HARI PAHLAWAN
384 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Palai Bada di Sepanjang Jalan Batang Kapas
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sumatera Barat

Palai bada adalah makanan khas minangkabau yang bahan utamanya adalah parutan kelapa dan ikan teri. Palai bada juga banyak menggunakan rempah dan bumbu lainnya seperti serai, daun kunyit, lengkuas, asam, dan lain-lain. Makanan khas minang ini dibuat dengan cara dibungkus dengan daun pisang lalu dibakar di atas sabut kelapa. Palai bada ini sebenarnya sudah bisa ditemukan dimana saja di Sumatera Barat, namun jika jalan-jalan ke Kabupaten Pesisir Selatan, terutama ke Kecamatan Batang Kapas, akan ditemukan banyak sekali orang berdagang palai bada ini. Para pedagang Buka dari siang hingga sore hari. Jika ingin membeli, bergegaslah datang karena sering sekali habis sebelum waktu senja habis. OSKMITB2018

avatar
Oskm18_16018069_jihannavitri
Gambar Entri
Tradisi Unik "Sumarak Padang"
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Tradisi ini sengaja dilaksanakan agar masyarakat terhindar akan “murka” dari makhluk gaib penunggu hutan. Masyarakat percaya apabila mereka mengadakan ritual tradisi nenek moyang ini, penunggu hutan (gaib) itu, akan menjaga kelestarian hutan tersebut, ladang, dan ternak mereka. Namun jika ritual ini tidak digelar, masyarakat percaya bahwa bala akan menimpa mereka, seperti hilangnya ternak mereka, hilangnya beberapa peladang, dan hasil ladangnya menjadi tidak menguntungkan. Proses berlangsungnya adalah sebagai berikut: Sebelum prosesi dimulai, para ibu menghidupkan tungku, kemudian memasak  kalio  dan menu lainnya. Sementara para lelaki membantu tetua kampung menyiapkan segala macam perlengkapan yang akan di bawa ke puncak bukit, dimana dipercaya disitu tempatnya makhluk gaib. Peralatan yang disiapkan berupa bambu yang dirangkai untuk meletakkan sajen, serta mangkok–mangkok yang terbuat dari daun pisang . Setelah tengah hari dan melaksanak...

avatar
OSKM18_16518122_Muhammad Rafi Pratama
Gambar Entri
Randai
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Sumatera Barat

Sejarah singkat randai di minangkabau Randai adalah salah satu permainan tradisional di Minangkabau yang dimainkan secara berkelompok dengan membentuk lingkaran, kemudian melangkahkan kaki secara perlahan, sambil menyampaikan cerita dalam bentuk nyanyian secara berganti-gantian. Randai menggabungkan seni lagu, musik,tari, drama dan silat menjadi satu. Randai dipimpin oleh satu orang yang biasa disebut tukang goreh, yang mana selain ikut serta bergerak dalam lingkaran legaran ia juga memiliki tugas yang sangat penting lainya yaitu mengeluarkan teriakan khas misalnya hep tah tih untuk menentukan cepat atau lambatnya tempo gerakan dalam tiap gerakan. Tujuannya agar Randai yang dimainkan terlihat rempak dan menarik serta indah dimata penonton Randai tersebut. Biasanya dalam satu group Randai memiliki tukang goreh lebih d...

avatar
Ariefmaulana
Gambar Entri
Sunaik Rasul (Khitan)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Upacara Sunat Rasul (Khitan) merupakan salah satu upacara tradisional yang berasal dari Aceh. Sunat Rasul ini dilakukan setelah anak berusia antara 10 sampai 13 tahun. Anak tersebut diberi pakaian adat dan didudukkan diatas pelaminan dimana diadakan acara Peusijeuk dengan setawar sedingin, beras padi serta dipesunting dengan ketan oleh kaum kerabat pihak ayah dan ibu serta teumeuntuk (pemeberian) uang oleh kaum kerabat. Selain itu juga ada pemberian uang dari pihak tamu yang diundang kepada orang tua si anak, ataupun hantaran berupa benda. Dikalangan Bangsawan ada juga diadakan arakan yaitu anak tersebut didudukkan dalam usungan dengan iringan Gendang dan Serunai. Pada upacara Sunat Rasul ini diadakan jamuan kenduri, yang bagi rakyat menurut daya dan bagi Bangsawan diadakan secara mewah, seperti menyerupai kenduri Perkawinan. Terdapat 10 prosesi yang akan dilakukan oleh orang tua yang akan mengkhitan anaknya, yaitu: Niniak Mamak, pihak keluarga melakukan duduak niniak mamak atau...

avatar
Azinulhaq
Gambar Entri
Sunaik Rasul (Khitan)
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Upacara Sunat Rasul (Khitan) merupakan salah satu upacara tradisional yang berasal dari Aceh. Sunat Rasul ini dilakukan setelah anak berusia antara 10 sampai 13 tahun. Anak tersebut diberi pakaian adat dan didudukkan diatas pelaminan dimana diadakan acara Peusijeuk dengan setawar sedingin, beras padi serta dipesunting dengan ketan oleh kaum kerabat pihak ayah dan ibu serta teumeuntuk (pemeberian) uang oleh kaum kerabat. Selain itu juga ada pemberian uang dari pihak tamu yang diundang kepada orang tua si anak, ataupun hantaran berupa benda. Dikalangan Bangsawan ada juga diadakan arakan yaitu anak tersebut didudukkan dalam usungan dengan iringan Gendang dan Serunai. Pada upacara Sunat Rasul ini diadakan jamuan kenduri, yang bagi rakyat menurut daya dan bagi Bangsawan diadakan secara mewah, seperti menyerupai kenduri Perkawinan. Terdapat 10 prosesi yang akan dilakukan oleh orang tua yang akan mengkhitan anaknya, yaitu: Niniak Mamak, pihak keluarga melakukan duduak niniak mamak ata...

