Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Maulid Nabi pada umumnya diperingati dengan tabligh akbar dan ceramah. Berbeda dengan Padang Pariaman, Sumatera Barat. Masyarakat disana melaksanakan Maulid Nabi dengan melakukan kegiatan yang lama, bergiliran dari satu Surau ke Surau lainnya. biasanya hari sabtu dan minggu. Pada hari sabtu siangnya para ibu ibu dan perempuan yang menjalankan tugas dengan membuat berbagai macam masakan dan aneka hidangan. makanan paling khas ketika aulid di pariaman ini adalah Lamang. #OSKMITB2018
Kebudayaan Minangkabau memiliki sistem matrilineal, atau adat masyarakat yang mengatur alur keturunan berasal dari pihak ibu, yang mengatur sebagian besar dari kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Namun, dengan masuknya agama Islam, dibuat adaptasi dan kompromi dari hukum syariah dan adat Minangkabau, salah satunya dalam sistem waris keluarga. Harta waris dalam adat Minangkabau dibagi menjadi dua jenis, yakni harta pusaka tinggi dan harta pusaka rendah. Harta pusaka dari kesukuan adalah harta yang merupakan warisan secara turun-temurun dalam suku yang bersangkutan yang diperoleh bukan dari hasil pencaharian perorangan, melainkan merupakan kepemilikan bersama suku tersebut, seperti rumah adat dan tanah garapan. Harta pusaka tinggi ini diwariskan dan dimiliki oleh anak perempuan, bukan anak laki-laki. Hal ini disebabkan budaya bahwa anak laki-laki merupakan pencari nafkah sedangkan anak perempuan merupakan penjaga harta pusaka. Jika harta pusaka tinggi akan dijual atau di...
Ma isi sasuduik (Mengisi sesudut) adalah suatu tradisi untuk mempelai pengantin yang berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. adat ini diwajibkan untuk calon pengantin pria. Ketika hendak menikah, sang pria harus menyiapkan sejumlah uang untuk membeli perlengkapan yang ada di calon kamar pengantin. Contohnya seperti lemari, kasur, dan berbagai macam kelengkapan kamar lainnya. Umumnya, kedua belah pihak akan berunding terlebih dahulu untuk membahas berapa biaya yang harus disiapkan pihak pria. Dalam prosesi perundingan ini biasanya yang ikut adalah niniak mamak (perkumpulan penghulu) dari kedua belah pihak. Adapun konflik yang sering terjadi dalam pelaksanan tradisi ini adalah tidak tahunya pihak pria tentang adanya tradisi ini, dan ada sebagian juga yang berpikir bahwa tradisi ini menyusahkan dan menghambat proses pernikahan. Sumber: https://www.pituluik.com/2018/08/tradisi-ma-isi-sasuduik-mengisi-sesudut.html #OSKMITB2018
IKAN RINUAK DANAU MANINJAU ( Kiri ) tangkapan segar Ikan Rinuak. (Kanan ) Ikan Rinuak yang telah dikeringkan. ( Referensi: http://tanimaya-online.blogspot.com/2014/09/mengenal-ikan-rinuak-psilopsis-sp-danau.html ) Sumatera Barat adalah tanah yang subur nan indah, penuh dengan keindahan alam dan keragaman flora dan fauna. Sumatera Barat memiliki danau vulkanik yang cukup dikenal masyarakat yaitu danau Maninjau. Danau Maninjau ini terletak di kecamatan Tanjung Raya, kabupaten Agam, Sumatera Barat. Danau Maninjau ini danau yang terbesar kedua di Sumatera Barat setelah Danau Singkarak. Danau Maninjau telah dikembangkan oleh masyarakat dan pemerintah sebagai objek...
