7.617 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Dapur Keris
Senjata dan Alat Perang Senjata dan Alat Perang
Jawa Tengah

Dapur, atau Daphur keris merupakan penamaan ragam atau bentuk keris, dilihat dari jumlah luknya. Selain luk, identifikasi dapur keris juga dengan melihat tangguh yaitu era/zaman pembuatan (sebagai contoh, keris zaman Majapahit tentu memiliki dapur yang berbeda dengan yang dimiliki oleh keris di zaman Mataram), gambaran pamornya, dan memperkirakan empu pembuatnya, Tercatat ada 145 macam dapur keris yang diakui oleh suku bangsa Jawa, namun hanya 120 diantaranya yang dianggap baku. Berikut adalah nama-nama dapur keris yang telah dibagi menjadi 14 kelompok besar : Lurus, yaitu : Benthok, Brojol, Cengkrong, Condong, Dungkul, Jakatuwa, Jakalola, Jalak nguwuh, Jalak ngore, dan lain-lain Luk tiga, yaitu : Bango dolog Campur bawur, Jangkung, Jangkung pacar, Larmotho, Mahesa nempuh, Mahesa suka, dan lain-lain. Luk lima, yaitu : Anoman, Kala nadah, Kebo dendeng, Naga sarira, Pandawa, Pandawa cinarita. Luk tujuh, yaitu : Angen-angen, Balebang Crubuk, Jaran goyang,...

avatar
OSKM18_16918343_Wahyu
Gambar Entri
Cara Membuat Nasi Thiwul
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Di zaman penjajahan dulu, nasi termasuk makanan mewah sehingga rakyat kecil hanya bisa menikmati makanan dengan bahan dasar singkong. Tiwul adalah salah satunya. Makanan ini adalah khas daerah Wonogiri. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras namun cukup memenuhi sebagai bahan makanan pengganti beras. Bahan tiwul ini bisa dibuat makanan tiwul aneka rasa, seperti kue tiwul ayu kukus terbuat dari gaplek yang cetakannya mirip dengan saudaranya kue putu ayu, tiwul instan, tiwul manis kelapa, dan jika rasanya tawar bisa dijadikan pengganti nasi putih, biasa diebut nasi tiwul dimakan dengan lauk pauk. Berikut ini adalah cara membuat tiwul : Bahan-Bahan : 350 gram singkong yang sudah dikeringkan 150 gram gula merah 200 gram kelapa parut 2 lembar daun pandan yang panjangnya sekitar 20 cm, diikat simpul 1 lembar daun pisang 350 ml air Garam secukupnya Cara Memasak : Singkong yang sudah dikeringkan (gaplek) ditumbuk sampai jadi sep...

avatar
Oskm18_16518049_tasya
Gambar Entri
Pletokan
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Tidak hanya menjelaskan apa itu pletokan seperti artikel lain, artikel ini akan ditambahkan dengan cara membuat pletokan terbaik, cara kerja pletokan dan cara bermain pletokan bersama teman teman, silahkan dinikmati. Pletokan adalah mainan tradisional kampung yang sangat mudah untuk dibuat dan relatif sangat seru dibandingkan permainan lainnya, setidaknya untuk anak laki-laki. Bukan sebuah keanehan bahwa anak-anak terutama yang laki-laki tertarik dengan yang namanya senjata api seperti yang digunakan om polisi dan pak tentara. Keinginan ini mendorong kreatifitas dan melahirkan mainan bernama pletokan. Pletokan ini adalah mainan yang dibuat dengan dasar maksud untuk tembak-menembak, menggunakan bambu sebagai bodi dan material senjata dan dapat menggunakan kertas basah untuk pelurunya. Waktu kecil dulu, saya sangat suka bermain pletokan di lapangan belakang rumah tante saya di pemalang. Saya, walaupun lahir dan dibesarkan di kota, menemukan keasikan tersendiri melihat anak-ana...

avatar
Oskm2018_16518334_aqilabdulaziz
Gambar Entri
Nginang
Pengobatan dan Kesehatan Pengobatan dan Kesehatan
Jawa Tengah

Di beberapa daerah Indonesia, terutama di daerah pedesaan, banyak warga yang masih melakukan kegiatan “nginang”. Nginang merupakan kegiatan mengunyah injet. Nginang memang lebih banyak dilakukan oleh orang-orang yang relatif tua atau generasi lama. Namun, kegiatan ini terus diturunkan dan masih sering dilakukan hingga saat ini sehingga nginang menjadi salah satu kebudayaan dan tradisi yang ada di Indonesia. Di daerah Kopeng, Jawa Tengah, banyak warga yang masih melakukan kegiatan nginang. Mereka menggulung serpihan kapur dan gambir dengan menggunakan daun sirih atau disebut juga sebagai injet. Warga biasanya memetik sendiri daun sirih yang akan digunakan. Mereka mendapatkan kapur dan gambir dengan cara membeli pada penjual yang ada. Injet tersebut dikunyah sampai menjadi lembut, menghasilkan warna merah kekuningan pada gigi. Setelah injet dikunyah sampai lembut, warga biasanya menambahkan tembakau kering, seperti bahan untuk mengisi rokok. Tembakau tersebut lal...

