"Nyambek (Biawak, red), Kodok, Bekicot" itulah kata-kata yang diucapkan Kustiningsih, penjual kuliner ekstrem apabila ada pengunjung yang singgah di Depot Indah, Dusun Klubuk, Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur ini.
Di Lamongan selain terkenal dengan Soto Lamongan, Tahu Campur dan Sego Boranan hingga beberapa makanan laut sebagai kuliner khas, ada satu lagi kuliner unik yang bisa jadi menantang adrenalin untuk mencobanya. Makanan ini tidak lazim dikonsumsi, bisa di katakan cukup 'ekstrem' bagi orang yang hanya sekadar ingin mengetahui rasanya.
Bagi sebagian orang awam, Biawak yang biasa di sebut Nyambek oleh orang Lamongan, tentu saja sangat menyeramkan dan menjijikkan dan terlihat aneh jika dijadikan sebagai makanan. Bentuk Biawak cukup menyeramkan karena menyerupai buaya dalam bentuk yang lebih kecil.
Memang, bagi sebagian orang tentu tak terbayangkan bila Biawak itu bisa dijadikan makanan lezat. Bahkan menjadi salah satu kuliner yang paling dicari. Biawak tak hanya sekedar bisa untuk dikonsumsi tetapi juga memiliki khasiat yang baik untuk tubuh manusia dengan beberapa kandungannya.
Menurut Kustiningsih, masakan kuliner ekstrem yang dijualnya, sering dinikmati oleh warga setempat maupun warga luar kota untuk berkunjung ke tempatnya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
"Hampir setiap hari ramai, tidak hanya hari libur, ada yang makan disini. Ada yang dibungkus, kalau yang kerja di kantor biasa di bungkus, 20 sampai 50 bungkus. Untuk Nyambek, sehari habis 3 ekor kalau besar. Saya jualnya dari pagi jam 7 sampai jam 9 malam WIB," ungkap Perempuan berusia 50 tahun ini.
Namun, sambung ibu dua putri dan dua cucu ini, ada juga pembeli yang memang sengaja mencari makanan ekstrem ini untuk memenuhi kebutuhan pengobatan. "Mereka makan ini karena rasanya, alasan lain untuk menyembuhkan penyakit, bisa untuk obat gatal, alergi, liver, buat luka-luka," terangnya.
Disinggung mengenai cara pembuatannya, Kustiningsih menuturkan sebelum dijadikan makanan, beberapa bagian dari hewan seperti buaya tersebut dikuliti hingga bersih dan dikeluarkan bagian organ dalamnya untuk dicuci.
"Prosesnya, Nyambek disembelih lalu kulitnya diambil terus di potong-potong kecil, setelah selesai semua di cuci bersih," jelasnya.
Selanjutnya, lanjut dia, daging yang sudah dipotong-potong dimasukkan ke dalam presto. "Supaya dagingnya lebih empuk, jadi makannya enak. Waktu di presto belum di kasih bumbu," terang Kustiningsih.
Ia menjelaskan, paska diangkat dari presto, baru kemudian daging Biawak ditaburi bumbu-bumbu dan di goreng hingga matang. "Kita masak cuma satu menu, Biawak bumbu rujak," papar Kustiningsih.
Untuk cara penyajiannya sendiri, Biawak bumbu rujak dihidangkan dengan sambal yang pedas. "Rata-rata suka pedas kalau makan Nyambek. Ibu-ibu juga banyak yang suka karena hangat di badan," terang Kustiningsih yang sudah berjualan masakan ekstrim sejak tahun 1989 ini.
1. Rendang (Minangkabau) Rendang adalah hidangan daging (umumnya sapi) yang dimasak perlahan dalam santan dan bumbu rempah-rempah yang kaya selama berjam-jam (4–8 jam). Proses memasak yang sangat lama ini membuat santan mengering dan bumbu terserap sempurna ke dalam daging. Hasilnya adalah daging yang sangat empuk, padat, dan dilapisi bumbu hitam kecokelatan yang berminyak. Cita rasanya sangat kompleks: gurih, pedas, dan beraroma kuat. Rendang kering memiliki daya simpan yang panjang. Rendang adalah salah satu hidangan khas Indonesia yang paling terkenal dan diakui dunia. Berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat, masakan ini memiliki nilai budaya yang tinggi dan proses memasak yang unik. 1. Asal dan Filosofi Asal: Rendang berasal dari tradisi memasak suku Minangkabau. Secara historis, masakan ini berfungsi sebagai bekal perjalanan jauh karena kemampuannya yang tahan lama berkat proses memasak yang menghilangkan air. Filosofi: Proses memasak rendang yang memakan waktu lama mela...
