Pada artikel ini, saya akan membahas mengenai asal usul marga Siagian dan Pardosi. Marga Pardosi berasal dari marga Siagian dan siagian mempunyai saudara Panjaitan,Silitonga,dan Sianipar. Siagian terbagi menjadi dua, yaitu Siagian Padean Duri dan Papaga Lote. Pardosi merupakan keturunan Siagian Papaga Lote. Di sebuah daerah disekitar Porsea, tinggal dua orang kakak beradik. Karena ada yang mau diperbaiki sementara alat berupa pahat tidak ada, maka sang adik yaitu Op. Dongan meminjam pahat kepada kakaknya. Akan tetapi tanpa diketahui dengan jelas apa penyebabnya pahat tadi hilang. Kakak dari Op. Dongan tadi menuntut agar pahatnya dikembalikan. Karena dicari kemana-mana tak ketemu juga, maka sang adik berniat untuk menggantinya. Akan tetapi Sang kakak tidak mau menerimanya. Walau sudah dibujuk berkali-kali, tetap saja sang kakak meminta pahat yang asli harus kembali dan tidak mau diganti. Pada akhirnya pahat tersebut ditemukan. Namun yang anehnya, yang menemukan pah...
Mesur-mesuri, yang berarti "Kenyang-Kenyangan", merupakan adat yang bersifat sekali dalam suatu keluarga besar. Adat ini bagi seorang ibu yang mengandung anak pertama selama 7 bulan beserta sang ayah, dimana akan ada seorang sangkep nggeluh dari keluarga pihak pria atau wanita tersebut. Acara ini dilakukan supaya sang bayi akan lahir dengan lancar serta berkembang dengan sehat secara jasmani dan rohani. Sang Ibu juga di acara itu dipersiapkan mental dan fisiknya supaya persalinan bisa berjalan dengan baik sehingga kondisi sang ibu tetap sehat. Dalam acara ini ada acara makan, dimana makanan-makanan kesukaan pasangan disediakan sang pasangan dan para tamu. Setelah disediakan, sang pasangan makan terlebih dahulu beralas tikar putih di ruang tersendiri. Tamu diperbolehkan makan setelah pasangan tersebut sudah mulai makan. Makanan khas yang biasa disediakan dalam acara tersebut adalah satu ekor ayam utuh digulai dengan gu...
Raja Toga Butar-Butar Pada zaman dahulu kala , awalnya suku-suku di Sumatera Utara pada umumnya orang sakti dan suku suku tersebut terbagi menjadi beberapa kerajaan termasuk dalam hal ini Raja Toga Butar-Butar. Raja Toga Butar-butar adalah salah satu suku batak toba yang ada di Sumatera Utara . Raja Toga Butar-Butar mempunyai anak 4 : 1. Namauliutus br. Butar-butar 2. Simananduk (artinya: Depan) 3. Sitagorat (artinya: Tengah) 4. Simananti (artinya: Mengikut) Namauliutus br. Butar-butar anak dari Raja Toga Butar-Butar menikah dengan orang bunian (Guru Dungdang Sohahuaon) yang dikenal sebagai dukun sakti yang tinggal di Gunung Simanuk-manuk. Suatu ketika setelah Simanduk, Sitagorat , dan Simananti besar mereka disuruh oleh orang tuanya mencari kayu untuk keperluan membuat rumah , lalu mereka pergi tetapi sewaktu pergi kehutan tak disangka mereka sampai ketempat kakaknya Namauliutus br. Butar-Butar di Gunung simanuk-manuk. Sewaktu mereka selesai menc...
Tari Sigale-Gale merupakan satu dari banyak kesenian tradisional masyarakat suku Batak di Samosir, Sumatera Utara. Sigale-gale sendiri merupakan sebuah boneka berbentuk manusia yang dapat digerakan serta menari dengan diiringi oleh musik tradisional. Tarian ini cukup terkenal di Sumatera Utara. Tarian ini biasanya sering ditampilkan di berbagai acara seperti acara adat,budaya, bahkan menjadi salah satu daya tarik bagi para wisatawan yang datang ke sana. Sejarah Tari Sigale-Gale Menurut sejarahnya, boneka sigale-gale diperkirakan sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Konon boneka tersebut berawal dari cerita seorang raja di Samosir yang kehilangan anak satu-satunya yang telah meninggal. Oleh karena itu raja pun sangat bersedih dan merasa sangat terpukul mengingat bahwa dia adalah anak satu-satunya dan pewaris dari keturunan raja tersebut. Karena kesedihan yang mendalam membuat raja jatuh sakit. Berbagai pengobatanpun diberikan kepada raja, namun tidak ada yang mampu menyembuhk...