avatar
Oskm18_16518234_muhammadazinulhaq
Gambar Entri
Upacara Adat Tabuik
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Upacara Tabuik adalah upacara tahunanyang berasal dari Sumatera Barat dan dilakukan oleh masyarakat Minangkabau khususnya di daerah Pariaman. Upacara ini diselenggarakan dalam rangka mempengeringati meninggalnya cucu dari Nabi Muhammad SAW, yaitu Imam Husain, dan Pertempuran Karbala. Upacara Tabuik berlangsung selama 10 hari, dimulai dari tanggal 1 Muharram,  dan diakhiri pada tanggal 10 Muharram. Rangkaian Upacara Tabuik terdiri dari tujuh tahapan, yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mengarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan acara diakhiri, dan memuncak, dengan membuang tabuik ke laut. Tabuiknya sendiri dibuat di dua daerah berbeda yang dibatasi oleh sebuah sungai, yakni di Pasa (berlokasi di sisi selatan sungai), dan Subarang (berlokasi di sisi utara sungai). Pembuatan Tabuik biasanya diiringi oleh gendang untuk meningkatkan semangat para pengusung (pengangkut). Kedua Tabuik akan dipajang berhadap-hadapan sebagai...

avatar
Alamsrizanf
Gambar Entri
Osong kapali
Ritual Ritual
Sumatera Barat

Sungai Patai. Hal ini tercermin dari delapan tahapan yang mesti dilalui dan dilaksanakan oleh masyarakat Kenagarian Sungai Patai tersebut. Rangkaian atau tahapan prosesi penyelenggaraan jenazah penghulu di Nagari Sungai Patai meliputi:   Baretong merupakan prosesi berunding di atas rumah untuk menentukan pelaksanaan prosesi-prosesi berikutnya. Mangkaji Adaik merupakan penentuan jumlah hutang adat penghulu kepada nagari. Mancabiak Kain Kapan merupakan prosesi yang dilakukan oleh angku nan ampek yang memilki tanggung jawab penuh kepada semua pihak yang ada. Osongkapali merupakan prosesi pembuatan keranda jenazah yang dilakukan oleh dubalang nan ampek dari suku-suku yang berbeda. Mamasang Kain Adaik merupakan prosesi menutup Osongkapali dengan kain yang disebut dengan kain adat, dan pemasangan baju kebesaran penghulu. Marocak merupakan prosesi menebarkan uang koin disepanjang jalan menuju ke pandam pakuburan yang dilakuk...

avatar
Auliarahman
Gambar Entri
Kisah Pak Lebai Malang
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Alkisah, dahulu kala di Sumatera Barat, hidup seorang lelaki bernama Pak Lebai. Pak Lebai tinggal di sebuah rumah, terletak tepat di tengah antara bagian hulu dan bagian hilir sebuah sungai. Suatu hari, Pak Lebai mendapatkan dua buah undangan pesta kenduri dengan lokasi saling berjauhan. Satu undangan kenduri berasal dari daerah hulu sungai, sedangkan satu undangan lagi berasal dari daerah hilir sungai. "Pak Lebai, datanglah esok hari ke rumah kami di hilir sungai. Kami hendak mengadakan kenduri dengan memotong dua ekor kerbau." ujar tetangganya yang tinggal di bagian hilir sungai, mengundang Pak Lebai. "Baiklah aku akan datang esok." jawab Pak Lebai. Tidak lama kemudian datang pula tetangganya yang tinggal di hulu sungai, mengundang Pak Lebai. "Pak Lebai, apa bisa datang esok hari ke rumah kami di hulu sungai. Kami hendak mengadakan kenduri." ujar tetangganya dari hulu sungai. "Baik tetanggaku, aku akan datang besok ke rumahmu." Pak...

avatar
Bangindsoft
Gambar Entri
Cerita Rakyat Bujang Paman
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sumatera Barat

Dahulu kala, di nagari Koto Anau, memerintah seorang raja bernama Raja Aniayo. Sang Raja terkenal memiliki perangai buruk. Sang Raja juga terkenal gemar berjudi. Jangankan kepada rakyatnya, terhadap keluarga sendiri pun Raja Aniayo tega berlaku kejam. Raja Aniayo memiliki seorang istri bernama Puti Bungsu. Kebetulan Puti Bungsu memiliki enam saudara. Namun keenam saudara Puti bungsu telah lama merantau. Keenam saudara Puti Bungsu memiliki usaha cukup berhasil. Mengetahui keenam kakak Puti Bungsu memiliki harta banyak, Raja Aniayo berusaha menguasai harta mereka. Ia kemudian memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk meracuni keenam kakak istrinya sendiri. Tentunya hal ini tanpa sepengetahuan oleh Puti Bungsu. Setelah keenam kakak Puti Bungsu meninggal, seluruh hartanya diwariskan pada Puti Bungsu. Sejak itu Raja Aniayo sering meminta harta pada istrinya. Harta tersebut ia gunakan untuk berjudi. Harta yang Ia minta selalu habis semua di meja judi. Raja Aniayo terus menerus...

avatar
Bangindsoft