Anak
5.721 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Hompilah
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahra...

avatar
Oskm18_stei_christovito
Gambar Entri
Asal Mula Padi
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Asal Mula Padi   Menurut cerita yang beredar di masyarakat, dahulu kala terdapat kerajaan-kerajaan yang di huni oleh raja beserta dewa dewi nya di khayangan.Pada salah satu kerajaan, konon ceritanyan memiliki putri yang cantik danterlahir dari butiran air mata dewa ular yang bernama Antaboga. Antaboga meneteskan air mata nya karena tidak memiliki tangan dan kaki sehingga tidak bisa memenuhi titah dewa penguasa langit,Batara Guru untuk membangun kerajaan. Alhasil tetesan air mata itu berbentuk seperti cangkang telur yang berkilauan, dengan inisiatif Antaboga memberikan itu ke Batara Guru sebagai permohonan maafnya. Batara Guru terpukau dengan keindahan telur itu karena ia temasuk dewa yang suka mengoleksi barang-barang unik, selama hidupnya ia tak pernah melihat telur seindah itu. Saat Batara Guru mencoba untuk memegang cangkang tersebut tiba-tiba muncullah pengelihatan seperti klise yang terus berputar, Batara melihat ia dan istri nya memiliki anak yang cantik dan b...

avatar
OKSM18_FSRD_Olayvia putri
Gambar Entri
Budaya Dayok Binatur Arti dan Cara Membuat
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Utara

Dayok Nabinatur adalah makanan khas suku Simalungun yang berada di Sumatera Utara. Nama Dayok yang berarti ‘’ayam’’  disuun secara ‘’teratur’’ diatas piring yang khusus. Setiap susunan ayam punya arti tersendiri. Setiap bagian potongan ayam disusun secara teratur layaknya seperti susunan ayam seperti masih hidup. Pengertian disusun disini adalah memotong bagian tubuh dari ayam yang teratur dan disusun dalam sebuah tempat penghidang dengan susunan yang teratur layaknya seperti susunan ayam tersebut ketika masih hidup. Masakan ini biasa dihidangkan saat ada acara-acara adat ataupun acara keluarga. Ayam yang digunakan biasanya ayam jantan kampung, karena ayam jantan dijadikan sebagai simbol dari kegagahan, kekuatan, semangat , kerja keras, pantang menyerah dan kewibawaan. Atau bisa juga menggunakan ayam hutan untuk hasil yang maksimal.  Pada zaman Kerajaan Simalungun ayam ini biasanya diberikan kepada raja dan seiring bertam...

avatar
OSKM18_16518153_Harry Sangmahata Purba
Gambar Entri
Warung Tegal
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Halo para pembaca semua!. Kalo bahas tentang budaya Indonesia pasti gak akan ada habisnya ya kan. Nah salah satunya ada warung makan tradisional yang udah ga asing lagi, apalagi buat anak kost seperti saya ini. Ya, apalagi kalau bukan warteg. Warteg atau Warung Tegal menurut wikipedia adalah salah satu jenis usaha gastronomi yang menyediakan makanan dan minuman dengan harga terjangkau. Nah karena harga yang terjangkau itu, Warteg akrab dengan masyarakat kecil dan anak-anak kost seperti saya ini. Makanan yang dijual di warteg itu pada umumnya adalah masakan dan lauk pauk sehari-hari masyarakat Indonesia. Ada, tahu, tempe, sayur-sayuran, dan lauk pauk seperti ikan dan ayam. Warteg tentu saja berasal dari daerah Tegal di Jawa Tengah. Konon awalnya, warteg berasal dari Desa Sidapurna dan Sidakaton yang ada di Kabupaten Tegal. Dan dari desa Krandon yang ada di Kota Tegal. Seiring dengan perkembangan jaman, warteg ga cuma ada di Tegal aja nih. Warteg juga berkembang ke seluruh p...

avatar
Oskm18_fsrd_galih
Gambar Entri
Ular Naga
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
DKI Jakarta

Banyak dari kita yang tidak asing dengan permainan Betawi yang satu ini. Banyak dari kita yang memainkan permainan ini saat masih kecil bersama teman-teman kita. Sampai sekarang pun, masih banyak kita lihat anak-anak memainkan permainan ini. Permainan satu ini adalah permainan simpel yang bisa dimainkan di lapangan luas tanpa alat peraga atau pembantu dan dimainkan sebanyak 10 orang umumnya, namun jumlah pemain sebenarnya boleh diganti dengan jumlah minimal 4 orang. Tapi tentu saja akan lebih menyenangkan bila dimainkan lebih banyak orang. Nama "Ular Naga" sendiri dikarenakan barisan pemain yang panjang bagaikan ular atau naga.   Walaupun sudah ada sejak lama, namun masih belum diketahui secara jelas asal usul dari permainan tradisional ini. Namun ada mitos dari permain ular naga ini.  Cara bermainnya pun sangat mudah, berikut adalah cara bermainnya : 1. Dua orang anak yang dipilih sebagai induk (biasanya yang paling tinggi) menentukan nama s...

