Adat Nusantara
353 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
LIRIK DILIRIK "LURIK" KU #DaftarSB19
Pakaian Tradisional Pakaian Tradisional
Jawa Tengah

Pernah denger mengenai kain Lurik? Eh, bukan. Bukan lirik tapi lurik. Kenalan yuk, dengan kain lurik. Lurik merupakan nama kain, kata lurik sendiri berasal dari bahasa Jawa, lorek yang berarti garisgaris, yang merupakan lambang kesederhanaan. Sederhana dalam penampilan maupun dalam pembuatan namun sarat dengan makna (Djoemena, Nian S., 2000). Selain berfungsi untuk menutup dan melindungi tubuh, lurik juga memiliki fungsi sebagai status simbol dan fungsi ritual keagamaan. Motif lurik yang dipakai oleh golongan bangsawan berbeda dengan yang digunakan oleh rakyat biasa, begitu pula lurik yang dipakai dalam upacara adat disesuaikan dengan waktu serta tujuannya. Nama motifnya diperoleh dari nama flora, fauna, atau dari sesuatu benda yang dianggap sakral. Motif lurik tradisional memiliki makna yang mengandung petuah, cita-cita, serta harapan kepada pemakainya. Namun demikian saat ini pengguna lurik semakin sedikit dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu. Perajinnya pun dari waktu...

avatar
Hastisakti
Gambar Entri
Kenduren #DaftarSB19
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Kenduren merupakan salah satu  upacara adat Jawa khusunya  Solo yang berasal dari sekaten  ,adat ini merupakan adat yang pertama ,adat ini juga di sebut sebagai  selametan . Upacara ini dilakukan secara turun temurun sebagai peringatan doa bersama yang dipimpin ketua  adat atau tokoh agama. Asal usul mengapa diberi nama Kenduren yaitu dari  bahasa Persia , yakni Kanduri yang berarti upacara makan-makan memperingati Fatimah Az Zahroh,  puteri Nabi Muhammad SAW . Fenomena nilai ritual dan budaya ini jika ditinjau dari aspek sosio-historis adalah disebabkan munculnya tradisi kepercayaan  dan keyakinan di Nusantara ini banyak dipengaruhi oleh pengungsi dari Campa yang beragama Islam. Hal ini yaitu terjadi pada sekitar tahun 1446 hingga 1471 masehi hal  itu memberikan kontribusi yang cukup besar bagi terjadinya perubahan sosio-kultural religius di Majapahit khususnya dan di pulau Jawa pada umumnya. Buktinya didapat dari conto...

avatar
Krisna Aryan
Gambar Entri
Ngunduh Mantu (Boyong Penganten) #DaftarSB19
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Boyong penganten merupakan ritual pernikahan yang dilaksanakan pada hari kelima setelah pengantin tinggal di kediaman orangtua pengantin wanita. Acara boyong penganten disebut sepasaran (sepeken) pengantin. Sepeken artinya lima hari. Pada hari kelima pengantin diboyong (dihadirkan/pindah) dari kediaman orangtua pengantin wanita ke kediaman pengantin pria. Istilah boyong penganten adalah ngunduh mantu (Suwarno, 2006: 257). Menurut Suwarno (2006: 135) beberapa tradisi yang dilakukan pada acara boyong penganten antara lain sebagai berikut: 1. pihak pria menerima kehadiran pengantin pria dan wanita beserta besan (orangtua pengantin wanita) dengan cara bersahaja, mengundang para tetua dan beberapa tamu tetangga. 2. ada pula yang menyelenggarakan resepsi ngunduh mantu. Upacara boyong penganten atau ngunduh mantu jatuh pada hari kelima (sepeken) setelah upacara pernikahan. Upacara boyong penganten mengandung makna, yakni orangtua kan "berpisah" anaknya (putrinya) karena harus membangun...

avatar
Astriana
Gambar Entri
Sejarah Batik Babaran Wonogiren #DaftarSB19
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Keberadaan Batik Babaran Wonogiren dimulai dari pengembangan Motif Batik Mangkunagaran. Pengertian Batik Wonogiren bukan dari Kabupaten Wonogiri, tetapi hasil karya seorang pembatik asal Pura Mangkunagaran. Nama Wonogiren diambil dari nama istri seorang Bupati Wonogiri bernama Kanjeng Wonogiren. Batik Wonogiren adalah batik dengan babaran cara Kanjeng Wonogiren. Pada perkembangannya babaran Wonogiren digemari oleh masyarakat pengguna kain batik pada saat kekuasaan KGPAA Mangkunagara VII – VIII. Batik Wonogiren merupakan salah satu motif untuk memberi ciri khas dan menandai daerah kekuasaannya di daerah Wonogiri. Tirtomoyo merupakan daerah pembatikan terbesar di Kabupaten Wonogiri, yang mempunyai kaitan erat dengan sejarah masuknya seni kerajinan batik dari budaya Mataram di Surakarta kedalam konsep batik Wonogiren. Peran masyarakat Kecamatan Tirtomoyo dalam pengembangan motif batik Wonogiren adalah menghasilkan motif-motif batik kreasi baru dengan efek remukan pada motif...