Tari Payung merupakan salah satu tarian dari Sumatera Barat yang memiliki makna menarik. Sebagai salah satu tarian daerah, tari payung mengajarkan nilai-nilai penting dalam suatu hubungan antara pria dan wanita. Tari payung menceritakan kisah cinta antara sepasang suami istri, dengan payung dan selendang sebagai properti, tari payung menggambarkan perlindungan dari sang suami dan ikatan cinta dari sang istri. Selain itu, tari payung juga dapat dijadikan sebagai contoh agar muda-mudi bangsa ini dapat menahan nafsu serta godaan dan segera menikah jika sudah mampu. Tarian ini biasanya ditampilkan saat pesta pernikahan, pameran, dan festival budaya. Gerakan gerakan yang terdapat dalam tari payung sudah mengalami perkembangan dari masa ke masa. Terkadang variasi tarian tersebut disalah artikan, seperti ketika penari pria berganti pasangan, bukan berarti sang pria membagi hatinya dengan wanita lain. Sebenarnya penari hanya menggambarkan satu pasangan, seperti yang dapat dilihat dari kos...
Sumatera barat,pasti yang pertama kali terpikir oleh kita adalah rumah gadang minangkabau dan masakan rendangnya memang budaya minang sangat kental dengan makanan yang berkuah dan bersantan yang sangat disukai warga indonesia dan warga internasional. Namun,kali ini saya tidak akan membahas tentang budaya minang yang sudah dikenal saya akan membahas tentang legenda gaib rakyat minang yang mungkin kurang akrab di telinga kita yaitu palasik atau pelesit yang dipercaya orang minang sebagai seorang manusia yang mempelajari ilmu hitam tingkat tinggi sehingga dia bisa mendapat kekuatan yang luar biasa tetapi untuk mendapatkan kekuatan itu dia harus mengorbankan bentuk manusianya, sehingga palasik atau pelesit biasanya hanya berwujud kepala terbang yang isi perutnya menggelantung,palasik sudah tidak berbentuk manusia disebut palasik kuduang yang dalam bahasa minang kuduang berarti "terpenggal" . ...
Tak lengkap rasanya bila seorang penduduk asli disuatu daerah tidak mengenal asal usul daerahnya tersebut. Sehingga ini yang menjadi pemicu saya mencari tahu apa sih sebenarnya asal usul daerah 'Ampek Angkek' Adapun sumber referensi sejarah Ampek Angkek ini saya dapati melalui tautan di website Adinda Sampurna(beliau mengambil referensi setelah menemukan buku diktat sejarah lapuk yang disusun oleh H. Azwar Dt. Mangiang Check this Out! Berawal dari nagari lamo Pariangan di wilayah Tanah Datar sang datuk Suri Dirajo melihat wilayahnya semakin berkembang dan makmur dipanggilah empat orang pemuka masyarakat di Pariangan tersebut yaitu antaranya ; Si Agam , Si Basa , Si Api dan Si Endah dengan maksud menyuruh ke empat orang pemuka nagari ini untuk mencari dan membuka daerah baru agar dapat pula dicetak pesawahan dan perkebunan untuk menambah kemakmuran. Berangkatla...
Balopeh merupakan upacara adat yang dilakukan oleh orang Silungkang, Sumatera Barat. Balopeh adalah acara pemberian gelar kepada calon mempelai pria di Silungkang. Pria dewasa yang telah menikah di Silungkang harus memiliki gelar, contohnya D atuk Maringgi, Rajo Sampono, dsb. Pria yang telah menikah dan memiliki gelar di Silungkang sudah tidak dipanggil sesuai nama panggilannya, melainkan dipanggil dengan gelarnya. Pemberian gelar ini dilakukan oleh tetua adat di desa tersebut. Nama yang digunakan di gelar adalah nama turun temurun dari keluarga calon mempelai pria tersebut. Pemberian gelar ditunjukkan agar jika suatu saat terjadi sengketa lahan atau permasalahan yang lain, lebih mudah diselesaikan karena orang-orang yang bermasalah bisa dilihat gelarnya, dan diselesaikan dengan para tetua pemilik gelar yang sama. Acara balopeh dilakukan di Rumah calon mempelai pria. Pada pagi hari induk bako atau tante dari calon mempelai wanita mendatangi rumah calon mempe...