Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Mercon Bumbung
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Daerah Istimewa Yogyakarta

Permainan ini dikenal dengan sebutan meriam bambu di sejumlah daerah di Indonesia. Namun di beberapa daerah lain, permainan ini biasa disebut dengan nama lain. Di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, permainan ini disebut Mercon Bumbung. Permainan ini biasa dilakukan oleh para anak laki-laki pada saat Bulan Ramadhan mendekati Idul Fitri. Permainan ini terinspirasi dari senjata yang dipakai oleh orang Portugis pada saat mereka berupaya menduduki wilayah nusantara pada abad ke 6. Pada masa itu, para masyarakat tertarik kepada sebuah meriam yang dipakai oleh bangsa Portugis. Akhirnya, permainan ini pun diwujudkan dalam bentuk meriam yang terbuat dari bambu. Cara membuat: 1. Mula- mula sediakan batang bambu dan potong dengan ukuran panjang 1,5-2 meter atau 3-4 ruas dan diameter bambu berukuran 4 inci 2. Kemudian,permukaan batang bambu dilubangi dengan jarak sekitar 10 cm dari pangkal batang bambu. Besarnya diameter lubang dikira-kira sebesar ibu        j...

avatar
OSKM_19818003_Haikal Sayyid Difa
Gambar Entri
Pernikahan Suku Batak
Ritual Ritual
Sumatera Utara

Ketika seorang anak laki-laki akan menikah, ia harus menikahi putri dari pamannya. Paman disini berarti saudara laki-laki ibu anak tersebut. Syaratnya, putri yang dinikahi tidak boleh berasal dari marga yang sama. Saat laki-laki tersebut menikah dengan putri pamannya, maka pamannya dianggap sebagai raja. Hal ini terlihat dari tindakan anak seperti meminta nasihat serta jika tidak jadi menikahi anaknya maka anak laki-laki tersebut harus minta ijin kepada pamannya. Saat pernikahan, paman harus menghadirinya dan saling memberi ulos dan berkat satu sama lain dengan anak laki-laki. Pihak yang dihormati pihak paman, mereka tidak bekerja mempersiapkan pernikahan. Kepada paman diberikan kepala babi dan jika ada nenek atau kakek yang telah berumur 70 atau lebih yang meninggal maka wajib diadakan pesta 7 hari  7 malam.  #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16818037_David Christopher
Gambar Entri
Ucing Jongkok
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Tanah Sunda memiliki banyak sekali budaya. Namun sayangnya budaya tersebut hari demi hari telah sirna tanpa berbekas. Tentu ini menjadi masalah besar apabila tidak adanya tindakan dari khalayak muda untuk melestarikannya kembali. Maka melalui tulisan ini penulis berusaha untuk berupaya penuh dalam pelestarian budaya tanah Sunda tercinta. Salah satu budaya yang menarik dari tanah sunda adalah permainan tradisional. Penulis saat masih lucu lucunya usia 5 - 8 tahun sering bermain aneka permain dari tanah sunda ini. Salah satu nya Permainan tradisional "Ucing Jongkok" yang populer saat penulis di usia belia.  Permainan ini cukup mudah. Satu orang akan bertindak sebagai "Ucing" yang tugas nya adalah menyentuh pemain lainnya agar menjadi "Ucing" lainnya. Apabila seluruh pemain telah menjadi "Ucing" maka permainan usai. Pemain yang berhasil bertahan paling akhir adalah pemenangnya. Permainan ini akan menjadi lebih asyik apabila banyak pemain yang terlibat namun dampaknya akan...

avatar
OSKM18_19918108_Mochamad Rafly Mahendra
Gambar Entri
Mengenal Kawih Sunda
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Mengeluarkan suara dengan diiringi nada tertentu dengan patokan tempo disebut bernyanyi. Dalam Sunda bernyanyi dapat dikategorikan menjadi 3 macam yaitu :  Kawih, Kakawihan,  dan tembang.  Kawih berasal dari kata "kawi" yang artinya Sya'ir atau Pujangga. Kawih berbeda dengan pupuh. Jika pupuh terikat dengan aturan-aturan dalam pembuatannya, maka kawih lebih terbilang bebas. Namun sama halnya dengan lagu, kawih juga terikat dengan tempo atau ketukan. Kawih biasanya dinyanyikan secara perorangan, namun ada juga yang menyanyikannya secara kelompok seperti paduan suara/ rampak sekar (https://su.wikipedia.org/wiki/Rampak_Sekar).   Adapun unsur-unsur dalam Kawih yaitu: 1. Tema, hal pokok yang menjadi patokan dari unsur penjiwaan lagu. 2. Nada, cara penyampaian lagu oleh penyanyi kepada pendengar. 3. Rasa, hal yang dirasakan oleh pendengar saat mendengarkan kawih. 4. Amanat, hal yang ingin disampaikan oleh si penulis...

avatar
Oskm18_16618143_habbab
Gambar Entri
Hari Raya Enam Kab. Kampar
Ritual Ritual
Riau

