Ngeuyeuk seureuh merupakan salah satu upacara sunda yang dilakukan sehari sebelum akad nikah. Upacara ini biasanya di selenggarakan di kediaman sang mempelai wanita pada malam hari. Ngeuyeuk seureuh sendiri bertujuan untuk meminta doa dan restu dari orangtua. Lewat upacara ini pula, orangtua biasanya memberikan nasihat dan petuah untuk menjalani kehidupan pernikahan dengan saling menyayangi, menjaga dan mengajari. Proses ini biasanya dilakukan dengan seserahan berupa keperluan pengantin perempuan dari pihak laki-laki. Upacara ini tidak boleh dihadiri oleh sembarang orang, melainkan keluarga dan kerabat terdekat dari kedua mempelai dan juga seorang gadis dan wanita yang belum menikah tidak diperbolehkan menghadiri acara ini. Upacara ini dipimpin oleh wanita yang sudah berumur yang disebut dengan Nini Pangeuyeuk. Wanita ini lah yang memimpin acara sampai dengan akhir. Dari rangkaian upacara ini lah, kedua pengantin diharapkan bisa mengamalkan kehidupan pern...
Kitab Waruga Jagat merupakan sebagian kecil dari isi naskah yang tersimpan di Museum Yayasan Pangerang Sumedang (YPS) di Sumedang. Bagian yang lainnya dari naskah tersebut merupakan semacam perimbon, yang isinya terdiri dari bermacam-macam hal, sebagai catatan yang berhubungan dengan ilmu kebatinan. Naskah tersebut tidak berasal dari kertas biasa, melainkan dari bahan yang dikenal dengan nama “kulit sach”, sejenis daluang yang terbuat dari kulit kayu. Hingga kini pembuatan daluang dari kulit sach itu masih diproduksi orang di daerah Wanaraja, kabupaten Garut, dipergunakan sebagai alat pembungkus. Naskah itu berukuran kwarto, yang tidak mengenai KWJ tertulis dalam huruf ‘pegon’ (Arab Jawa) dengan bahasa Jawa-Sunda, tebalnya hanya terdiri dari atas 12 lembar. Kecuali sebuah naskah yang tersebut diatas, pada YPS, tersimpan pula dua buah naskah yang lain, sebuah di antaranya ialah Silsilah Keturuna...
Tradisi penggantian sirap telah dilakukan setiap 4 tahun untuk semua bangunan dengan atap sirap kayu di dalam Kompleks Kabuyutan Trusmi tetapi kemudian diubah untuk dilakukan setiap empat tahun dengan membaginya menjadi dua fase secara bergantian. Sirap kayu yang digunakan terbuat dari kayu jati dan dibuat di Kabuyutan Trusmi oleh sekelompok tukang kayu yang diundang datang dari baik desa Trusmi maupun tetangga desa. Jumlah tukang kayu yang datang dapat mencapai sekitar 20-50 orang dengan membawa peralatan dan mesin mereka sendiri dan dikoordinasi oleh Kyai di Kabuyutan Trusmi. Bahan kayu jati dapat diperoleh dari kebun jati di bagian belakang dan samping Kabuyutan Trusmi dan area lainnya di tanah-tanah wakaf masyarakat yang sengaja ditanami untuk kebutuhan ganti sirap. Kekurangan bahan dapat dibeli dari pasar kayu domestik. Tradisi penggantian sirap terakhir dilakukan pada 2010, dan yang berikutnya akan dilakukan pada 2014. Pada tradisi ganti sirap yang...
Empal gentong merupakan salah satu makanan khas dari daerah Cirebon . Makanan ini sudah menjadi makanan yang ikonik bagi cirebon . Empal gentong berasal dari desa Battembat, kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon. Empal memiliki arti sebagai gulai dicirebon .Bentuk empal gentong menyerupai gulai dengan potongan potongan daging sapi , babat , dan usus . Empal gentong ini dinamai seperti ini karena gulai yang dimasak dalam gentong atau kuali yang biasa terbuat dari tanah liat . Bahan bakarnya pun masih menggunakan kayu bakar . Empal gentong biasa dimakan bersama dengan lontong ataupun nasi . Lontong menurut orang cirebon adalah beras yang dimasukkan kedalam daun pisang yang sudah dibentuk menjadi silinder .Cabai yang digunakan untuk empal gentong merupakan cabai kering yang dibuat menjadi seperti bubuk . Selain itu empal gentong juga biasa disantap dengan kerupuk rambak . Kerupuk rambak adalah kerupuk kulit biasa dibuat dari sapi . Sekarang ini sudah banyak tempat...