avatar
Nurainiexie
Gambar Entri
Basa Kedhaton #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Basa Kedhaton atau Bahasa Keraton adalah bahasa Jawa yanag digunakan di lingkungan keraton Surakarta. Ada perbedaan kosa kata dengan bahasa Jawa pada umumnya, yaitu : Penggunaan bentuk kata ganti orang pertama. Di dalam Keraton untuk menyatakan aku atau saya menggunakan ingsun, panjenenganingsun, manira dan abdi dalem. Sedangkan di luar Keraton menggunakan aku, kula, dan kawula Penggunaan untuk kata ganti orang kedua. Di dalam keraton untuk menyatakan kamu menggunakan sira, pakenira, sampeyan dalem, dan panjengengan dalem. Sedangkan di luar keraton menggunakan kowe, sampeyan, panjengengan, dan jengandalem. Perbedaan penggunaan kata tertentu. Misalnya bahasa keraton Caos yang memiliki arti memberi dan cara menggunakannya untuk mengatakan makna piket abdi dalem. Bahasa yang digunakan dalam keraton dapat digunakan dengan 2 cara, yaitu lisan dan tulisan. Lisan digunakan dalam pelaksanaan adat tatacara keraton, contohnya tatacara Tingalan Jumenengan Dalem. Tulisan digun...

avatar
Novi_handayani
Gambar Entri
#DaftarSB19: Arti Motif Batik Wirasat
Motif Kain Motif Kain
Jawa Tengah

Batik merupakan salah satu budaya milik Indonesia yang sudah diakui oleh dunia, yang dideklarasikan oleh UNESCO, dan dirayakan tiap tahunnya setiap tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Batik di Indonesia juga beragam jenisnya, dimana setiap daerah dan etnis mempunyai jenis batiknya sendiri yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Salah satu daerah tersebut adalah Solo, dimana batik adalah warisan budaya sejak ratusan tahun lalu yang menjadi suatu simbol keagungan kerajaan. Dalam suatu daerah pula, terdapat berbagai macam motif batik yang mempunyai arti dan fungsinya masing-masing, salah satunya adalah motif Wirasat Motif batik Wirasat (atau biasa disebut Sido Wirasat) adalah motif yang dianjurkan kepada pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dengan adat Jawa. Motif ini memiliki makna  nasehat yang selalu diberikan orang tua untuk menuntun kedua mempelai dalam memasuki bahtera hidup berumah tangga.    sumber: budayajawa.id &nb...

avatar
Ailsa Vidi Chandrika
Gambar Entri
Naskah Bhagawadgita
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah daerah jawa Tengah yang berjudul Bhagawadgita, isinya tentang kepahlawanan, Bhagawadgita sendiri artinya nyanyian Tuhan. Intinya adalah petuah atau wejangan dari Sri Kresna kepada Arjuna pada saat perang melawan Adi pati Karna di Kurusetra. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai luhur yang berupa ajaran atau petuah yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat dewasa ini, yang dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spiritual.   Sumber: Hp, Soimun  and  Soeloso, Soeloso  and  Hp, Soejanto  (1992)  Bhagawadgita.  Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Jakarta. http://repositori.kemdikbud.go.id/8247/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Naskah Jawa: Serat Wredha Mudha Serat Ngelmu Spiritisme
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Tengah

Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Direktorat Sejarah dan Nilai Tradisional, Direktorat Jenderal Kebudayaan telah mengkaji dan menganalisis naskah-naskah lama di antaranya naskah kuno jawa yang berjudul Serat Wredha Mudha, Serat Ngelmu Seperitisme isinya tentang 1). Ajaran untuk memotivasi generasi muda agar jangan hidup melarat seperti apa yang dialami generasi sebelumnya 2). ajaran, petunjuk, nasehat yang berhubungan dengan budi pekerti, agama dan lain-lain. Nilai-nilai yang terkandung di dalam naskah ini adalah nilai nilai pendidikan, nilai agama, sopan-santun yang dapat menunjang pembangunan, baik fisik maupun spirituil.   Sumber:  http://repositori.kemdikbud.go.id/7841/

avatar
Monica91
Gambar Entri
Minuman Wedang asam gula jawa
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Minuman wedang asam gula jawa sangat digemari, baik oleh orang tua apalagi kaum muda. Rasanya yang manis-manis asem memberikan kesegaran luar biasa sebagai pelepas dahaga. Minuman ini sudah sejak lama dikenal masyarakat kuliner Nusantara. Hal ini disebabkan karena buah asam sangat mudah didapatkan. Buah asam yang ada di Indonesia dikenal dengan nama asam Jawa, karena memang dulunya pohon asam banyak ditanam di pulau Jawa. Minuman gula asem yang banyak dikenal masyarakat Indonesia dibuat dari buah asam hasil panenan dari pohon asam pinggir jalan atau pohon asam yang tumbuh liar. Bagi yang ingin membuat sendiri berikut resep pembuatannya : Bahan 75 gram asam jawa (2 bungkus asam jawa) 150 gram gula merah (sisir halus) 2 gelas air putih 1 sdm madu Cara Membuat Rebus air putih dengan panci hingga mendidih. Jika air sudah mendidih, masukkan asam jawa dan gula jawa yang telah disisir. Rebus semua bahan hingga tercampur rata dan keduanya larut. Jika semu...

avatar
Silmi fatharani