Bahan: 1 kg paha ayam bagian atas dan bawah, cuci bersih, potong2 sesuai selera. 400 santan sangat kental 3 helai daun jeruk purut 1 serai, ambil bagian yang putih, potong 2, geprak 2 lembar daun salam 3 sdm/15 gr gula merah, sisir 2 sdt garam Bumbu Halus: 10 butir/100 gr bawang merah 5 butir/13 gr bawang putih 5 butir kemiri 2 cm/10 gr jahe 1 cm/5 gr lengkuas 1 sdm ketumbar bubuk 1/4 sdt jintan bubuk Cara Membuat: Haluskan bahan bumbu halus dengan cobek atau blender. Jika perlu tambahkan sedikit minyak ke dlm blender untuk mempermudah proses penghancuran. Tumis bumbu halus, serai, daun jeruk purut dan daun salam dalam wajan cekung yang agak besar hingga benar2 matang dan berbau harum. (kurang lebih 5 menit). Masukkan ayam, aduk-aduk dan masak sampai ayam berubah warna....
Salah satu resep yang simpel tapi lezat! Lain dari semur umumnya yang cenderung manis, semur dari Jawa Tengah ini merupakan paduan rasa manis, sedikit pedas dan asam. Jika anda penggemar ayam goreng mentega, saya jamin anda pasti akan menyukai sajian ini. Tips: Kunci kenikmatan Semur Ayam ini terletak pada jenis pala yang dipakai, usahakan memakai biji pala utuh yang dipecah kemudian dihaluskan bukan sediaan pala bubuk. Bahan untuk 3 porsi: 600 gr ayam, cuci bersih, potong2 1 mata asam jawa, dilarutkan dengan 1 sdm air 1 potong/2 cm lengkuas, memarkan 3 sdm kecap manis 1/4 sdt/10 butir merica butiran, haluskan 1/4 butir biji pala, haluskan 1/2 sdt cuka 100 ml air panas garam secukupnya Minyak untuk menggoreng ayam dan menumis Bumbu Iris: 4 buah/40 gr cabe merah 4 butir/40 gr bawang merah 2 siung/6 gr bawang...
Ini dia hidangan khas yang sudah merakyat di propinsi Jawa Tengah & Jawa Timur alias Botok. Ada berbagai variasi Botok : Botok Tempe, Botok Daun Sembukan, Botok daun Kemangi, Botok Lamtoro dll. Salah satu botok favorit yang saya kenal sejak masih kecil yaitu Botok Tempe Teri. Paduan antara Tempe yang gurih dan mengandung protein tinggi dengan ikan teri asin bercampur dengan kelapa berbumbu plus aroma daun pisang. Bahan: 1 papan tempe (500 gr) 1 bh kelapa muda parut atau 250 gr kelapa parut kering 100 gr ikan teri asin, cuci bersih, tiriskan 1 genggam daun kemangi / basilikum ( optional) 10 lembar daun salam 2 cm lengkuas, iris tipis 20 lembar daun pisang ukuran 20cm x 25cm untuk membungkus 300 ml santan kental jika menggunakan kelapa parut kering. Bumbu Halus: 5 butir bawang merah 3 siung bawang putih 3 buah cabe merah besar...
Unjungan adalah acara ritual tradsional untuk meminta hujan. Acara ritual tradisional untuk meminta hujan ini dilakukan dengan cara adu pukul pada bagian kaki yang dilakukan oleh sepasang laki-laki dewasa dengan menggunakan peralatan berupa sebilah rotan sebagai untuk memukul. Seiring dengan berjalannya waktu, tradisi Ujungan kini hanya berkembang sebagai seni pertunjukan hiburan biasa. Walaupun demikian, ketentuan-ketentuan peraturan permainan Ujungan masih tetap mengacu pada Ujungan zaman awal munculnya tradisi ini, baik rotan yang dipakai sebagai alat pukul maupun Wlandang pertunjukan. Rotan yang dipakai harus memiliki tingkat kelenturan yang cukup baik, dengan panjang sekitar 40.125 cm dan diameter sekitar 1,5 cm. Ketentuan rotan yang dipersyaratkan seperti ini bertujuan untuk mengurangi rasa pedih bila disabetkan ke tubuh. Sedangkan seorang Wlandang harus memiliki keterampilan ilmu beladiri yang tinggi. Hal ini dimaksudkan agar apabila suatu saat salah satu p...
