Mie kocok merupakan salah satu makanan khas dari Bandung.Makanansatu ini merupakan kuliner yang dinikmati oleh berbagai generasi karena bisa dinikmati oleh siapapun. Entah darimana toponimi Mie Kocok berasal,namun menurut orang-orang yang saya tanyai,nama Mie Kocok berasal dari cara pembuatannya yaitu dengan cara mencelupkan dan mengocok mie dan tauge ke dalam air panas hingga layu.Meski begitu, tidak semua warung makan yang menyediakan Mie Kocok menggunakan cara pengolahan dengan cara sperti itu. Bahan baku Mie Kocok diantaranya berupa mie telor, mie jenis ini banyak dijumpai di pasar tradisional dan juga di supermarket.Walaupun begitu,pengusaha warung mie kocok banyak yang membuat Mie Telor sendiri ketimbang membeli yang sudah jadi.Selain dirasa hemat, hal ini juga tentu untuk mempertahankan citarasa khas yang dimiliki oleh pengusaha dalam membuka warung mie kocok tersebut. Selain Mie Telor sebagai bahan utamanya,kuliner ini menggunakan bahan-bahan lainnya sepe...
Permainan Bon-bonan (Indramayu) Permainan ini biasanya dilakukan oleh anak-anak seusia sekolah dasar, dapat di lapangan terbuka atau jalanan. Untuk menentukan regu biasanya dengan jalan hompimpa atau mereka memilih sendiri siapa pasangannya dan dengan siapa harus berhadapan. Jumlah anggota tiap regu tidak ditetapkan secara pasti hanya biasanya lebih dari tiga orang. Tiap regu harus berada di tempatnya masing-masing, yaitu dengan menempelkan salh satu kaki ke onggokan batu (genting). Setelah berdiri di tempat regunya masing-masing, permainan diawali dengan berlarinya seseorang dari salah satu regu kemudian dikejar oleh regu lawan. Jika kena maka harus berdiri di pinggri gawang lawan dengan salah satu kakinya menginjak onggokan batu (genting) dan tangannya direntangkan. Maksud dengan direntangkan adalah jika kemudian dapat dipegang oleh kawannya ia akan terbebas dan boleh bermain lagi atau ia dapat menginjak unggukan batu sambil berteriak "boooonn", yang menandakan permainan dimen...
GKP Palalangon adalah gereja tertua yang ada di Ciranjang, bertempat fi pemukiman desa Palalangon, Ciranjang, kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pemukiman tersbeut adalah pemukiman dimana umat kristen paling terkonsentrasi dan salah satu yang masih menerapkan sistem marga dengan nama-nama kristen pada seluruh warganya. Pemukiman ini erbentuk ketika Nederlandsche Zendings Vereeniging (NZV), lembaga misi pekabaran Injil dari Rotterdam, Belanda datang pada tahun 1901 dan prihatin melihat kondisi umat Kristen pribumi yang ada di Indonesia. Oleh karena itu, NZV mengirim seorang Sunda Bernama B.M. Alkem untuk menemukan lahan pemukiman bagi warga Kristen Pribumi tersebut, hingga jadilah pemukiman yaitu Palalangon yang artinya menara. Pemukiman ini merupakan salah satu pemukiman Kristen terbesar di Jawa Barat, sementara GKP Palalangon sendiri adalah sal;ah satu gerjea tertua di JAwa Barat. #OSKMITB2018
Gedung Juang Tambun adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen.Gedung Juang Tambun dan stasiun Tambun yang telah dihancurkan yang terletak di belakang gedung ini, dua-duanya bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan. Gedung Juang 45 Bekasi adalah sebuah situs gedung bersejarah pada masa kemerdekaan yang berada di Jl. Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung ini sering juga disebut Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi,  seperti nama pemiliknya pada masa lalu, keluarga Khouw Van Tamboen. Gedung ini terletak dipinggir jalan utama, sehingga dapat dilihat dari pinggir jalan langsung ketika melintas, Jalan Sultan Hasanuddin terbilang sebagai jalan utama yan...