Adalah aksioma bahwa setiap orang di dunia pada akhirnya akan meninggal dunia. Dalam suku Batak, setiap orang yang meninggal, tua maupun muda, memiliki 'status' masing-masing. Pada kesempatan kali ini, saya akan menjelaskan mengenai Saur Matua Mauli Bulung. Saur Matua Mauli Bulung adalah status seseorang yang meninggal setelah memiliki anak laki-laki dan anak perempuan. Kematian dengan status ini dianggap sebagai kematian yang ideal. Seluruh anak-anaknya haruslah sudah berkeluarga dan memberikan keturunan. Hingga akhir hayatnya, seluruh keturunannya tidak ada yang meninggal mendahului dirinya. Oleh karena itu, orang yang meninggal dengan menyandang status Saur Matua Mauli Bulung umumnya berumur sangat tua. Dalam upacara kematiannya, tubuh mayat diletakkan dalam peti dengan posisi kedua tangan diletakkan sejajar di samping tubuh. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut tidak lagi menanggung beban atau tanggungan. Dalam petinya, diletakkan serangkaian bunga yang dinamakan ompu-omp...
Budaya Batak terkenal dengan pakaian tradisional Ulos. Banyak sekali motif dan warna Ulos yang berbeda dan memiliki makna yang bermacam, seperti Ulos Ragihotang yang diberikan untuk pengantin, Ulos Sibolang yang memiliki makna duka cita, Ulos Mangiring untuk iring-iringan, dan lain-lain. Namun ada satu Ulos yang jarang diketahui banyak orang, yaitu Raja Ulos. Raja Ulos merupakan Ulos yang mempunyai tingkat paling tinggi dibandingkan Ulos lainnya. Ulos ini biasanya digunakan bagi keluarga yang akan menikahkan atau mengawinkan anak laki-lakinya. Raja Ulos ini biasanya berwarna hitam, putih, dan merah. Raja Ulos biasanya dipakaian oleh orangtua pengantin perempuan kepada orangtua pengantin laki-laki. #OSKMITB2018
Rumah Adat Batak Mandailing disebut sebagai Bagas Godang sebagai kediaman para raja, terletak disebuah kompleks yang sangat luas dan selalu didampingi dengan Sopo Godang sebagai balai sidang adat. Bangunannya mempergunakan tiang-tiang besar yang berjumlah ganjil sebagaimana juga jumlah anak tangganya. Bagas Godang merupakan rumah berarsitektur Mandailing dengan konstruksi yang khas. Berbentuk empat persegi panjang yang disangga kayu-kayu besar berjumlah ganjil. Ruang terdiri dari ruang depan, ruang tengah, ruang tidur, dan dapur. Terbuat dari kayu, berkolong dengan tujuh atau sembilan anak tangga, berpintu lebar dan berbunyi keras jika dibuka. Kontruksi atap berbentuk tarup silengkung dolok , seperti atap pedati. Satu komplek dengan Bagas Godang terdapat Sopo Godang, Sopo Gondang, Sopo Jago, dan Sopo Eme. Keseluruhan menghadap ke Alaman Bolak . Alaman Bolak adalah sebuah bidang halaman yang sangat...
Asul usul Marga Sipahutar merupakan salah satu cerita yang menarik untuk diceritakan. Mayoritas orang yang bermarga ini sudah mengetahui ceritanya. Tetapi tak sedikit pula yang ingin tahu bagaimana cerita dari marga ini. Dari cerita yang turun temurun, maka konon ceritanya RAJA SIPAHUTAR digelari juga 'SOPIAK LANGIT'. Gelar itu diberikan kerena kondisi indera penglihatannya tidak sempurna. Konon tanah kelahiran Si Raja Sipahutar berasal dari 1 kampung di pinggiran Danau Toba, sekitar kota Porsea. Adapun saudara dari Raja Sipahutar adalah abang beradik yang berasal dari 1 Ayah, yang bernama Datu Dalu. Abang beradik itu adalah : 1. Pasaribu (Habeahan, Bondar, Gorat) 2. Batubara 3. Sipahutar 4. Matondang 5. Tarihoran 6. Harahap 7. Gurning 8. Saruksuk 9. Parapat 10. Tanjung Sedari kecil sampai besar Sopiak Langit sudah belajar perdukunan. Dia sangat dikenal sekaligus ditakuti oleh orang banyak karena kesaktiannya. Bahkan pen...
Taur-taur Musik Vokal Masyarakat Simalungun Salah satu kekayaan kesenian tradisional masyarakat Simalungun adalah musik vokal (nyanyian), di mana hampir semua aktivitas kehidupannya memiliki nyanyian. Dengan kata lain hampir seluruh peristiwa penting dalam siklus kehidupan masyarakat Simalungun ada nyanyiannya. Bermain dengan anak (lullaby songs), nyanyian bermain (game songs), nyanyian yang berhubungan dengan perkawinan, nyanyian yang berhubungan dengan kematian (lament), dan juga nyanyian yang berhubungan dengan kegembiraan serta hiburan yang dapat dinyanyikan oleh siapa saja. Dalam hal menyajikan musik vokal tersebut, memiliki gaya yang berbeda-beda, ada yang secara solo, grup satu suara (homophoni), bersahut-sahutan (call and respon), dan seperti gaya orang berbicara . Sedang berdasarkan instrumen pengiring, ada yang tanpa iringan alat musik (accapella) dan ada yang mempergunakan iringan alat musik, di antaranya sulim(seruling), tulila (sejenis recorder), sordam(ketig...