"Nyambek (Biawak, red), Kodok, Bekicot" itulah kata-kata yang diucapkan Kustiningsih, penjual kuliner ekstrem apabila ada pengunjung yang singgah di Depot Indah, Dusun Klubuk, Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini. Di Lamongan selain terkenal dengan Soto Lamongan, Tahu Campur dan Sego Boranan hingga beberapa makanan laut sebagai kuliner khas, ada satu lagi kuliner unik yang bisa jadi menantang adrenalin untuk mencobanya. Makanan ini tidak lazim dikonsumsi, bisa di katakan cukup 'ekstrem' bagi orang yang hanya sekadar ingin mengetahui rasanya. Bagi sebagian orang awam, Biawak yang biasa di sebut Nyambek oleh orang Lamongan, tentu saja sangat menyeramkan dan menjijikkan dan terlihat aneh jika dijadikan sebagai makanan. Bentuk Biawak cukup menyeramkan karena menyerupai buaya dalam bentuk yang lebih kecil. Memang, bagi sebagian orang tentu tak terbayangkan bila Biawak itu bisa dijadikan makanan lezat. Bahkan menjadi salah...
Kerupuk rambak identik terbuat dari kulit sapi atau kerbau, namun siapa sangka di Lamongan kulit rambak ini dibuat dari hewan melata yakni Biawak. Kendati bukan berbahan seperti lazimnya kerupuk rambak yang beredar di pasaran, kerupuk rambak ini diberi nama “kerupuk rambak ekstrim”. Kerupuk rambak ekstrim ini diolah di dapur Depot Indah, Dusun Klubuk, Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan. “Kulitnya nyambek (biawak, red) ini sisa dari masakan biawak bumbu rujak,” kata Yanto, yang merupakan karyawan Depot Indah, Minggu (17/9/2017). Dikatakan Yanto, untuk proses pengolahan kerupuk rambak berbahan kulit biawak dibutuhkan waktu yang cukup lama. “Biawak pertama dikuliti, setelah itu dipotong-potong seukuran jari panjang dan lebarnya, lalu di cuci bersih, habis itu direbus sampai lunak,” terangnya. Setelah lunak, tambah Yanto rambak kulit biawak tersebut diberi bumbu-bumbu, untuk selanjutnya dijemur di bawah terik matahari....
Bahan-bahan: Tepung kacang hijau 1/4 kg Vanili 1 bungkus Kelapa 1/2 butir Warna makanan 1 sdt Gula pasir 1 ons Cara membuatnya: 1. Kelapa diparut dibuat santan. 2. Tepung kacang hijau gula, vanili dicampur dan ditambah santan untuk dibuat adonan. 3. Adonan dibagi dua, sebagian diberi warna. 4. Loyang dilumari dengan minyak, dipanaskan, adonan putih dituangkan 1 irus cekung, dikukus sampai 1/2 masak. 5. Dituangi adonan berwarna, satu irus cekung dan demikian seterusnya berganti-gantian hingga merupakan lapisan. 6. Setelah masak, didinginkan, baru dipotong-potong. RM/Toko yang Menyediakan : Roti Amor Toko Kue Alamat: Jl. Asahan No.11, Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63131 Telepon: (0351) 467228 Sumber : Buku Mustika Rasa Sukarno Halaman 963
Bahan-bahan: tepung ketan 3 gls. kelapa parut 1 gls. gula pasir 1/2 gls. Bumbu-bumbu: garam 1/4 sdm. pewarna merah 1/4 sdt. Cara Membuat: 1. Tepung ketan, kelapa parut, garam dicampur jadi satu lalu dikukus. 2. Setelah hampir masak, gula pasir ditaburkan, diberi warna dengan cara dipucihkan. 3. Setelah masak ditaruh dalam loyang. 4. Sesudah dingin baru di-iris2 , dihidangkan dalam piring kue ceper. RM/Toko yang Menyediakan : Ole Olang Resto Restoran Indonesia Alamat: Jl. Raya Ketengan KM.3 No.50, Tunjung, Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur 69121 Telepon: 0812-1613-4567 Sumber : Buku Resep Mustika Rasa Sukarno
Pentol Ghepek ini terbuat dari daging ikan laut, bahkan jajanan tradisional tersebut tidak berbentuk bulat, sehingga mampu menarik selera para anak muda. Pentol Ghepek rata-rata yang membeli kalangan anak muda, karena jajanan ini memiliki rasa yang cukup lezat, sehingga tidak kalah dengan jajanan baru dari pabrik. Walaupun makanan ini terbuat dari bahan sederhana, tetapi tidak dapat ditemukan di daerah lain, sehingga para penjual yang mayoritas tinggal di daerah pesisir ini menjadi tumpuan pecinta jajanan kuliner yang ingin menikmati lezatnya makanan khas desa. Jajanan ini masih terbilang baru, tetapi sulit dijumpai di daerah lain, sehingga makanan ini menjadi khas desa ini. Jajanan kuliner Pentol Ghepek bukan hanya menjadi kesukaan masyarakat yang ada tinggal di desa saja, tetapi masyarakat kota yang pada umumnya anak muda juga berbondong-bondong mendatangi daerah pesisir wilayah utara Kabupaten Sumenep untuk mencicipi kelezatan pentol tersebut, sehingga apabila hari libu...
