Serune Kalee merupakan alat musik tradisional yang berupa terompet khas Aceh dengan dengan struktur bentuk mirip klarinet. Biasanya Serune Kalee dimainkan sebagai instrumen utama dalam sebuah pertunjukan musik tradisi di Aceh, diiringi geundrang, rapai, dan sejumlah instrumen tradisional lainnya. Alat musik ini dikenal terutama terdapat di daerah Pidie, Aceh Utara, Aceh Besar, dan Aceh Barat. Serune Kalee masih berperan besar dalam ritus-ritus sosial warga Aceh seperti dalam ritus-ritus sosial masyarakat Aceh, seperti pernikahan, penyambutan tamu, atau acara-acara hiburan. Instrumen ini diklasifikasikan ke dalam jenis aerofon, atau instrumen yang memiliki sumber bunyi dari hembusan udara pada rongga. Serune Kalee berasal dari dua kata, yakni (serune) yang merujuk pada instrumen tradisional Aceh, dan (kalee) yang merupakan nama desa di Laweung, Kabupaten Pidie. Jadi secara sederhana, Serune Kalee bisa diartikan sebagai serunai/seruling dari daerah Kalee. Sangat...
Seni kentongan merupakan seni pertunjukkan tradisional yg menggunakan alat kentongan. Seni ini terbilang cukup baru di kabupaten Pangandaran. Kentongan terbuat dari bambu dipadukan dengan alat musik gamelan dan kendang dengan cara mengkolaborasikan seni Jawa dan Sunda sehingga menjadi musik yang enak didengar dan banyak diminati wisatawan asing yang datang ke Pangandaran. Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.mypangandaran.com/blog/read/ragam/309/7-kesenian-tradisional-di-kabupaten-pangandaran/amp/
Alat musik Genggong adalah alat musik bali dimana salah satu instrumen getarnya cukup unik. Suara yang ditimbulkan alat musik ini menimbulkan keunikan tersendiri bagi pendengarnya. Selain itu, keunikan lainnya pada Genggong ini yaitu cara memainkannya yaitu dengan memanfaatkan rongga mulut orang untuk membunyikan alat ini sebagai resonator. Genggong dibunyikan dengan cara mengulum (yanggem) di bagian yang disebut “palayah”nya. Jari tangan kiri memegang ujung alat sebelah kiri sedangkan tangan kanan menggenggam tangkai bambu kecil terhubung dengan tali benang dan ujung alat di sebelah kanan. Kegunaan alat musik ini sebenarnya hanya digunakan sebagai sarana hiburan, seperti acara pernikahan atau pesta lainnya.
SILAT BEKSI PETUKANGAN Silat Beksi di Petukangan berasal dari Dadap, Tangerang. Silat Beksi dibawa oleh H. Godjali ke Petukangan, sekitar tahun 1913-an. Silat Beksi secara silsilah dari H. Godjali, berasal dari Lee Tjeng Hok dan Ki Marhalli. Petukangan sendiri adalah sebuah daerah di barat daya kota Batavia atau Jakarta sekarang. Daerah Petukangan pada masa sebelum kemerdekaan, adalah lahan perkebunan dan pusat tenaga kerja pembatik, yang bekerja di pusat distrik Kebayoran Lama. Penyebaran silat Beksi di Petukangan dilakukan oleh H. Godjali melalui murid-murid terkemukanya yang bernama ; H. Hasbullah, Simin, M. Nur dan Mandor Minggu. H. Godjali sebenarnya memiliki banyak murid di Petukangan, tetapi yang membuka perguruan dan secara aktif menyebarkannya, adalah keempat murid utamanya tersebut. Mereka juga ikut mengembangkan silat Beksi itu sendiri, dalam ekspresi jurus-jurus dasar yang ada. Untuk mempelajari silat Beksi, terutama pasca H. Godjali, para murid harus melalui p...
