Sappele Sappele adalah salah satu nyanyian permainan anak di masyarakat Batak Toba. Nyanyiannya berfungsi untuk menghibur, mengedukasi, dan menekankan norma sosial, serta menguatkan ikatan persaudaraan. NIlai lokal yang ada dalam nyanyian permainan anak adalah berbagi, menjaga kesehatan, mengeratkan persaudaraan, dan memelihara lingkungan. Salah satu nyanyian permainan anak, yaitu Sappele Sappele, mempunyai nilai lokal yang disampaikan secara turun temurun dan perlu dipertahankan sebagai tradisi lisan di masyarakat Batak Toba. LIRIK: Sappele sappele siria ria mangakkat jarum bosi toho tu bariba tungkot jom amani mallotom nabibi namalamun takkup gaol natata anggikku menteng etteng, ibotokku martata. Talu au marjuji sayang getep, ise pataluhon si ganjang mise Sadia ganjangna sahat tu bariba SUMBER: Silaban, Demak M.P., 2016, Tradisi Lisan Nyanyian Rakyat Anak-anak Pada Masyarakat Batak Toba Di...
Dalam kehidupan sekian banyak peristiwa yang dapat terjadi dalam hidup manusia, ada satu peristiwa yang pasti akan terjadi, yaitu kematian. Saya sebagai keturunan dari Suku Batak yang lahir dan dibesarkan di Bandung, memang memiliki pengetahuan yang cukup minim mengenai adat istiadat budaya asal saya sendiri. Jangankan tentang tata cara upacara, berbahasa batak pun saya tidak fasih dan masih harus bertanya tentang apa makna dari suatu ungkapan dalam Bahasa Batak. Sampai pada suatu ketika, tepatnya bulan Desember 2017, Opung Boru saya, (nenek dari Ayah), meninggal di usia yang sudah cukup lanjut. Sebagai seorang cucu, tidak mungkin jika saya tidak ikut mengantarkan Opung saya, sehingga saya harus mengikuti tata cara pemakaman dalam ada istiadat Suku Batak. Pada awalnya, semua terasa normal, orang yang datang melayat memakai baju bernuansa gelap dan memakai ulos saat datang kerumah duka. Akan tetapi, ketika menjelang pemakaman Opung saya, disitu mulai banyak adat istiadat yang kur...
Dalam kehidupan sekian banyak peristiwa yang dapat terjadi dalam hidup manusia, ada satu peristiwa yang pasti akan terjadi, yaitu kematian. Saya sebagai keturunan dari Suku Batak yang lahir dan dibesarkan di Bandung, memang memiliki pengetahuan yang cukup minim mengenai adat istiadat budaya asal saya sendiri. Jangankan tentang tata cara upacara, berbahasa batak pun saya tidak fasih dan masih harus bertanya tentang apa makna dari suatu ungkapan dalam Bahasa Batak. Sampai pada suatu ketika, tepatnya bulan Desember 2017, Opung Boru saya, (nenek dari Ayah), meninggal di usia yang sudah cukup lanjut. Sebagai seorang cucu, tidak mungkin jika saya tidak ikut mengantarkan Opung saya, sehingga saya harus mengikuti tata cara pemakaman dalam ada istiadat Suku Batak. Pada awalnya, semua terasa normal, orang yang datang melayat memakai baju bernuansa gelap dan memakai ulos saat datang kerumah duka. Akan tetapi, ketika menjelang pemakaman Opung saya, disitu mulai banyak adat istiadat yang kur...
Kesultanan Deli adalah salah satu dari empat Kesultanan besar yg ada di Sumatera Utara. Nama Deli sendiri diambil dari Raja Deli I yaitu Tuanku Gotjah Pahlawan yg merupakan keturunan Raja Delhi Akbar. ( Hindustan, India ). Kerajaan Deli sdh ada sejak abad ke 17 hingga pertengahan abad ke 20M hingga ketika memutuskan bergabung dgn NKRI. Sampai saat ini Kesultanan Deli masih eksis sbg sebuah Kesultanan dimana Sultan bertindak sbg kepala adat dan adat istiadat msh tetap dilaksanakan sbg cermin budaya bangsa yg luhur. Sultan Deli sekarang yaitu Sultan Deli ke XIV yaitu Sultan Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam. Peninggalan Kesultanan Deli yg msh eksis hingga saat ini dan menjadi cagar budaya yg dilindungi pemerintah yaitu : Istana Maimoon dan Mesjid Raya. Kedua bangunan ini terletak tdk jauh satu sama yg lain. Istana Maimoon yang terletak di jalan Brigjend Katamso Medan dibangun pada tahun 1888 oleh Sultan Ma’ moen Al Rasyid Perkasa Alamshah (Ra...