Asal mula nama Pekalongan berasal dari Topo Ngalongnya Joko Bau /Jaka Bau putra dari Kyai Cempaluk pahlawan Mataram dari Kesesi. Suatu hari, Joko Bau diperintahkan oleh Ki Cempaluk untuk mengabdi pada Sultan Agung raja Mataram. Dia juga mendapat tugas untuk memboyong putri Ratnasari Kalisasak Batang ke istana, tetapi Joko Bau malah jatuh cinta pada sang putri. Karena tindakannya mencintai putri Ratnasari, ia diberi hukuman untuk mengamankan daerah pesisir yang dibajak oleh Cina. Kemudian Joko Bau bersemedi di hutan Gambiran, setelah lama ia bersemedi akhirnya namanya berganti manjadi Bau Rekso. Atas perintah Sultan Agung, Bau Rekso mempersiapkan pasukan untuk menggempur para kompeni yang berada di Batavia (1628-1629). Namun, serangan itu mengalamai kegagalan, kemudian ia kembali ke hutan Gambiran untuk bertapa "ngalong" artinya bergelantungan seperti kelelawar. Saat topo ngalong Joko Bau/Bau Rekso berlangsung, ia pernah sekali diganggu oleh Tan K...
Sejarah Kota Semarang dimulai sejak abad ke-8 Masehi, daerah pesisir utara yang bernama Pragota (sekarang bernama Bergota) merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno. Sebenarnya daerah tersebut merupakan pelabuhan yang di depannya terdapat banyak pulau-pulai kecil. Dikarenakan pengendapan yang kian banyak hingga sekarang, akhirnya membentuk sebuah daratan. Pelabuhan masa lampau itu diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu yang memanjang ke Simongan. Di daerah itu terdapat sebuah tempat keberadaan armada milik Laksamana Cheng Ho (1405 M). Pendaratan kapal milik Laksamana Cheng Ho di bangun sebuah kelenteng dan masjid yang sekarang dinamakan Kelenteng Sam Po Kong. Suatu hari (Abad 15 M), ada seorang Pangeran dari Demak yang menyebarkan Islam ke daerah Pragota, bernama Pangeran Made Pandan. Dari waktu ke waktu, daerah tersebut semakin subur dengan banyaknya pepohonan dan rerumputan yang tumbuh lebat, dari sela-sela kesuburan tanaman itu muncullah pohon asam...
Batik tulis lasem Batik lasem atau sering disebut Batik Laseman merupakan batik bergaya pesisir yang kaya motif dan warna yang cerah dan berani. Nuansa multikultur sangat terasa pada lembaran Batik Lasem. Kombinasi motif dan warna Batik Lasem yang terpengaruh desain budaya Tionghoa, Jawa, Lasem, Belanda, Champa, Hindu, Buddha serta Islam tampak terpadu demikian serasi, anggun dan memukau. Warna cerah Batik Lasem khususnya warna merah sangat terkenal di kalangan pecinta Batik Indonesia. Berasal dari pendataan dan wawancara dengan pengrajin batik pada Gebyar Batik Nusantara 2017
Cerita bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta Komandan pasukan Belanda J.A.B Van Hohenndorff untuk mencari lokasi ibukota kerajaan Mataram Islam yang baru. Setelah mempertimbangkan faktor fisik dan non-fisik akhirnya terpilihlah suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala ( 1746 Masehi atau 1671 Jawa ). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta Hadiningrat dan terus berkembang pesat. Kota Surakarta pada mulanya adalah wilayah kerajaan Mataram. Kota ini bahkan pernah menjadi pusat pemerintahan Mataram. Karena adanya Perjanjian Giyanti (13 Februari 1755) menyebabkan Mataram Islam terpecah karena propaganda kolonialisme Belanda. Kemudian terjadi pemecahan pusat pemerintahan menjadi dua yaitu pusat pemerintahan di Surakarta dan Yogyakarta. Pemerintahan di Surakarta terpecah lagi karena Perjanjian Salatiga (1767) menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran. Pada tahun 1742, orang-orang Tionghoa membe...
Sambel panggang merupakan salah satu dari sekian banyak sambal di Indonesia. Sambel panggang merupakan sambal khas dari kota Semarang, Jawa Tengah. Mengapa disebut sambel panggang? Karena didalam sambel ini terdapat ikan asap. Cita rasa dari sambel ini sudah pasti sangat nikmat, dan sangat disarankan memakannya dengan nasi hangat agar lebih sedap. Berikut bahan-bahan yang kalian butuhkan untuk membuat sambel panggang beserta langkah pembuatannya : Bahan-bahan : 1 potong ikan asap 3 siung bawang merah 1 siung bawang putih 10 buah cabe merah keriting 5 buah cabe rawit setan Secukupnya terasi, gula merah, garam, dan penyedap rasa 1 buah jeruk sambal Langkah pembuatannya : Goreng ikan asap sampai setengah matang saja, tiriskan, dan sisihkan. Potong-potong bawang merah, bawang putih, semua cabe, lalu goreng sebentar dan uleg kasar. Tambahkan bumbu seperti : garam, gula merah, penyedap, dan terasi. Uleg kemb...