Ayam goreng adalah salah satu menu favorit keluarga yang tidak pernah membosankan. Namun, jika kamu ingin mencoba variasi yang lebih gurih dan harum, ayam goreng bawang putih renyah adalah pilihan yang tepat. Ciri khasnya terletak pada aroma bawang putih yang kuat serta kriukannya yang renyah saat digigit. Resep ini juga sangat mudah dibuat, cocok untuk menu harian maupun ide jualan. Bahan-Bahan Bahan Ayam Ungkep ½ kg ayam (boleh potong kecil agar lebih cepat matang) 5 siung bawang putih 4 siung bawang merah 1 sdt ketumbar bubuk 1 ruas kunyit (opsional untuk warna) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400 ml Bahan Kriuk Bawang 5–6 siung bawang putih, cincang halus 3 sdm tepung maizena ¼ sdt garam ¼ sdt lada Minyak banyak untuk menggoreng Cara Membuat Ungkep ayam terlebih dahulu Haluskan bawang putih, bawang merah, kunyit, dan ketumbar. Tumis sebentar hingga harum. Masukkan ayam, aduk rata, lalu tuang air. Tambahkan garam dan kaldu...
Ayam ungkep bumbu kuning adalah salah satu menu rumahan yang paling praktis dibuat. Rasanya gurih, aromanya harum, dan bisa diolah lagi menjadi berbagai hidangan seperti ayam goreng, ayam bakar, hingga pelengkap nasi kuning. Keunggulan lainnya, resep ini termasuk cepat dan cocok untuk kamu yang ingin memasak tanpa ribet namun tetap enak. Berikut resep ayam ungkep bumbu kuning cepat yang bisa kamu coba di rumah. Bahan-Bahan ½ kg ayam, potong sesuai selera 4 siung bawang putih 5 siung bawang merah 1 ruas kunyit 1 ruas jahe 1 ruas lengkuas (geprek) 2 lembar daun salam 2 lembar daun jeruk 1 batang serai (geprek) 1 sdt ketumbar bubuk (opsional) Garam secukupnya Kaldu bubuk secukupnya Air ± 400–500 ml Minyak sedikit untuk menumis Cara Membuat Haluskan bumbu Blender atau ulek bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, dan ketumbar bubuk (jika dipakai). Semakin halus bumbunya, semakin meresap ke ayam. Tumis bumbu hingga harum Panaskan sedikit m...
Sumber daya air merupakan sebuah unsur esensial dalam mendukung keberlangsungan kehidupan di bumi. Ketersediaan air dengan kualitas baik dan jumlah yang cukup menjadi faktor utama keseimbangan ekosistem serta kesejahteraan manusia. Namun, pada era modern saat ini, dunia menghadapi krisis air yang semakin mengkhawatirkan (Sari et al., 2024). Berkurangnya ketersediaan air disebabkan oleh berbagai faktor global seperti pemanasan, degradasi lingkungan, dan pertumbuhan penduduk yang pesat. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah-langkah strategis dalam pengelolaan air dengan memperhatikan berbagai faktor yang tidak hanya teknis, tetapi juga memperhatikan sosial dan budaya masyarakat. Salah satu langkah yang relevan adalah konservasi air berbasis kearifan lokal. Langkah strategis ini memprioritaskan nilai-nilai budaya masyarakat sebagai dasar dalam menjaga sumber daya air. Salah satu wilayah yang mengimplementasikan konservasi berbasis kearifan lokal yaitu Goa Ngerong di kecamatan Rengel,...
Kelahiran seorang anak yang dinantikan tentu membuat seorang ibu serta keluarga menjadi bahagia karena dapat bertemu dengan buah hatinya, terutama bagi ibu (melahirkan anak pertama). Tetapi tidak sedikit pula ibu yang mengalami stress yang bersamaan dengan rasa bahagia itu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang makna dari pra-kelahiran seseorang dalam adat Nias khusunya di Nias Barat, Kecamatan Lahomi Desa Tigaserangkai, dan menjelaskan tentang proses kelahiran anak mulai dari memberikan nama famanoro ono khora sibaya. Metode pelaksanaan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi dan metode wawancara dengan pendekatan deskriptif. pendekatan deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan fakta sosial dan memberikan keterangan yang jelas mengenai Pra-Kelahiran dalam adat Nias. Adapun hasil dalam pembahasan ini adalah pra-kelahiran, pada waktu melahirkan anak,Pemberian Nama (Famatorõ Tõi), acara famangõrõ ono khõ zibaya (Mengantar anak ke rumah paman),...