Bahan-bahan ½ kg Gaplek 1 ½ ons Kacang-kacangan ½ butir kelapa Bumbu-bumu 2 ½ ons gula merah 1 sdm garam Cara Membuat Gaplek ditumbuk, diuli dengan air mentah dan garam Dikukus sampai masak Jika memakan kacang-kacangan, direbus dulu ½ masak baru dicampur tepung yang telah diuli Jika memakai gula, tepung yang sudah diuli disiram gula baru dikukus Dimakan dengan kelapa parut RM/Toko yang Menyediakan : Rawon Kalkulator Restoran Alamat: Sentra PKL Tamam Bungkul Jalan Raya Darmo, Darmo, Wonokromo, Darmo, Wonokromo, Kota SBY, Jawa Timur 60241 Telepon: (031) 5661784 sumber: Buku Musitka Rasa Soekarno, 1963, hlm. 884
Bahan: 250 gram daging sapi tanpa lemak. Minyak secukupnya saja, untuk menggoreng. 500 ml air, untuk merebus. Bumbu Yang Dihaluskan: 2 sendok makan bawang merah iris 1 sendok makan bawang putih iris 2 sendok makan cabai merah iris 1 sendok teh ketumbar 1/2 sendok makan gula merah 1 sendok teh garam Bumbu Lain: 1 iris lengkuas, memarkan 1 sendok makan air asam Cara Membuat: Yang pertama, rebus daging dengan 500 ml air hingga empuk, lalu angkat dan tiriskan lalu iris jadi 5 bagian dengan ketebalan 1 1/2 cm, lalu memarkan agar daging menjadi empuk. Campur daging dengan bumbu halus, lengkuas, dan air asam menjadi satu. Kemudian rendam daging dalam bumbu selama 30 menit hingga meresap. Panaskan minyak di wajan anti lengket, lalu goreng daging hingga berwarna kuning cokelatan dan setengah kering. Kemudian angkat dan tiriskan. Da...
Serat Darmagandul ditulis oleh seorang pujangga bernama Ki Kalamwadi, dengan waktu penulisan hari Sabtu Legi, 23 Ruwah 1830 Jawa dengan sangkala Wuk Guneng Ngesthi Nata (16 Desember 1900). Dialog diawali dengan pertanyaan yang diajukan oleh Darmagandul kepada gurunya mengenai kapan terjadinya perubahan agama di Jawa. Disebutkan bahwa Ki Kalamwadi kemudian memberikan keterangan-keterangan berdasarkan penjelasan dari gurunya, yang bernama Raden Budi. Cerita dan ajaran yang diuraikan oleh Ki Kalamwadi memuat berbagai hal; antara lain jatuhnya kerajaan Majapahit, berbagai peranan Walisongo dan tokoh-tokoh lainnya pada awal masa peralihan Majapahit-Demak, topik-topik dalam ajaran agama Islam, serta terjadinya benturan berbagai kebudayaan baru dengan kepercayaan lokal masyarakat Jawa saat itu. Hampir seluruh isi Serat Darmagandul merupakan bentuk turunan dari cerita babad yang telah ada sebelumnya, yaitu Babad Kadiri yang ditulis oleh Mas Ngabehi Purbawijaya dan Mas Ngabehi Mang...
Makanan ini sering dijual pada saat bulan Ramadhan. Bahan: Telur ikan bader Bumbu Daun Pisang Cara: Telur ikan bader ini diberi bumbu-bumbu kemudian dikukus hingga matang, baru dibungkus daun pisang. Setelah itu, kembali digoreng agar daun pisang tidak lengket dengan pepes telur ikan bader. http://surabaya.tribunnews.com/2016/06/13/menu-favorit-di-gresik-pepes-ikan-telur-bader-pembuatnya-hanya-di-kelurahan-lumpur.