TURI-TURIAN Suku Batak adalah salah satu suku yang ada di Indonesia. Suku batak terkenal dengan ketegasannya dan suaranya yang keras dan besar, sehingga tak jarang ketika orang batak berbicara banyak orang (yang bukan suku batak) menganggap bahwa mereka sedang marah-marah atau bertengkar. Tetapi sebenarnya tidak, karna begitulah intonasi, logat ,dan gaya bicara kami. Walaupun suku batak berbicara dengan nada kuat dan tegas , kami memiliki hati yang lembut dan tidak pendendam. Suku Batak mempunyai budaya yang unik, beragam, dan menarik. Mula dari tor-tor batak, opera batak ,lagu batak (memiliki makna yang sangat dalam), andung-andung, umpasa batak (sejenis pantun yang mempunyai makna yang mendalam, sering dilontarkan pada acara-acara adat misalnya acara pernikahan) turi-turian dan lain-lain. Pada kesempatan ini saya akan membahas sedikit tentang turi-turian. “Turi-turian” atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan cerita masa lampau/ d...
Konon dahulu ada dua orang bersaudara, namanya Datu Dalu dan adiknya Sangmaima. Orang tuanya mempunyai sebuah tombak pusaka. Sesuai dengan adat, jika orang tua meninggal maka tombak pusaka jatuh ke tangan anak yang tertua, yaitu Datu Dalu. Suatu ketika Sangmaima ingin meminjam tombak pusaka itu untuk berburu babi hutan. Datu Dalu meminjamkan tombak itu kepada adiknya dengan syarat tombak itu harus dijaga baik-baik jangan sampai hilang. Begitulah ketika Sangmaima sampai di kebunnya dia melihat seekor babi hutan yang sedang merusak tanamannya. "Babi hutan, sialan! Kerjanya merusak tanaman orang!" rutuknya. Tanpa berpikir panjang ia melemparkan tombak pusaka tepat mengenai lambung babi hutan itu. Babi hutan itu masih sempat melarikan diri. Sangmaima berusaha mengejar, tetapi yang dia temukan di semak-semak hanya tombaknya saja sedangkan mata tombaknya masih melekat di lambung babi hutan itu. Sangmaima segera pulang, melapor pada abangnya. Di...
Kematian. Satu kata yang identik dengan kesedihan dan air mata, serta biasanya dihindari manusia untuk diperbincangkan. Namun, sebenarnya itulah yang ditunggu-tunggu manusia yang sadar bahwa tanpa kematian tidak ada proses pada kehidupan yang kekal dan abadi. Kehidupan terdiri dari dua kutub pertentangan, antara “hidup” dan “mati”, yang menjadi paham dasar manusia sejak masa purba sebagai bentuk dualisme keberadaan hidup hingga masa kini (Sumardjo,2002:107). Kematian merupakan akhir dari perjalanan hidup manusia. Maka kematian pada dasarnya adalah hal yang biasa, yang semestinya tidak perlu ditakuti, karena cepat atau lambat akan menjemput kehidupan dari masing-masing manusia. Namun, wajar bila kematian bukan menjadi keinginan utama manusia. Berbagai usaha akan selalu ditempuh manusia untuk menghindari kematian, paling tidak memperlambat kematian itu datang. Idealnya kematian itu datang pada usia yang sudah sangat tua. Pada masyarakat Batak, k...
Pada zaman dahulu kala tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu, hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat. Pada hari pelaksanaan upacara adat tersebut, Desa Kawar tampak ramai dan semarak. Para penduduk mengenakan pakaian yang berwarna-warni serta perhiasan yang indah. Kaum perempuan pada sibuk memasak berbagai macam masakan untuk dimakan bersama dalam upacara tersebut. Pelaksanaan upacara juga dimeriahkan dengan pagelaran ‘Gendang Guro-Guro Aron’, musik khas masyarakat Karo. Pada pesta yang hanya dilaksanakan seta...
NANIURA Memang tak lengkap rasanya jika berkunjung ke suatu daerah wisata, tapi tidak mencoba kulinernya. Apalagi jika berkunjung ke berbagai daerah di Indonesia, Anda akan menemukan berbagai sajian kuliner yang menggugah selera. Tak hanya kaya akan bumbunya saja, tetapi juga proses pembuatannya yang menarik. Salah satunya adalah kuliner yang bisa Anda dapatkan di Danau Toba, Sumatra Utara. Anda bisa menemukan sebuah sajian kuliner yang di makan secara mentah, tapi tidak berbau amis. Jika di Peru Anda bisa menikmati Ceviche – makanan khas Peru di mana proses memasaknya tidak menggunakan api, melainkan ikan kakap mentah atau scallop direndam air jeruk lemun agar matang, di Medan Anda bsia merasakan Naniura. Bedanya, jika Ceviche disajikan dengan irisan bawah merah besar di atasnya, Naniura disiram dengan bumbu halus berwarna kuning. Naniura adalah salah satu makanan khas Batak Tapanuli Utara yang bisa ditemui di Danau Toba, Medan dan Pematang Siantar. ...