avatar
Oskm18_19718130_karen
Gambar Entri
Hompilah (Hompimpah)
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Hompilah (atau lebih dikenal dengan "Hompimpa") merupakan salah satu lagu permainan asal Sunda yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Hompilah biasanya dilakukan anak-anak sebelum melakukan suatu permainan. Caranya adalah anak-anak berkumpul lalu membolak-balikkan telapak tangannya sambil bersama menyerukan "Hompilah/hompimpah alaium gambreng". Setelah itu setiap anak menunjukkan antara punggung tangan atau telapak tangan (posisi tangan menghadap atas atau bawah). Apabila seorang anak posisi tangannya berbeda sendiri, maka anak tersebut menang atau kalah, sesuai kesepakatan yang telah ditentukan. Jika tersisa dua anak dengan posisi tangan yang sama, maka dilakukan suit. Selain di tataran Sunda, hompimpah juga terkenal sebagai budaya Jawa dan Betawi, dengan nyanyian yang lebih panjang, "Hompimpa alaium gambreng, Mpok Ipah pake baju rombeng" Saat ini hompilah/hompimpah masih banyak diterapkan bahkan oleh remaja sekalipun. Hompilah biasa dilakukan dalam permainan, olahraga...

avatar
Oskm18_16518350_Christovito Hidajat
Gambar Entri
Kue Cucur
Makanan Minuman Makanan Minuman
DKI Jakarta

Kue cucur adalah salah satu kue tradisional yang banyak digemari oleh masyarakat di daerah Jakarta. Kue ini terbuat dari campuran tepung beras, tepung terigu, dan gula merah. Berbentuk bulat, bertekstur lembut di tengah, dan garing dipinggirannya serta rasanya yang manis menjadikannya salah satu cemilan yang disukai oleh anak-anak. Kue cucur bisa ditemukan di pinggir-pinggir jalan atau di tempat-tempat penjual kue basah meskipun tidak sebanyak waktu dulu. Jika anda merasa kesulitan untuk mencari kue cucur, anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Bahan-bahan yang dibutuhkan: 125gram tepung beras 100gram tepung terigu 100gram gula merah/jawa gula pasir secukupnya 1/4 sdt garam sehelai daun pandan 200ml  air minyak goreng Cara membuat: Sisir gula merah lalu rebus dengan air, gula pasir, daun pandan, dan garam hingga larut. Saring larutan gula dan biarkan sampai hangat. Di dalam wadah, campur tepung bera...

avatar
OSKM18_16018125_Margareth
Gambar Entri
Gebleghi
Ritual Ritual
DKI Jakarta

Kepercayaan atau mitos ini bisa ditemui pada masyarakat Betawi yang menempati beberapa wilayah seperti di Kampung Baru Kelapa Dua Wetan, Pondok Ranggon, Pasar Rebo. Menurut warga sekitar, mereka percaya bahwa setiap bayi yang dilahirkan selalu didampingi dengan empat "saudara kandungnya" yang tidak bisa dilihat dengan mata. Empat saudara kandung masing-masing dinamai ; Mbok Tutuban, Nyai Gumelar, Urihi dan tali ari-ari dari sang bayi. Tali ari- ari ini dianggap sebagai saudara yang keempat yang disebut Gebleghi. Tali ari-ari ini kemudian dikubur dan rohnya menjadi penjaga dan pelindung saudaranya yang hidup. Bagi para warga yang mempercayai mitos ini, mereka juga harus memperdulikan saudara- saudara dari sang bayi. Oleh sebab itu, mereka sering memberikan sesajen yang dipasang di keempat penjuru rumah saat sedang mengadakan suatu acara, seperti acara ulang tahun sang anak, acara khitanan, dan acara pernikahan. Sesajen ini disebut ancak.   #OSKMITB2018

avatar
Oskm18_ftmd_william_ekasurya
Gambar Entri
Cang Kacang Panjang
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Barat

Entah dari mana asal permainan "Cang Kacang Panjang" ini, namun saya meyakini bahwa permainan ini berasal dari Jawa Barat dan Banten karena bahasa yang digunakan merupakan bahasa Sunda. Permainan ini biasa dilakukan oleh anak-anak untuk menentukan siapa yang akan menjadi petugas atau dalam bahasa sunda "ucing". Cara bermain nya cukup mudah yaitu dengan berkumpul membentuk lingkaran, lalu mengepalkan satu tangan dan menanyikan lagu "cang kacang panjang" dengan gerakan yang menekuk dan mengulur.   "Cang kacang panjang anu panjang/pendek jadi" "Cang kacang panjang anu panjang/pendek ucing"   Ada beberapa versi dari lirik yang digunakan dalam permainan ini sendiri, tergantung dari daerah masing-masing. *mohon maaf bila ada kesalahan data* #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16618345_Virel Fauzan Mufarrizal Novian