Hari Raya Enam atau biasa disebut Aghi Ghayo Onam adalah tradisi masyarakat Kabupaten Kampar di Provinsi Riau yang masih diturun-temurunkan sampai saat ini. Peringatan ini dirayakan sehari setelah Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal), dan dinamakan ‘enam’ karena dilaksanakan selama 6 hari berturut-turut, yaitu dari tanggal 2 Syawal – 7 Syawal. Selama periode tersebut, masyarakat Kampar berpuasa sunnah kembali walaupun sudah melakukannya selama 1 bulan penuh di bulan Ramadhan. Namun esensi dari tradisi ini bukan sekadar berpuasa, tetapi mereka juga berziarah secara berkelompok ke setiap desa atau dusun terdekat, dimana jumlahnya bisa mencapai ratusan orang. Aghi Ghayo Onam atau juga dapat disebut Aghi Ghayo Zorah (Hari Raya Ziarah) menganggap tradisi beramai-ramai ke kuburan ini tidak hanya untuk mendoakan sanak saudara yang telah di alam kubur, namun ini juga sebuah ajang silaturahmi bagi warga Kampar setempat. Masyarakat yang merantau dan jarang bertemu seti...

avatar
OSKM18_19718117_Palita Rana Putinagari
Gambar Entri
Ragam Makna Motif Songket Riau
Motif Kain Motif Kain
Riau

Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...

avatar
Josefanny
Gambar Entri
Ragam Makna Motif Songket Riau
Motif Kain Motif Kain
Riau

Tenun Songket Melayu Pekanbaru merupakan kekayaan asli negeri melayu, songket melayu Riau ini kaya dengan motif, makna serta falsafah. Seorang pemakai songket tidak hanya sekedar memakai sebagai busana hiasan tetapi juga untuk memakai dengan simbol-simbol dan memudahkannya untuk mencerna dan menghayati falsafah yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun, jika ditilik secara sejarah, Songket Melayu Pekanbaru pada dasarnya berasal dari (turunan) Songket Melayu Sia dan dibawa masuk oleh perajin yang didatangkan dari Kerajaan Terangganu, Malaysia. Songket melayu berkembang menjadi simbol busana resmi kerajaan. Dalam tradisi Melayu Riau motif atau lazimnya disebut corak, ragi, bentuk dasar, acuan induk, bentuk asal atau gambar asli. Corak dasar Melayu Riau umumnya bersumber dari alam seperti flora, fauna dan benda-benda angkasa yang direka dalam bentuk baik bunga kundur, bunga hutan, maupun dalam bentuk abstrak atau dimodifikasi sehingga menampakan wujud a...

avatar
Josefanny
Gambar Entri
Rajawali
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Barat

Seni pertunjukkan rajawali sebenarnya hampir sama dengan kuda renggong. Jika kuda renggong terdapat seekor kuda yang telah dilatih untuk berjalan dan menari sesuai dengan irama yang ada, pada rajawali kuda tersebut digantikan oleh sebuah tunggangan yang dibuat dengan bentuk seperti rajawali. Seni pertunjukan rajawali biasanya digunakan pada acara khitanan atau penyambutan. Pada acara khitanan, anak yang dikhitan bersama teman/sepupunya yang akan menaiki rajawali dirias seperti seorang raja, ratu, bahkan menjadi gatotkaca. Kemudian mereka menaiki rajawali tersebut. Setelah itu, rajawali tersebut akan diangkut oleh sekitar empat orang lalu diarak keliling kampung sambil diiringi musik. Setelah diarak, rombongan akan kembali ke rumah anak yang dikhitan untuk melakukan saweran. Pada acara penyambutan pun tidak jauh berbeda, tamu yang akan disambut akan menaiki rajawali dan diarak ke tempat penyambutan sambil diiringi oleh musik. Orang yang mengangkut rajawali itupun tidak hanya...

avatar
OSKM18_16018322_Tria Rahmat Mauludin
Gambar Entri
Dideng Dang Ayu (Dendangan lagu Putri Dayang Ayu)
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jambi

           Dahulu kala hiduplah seorang raja bergelar Pasak Kancing. Permaisuri raja tersebut telah meninggal. Sebelum sepeninggalan sang permaisuri dia dikaruniai dua orang anak, seorang putra dan seorang putri. Kerena kesedihan sang raja yang terus menerus, keadaan kerajaan menjadi kacau balau tak terurus, termasuk kedua anak raja tersebut. Keadaan yang tidak nyaman terus terjadi di dalam kerajaan. Setelah beberapa tahun berlalu dan sang putra beranjak dewasa, keadaan kerajaan tidak kunjung membaik. Sang putra pun memutuskan untuk meninggalkan istana. Pamitlah ia dengan adinda putri untuk merantau dan mencari rejeki ke negeri orang. Sebelum berpisah, kakak beradik membuat janji apabila keduanya mempunyai keturunan, maka keduanya akan menikahkan anaknya.           Sang kakak merantau ke negeri Pusat Jalo dan kemudian menjadi raja di sana. Dari perkawinannya lahirlah seorang putra yang diberi nama Dang Bujang. Sementara adik...

avatar
OSKM18_16718381_Clarissa Kurniawan