Monumen Bandung Lautan Api merupakan monumen yang berdiri di tengah-tengah kota Bandung, yaitu di dalam Lapangan Tegallega. Pada tahun 1981, monumen ini didirikan untuk mengingat peristiwa pembumihangusan Bandung Selatan yang dipimpin oleh Muhammad Toha yang terjadi pada 23 Maret 1946. Monumen ini memiliki tinggi 45 sekitar meter dan 9 sisi bidang dengan lidah api di puncaknya, dirancang oleh Sunaryo Soetono seorang seniman kontemporer yang juga mantan dosen seni rupa Institut Teknologi Bandung. sumber : http://infobandung.co.id/mengenal-monumen-bandung-lautan-api/ #OSKMITB2018
Boboko adalah tempat untuk mencuci atau membersihkan beras, bisa juga disebut sebagai wadah nasi. Boboko terbuat dari bambu yang dibelah belah kemudian dianyam sampai rapat, bentuknya bundar cembung dengan kaki segi empat yang biasa disebut sebagai soko. Sisi permukaan wadah diberi wengku dililitkan dengan bambu tali. Nenek moyang kita dahulu sudah memiliki pengetahuan yang luar biasa, buktinya mereka berfikir untuk menciptakan alat yang dapat membantu dalam kegiatan mereka. Pada zaman itu sudah mulai berkembang pengetahuan tentang anyaman, yaitu sejumlah benda yang berbentuk lembaran baik berupa daun, bambu, kulit kayu atau apapun yang disatukan dan saling menganyam sehingga membentuk aneka benda yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan saat itu. Pada masyarakat Sunda, boboko digunakan juga untuk menyimpan barang makanan yang akan dikirimkan ke tetangga atau saudara. Boboko atau dalam bahasa indonesia adalah bakul nasi memiliki banyak kegunaan, yaitu sebagai pe...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya tidak asing dengan istilah "Bulak Kapal". Bulak Kapal merupakan sebuah kawasan yang terletak sekitar 2 kilometer dari Gerbang Tol Bekasi Timur. Tentunya setiap tempat memiliki sejarah dibalik penamaannya, terutama dengan Bulak Kapal ini. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah tersebut terus tersebar secara turun-temurun. Banyak yang pro dan kontra dengan cerita-cerita rakyat yang ada, karena mungkin terkadang tidak logis dan di luar nalar. Namun, cerita-cerita rakyat tersebut tentunya tetap menjadi bagian dari budaya sastra Indonesia. Begitu juga dengan Legenda Bulak Kapal ini. Dahulu kala, di daerah Bekasi dibangunlah sebuah bandar udara oleh Belanda. Bandara (bandar udara) ini semena-mena didirikan Belanda tanpa perizinan warga setempat. Oleh karena itu, warga Bekasi pun tidak suka dengan kedatangan Belanda yang sangat egois. Bandara ini digunakan Belanda selain untuk transit, juga untuk markas persenjataan Belanda. Sampai sua...
Bila saudara mengunjungi Kota Bekasi ataupun tinggal di Bekasi, Stadion Patriot Candrabaga atau yang sering disebut dengan Stadion Bekasi tentu tak asing terdengar oleh saudara semua. Sesuai dengan namanya yang lazim, Stadion Bekasi seringkali digunakan sebagai sarana olahraga, khususnya olahraga sepak bola. Tidak hanya tim-tim Jawa Barat saja yang seringkali menginjakan kaki untuk bertanding di Stadion ini, melainkan juga tim-tim besar dari Jakarta seperti Persija Jakarta, PSMS Medan, dan sebagainya. Dalam trackrecord yang ada, stadion ini telah menjadi tuan rumah dalam Pekan Olahraga Jawa Barat IV di tahun 1984, 4 tahun setelah dibangunnya Stadion Bekasi. Renovasi dan segala perbaikan pun kian dilakukan untuk memperluas serta menata ulang segi design yang ada hingga stadion ini menjadi bertaraf Internasional dengan kapasitas 30.000 pengunjung. Dalam peresmian pasca renovasi, Rahmat Effendi dan Ahmad Syaiku selaku Wali kota dan Wakil Wali kota Bekasi meresmikan dan mem...