Di daerah Dieng, Banjarnegara ada sebuah acara tahunan yang bernama Dieng Culture Festival (DCF). Acara ini dilakukan setiap awal bulan agustus. Acara ini mencapai puncaknya pada saat ruwatan/pemotongan rambut gimbal. Upacara atau ritual pemotongan rambut gimbal ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk pada si anak rambut gimbal. Anak berambut gimbal ini sudah ada dari dahulu, dimana anak anak tertentu akan berambut gimbal secara alami. Sebelum acara pemotongan akan dilakukan ritual doa di beberapa tempat keramat di Dieng
Lao Yu Sheng atau yang biasa kita kenal dengan Yu Sheng saja, adalah sebuah masakan khas suku Tionghoa ataupun Hokkien yang sering dihidangkan pada saat hari raya imlek. Biasa Lao Yu Sheng dilakukan oleh para keluarga untuk menjaga hubungan kekerabatan antar keluarga ataupun dalam suatu keluarga sendiri. Orang - orang memiliki cara sendiri dalam memakan Lao Yu Sheng ini, yaitu dengan berdiri dan mengangkat sumpit tinggi - tinggi, kemudian mengaduk Lao Yu Sheng dengan tinggi - tinggi pula sambil meneriakkan kata - kata "Yam Seng" yang artinya Cheers atau Toast, menunjukkan kebahagiaan mereka. Orang - orang percaya bahwa semakin tinggi mengangkat Lao Yu Sheng, maka semakin baik pula keberuntungan yang akan didapat pada tahun yang baru. Lao Yu Sheng sendiri sebenarnya lebih diidentikkan berasal dari suku Hokkien, karena menurut cerita, orang - orang Hokkien pada zaman dahulu pergi menangkap ikan ke laut, dan mereka terkena gelombang yang besar, sehingga tidak keburu pulang saat iml...
Apakah ada yang belum mengenal salah satu tradisi sunda satu ini? Suku sunda sendiri memiliki adat istiadat yang telah diwariskan turun-temurun. Mulai dari upacara adat pernikahan, kehamilan, kelahiran, masa kanak-kanak, kematian dan lain-lain. Salah satu keunikan adat istiadat sunda adalah tradisi babangkongan. Tradisi yang satu ini dilaksanakan pada saat musim kemarau berkepanjangan melanda daerah tersebut. Tradisi babangkongan bisa kita temukan di sebuah desa bernama Cigarukgak, kecamatan Ciawigebang kabupaten Kuningan Jawa Barat. Tradisi ini yang bertujuan untuk meminta hujan agar sawah-sawah tidak gagal panen pada musim kemarau. Biasanya waktu pelaksanaannya dimulai sejak terbenam matahari ( ba’da maghrib ) hingga pukul dua belas malam. Tradisi ini melibatkan seorang pawang, seorang anak yatim laki-laki yang berusia 8-11 tahun, empat orang laki-laki dewasa yang cukup kuat untuk mengangkat anak yatim lalu di arak. Biasanya acara dimula...
Bagi warga asli Bekasi, tentunya pernah mendengan usut-usut kalau di salah satu sungai besar di kota ini terdapat buaya putih. Bagi kaum millenial, tentunya kita cenderung mengabaikan dan tidak memedulikan cerita-cerita tersebut. Namun, justru dengan legenda-legenda ini lah turut memperkaya kemajemukan budaya sastra di Tanah Air tercinta. Namanya juga cerita rakyat, tentunya kisah-kisah yang di luar nalar itu disebarkan secara turun-temurun. Begitupun ke saya sendiri, yang merupakan warga asli Kota Bekasi. Singkatnya ceritanya seperti ini. Dahulu kala, hiduplah seorang saudagar kaya dan anak gadisnya yang tinggal di Sungai Bekasi. Gadis itu tumbuh menjadi seorang wanita yang cantik dan juga memiliki ilmu yang sangat tinggi dalam hal bela diri. Karena tak kunjung menikah, ayahnya mengadakan sebuah sayembara yang mana apabila calon menantu berhasil mengalahkan Sang Gadis dalam hal bela diri, maka orang tersebut dapat memperistrinya. Berbagai pendekar pun berdatan...
Memang ada beberapa Pura yang bernama Batu Bolong, seperti yang berlokasi di Tanah Lot dan Lombok. Tetapi ada Pura yang memiliki nama yang sama, yang tidak diketahui banyak orang. Pura ini terletak di desa Sawan, kabupaten Buleleng. Pura ini cenderung berada di bagian utara Bali, yang memang tidak mudah diakses oleh orang banyak. Tetapi keindahan Pura ini dapat menyaingi Pura lain. Pura ini terletak di tengah-tengah hutan. Pura ini dibangun diatas bebatuan tinggi, sehingga untuk dapat mencapai situs persembahyangan, kita harus memanjat beberapa anak tangga. Selaintempat persembahyangan, pura ini memiliki sebuah tempat permandian, yang konon dulu dipakai oleh keluarga kerajaan (Walaupun sekarang airnya berisi e.coli). Tetapi jika Anda ingin mandi di Pura tersebut, ada tempat permandian umum di bagian bawah Pura. Pura ini sudah menjadi bagian dari Desa Sawan sejak lama. Biasanya jika ada acara persembahyangan yang penting, kegiatan ini dapat dilaksanakan di Pura ini. Pura ini...
