Sandawa atau senjata api juga merupakan senjata yang dibawa pendatang Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam beberapa acara adat sandawa ini sering digunakan misal dalam acara nyobeng Dayak Bidayuh di Sebujit. Dalam cerita Tetek Tatum Dayak Ngaju, yang mengajarkan pengetahuan mengenai Sandawa atau senjata yang menggunakan mesiu ini adalah “Sempung” ayah dari Bungai (salah satu tokoh pahlawan kenamaan Dayak Ngaju Bungai dan Tambun). Diceritakan Sempung ini belajar ke negeri Cina mengenai persenjataan yang menggunakan mesiu. Ada pula yang beranggapan bahwa Sempung ini memang adalah orang Cina yang melakukan perjalanan ke pulau Kalimantan. Manuskrip kuno Tiongkok menyebutkan tentang mendaratnya sekelompok suku dari daerah provinsi Yunan (RRC) di pantai utara pulau Borneo, pada sekitar 700 tahun sesudah Masehi dibawah pimpinan Sam Hau Fung. Sebuah sungai di daerah Sabah mereka masuki sampai ke hulunya, sungai itu lalu dinamakan mereka sungai Miri. Sesudah beberapa...
Lantak atau Lela dalam bahasa Dayak Ngaju adalah meriam. Senjata ini diperkenalkan bangsa Cina ketika memasuki Kalimantan. Didalam cerita peperangan dayak melawan penjajah penggunaan lantak ini juga disebutkan; misal dalam perang kasintu. Menurut cerita kakek ku dahulu ketika kakenya ikut perang kasintu mereka menggunak meriam dan mungkin zaman dahulu orang kuat-kuat maka meriam-meriam ini diangkat dengan diletakan pada pergelangan tangan saja. Lantak Pernah diceritakan juga di daerah Manuhing ada seorang gadis yang bernama “Lamiang” – dia adalah gadis yang cantik jelita anak Antang dan Benang. Ketika orang tuanya meninggal dunia, banyak orang yang berusaha melamarnya – padahal ia belum ada niat untuk menikah, karena orang tuanya yang baru saja meninggal- saat itu orang-orang yang berusaha melamar Lamiang, membunyikan meriam atau lelanya untuk menakut-nakuti Lamiang agar segera keluar dari rumahnya. Saat itu bahan makanan dirumah...
Penggunaan keris mungkin merupakan pengaruh bangsa melayu/jawa dan bangsa Moro yang memasuki Kalimantan. Ada kisah cerita Damang Bahandang balau di desa Dadahup yang berperang melawan bangsa buaya dengan menggunakan keris berlekuk tiga. Konon ceritanya di daerah perkampungan Suku Dayak yang disebut Kampung Dadahup, termasuk daerah aliran sungai Barito dan masyarakatnya pada waktu itu masih belum mengenal dunia luar. Memang mereka pada asal mulanya berasal dari Tumbang Kapuas dari Betang Sei Pasah yang didirikan sekitar tahun 1836, sehingga dari keluarga Damang Bahandang Balau berangsur-angsur pindah dan bermukim / mendirikan suatu perkampungan yang disebut Kampung Dadahup. Disinilah timbul legenda Damang Bahandang Balau yang artinya seorang Damang yang berambut warna merah memang sejak dari lahir. Damang Bahandang Balau adalah seorang petapa berambut panjang hingga kurang lebih 3 meter dan ia berilmu tinggi. Ia mempunyai Keris Pusaka kelok 3 berwarna keemasan pemberian orang...
Tidak banyak literature yang membahas mengenai tattoo ataupun motive tattoo Dayak Ngaju. Memang saat ini tattoo Dayak Ngaju bisa dikatakan telah punah, karena sudah banyak suku Dayak Ngaju yang menganut kepercayaan Islam, Kristen dan juga aturan Pemerintah yang tidak menerima pegawai/polisi/tentara yang memiliki tattoo, disamping itu tiidak ada lagi generasi tua yang masih tersisa yang bertattoo. Leluhur penulis yang bertattoo adalah kakek dari kakek ku salah satunya yang ada di daerah Tangkahen – konon cerita kakekku badannya penuh dengan tattoo dan semacam garis-garis. Sedangkan leluhur penulis yang berasal dari Tumbang Mantuhe juga dahulu bertatto – hanya menurut cerita kakeku tattoo leluhur yang ada di Tumbang Mantuhe adalah perlambangan dari “sahabat-sahabat” ghaibnya. Orang sering mengasosiasikan Dayak dengan tattoo dan kuping panjang. Padahal tidak semua sub suku dayak menggunakan tattoo dan berkuping panjang. Pada kebudayaan Dayak Ngaju tidak dike...
