dimasak atau dikukus. Bentuk dan warnanya mirip dengan hati sapi, hitam kemerahan. Teksturnya juga hampir sama, hanya saja hati berserat dan lebih kaku, sedangkan marus lembut seperti tahu dan berongga. Sedangkan untuk rasanya, beberapa orang menganggap marus memiliki rasa yang merupakan perpaduan dari hati dan daging setengah matang.

Di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, marus diolah menjadi pelengkap hidangan utama. Sebagai paduan masakan berkuah seperti opor atau soto, marus yang telah digoreng atau dikukus disajikan dengan cara dipotong dadu berukuran sedang dan dimasukkan dalam kuah. Sedangkan pada masakan yang tidak berkuah seperti gudeg atau nasi campur, marus dihidangkan layaknya daging empal tanpa dipotong dadu. (Sudarmo, pers. Comm, 5 Agustus 2018)
Sebagian orang yang gemar mengonsumsi marus menganggap menu satu ini sarat akan manfaat. Diyakini, marus berkhasiat untuk menambah darah sebagai obat anemia dan menambah vitalitas pria.

Menurut penelitian, marus mengandung protein dalam kadar yang tinggi. Seratus gram marus mengandung 21,9 gr, lemak 1,1 gram, kalsium 7 miligram, fosfor 24 miligram, dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam marus juga terkandung vitamin A sebanyak 50 IU.
REFERENSI:
Majalah Hujjah. (12 April 2015). Saren, Bergizi Tapi Haram Dikonsumsi. Diperoleh 5 Agustus 2018, dari https://www.hujjah.net/saren-bergizi-tapi-haram-dikonsumsi/
Organisasi. (19 desember 2012). Isi Kandungan Gizi Darah Sapi. Diperoleh 5 Agustus 2018, dari http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-darah-sapi-komposisi-nutrisi-bahan-makanan.html#.w2ga61azy2w
Call center Batik Air anda bisa menghubungi di nomor 0838 0015 0086 atau melalui WhatsApp 0838 0015 0086 Untuk Reschedule Dan Refund
Bantuan layanan bantuan pelanggan Trip.com hubungi kami live chat darurat kontak resmi: +62 818 836 245
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu bubuk. Un...