Manghabia adalah tradisi suku Batak Toba yang jarang diketahui oleh masyarakat Indonesia. Tradisi ini masih dijalankan sampai sekarang. Manghabia adalah salah satu bentuk perkawinan yg dianut pada suku Batak Toba, dimana jika suaminya meninggal dunia dan dari suaminya tersebut masih ada adik laki-laki yg belum menikah, maka untuk menjaga agar istri siangnya tersebut tidak menikah lagi dengan laki-laki lain yang berakibat berpindahnya harta peninggalan suami yang meninggal tersebut dan anak-anak yang ditinggalkan ayahnya akan mempunyai ayah tiri dari kerabat marga lain, maka adik laki laki nya tersebut akan dikawinkan dengan istri abangnya. Secara singkat, M anghabia = Adik laki-laki mengawini istri abangnya yang sudah meninggal dunia. #OSKMITB2018
KUBUR ARI-ARI Ari-ari atau biasa dikenal plasenta merupakan bagian penting bagi janin yang sedang dikandung oleh seorang Ibu.Ari-ari ini berfungsi sebagai penyalur makanan dari induk/ibu.Namun, setelah kelahiran janin tersebut, ari-ari ini tidak memiliki fungsi sama sekali. Namun di beberapa Kota terdapat beberapa ritual mengenai hal tersebut,salah satunya Kota Depok yang masih terdapat ritual/tradisi menguburkan ari-ari bayi yang baru lahir.Dipercaya bagi sebagian masyarakat Depok bahwa ritual ini dapat berpengaruh terhadap masa depan bayi tersebut dll.Nama dari ritual tersebut adalah Kubur ari-ari. Kubur Ari – Ari adalah upacara tradisional dimana setelah seorang anak dilahirkan oleh ibunya lewat persalinan, maka placenta atau ari – ari dari si bayi akan dikuburkan.Ari-ari dari bayi yang baru lahir akan dibungkus dengan kain putih lalu dikuburkan diikuti dengan menggunakan pelita atau lampu.Lokasi yang sering digunakan dalam ritual ini berada disekitar...
Alkisah masyarakat batak diturunkan oleh Sang Raja Batak (yang tidak diketahui asalnya). Raja Batak ini mempunyai anak, yang menurunkan marga Simanjuntak dan salah satunya bernama Tuan Somanimbil. Tuan Somanimbil mempunyai 3 orang anak: Somba Debata Siahaan, Raja Marsundung Simanjuntak, dan Tuan Maruji Hutagaol. Raja Marsundung inilah yang nantinya menurunkan marga Simanjuntak. Raja Marsundung Simanjuntak (selanjutnya disebut Simanjuntak saja) menikah dengan seorang wanita bermarga Hasibuan (boru Hasibuan) dan memiliki seorang anak laki-laki bernama Raja Parsuratan dan seorang anak perempuan bernama Sipareme.Di kampung itu,Simanjuntak dikenal sebagai orang kaya yang mempunyai tanah yang luas dan seekor kerbau sehingga dijuluki Simanjuntak Parhorbo. Singkat cerita, suatu saat istrinya, yaitu Boru Hasibuan meninggal dunia dan Simanjuntak menjadi seorang duda. Atas saran keluarga, Simanjuntak mencari istri lagi dan akhirnya menikah dengan Boru Sihotang, walaupun anak laki-lakinya,...
Alkisah masyarakat batak diturunkan oleh Sang Raja Batak (yang tidak diketahui asal muasalnya). Raja Batak ini mempunyai anak, yang menurunkan marga Simanjuntak dan salah satunya bernama Tuan Somanimbil. Tuan Somanimbil mempunyai 3 orang anak: Somba Debata Siahaan, Raja Marsundung Simanjuntak, dan Tuan Maruji Hutagaol. Raja Marsundung inilah yang nantinya menurunkan marga Simanjuntak. Raja Marsundung Simanjuntak (selanjutnya disebut Simanjuntak saja) menikah dengan seorang wanita bermarga Hasibuan (boru Hasibuan) dan memiliki seorang anak laki2 bernama Raja Parsuratan dan seorang anak perempuan bernama Sipareme Di kampung itu Simanjuntak dikenal sebagai orang kaya yang mempunyai tanah yang luas dan seekor kerbau sehingga dijuluki Simanjuntak Parhorbo. Singkat cerita, suatu saat istrinya, yaitu Boru Hasibuan meninggal dunia dan Simanjuntak menjadi seorang duda. Atas saran keluarga, Simanjuntak mencari istri lagi dan akhirnya menikah dengan Boru Sihotang, walaupun anak laki-lakiny...