avatar
OSKM_16718379_Audrey Xaveria
Gambar Entri
'Sate Kudus'
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Sate merupakan makanan khas Indonesia yang sering kita temui di berbagai daerah Indonesia. Sate ini adalah potongan – potongan daging yang ditusuk dengan menggunakan tusukan kayu kemudian dibakar di atas arang dengan diolesi bumbu – bumbu khas daerah masing – masing. Sate ini biasanya disajikan bersama bumbu kacang dengan bawang merah dan cabai yang dipotong – potong dan tidak lupa dimakan bersama nasi agar menambah karbohidrat. Sate di masing – masing daerah memiliki ciri khas dan keunikannya masing – masing. Seperti halnya sate yang akan saya kenalkan ini. Sate ini dipanggil oleh masyarakat di Kudus, Jawa Tengah sebagai sate kerbau atau sate kebo. Disebut begitu karena sate ini menggunakan daging kerbau. Ini sudah merupakan tradisi dari salah satu wali songo yang berada di Kudus yaitu Sunan Kudus yang meminta masyarakat untuk tidak menyembelih sapi untuk menghormati pemeluk agama Hindu yang mensucikan hewan sapi sehingga terjadi ha...

avatar
Oskm18_16018116_mayladara ITB_2018
Gambar Entri
SIMTUDDUROR
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Simtudduror, atau kerap disebut duroran merupakan salah satu kesenian musik akulturasi yang berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah, terutama di daerah pesisir pantai. Kesenian musik ini awalnya merupakan gabungan dari kebudayaan Timur Tengah, Banjar, dan Pekalongan. Konon katanya, masyarakat Timur Tengah yang menyebarkan agama Islam di Pekalongan senang memainkan alat musik rebana. Sehingga masyarakat setempat pun membentuk sebuah kesenian musik yang bernama Simtudduror. Pada dasarnya, kesenian musik ini menggunakan dua alat musik yaitu rebana dan jidor. Rebana yang digunakan merupakan rebana genjring khas Pekalongan sebanyak empat buah. Rebana yang digunakan memiliki diameter 30-32 cm. Ada beberapa pola ketukan rebana yang digunakan dalam kesenian ini, diantaranya pola genjring, masruk, golong I, dan golong II. Simtudduror diambil dari kitab Maulid Simtudduror karya Habib Ali Al Habsy dari Yaman. Lantunan yang dikumandangkan pada kesenian ini yaitu sholawat sebagai ungkapan s...

avatar
OSKM18_16518247_AMELIA KHOIRURRAHMA
Gambar Entri
Padhang bulan
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Tengah

Lirik Lagu : Yaprakanca dolanan ing jaba Padhang bulan padhange kaya rina Rembulane sing awe awe ngelingake aja padha turu sore   Arti dalam bahasa indonesia : Teman-teman ayo bermain di luar Sinar rembulan terangnya seperti siang hari Bulannya sangat indah Mengingatkan jangan tidur sore   PENJELASAN Lagu padhang bulan tersebut termasuk tembang dolanan yang diperuntukkan khususnya untuk anak kecil, selain dinyanyikan untuk bermain-main saja, ternyata lagu Padhang Bulan memiliki arti dalam penciptaannya, yaitu mengingatkan kepada anak-anak untuk tidak tidur pada sore hari yang disini konteksnya pada saat waktu maghrib menjelang, hal tersebut dikarenakan dalam kepercayaan orang jawa, tidur pada saat maghrib dapat mengundang malapetaka yang berbau dengan hal-hal ghaib, karena dalam kepercayaan tersebut menyebutkan bahwa jin atau makhluk-makhluk ghaib mulai berkeliaran pada saat pergantian waktu sore ke malam atau pada...

avatar
OSKM18_16618033_tauffan Tauffan Rizky
Gambar Entri
Ritual Ruwat
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Diruwat (jawa) atau diruat (sunda) merupakan ritual yang berasal dari adat istiadat Jawa. Istilah ruwat berasal dari kata 'Ngaruati' yang artinya menjaga dari kecelakaan Dewa Batara. Ruwat umumnya dilaksanakan ketika: anak yang ditimpa penyakit, anak tunggal yang tidak memiliki adik maupun kakak, terkena sial, kesulitan mencari jodoh, susah mencari kehidupan, mempunyai tanda Wisnu (tanda putih pada badannya, dll). Pada umumnya, pangruwatan Murwa Kala dilakukan dengan pagelaran pewayangan yang membawa cerita Murwa Kala dan dilakukan oleh dalang khusus memiliki kemampuan dalam bidang ruwatan. Pada ritual pangruwatan, bocah sukerta dipotong rambutnya dan menurut kepercayaan masyarakat Jawa, kesialan dan kemalangan sudah menjadi tanggungan dari dalang karena anak sukerta sudah menjadi anak dalang. Karena pagelaran wayang merupakan acara yang dianggap sakral dan memerlukan biaya yang cukup banyak, maka pelaksanaan ruwatan pada zaman sekarang ini dengan pagelaran wayang...

avatar
OSKM18_16918362_FAUZAN Abdurrahim
Gambar Entri
Sambatan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Sambatan adalah kegiatan gotong royong yang biasa dilakukan oleh penduduk desa. Walau terkadang di daerah urban terkadang juga dipraktikan, Sambatan lebih membudaya di daerah rural Jawa, terutama di daerah-daerah terpencil di pegunungan atau di pedalaman.  Konsepnya simpel. Bergotong royong para penduduk membangun/mengerjakan/merenovasi infrastruktur di daerah mereka tinggal, misalnya kebun, jembatan, bahkan rumah salah satu penduduk. Walau kegiatan ini menguras tenaga, para penduduk sukarela memberikan bantuan fisik kepada yang perlu tanpa imbalan uang. Sebagai gantinya, mereka biasa diberi hidangan seperti minuman-minuman segar, snack, dan makanan. Walau tidak sempurna, hasil dari kegiatan Sambatan biasanya tidak beda jauh dari hasil kerja para profesional. Jangka waktu pengerjaannya juga cukup cepat karena jumlah tenaga yang membantu bergantung pada jumlah sukarelawan, yang biasa banyak.   #OSKMITB2018  

avatar
Atha Larik