Gembus adalah jajanan khas dari Karanganyar, Kebumen, Gombong, Cilacap, Banyumas dan sekitarnya. Biasanya jajanan ini dijual ketika ada pertunjukan rakyat seperti Kuda Lumping dan Wayang. Pada hari biasa jajanan ini susah dicari. Gembus dibentuk seperti huruf O. Enak dimakan saat hangat. Bahan utama untuk membuatnya adalah ketela pohon/singkong. Perlu dipilih singkong yang bagus dan tidak mengandung racun, karena ada beberapa jenis singkong yang mengandung racun. Cara membuatnya dengan menguliti singkong lalu merendam terlebih dahulu untuk membuang racun atau zat yang tidak diinginkan kemudian dijemur. Singkong diparut kasar, kemudian dicampur sedikit air, ditambah bumbu, dan diaduk-aduk kental. Selanjutnya dibentuk dan digoreng dengan minyak kelapa. Sumber: http://semuakulinerok.blogspot.co.id/2017/03/golak-dan-gembus.html
Kakaraban merupakan kue tradisional khas Banjar yang termasuk dalam salah satu macam dari wadai ampat puluh satu. Diperkirakan keberadaan kue kakaraban telah dikenal sejak masa pra-Islam di Kalimantan Selatan. Hal ini mengingat di abad ke-14 (masa pra-Islam) wadai ampat puluh satu telah difungsikan sebagai sesajian pada saat pertunjukan wayang. Sumber : https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/wbtb/?newdetail&detailCatat=2433 Lokasi penjual: Warung Kembar Alamat: Jl. Pangeran Abdurrahman, Cindai Alus, Martapura, Banjar, Kalimantan Selatan 71213
Kue patah merupakan kue tradisional khas Banjar yang termasuk dalam salah satu macam dari wadai ampat puluh satu. Dahulu kue ini disajikan sebelum malam pergelaran kesenian, seperti wayang ataupun teater topeng. Konon, wadai ampat puluh satu dipercaya memiliki kekuatan untuk mengusir roh-roh jahat yang berkelana di malam hari di saat pertunjukan kesenian sedang digelar. Sebagai salah satu bagian dari wadai ampat puluh satu, kue patah akan disajikan bersama dengan beraneka kue tradisional lainnya. Bahan: 3 ons tepung beras 3 ½ gelas santan dari 1 butir kelapa yang dididihkan 50 ml air daun suji dari 20 lembar daun suji yang Anda parut Vanili secukupnya Garam secukupnya 1 sendok teh air kapur Cara Membuat: 1. Persiapkan alat dan bahan yang Anda gunakan untuk membuat kue petah ini kemudian lakukan langkah pertama 2. Ambil wadah dan campurkan semua bahan kue petan di dalamnya sampai menjadi adonan yang merata...
Grebeg Maulud merupakan upacara tradisi peninggalan Kerajaan Demak untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini memiliki beberapa agenda yang ditutup dengan pengarakan “gunungan” dari Keraton Yogyakarta ke halaman Masjid Agung, untuk dibagikan kepada pengunjung yang sudah menunggu sejak semalaman. Hampir semua orang Jogja tentu sudah tidak asing dengan istilah grebeg. Kata grebegsendiri berasal dari Bahasa Jawa ‘Gembrebeg’ yakni suara keras yang timbul ketika Sultan keluar dari keraton untuk memberikan “gunungan” kepada masyarakatnya. Gunungan merupakan tumpukan hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan dan makanan tradisional, dikawal oleh pasukan keraton dengan bunyi teriakan yang bersahut-sahutan serta diiringi suara tembakan. Seiring perjalanan waktu, nama gembrebeg berubah menjadi grebeg. source : blog.alfarish.com Dalam satu tahun Kalender Jawa, setidaknya terdapat 3...
Wayang kulit Bekasi sebenarnya masih sama latar belakangnya dengan wayang-wayang sejenis yang ada di Pulau Jawa. Yang membedakan antara wayang kulit Bekasi dengan wayang kulit daerah lain adalah faktor sosilogis dan pengaruh budaya lingkungannya. Perbedaan lainnya yaitu adanya tokoh yang lebih mirip dengan wayang golek misalnya Semar, Cepot, Udel dan Gareng, sementara Dorna digambarkan dengan wajah kearab-araban dengan memakai topi haji. Awalnya wayang kulit Bekasi dibawa oleh seseorang yang bernama Balentet. Setelah ia berguru di daerah Cirebon dengan membawa wayang kulit Pandawa Lima sebagai warisan gurunya, Balentet mematangkan ilmu pedalangannya di daerah Bekasi dengan mendatangi tiga orang guru pedalangan, diantaranya Mbah Belentuk, Mbah Rasiun dan Mbah Cepe. Sekitar tahun 1918, Balentet mulai mendalang hingga meninggal dunia pada tahun 1982. Sebagai dalang kondang di Bekasi, menjelang akhir hayatnya Balentet mewariskan keterampilan mendalangnya kepada putra-putranya, d...
