tahun baru
495 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Neruna
Ritual Ritual
Bali

Ratusan pemuda di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem  melaksanakan sebuah tradisi unik yang disebut Neruna yang memiliki makna sebagai bentuk memperkenalkan lingkungan atau wewidangan Desa Adat kepada para pemuda Desa yang nantinya akan mewarisi tradisi atau ayah-ayah desa Adat. Ratusan pemuda di Desa Adat Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat, Karangasem pagi ini Kamis (20/09) melaksanakan sebuah tradisi unik yang disebut Neruna yang memiliki makna sebagai bentuk memperkenalkan lingkungan atau wewidangan Desa Adat kepada para pemuda Desa yang nantinya akan mewarisi tradisi atau ayah-ayah desa Adat. Tidak hanya untuk memperkenalkan wilayah Desa, menurut cerita, dahulu tradisi neruna ini juga dijadikan sebagai ajang silaturahmi apabila di satu rumah terdapat seorang gadis maka itu bisa dijadikan momen perkenalan truna truni mengingat keterbatasan sarana komunikasi pada masa itu.    Tradisi Neruna merupakan rangkaian dari piodalan...

avatar
Aze
Gambar Entri
Pewintenan Sisya Upanayana
Ritual Ritual
Bali

Memasuki tahun ajaran baru, ribuan siswa baru yang diterima di SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Karangasem berkumpul di Taman Budaya Candra Buana untuk mengikuti prosesi pembersihan diri yang disebut "Pewintenan Sisya Upanayana" Tujuan dari upacara pawintenan Sisya Upanayana ini secara simbolis memiliki dua tujuan yaitu untuk membersihkan dan mempertajam pikiran. Pertama, dengan pikiran yang tajam siswa akan mampu kebih cepat menyerap ilmu pengetahuan atau proses aguron-guron di sekolah.   Upacara pawintenan massal ini dipuput oleh sembilan sulinggih diantaranya, Pedanda Gede Darma Putra Manuaba dari Gria Kecicang, Ida Pedanda Gede Putu Cau dari Gria Cau Banuarta Karangasem, Ida Pedanda Gede Pidada Punia dari Geria Pidada, Ida Pedanda Gede Kemenuh dari Geria Katon Kemenuh, Pedande Istri Jelantik dari Geria Kemenuh Subagan, Ida Pedanda Jelantik Padang dari Geria Taman Tanjung Budakeling dan Ida Pedanda Gede Jelantik Wanasari dari Geria Jelantik Subagan, Ida Pedande Gede...

avatar
Aze
Gambar Entri
Ritual Seda Raga
Ritual Ritual
Bali

Ritual Seda Raga merupakan suatu tahapan terpenting dalam upacara mediksa untuk menjadi seorang Brahmana yang telah siap melepas keduniawian dan beranjak menjadi suci untuk melangkah menjadi seorang Sulinggih. ritual "Seda Raga" bertujuan untuk menghilangkan pengaruh buruk yAda enam sifat buruk dalam diri manusia yang biasa disebut sad ripu. Nah dalam ritual Seda Raga ini, tubuh kasar disimbolisasikan terlahir kembali. Tujuannya untuk melebur sad ripu ituang disebut "sad ripu"Ada enam sifat buruk dalam diri manusia yang biasa disebut sad ripu. Nah dalam ritual Seda Raga ini, tubuh kasar disimbolisasikan terlahir kembali. Tujuannya untuk melebur sad ripu itu atau enam musuh yang ada dalam diri manusia. Selain itu, ritual "Seda Raga" juga bertujuan untuk mengetahui jalan ke nirwana "swah loka" sehingga bila menjadi Sulinggih, nantinya mampu untuk menuntun atma-atma yang diupacarai dalam prosesi upacara Pitra Yadnya.Lewat prosesi ini jiwa seorang calon sulinggih akan napak tila...

avatar
Aze
Gambar Entri
Asal Mula Hama
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Bali

Adalah suatu dongeng, yaitu mengenai Batara Siwa yang beristana di Gunung Mahameru. Beliau mempunyai tiga orang putera di Bali. Tabik pekulun 1) putera yang paling tua beristana di Gunung Agung putra yang kedua beristana di Andakasa. Putera yang ketiga atau yang terkecil di Pura Batur. Ketiga orang Putra yang bersaudara itu diberi nasehat oleh Betara Siwa.”Wahai putra-puteraku bertiga hendaklah kamu mengerti dan baik-baiklah kamu bersaudara di sini, di Bali. Kamu memerintah pulau Bali ini jangan sampai sekali –kali bertengkar antar saudara, Hendaklah kalian selalu rukun !”. Aku sekarang beristana di Gunung Semeru dan dari sanalah aku akan memperhatikan caramu memerintah pulau Bali ini”, demikian perkataan Batara Siwa. Lalu berkata ketiga putera beliau, “Ya,baiklah Betara, hamba akan menuruti sebagai yang Betara wejangkan. Hamba akan mengurus dan mengatur daerah Bali ini, demikian perkataan ketiga putera tersebut. Sesudah itu Batara Siwa pergi ke Gun...

