Gambus merupakan alat musik tradisional asli yang berasal dari daerah riau. Kesenian gambus ini pada mulanya banyak berkembang di Pulau Bengkalis, Pulau Penyengat dan Siak Sri Indrapura . Pada gambus terdapat sedikitnya 3 senar sampai dengan 12 senar sedangkan panjang dari alat ini mencapai 1 meter dan memiliki tebal sekitar 10 cm. Fungsi dari alat ini adalah digunakan pada saat pertunjukkan tari zapin dibarengi dengan permainan rebana, marwas dan gendang. Cara memainkan gambus, yakni dengan meletakkan gambus diatas kaki yang sedang bersila. Gambus dimainkan oleh laki-laki dewasa, dan orang tua pada malam hari. "Gambus sudah berakar di Siak karena keberadaan Kerajaan Siak saat menerima masuknya Islam. Sampai sekarang gambus selalu digunakan untuk upacara, event kebudayaa, dan acara nikahan"-ujan salah satu warga siak sri indrapura. "Generasi muda sangat suka dengan alat musik gambus. Jelang puasa pun selalu ramai dimainkan pelajar dan mahasiswa." tambahnya. Ada beberapa bah...
Masjid Al-Baakhirah di Baros, Kota Cimahi ini memang menarik perhatian, ditambah lagi dengan posisinya yang dibangun di pertigaan jalan membuatnya tampak seperti sebuah monumen kapal laut yang disandarkan di daratan. Masjid Kapal ini juga dilengkapi dengan sebuah menara yang bentuknya menyerupai sebuah mercusuar. Masjid Kapal ini dibangun oleh keluarga mantan nakhoda kapal, H, Budianto. Sebelum wafat mendiang Pak Budiyanto ingin membangun masjid sebagai kenang kenangan dan bisa dipakai untuk kepentingan warga sekitar. Cita cita tersebut dilaksanakan oleh istri dan anak anak beliau yang mewakafkan tanah juga mengeluarkan dana untuk membangun masjid tersebut. Pembangunan masjid selesai dan diresmikan tanggal 26 April 2016 yang laluPembangunan masjid ini dilaksanakan selama 8 bulan dengan luas bangunan 90 meter persegi di atas lahan seluas 200 meter persegi dengan daya tampung sekitar 100 Jemaah. Sebagai sebuah masjid, Masjid Al-Baakirah ini pun terbuka untuk umum terma...
Kupat Qunutan adalah tradisi yang biasa dilakukan oleh masyarakat cilegon dilakukan setiap tahun saat hari ke-15 bulan Ramadan. Kupat Qunutan merupakan wujud rasa syukur setelah dapat melewati 15 hari puasa. Biasanya masyarakat membuat Ketupat, Opor ayam dan sayur kulit tangkil. Mereka memakan makanan tersebut bersama tetangga dan keluarga di masjid, mushola dan dirumah. #OSKMITB2018
Basuluak merupakan ritual berdiam di masjid untuk beribadah dengan khusyuk selama bulan puasa. Jemaah membawa segala keperluan sehari-hari seperti pakaian dan membawanya ke masjid, sementara makanan sahur dan buka puasa biasanya disediakan oleh warga sekitar masjid. Kegiatan ini umumnya diikuti oleh pengikut Tarekat Naqsyabandiyah yang paling cepat dimulai sepuluh hari sebelum bulan Ramadhan sampai selesai, berkisaran paling lama empat puluh hari. Basuluak sendiri berasal dari bahasa Minang yang berarti bersemedi atau berdiam diri. Ritual ini dilakukan dengan tujuan agar para jemaah dapat lebih dekat dengan Allah SWT selama bulan Ramadhan. Selama Basuluak, peserta berdzikir, berdoa dan beribadah sepanjang hari, mulai dari shalat subuh sampai malam. Basuluak dipimpin oleh seorang imam yang dipanggil mursyid atau khalifah, yang berwenang memutuskan jika seseorang dapat mengikuti basuluak atau tidak. #OSKMITB2018
sebelum bulan puasa/ramadhan umat muslim khususnya daerah cianjur biasanya mengadakan papajar atau yang biasa orang lain sebut piknik, biasanya papajar berlangsung 1/2 hari menjelang puasa. papajar biasanya diadakan bersama keluarga, teman sekolah beserta wali kelas, ataupun teman sekantor. papajar biasanya menggunakan alas berupa daun pisang, makanannya pun biasanya dengan nasi uduk, ikan asin, petai, kerupuk, dan yang tak boleh terlewatkan yakni sambal. budaya ini seperti budaya yang dilakukan di bogor yang bernama cucurak. #OSKMITB2018
Seperti masyarakat lain, warga Betawi juga memiliki makanan tradisional yang khas. Sejak zaman dahulu, makanan ini biasanya lebih banyak dibuat ketika Ramadan tiba. Alhasil, suasana puasa pun semakin terasa nikmat. Selain itu juga mudah dibuat bilamana banyak nasi yang tidak habis tinggal berkerak. Makanan tradisional Betawi ini adalah Ali Bagente. Makanan ini merupakan campuran dari China, Arab, Jawa dan Betawi. Makanan ini bisa dikatakan sudah langka, bahkan orang-orang etnis Arab-Betawi pun sudah banyak yang tidak lagi mengenal jajanan ini. Paling-paling, makanan ini baru bisa ditemukan di sekitar kawasan Condet. Menurut Indra Sutisna, pengamat budaya Betawi, makanan ini amat sederhana. Ali Bagente terbuat dari kerak (sisa nasi yang mengeras di pantat kuali ketika menanak) yang dikeringkan, kemudian digoreng, dan disiram gula ganting (gula merah yang dikentalkan). “Diduga dulunya ada orang bernama Ali yang sangat suka jajanan ini dan cinta pada orang yang me...
