Pentol Ghepek ini terbuat dari daging ikan laut, bahkan jajanan tradisional tersebut tidak berbentuk bulat, sehingga mampu menarik selera para anak muda. Pentol Ghepek rata-rata yang membeli kalangan anak muda, karena jajanan ini memiliki rasa yang cukup lezat, sehingga tidak kalah dengan jajanan baru dari pabrik. Walaupun makanan ini terbuat dari bahan sederhana, tetapi tidak dapat ditemukan di daerah lain, sehingga para penjual yang mayoritas tinggal di daerah pesisir ini menjadi tumpuan pecinta jajanan kuliner yang ingin menikmati lezatnya makanan khas desa.
Jajanan ini masih terbilang baru, tetapi sulit dijumpai di daerah lain, sehingga makanan ini menjadi khas desa ini. Jajanan kuliner Pentol Ghepek bukan hanya menjadi kesukaan masyarakat yang ada tinggal di desa saja, tetapi masyarakat kota yang pada umumnya anak muda juga berbondong-bondong mendatangi daerah pesisir wilayah utara Kabupaten Sumenep untuk mencicipi kelezatan pentol tersebut, sehingga apabila hari libur pembeli yang datang kebanyakan dari luar kecamatan.
Pembuatan pentol Ghepek tidak jauh beda dengan pentol pada umumnya, namun penyajiannya yang berbeda, sebab sebelum disajikan pentol tersebut dijepit dengan alat yang bisa membetuk pentol menjadi tipis, setelah dimasukkan ke alat jepit tersebut, kemudian dibakar hingga agak mengering, lalu baru bisa disajikan saat masih panas agar rasanya terasa lezat. Jadi kalau sudah dibakar rasa amis ikan tongkol hilang, sehingga rasanya jauh berbeda dengan pentol ikan yang biasanya, apalagi ada rasa renyah dan kenyal yang membuat semakin enak.
Dalam penyajiannya Pentol Ghepek untuk sambal yang digunakan berbeda dengan sambal cabai pada umumnya, karena sambal yang rasanya cukup pedas itu lebih kental, sehingga sangat cocok dipadukan dengan pentol ala khas desa tersebut. Ketika ingin menikmati lezatnya Pentol Ghepek tidak perlu mengeluarkan uang banyak, hanya dengan uang sebesar Rp.1.000 sudah bisa mendapatkan satu buah pentol siap saji.
sumber: https://www.cendananews.com/2016/03/pentol-ghepek-jajanan-khas-desa-yang-diminati-anak-muda.html
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
Pengenalan Bekam, yang dalam bahasa Arab dikenal sebagai hijamah, adalah terapi tradisional yang sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu. Terapi ini dilakukan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui pemvakuman kulit. Di Bali, bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang populer, dengan berbagai manfaat kesehatan yang dipercaya oleh masyarakat setempat. Terapi ini bukan hanya dianggap sebagai metode penyembuhan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang dalam. Sejarah Sejarah bekam dapat ditelusuri hingga ke zaman Mesir Kuno, namun penggunaannya telah menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia Tenggara. Di Indonesia, termasuk Bali, bekam telah menjadi bagian dari praktik pengobatan tradisional yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam konteks masyarakat Bali, bekam sering kali dipadukan dengan spiritualitas dan ritual adat, menjadikannya lebih dari sekadar terapi fisik. Beberapa sumber menyebutkan bahwa terapi bekam telah digunakan di Bali s...
NEGERI ANTARA: JEJAK PUTRO ALOH dan MANUSIA HARIMAU Karya: Mahlil Azmi Di pagi yang cerah, saat embun masih menempel di daun-daun dan suara burung hutan bersahut-sahutan, aku bersama seorang teman bernama Jupri memulai perjalanan menuju Gunung Alue Laseh, tujuan kami sederhana menangkap si kicau, burung cempala yang terkenal lincah dan bernilai mahal di kampung kami. Bekal kami pun tak seberapa: nasi, sedikit ikan asin, dan air secukupnya. Namun jarak yang jauh dan medan yang berat tak membuat semangat kami luntur. “Lil, kalau dapat cempala besar, kau traktir kopi ya,” kata Jupri sambil tertawa, memikul tasnya yang tampak lebih besar dari isinya. “Kau tenang saja, asal jangan kau makan burungnya duluan,” balasku. Kami tertawa, tawa ringan khas dua pemuda kampung yang belum tahu apa yang menanti di depan. Gunung kami memang bukan gunung biasa. Ia bagian dari hutan pegunungan Leuser di barat selatan Aceh. Di sana hidup binatang buas, termasuk sang raja hutan—harimau. Tapi ba...
Genggong merupakan alat musik tradisional khas Bali yang termasuk dalam jenis alat musik tiup. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar bambu atau pelepah aren dan dimainkan dengan cara ditempelkan ke mulut, lalu dipetik menggunakan tali yang terpasang pada bagian ujungnya. Suara yang dihasilkan oleh genggong berasal dari getaran lidah bambu yang dipengaruhi oleh rongga mulut pemain sebagai resonator. Oleh karena itu, teknik memainkan genggong membutuhkan keterampilan khusus dalam mengatur pernapasan dan posisi mulut. Dalam kebudayaan Bali, genggong sering digunakan dalam pertunjukan seni tradisional maupun sebagai hiburan rakyat. Selain memiliki nilai estetika, alat musik ini juga mencerminkan kearifan lokal dan kreativitas masyarakat Bali dalam memanfaatkan bahan alam sekitar.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...