avatar
Roro
Gambar Entri
Kesenian Gambuh
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Dalam tembang yang menggunakan bahasa kawi, terdapat Cerita Malat Panji. Disanalah kita dapat mempelajari bagaimana menjadi seorang yang wibawa, mempelajari kekuasaan dan romantika.Cerita Malat sendiri merupakan sastra kuno yang berkembang di Bali seperti halnya Kitab Sutasoma, Mahabrata, dan yang lainnya. Menariknya juga Gambuh disebut sebagai kesenian total teater, dan juga total untuk penarinya. Ini dikarenakan pelakon Gambuh setidaknya harus bisa ngigel (menari) dan megending (bernyanyi) menggunakan Bahasa Kawi. Gambuh merupakan kesenian Bali yang sudah ada setelah runtuhnya Majapahit, yakni kisaran tahun 700an masehi. Gambuh merupakan kesenian puri dan mencapai puncak kejayaannya ketika Dalem Waturenggong memimpin. Kesenian yang tersebar di Pedungan (Denpasar), Batuan, Kedisan, Bungkulan (Buleleng), Buda Keling (Karangasem) ini kini bergantung pada masyarakat pendukung. Sekaa Gambuh di Desa Batuan terdapat tujuh kelompok, sedangkan di tempat lain, kata dia belum tentu a...

avatar
Aze
Gambar Entri
Tumpek Ngatag
Ritual Ritual
Bali

Tumpek Atag sendiri merupakan ritual enam bulanan yang dilakukan 25 hari menjelang hari raya kemenangan dharma melawan adharma atau disebut hari raya Galungan yang khusus ditujukan untuk tumbuh tumbuhan yang ada diperkebunan. Ritual tersebut masih dilakukan oleh warga Dusun Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem. "Nged.. Nged.. Nged.." inilah sepenggal kata yang diucapkan saat ritual ngatag itu dilakukan. Ritual ini bagi warga stempat dilakukan semata-mata untuk memohon berkah kepada tuhan agar hasil perkebunan seperti buah buahan melimpah ruah sehingga nanti pada saat hari raya Galungan bisa dipergunakan sebagai sarana upakara.Dalam ritual "ngatag" tersebut ada beberapa sarana yang dipergunakan seperti, Tipat Taluh, Sam- sam Segau, jajan klepon. Saat ritual berlangsung, pohon yang sudah dipasangi "ambu" atau daun pohon jaka muda dipukul pukul sebanyak 3 kali menggunakan sabit atau sejenisnya.    Kemudian baru disematkan tipat ta...

avatar
Aze
Gambar Entri
Aci Ida Bhatara Mijil
Ritual Ritual
Bali

Ratusan warga Desa Pakraman Geriana Kangin mepeed ngaturang bhakti pengayar dalam rangkaian Aci Ida Bhatara Mijil persembahan untuk Ida Bhatara Sakti Ngerti Gumi. Dalam bhakti penganyar tersebut, berbagai hasil bumi dijadikan sarana untuk dipersembahkan seperti Salaran misalnya. Berbentuk barong, beratnya sekitar 2 ton yang seluruhnya terbuat dari hasil bumi, seperti buah buah buahan, umbi umbian, pala gantung dan masih banyak lagi.   Salaran inilah yang diarak dan diiringi tiga barung baleganjuran dari Desa setempat berangkat dari lapangan umum selat berjarak sekitar 1 kilometer dari Pura lokasi Pura Bale Agung Ide Betara Sakti Ngerti nyejer yang berada di Desa Selat, Karangasem.    Tidak hanya salaran, dari masing masing warga juga membawa haturan berupa Sesayut dan Penyeneng ada juga yang membawa dulang atau Sokasi. Karya Agung Ide Betara Mijil ini dilakukan setiap 10 tahun sekali. Dimana saat Isaka berakhir dengan angka nol dan tahun Masehi berakhi...

avatar
Aze
Gambar Entri
Siat Api
Ritual Ritual
Bali

Siat api atau perang api merupakan sebuah tradisi kuno yang terus berkembang di Desa Pakraman Duda, Selat, Karangasem. Siat api digelar sebagai upaya untuk menetralisir kekuatan negatif yang ada di lingkungan desa. Dengan harapan agar masyarakat desa terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan. Selain itu, siat api juga dimaknai sebagi ujian untuk mengendalikan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia. Siat api  biasanya digelar menjelang upacara Usaba Dodol pada sasih Kesange, bertepatan dengan Waraspati Tilem (bulan mati) pada Sasih Kaulu. Tradisi siat api dilaksanakan di perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda, tepatnya di atas Jembatan Tukad Sang-sang. Suasana menjadi sakral karena tradisi berlangsung pada saat Sandikala atau waktu peralihan dari siang menjadi malam. Disebut siat api atau perang api karena memang tradisi ini menyerupai perang, hanya saja yang dijadikan sebagai senjata ialah prakpak yang terbuat dari daun kelapa tua diikat dan dibak...

avatar
Aze
Gambar Entri
Mandolin Pupuan
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Bali

Mandolin adalah alat musik asli Cina yang dibawa oleh seorang warga Tionghoa  ke Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Warga Tionghoan yang merupakan teman dari I Ketut Lastra meninggalkan alat musik Mandolin di Pupuan pada masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1930. Keberadaan alat musik petik jenis kecapi  dengan 12 nada itu nyaris punah. Namun berkat kegigihan warga Pupuan, alat musik Mandolin yang berasal dari kata Mandarin itu kemudian direkonstruksi pada tahun 2010. Rekontruksi dilakukan dengan memodifikasi dari 12 nada menjadi 21 nada. Mandolin kemudian dikolaborasikan dengan gitar, bass, suling, perkusi jimbe, dan perkusi chimes. Modifikasi tersebut dilakukan oleh keturunan I Ketut Lastra atau yang akrab dipanggil dengan Pan Sekar. Pada akhirnya terbentuk  Group musik Mandolin yang awalnya bernama Bungsil Gading. sumber : https://www.beritabali.com/read/2018/02/14/201802140011/Merekontruksi-Mandolin-Pupuan-Yang-Nyaris-Punah.html

avatar
Aze