Sejak akhir tahun 1900an, tradisi mengayau semakin ditinggalkan oleh semua sub suku Dayak di Kalimantan, semenjak ada deklarasi damai Tumbang Anoi 1896 ditambah semakin banyak orang dayak yang memeluk agama semawi. Tetapi ada satu bagian dari tradisi itu yang masih bertahan walau saat ini sudah mulai menghilang yaitu “Kinyah”. Kinyah adalah tarian perang suku Dayak, merupakan suatu tarian persiapan untuk membunuh dan memburu kepala musuh. Pada masa lalu para pemuda dayak dikalimantan harus melakukan perburuan kepala untuk bermacam-macam alasan, karena setiap sub suku dayak memiliki alasan yang berbeda-beda. Sebagi contoh anak laki-laki iban pada usia 10 tahun harus bisa mendapatkan setidaknya 1 kepala manusia, karena ini akan menunjukan bahwa anak laki-laki ini sudah memasuki usia dewasa dan dapat menikah. Persiapan fisik untuk perburuan kepala ini pada budaya dayak ngaju disebut “kinyah” – Tarian perang. Hampir semua sub suku dayak memiliki t...
Orang Kayo Hitam, gagah perkaso Namonyo agung dimano-mano Sampai Mataram orang kenali Pusako bundo di Batang Hari Ayah bernamo Datuk Berhalo Turunan suci asal Bagindo Putri Pinang Masak namo ibunyo Dari Pagaruyung negeri asalnyo Reff: Sutooo Orang Kayo Hitam agung di mano-mano Keris Si Ginjai senjato yang utamo Rangkaio pingai dulur yang tuo Yang bijaksano mimpin negeri Ke dataran lamo dulur yang mudo Gunung balangsebo diuji kenari Mayang mengurai istri setia Anak Tumenggung merah melato Meriam sejiwa penjelmaannyo Sutooo oskmitb2018
Perubahan zaman membuat budaya dan hal hal tradisional dilupakan oleh bangsa indonesia, yg sebenarnya banyak sekali Budayanya. salah satunya yaitu permainan tradisional Angkaleong, yg pernah dimainkan oleh ana-anak tahun 90an. mungkin masih terdengar asing oleh sebagian orang, tapi akan saya jelaskan disini. kalaupun salah mungkin bisa dibenarkan kembali. Angkaleong adalah permainan sandal yg disusun. cara bermain : misalkan ada 5 orang yg bermain, sendal dari setiap otang disusun seperti gambar diatas, berdiri namun saling terkait agar tidak ambruk dan jatuh. mereka bergiliran untuk melempar sendal dengan sendalnya masing masing, jika pemain 1 belum berhasil melempar sandal maka pemain 2 selanjutnya.. jika sudah ada pemain yg bisa mengenai sandal dan menjatuhkannya, maka pemain sebelumnya yg jaga angkaleong. pemain yg lain, bersembunyi dengan membawa sendal lemparan mereka tadi, dan waktu ditentukan dengan lamanya si penjaga angkaleong tadi. tugas si penjaga a...
Lagu ini diciptakan oleh seorang musisi Tionghoa bernama Hoe eng Djie yang juga menciptakan lagu-lagu Daerah Sulawesi Selatan lainnya, seperti "Anging Mamiri," "Anak Kukang," dan "Ammac Ciang." Lagu Ati Raja sarat dengan Penuh makna yang mengucapkan rasa Syukur kepada Tuhan Yang Mahakuasa. Di dalamnya juga menyampaikan kepada kita tentang bahwa tuhan itu Hanya satu (Esa). Liriknya: Jailebang ni rampe i bau Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong Raja le ala ni ani puji ati ati raja Ni a tom mo ni calla dodu Puna ni a to sunggu bau Ati Raja nata ena Raja le allara panji sero ati ati raja Kek ke kini pela tomi Laku apa mi sunggu ta bau Ati Raja nama jai balla batu ta kodong Raja le ala puna kodia ati ati raja Keleleang mange mange bau mange mange bau Inti dari lagu ini adalah untuk menyampaikan bahwa jika kita dalam masalah atau memiliki keinginan, Tuhan adalah tempat kita meminta dan memohon.
Perkenalkan saya Syifa dari SBM ITB 2021 dan saya berasal dari DKI Jakarta. Saya akan menjelaskan salah satu seni tarian asal betawi yaitu Tari Yapong. Pada tahun 2015, saya berkesempatan mempertunjukkan tarian Yapong ini ke masyarakat Mexico dan disambut baik oleh mereka. Dari situ saya baru tahu kalau ada tarian namanya Yapong yang berbeda dengan Jaipong yang sering saya dengar. Sama seperti tarian khas lain, Tari Yapong diiringi dengan musik yang dimainkan langsung berbarengan dengan penampilan tari. Pastinya dengan alat musik betawi sebagai berikut, Rebana Biang, Rebana Hadroh, dan Rebana Ketimpring. Ciri khasnya, Tari Yapong diberikan sentuhan nyanyian "ya-ya-ya" dan "pong-pong-pong" yang akhirnya diberi nama Yapong. Tari Yapong dapat disebut tari yang menggembirakan karena didapat dari musiknya yang ramai, penari yang berekspresi ceria, serta kostum yang berwarna mencolok. Warna merah menyala dengan corak biru dan kuning, ditambah tutup kepala yang ramai, sudah mengesa...