Supit Urang garuda mungkur, ialah bentuk gelung yang pada bagian belakangnya menggunakan hiasan garuda mungkur seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Setyaki, Samba, Abimanyu, dan lain-lain yang sejenis. Gelung Cupit Urang Sering juga diucapkan gelung supit urang atau sapit urang, adalah model gelung yang digunakan oleh Arjuna, Permadi, Pandu Dewanata, Sakri, Gatotkaca, Antareja, Laksmana, Ramawijaya sebelum menjadi raja, suryaputra (Karna Muda), Nakula, Sadewa, dll. Sebagian orang menyebut gelang semacam itu dengan nama gelung kadal menek. Gelung supit urang ada yang polos, ada yang memakai jamang, dan ada pula yang memakai garuda mungkur. Gelung wayang merupakan bagian dari pengetahuan seni kriya Wayang, baik Wayang Kulit purwa, Wayang Orang, wayang Golek Purwa dan beberapa jenis wayang lainnya. Gelung wayang merupakan bentuk stilir dari gelung rambut atau konde atau sanggul. Dalam dunia seni kriya Wayang Kulit Purwa dan Way...
Gelung wayang merupakan bagian dari pengetahuan seni kriya Wayang, baik Wayang Kulit purwa, Wayang Orang, wayang Golek Purwa dan beberapa jenis wayang lainnya. Gelung wayang merupakan bentuk stilir dari gelung rambut atau konde atau sanggul. Dalam dunia seni kriya Wayang Kulit Purwa dan Wayang Orang, dikenal adanya sekitar sepuluh macam bentuk gelung wayang. Berikut ini adalah jenis-jenis gelung wayang itu. Gelung Cupit Urang. Sering juga diucapkan gelung supit urang atau sapit urang, adalah model gelung yang digunakan oleh Arjuna, Permadi, Pandu Dewanata, Sakri, Gatotkaca, Antareja, Laksmana, Ramawijaya sebelum menjadi raja, suryaputra (Karna Muda), Nakula, Sadewa, dll. Sebagian orang menyebut gelang semacam itu dengan nama gelung kadal menek. Gelung supit urang ada yang polos, ada yang memakai jamang, dan ada pula yang memakai garuda mungkur. Supit Urang polos tanpa hiasan seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Anoman, Bima, Arjuna, Nakula-Sadewa, dan lain-lain ya...
Supit Urang Sanggan, ialah bentuk gelung yang bersumping seperti yang terlihat pada wayang Nakula dan Sadewa. Gelung wayang merupakan bagian dari pengetahuan seni kriya Wayang, baik Wayang Kulit purwa, Wayang Orang, wayang Golek Purwa dan beberapa jenis wayang lainnya. Gelung wayang merupakan bentuk stilir dari gelung rambut atau konde atau sanggul. Dalam dunia seni kriya Wayang Kulit Purwa dan Wayang Orang, dikenal adanya sekitar sepuluh macam bentuk gelung wayang. Berikut ini adalah jenis-jenis gelung wayang itu. Gelung Cupit Urang. Sering juga diucapkan gelung supit urang atau sapit urang, adalah model gelung yang digunakan oleh Arjuna, Permadi, Pandu Dewanata, Sakri, Gatotkaca, Antareja, Laksmana, Ramawijaya sebelum menjadi raja, suryaputra (Karna Muda), Nakula, Sadewa, dll. Sebagian orang menyebut gelang semacam itu dengan nama gelung kadal menek. Gelung supit urang ada yang polos, ada yang memakai jamang, dan ada pula yang memakai garuda mungkur....
Gelung wayang merupakan bagian dari pengetahuan seni kriya Wayang, baik Wayang Kulit purwa, Wayang Orang, wayang Golek Purwa dan beberapa jenis wayang lainnya. Gelung wayang merupakan bentuk stilir dari gelung rambut atau konde atau sanggul. Dalam dunia seni kriya Wayang Kulit Purwa dan Wayang Orang, dikenal adanya sekitar sepuluh macam bentuk gelung wayang. Berikut in iadalah jenis-jenis gelung wayang itu. Gelung ini dikenakan oleh Yudhistira, Yamawidura, Prabu Drupada, Gandamana, Drestarastra, Prabakesa, dll. Selain itu beberapa tokoh wayang wanita juga bergelung keeling, diantaranya adalah Dewi Drupadi. Gelung keling ada yang polos, ada yang memakai jamang, ada pula yang memakai garuda mungkur seperti dikenakan Patih Gandamana, Patih kerajaan Cempalaradya. Sanggul Keling terdapat 2 macam bentuk dari sanggul keling, yaitu Gelung keling putri (putren) seperti yang dikenakan oleh tokoh wayang Dewi Drupadi, Sumbadra, Supraba, dan kuntinalibrata. Gelung k...