Gedung Juang Tambun adalah sebuah situs sejarah yang terletak di kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebelum Revolusi Nasional, bangunan ini bernama Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, dan merupakan pusat tanah partikelir milik keluarga Khouw van Tamboen.Gedung Juang Tambun dan stasiun Tambun yang telah dihancurkan yang terletak di belakang gedung ini, dua-duanya bergaya Art Deco dan merupakan satu kesatuan sejarah tidak terpisahkan.
Gedung Juang 45 Bekasi adalah sebuah situs gedung bersejarah pada masa kemerdekaan yang berada di Jl. Sultan Hasanudin No.39, Setiadarma, Tambun Sel., Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 17510. Gedung ini sering juga disebut Landhuis Tamboen atau Gedung Tinggi, seperti nama pemiliknya pada masa lalu, keluarga Khouw Van Tamboen.
Gedung ini terletak dipinggir jalan utama, sehingga dapat dilihat dari pinggir jalan langsung ketika melintas, Jalan Sultan Hasanuddin terbilang sebagai jalan utama yang sangat ramai setiap hari, dan Gedung Juang 45 ini sangat identik dengan jalan tersebut, dan juga daerah Tambun.
Gedung ini digunakan sebagai tempat wisata dan edukasi sejarah pada masa sekarang, karena nilai arsitekturnya yang bergaya kuno dan mempunyai nilai sejarah yang tinggi.
Bangunan Gedung Juang 45 ini dibangun pada masa pemerintahan Belanda, tepatnya pada awal abad 20, oleh keluarga Tamboen (Pengusaha tanah etnis tionghoa), gedung ini melewati pergantian dari masa pemerintahan Belanda hingga ke masa pemerintahan Jepang, dan akhirnya kemudian berganti menjadi masa pemerintahan Indonesia.
Pada zaman pemerintahan Jepang, terdapat insiden berdarah, dimana terjadi pembantaian pasukan Jepang oleh warga sekitar daerah Tambun, sehingga hampir semua pasukan Jepang terbantai dan mayatnya dibuang di Kali Bekasi, insiden ini terjadi di sekitar Gedung Juang 45 sehingga bisa dikatakan bahwa Gedung Juang 45 Tambun merupakan saksi bisu pembantaian tersebut.
Pada zaman setelah kemerdekaan, Gedung Juang 45 digunakan sebagai gedung pusat aktivitas pemerintahan dan juga keamanan, seperti TNI-AD, DPRD Kabupaten Bekasi, bahkan pernah dijadikan tempat menahan anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada zaman orde baru, gedung ini digunakan sebagai gedung sekretariat Pemilu, Dinas Kebersihan dan Pertamanan, dan sekarang menjadi tempat bersejarah yang dijaga keberadaannya dan dirawat oleh pemerintah setempat.
SUMBER :
Disadur dari https://id.wikipedia.org/wiki/Gedung_Juang_Tambun, diakses jam 4:13, tanggal 8 Agustus 2018.
Disadur oleh Dwika Alam Indrajati, tanggal 8 Agustus 2018
OSKMITB2018_19918161_Dwika Alam Indrajati
cara hapus akun/data (#KrediOne) secara permanen kamu bisa hubungi pelanggan layanan resmi via WA di (+62.821-7553-746 atau 0898.4440.241). Jelaskan alasan permintaan penghapusan data atau akunnya lalu siapkan identitas diri seperti (KTP) untuk proses verifikasi dan ikuti instruksi petugas customer service untuk menyelesaikan laporan Anda.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Silahkan hubungi layanan PT Tri Usaha Berkat untuk proses pengembalian dana melalui WhatsApp di 0813-707-1392 atau 0813-707-2680 Kirim nomor pesanan atau transaksi yang ingin diajukan pengembalian dana. Jelaskan alasan refund atau pengembalian dana secara lengkap.
Di masa lalu, masyarakat Batak mengenal sebuah peti penyimpanan berharga yang disebut Huting-Huting. Huting-huting berfungsi sebagai tempat menyimpan benda-benda berharga milik raja atau keluarga bangsawan, seperti perhiasan, pusaka, hingga barang bernilai lainnya. Karena fungsinya yang penting, huting-huting sering disebut sebagai "brankas tradisional" dalam budaya Batak. Yang membuatnya istimewa adalah ukiran pada bagian tutupnya. Berbagai ornamen, termasuk motif bintang dan makhluk simbolis (pinatang), dipahat dengan sangat detail. Menurut kepercayaan masyarakat dahulu, ukiran-ukiran tersebut memiliki kekuatan magis sebagai penjaga isi peti. Konon, apabila seseorang berniat mencuri isi huting-huting, maka roh penjaga yang disimbolkan melalui ukiran pinatang akan melindungi harta yang tersimpan di dalamnya. Kepercayaan ini menunjukkan bagaimana seni ukir, spiritualitas, dan sistem keamanan tradisional berpadu dalam kehidupan masyarakat Batak. Karena nilai dan kesak...