Kota dan Kabupaten Kendal terletak persis di sebelah barat Kota dan Kabupaten Semarang, serta berbatasan dengan Laut Jawa di bagian utaranya. Mempunyai banyak pondok pesantren, Kendal dikenal sebagai kota santri, dengan budaya Islam terintegrasi dengan budaya daerah hampir sepenuhnya. Hal ini tercerminkan terutama pada perayaan-perayaan Islam, tidak terkecuali ketika bulan Ramadhan tiba. Setiap Ramadhan, seperti banyak daerah di Indonesia, Kendal mempunyai beberapa ciri khas dalam pelaksanaan kegiatan ibadah. Salah satunya adalah penggunaan sejenis petasan dan sirine untuk menandakan waktu berbuka puasa yang diikuti dengan adzan maghrib. Hal ini tentu berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Pada umumnya, waktu berbuka puasa yang bertepatan dengan adzan maghrib ditandai dengan pukulan bedug. &nb...
Madiun? Mendengar kata Madiun pasti kita langsung teringat akan salah satu peristiwa bersejarah bangsa Indonesia yaitu "Pemberontakan PKI" dan salah satu makanan yang paling terkenal atau icon Kota Madiun yaitu nasi pecel Madiun, sehingga Kota Madiun juga disebut sebagai "Kota Pecel". Mungkin banyak diantara orang yang sudah merasakan nasi pecel, akan tetapi apakah banyak orang yang sudah tahu bahwa komponen nasi pecel dapat dimodifikasi menjadi makanan yang lebih praktis, murah dan dijadikan sebagai jajanan pinggir jalan yang kita sebut sebagai "Kerupuk Gapit". Kerupuk gapit dapat dibuat dengan bahan-bahan yang sangat sederhana yang pertama dan utama yaitu kerupuk upil/gombal/beras, yang kedua sambal pecel khas Madiun dan yang ketiga sayur-sayuran seperti tauge, kacang panjang, sawi dll. Cara pembuatannya sangat mudah yaitu dengan cara rebus sayur-sayuran tersebut, siapkan sambal pecel yang sudah diberi air. Sayur-sayuran yang sudah matang tersebut diletakkan di atas kerupuk go...
Makanan Khas Pariaman Gulai Bagar Pernahkah anda menemukan di restoran khas padang gulai bagar? saya rasa jarang karena memang makanan gulai bagar ini sangat jarang sekali dapat ditemui, apalagi yang khas Pariaman. Masakan ini biasa dibuat oleh nenek saya dan hanya beliau saja yang bisa membuatnya dengan rasa yang paling enak. Dahulu, gulai bagar merupakan masakan yang setiap tahunya di sajikan pada saat berbuka puasa hari terakhir saat malam takbiran di Kota Pariaman. Gulai bagar merupakan makanan berbahan dasar daging sapi namun hanya bagian sengkelnya(sengkel terletak di bagian depan atas dan belakang atas kaki sapi) saja lalu dicampur dengan berbagai macam rempah-rempah yang semuanya diiris. Makanan ini merupakan makanan berkuah yang rasanya campuran antara seger, pedas, gurih, dan ada sedikit asamnya. Masakan ini sangat lezat karena memasaknya dengan 13 macam Rempah. Cara pembuatanya adalah: Bahan-bahan : 1kg daging, pilih daging sengkel Bumbu yang dihaluskan...