Jika diartikan dari bahasa Sunda ke bahasa Indonesia, Kadedemes berrarti 'merasa sayang ke barang yang sudah tidak ada manfaatnya lagi'. Sama seperti artinya, Kadedemes menggunakan kulit singkong yang biasanya tidak terlalu digunakan untuk hal lainnya. Kulit singkong pada Kadedemes ini ditumis dengan tomat, cabe merah, bawang putih, kemiri, dan cabe hijau. Kadedemes dapat dinikmati dengan nasi ataupun tanpa nasi. Pertama kali mencoba makanan ini saat kecil waktu main di sawah. Tiba-tiba ada yang ngajakin makan, tapi sekarang udah jarang yang buat :( OSKMITB2018
Tradisi Buka Pintu (buka panto) adalah ritual kesenian Sunda yang dilaksanakan pada saat acara pernikahan, biasanya setelah acara nincak endog (menginjak telur). Buka pintu adalah kesenian/tradisi yang berasal dari agama Islam yang sampai sekarang masih kita sering temui di acara-acara pernikahan sunda. Prosesi mempunyai pesan dan bertujuan agar kedua pengantin dapat hidup bermasyarakat dan diterima di lingkungan sekitar, khususnya dalam bertetangga. Kita harus membuka pintu terlebih dahulu untuk diterima di lingkungan kita. Juga agar suami dan istri saling menghargai satu sama lain. Tradisi hanya membutuhkan waktu yang singkat dengan dilakukannya tanya jawab dengan menggunakan Bahasa Arab atau Sunda. Ritual dimulai dengan mempelai pria mengetuk pintu rumah sebanyak tiga kali dengan perlahan dan mempelai wanita sudah diajak masuk dan beridiri di balik pintu. Mempelai wanita menjawab ketukan tersebut dengan syair/tembang (nyanyian)/pantun yang berisi pertanyaan - pertanyaan u...
Tutug oncom merupakan makanan khas dari tanah sunda. Tutug oncom juga biasa dikenal dengan istilah T. O. Tutug oncom ialah nasi hangat yang dicampurkan dengan oncom yang telah dibakar lalu dihancurkan sehingga oncom berupa butiran-butiran kecil. Biasanya tutug oncom disajikan dengan lalap, ikan asin dan sambal. Tutug oncom merupakan makanan turun-temurun dan juga makanan wajib bagi masyarakat sunda terutama pada saat Indonesia mengalami krisis moneter yang dimana pada saat itu harga bahan-bahan pokok naik. Tidak tahu bagaimana asal-muasalnya namun tutug oncom sudah dikenal oleh masyarakat tanah sunda sejak zaman dahulu. Mereka biasa menjadikan tutug oncom sebagai hidangan untuk sarapan. Hingga kini keberadaan tutug oncom tidak kalah eksis dengan makanan modern saat ini. Ini adalah makanan yang wajib kalian cicipi teman-teman karena selain rasanya yang nikmat harganya pun sangat terjangkau. OSKM18
KAWIN CAI Kabupaten Kuningan secara turun temurun telah memiliki kearifan lokal dalam menghormati dan menjaga air sebagai sumber kehidupan tradisi tersebut diberinama Tradisi Kawin Cai atau sebelumnya disebut Tradisi Mapag Cai. Masyarakat Kuningan meyakini bahwa air bersih yang berlimpah yang bersumber dari alam yaitu mata air Gunung Ciremai sebagai berkah kehidupan dari Yang Maha Kuasa, oleh karenanya harus dihormati dan dijaga kelestariannya. Tradisi Kawin Cai/ Mapag Cai ini adalah prosesi mempertemukan air dari tujuh sumber mata air Cibulan Desa Manis Kidul dengan air dari sumber mata air Balong Dalam Tirtayatra. Ritual ini biasa dilakukan setiap tahun pada hari kamis malam jumat kliwon. Inti ritual ini mengawinkan air dari 7 sumur mata air Cibulan dengan mata air Balon Dalem Tirtayatra yang berjarak sekitar 5 kilometer. 7 sumur di mata air Cibulan dilambangkan sebagai pengantin laki-laki. Sementara mata air Balon Dalem disimbulkan sebagai mempelai perempuan. Sebelum penga...
Tari topeng Klana menggambarkan sifat manusia yang penuh amarah, bertabiat buruk, dan serakah. Tari topeng Klana ini adalah salah satu dari lima topeng Panca Wanda (Panji, Rumyang, Tumenggung, Klana, dan Samba/Pamindo). Tari Topeng Cirebon sudah ada sejak abad 10 atau 11 Masehi. Dulu tari topeng hanya dipertunjukkan untuk kalangan tamu kerajaan dan para patih kerajaan, atau kalau ada tamu dari luar negeri, tari topeng Cirebon hanya ditonton oleh orang-orang tertentu. Sedangkan rakyat biasa hanya bisa menonton dari kejauhan atau kalau di dalam keraton tariannya. Masyarakat hanya melihat dari teralis jendela luar seperti mengintip. Pada masa itu kebanyakan masyarakat masih memeluk agama islam kejawen atau islam yg bercampur dengan kebudayaan hindu seperti membakar dupa dll. Pada zaman itu terdapat wali atau tokoh-tokoh pemimpin islam, mereka selain menyebarkan agama islam mereka juga mendalami kebudayaan masyarakatnya. Karena pada masa itu para wali/tokoh pemimpin agama islam...