TRANSFORMASI SILAT BEKSI Dari Beladiri Menjadi Seni Semenjak awal dibentuk atau diciptakan, gerakan silat adalah gerakan tarian yang mengekspresikan sesuatu. Gerakan-gerakan silat yang ada, dapat merupakan adopsi dari gerakan hewan atau aktifitas alam tertentu. Sehingga kemudian gerakan silat akan memunculkan gerakan sealur dalam seni tari dan diiringi oleh musik. Peran Pemerintah Terhadap Keberlangsungan Silat Beksi Orang-orang Betawi yang sekarang dapat dikategorikan sebagai Betawi Pinggir, adalah pendukung dan pemelihara seni budaya asli Betawi. Mereka yang disebut Betawi Pinggir memang secara faktual berada di pinggiran Jakarta, namun secara kebudayaan, orang-orang yang sudah tidak lagi berada di tengah kota karena terdesak oleh perkembangan pembangunan, termasuk juga dalam lingkungan besar budaya Betawi. Kampung besar kebudayaan Betawi tidak bisa lagi dibatasi oleh batas administratif DKI Jakarta, tetapi meluas hingga ke penjur...
MANAQIB H. GODJALIH Karya "masterpiece" Jamiellulaillora Godjalih itulah namanya Petukangan kampung kelahirannya H. Gatong nama Ayahnya Nyi Anyong nama Ibunya Musik rebana kesukaannya Ahli silat itulah julukannya (Langgam Melayu Betawi)
Ekspresi merupakan gerak atau raut pada bagian wajah yang menggambarkan perasaan. Ekspresi ini bisa terkait dengan banyak hal terutama saat pentas acara tertentu seperti membaca puisi. Ekspresi dalam membaca puisi perlu disesuaikan dengan temanya. Jika memang temanya sedih maka ekspresi sedih yang dimunculkan, sebaliknya jika tema gembira maka yang ditunjukkan ekspresi bahagian dan gembira. Dengan penggunaan ekspresi yang tepat maka penonton seperti ikut hanyut dalam suasana pembacaan puisi yang mereka dengarkan. Seperti halnya intonasi dan pelafalan, pembaca puisi harus berlatih ekspresi wajah sedari awal agar penampilan yang ditunjukkan maksimal. Latihan berulang-ulang merupakan cara yang paling efektif untuk mendapatkan ekspresi yang sesuai. Jika sudah berhasil mendapatkan ekspresi yang diinginkan, maka selanjutnya tinggal belajar menghayati isi puisi. Cobalah Anda berlatih di depan kaca supaya bisa menilai langsung apakah ekspresi sudah pas atau belum. Jenis-Jenis Eks...
Madura, mungkin yang ada benak Anda adalah makanan sate, pakaian loreng merah putih atau karapan sapi. Madura cukup terkenal dengan berbagai khasanah budaya lokalnya. Dari segi budaya, pulau sebelah timur Jatim ini tak kalah dari wilayah lain. Bukti budaya bisa terlihat dari alat musik tradisionalnya. Banyak macam alat musik tradisional Jawa Timur yang masih eksis sampai sekarang. Salah satu alat musik melegenda yang masih dilestarikan sampai saat ini adalah saronen. Mungkin Anda masih asing mendengarnya. Lantas apa sebenarnya saronen ini? Baca informasinya sampai selesai ya. Bentuk Saronen Bentuk saronen terlihat lebih mirip seruling atau terompet. Akan tetapi, ada perbedaan pada peniup yang mana peniupnya dibuat seperti kumis-kumisan. Tiap alat dibuat beda-beda tergantung kreatifitas pembuat. Menarik bukan, kawan? Bahan yang digunakan untuk membuat saronen adalah kayu jati khusu dengan panjang kerucut 40 centimeter. Lubang-lubang dibuat mirip kayak seruling yang mana a...
Sarune merupakan jenis alat musik khas yang ditiup dari suku Batak Toba. Alat musik tradisional masih satu rumpun dengan Serunai. Baik anak-anak, remaja maupun orang tua memainkan sarune. Sampai sekarang ini masih eksis bahkan tak sedikit para traveler disambut dengan pentas sarune. Macam-macam Sarune Salah satu dari aneka alat musik khas suku batak yang memiliki variasi adalah sarune. Jenisnya sendiri cukup beragam yaitu sarune bolon dan etek. Bolon merupakan instrumen melodi yang mempunyai reed ganda sedangkan etek hanya mempunyai reed tunggal. Kategori sarune masuk jajaran aerophone yang terdapat 5 lubang nada dimana 4 di atas dan 1 di bawah. Gaya permainan dengan circular breathing atau pernapasan melingkar (jika kurang paham silahkan cari di youtube ya…) Sarune Bolon Sarune Bolon merupakan jenis alat musik dengan ukuran agak besar yang dimainkan oleh masyarakat Toba. Alat ini dipakai dalam ansambel musik besar seperti gondang bolon. Bolon pada ansambel digunakan s...