monedas para FC 26 Visité Buyfc26coins.com. La mejor experiencia de compra de monedas ever..m71u
437 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Pesta Orang Mati Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Toraja, kabupaten yang merupakan bagian dari Provinsi Sulawesi Selatan ini dikenal dengan kearifan masyarakatnya. Kentalnya nilai luhur dan adat menyebabkan segala aspek kehidupan yang dilalui tidak lepas dari campur tangan keduanya. Kepercayaan leluhur yang sarat akan nilai adat, menyebabkan adanya perpaduan antara ritual keagamaan dan ritual adat. Meskipun dianggap tak sepandangan dan saling bertentangan, hal tersebut malah melahirkan suatu prosesi unik yang memiliki khasnya tersendiri. Salah satu prosesi yang menjadi bukti nyata dari perpaduan itu ialah prosesi pemakaman bagi orang meninggal. Prosesi pemakaman orang meninggal yang biasanya dilalui dengan suasana haru, tidak berlaku di Toraja. Hampir sebagian besar dari masyarakat toraja akan mengadakan acara “pesta” bagi orang yang telah pergi terlebih dahulu. Pesta yang secara umum diartikan sebagai suasana riuh dimana orang dapat bersenang-senang dengan makanan yang melimpah dan music serta tarian maka hal itu p...

avatar
OSKM18_16618231_Natasya
Gambar Entri
Mapaccing
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Mapaccing merupakan salah satu bagian dari tata cara perkawinan di adat bugis. Mapaccing dilakukan pada malam hari sebelum hari pernikahan.  Kata mapaccing sendiri berasal dari kata Paccing yang berarti pacar dan diibaratkan sebagai alat menyucikan sang gadis dari hal-hal yang bersifat kotor, secara fisik maupun batin, agar memperoleh keselamatan, kesejahteraan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga kelak.  Prosesi Mapaccing dilakukan di rumah masing-masing mempelai. Dan dimulai dengan pengkhataman qur'an yang dilakukan secara simbolis oleh calon mempelai. Kemudian diikuti oleh pembacaan barzanji(doa-doa dan ayat-ayat qur'an) yang dibacakan secara bersama-sama oleh para hadirin. Saat itu Ibu dari mempelai akan mengoleskan pacar(paccing) pada telapak tangan sang calon. Setelah tamu-tamu yang ditetapkan melakukan Mapaccing, hadirin bersama-sama mendoakan calon mempalai agar mendapatkan restu dari Allah. #OSKMITB2018 #OSKMITB2018

avatar
OSKM_16518394_San Afirrah Vasmaulidzra
Gambar Entri
Asal Usul Sop Saudara
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Kalau kalian berkunjung ke daerah Makassar atau sekitarnya, pasti kalian tidak asing dengan nama 'Sop Saudara'. Ya, betul, kuliner asli Sulawesi Selatan yang disajikan dengan bahan dasar daging sapi ini yang juga dilengkapi dengan bihun, perkedel kentang, telur rebus, dan lain-lain yang tentunya sangat lezat untuk disantap. Tetapi sudah dulu tentang bahan-bahannya, artikel ini akan memfokuskan tentang asal usul Sop Saudara itu sendiri. Mungkin kalian mengira sop ini ada hubungannya dengan persaudaraan karena namanya yaitu Sop 'Saudara'. Untuk mengetahui lebih lanjut, yuk simak sejarah Sop Saudara berikut ini! Sejarah Sop Saudara erat hubungannya dengan sesosok laki-laki yang dipanggil Haji Dollahi, yang kala itu, pada tahun 1950-an menjadi pelayan dari Haji Subair, seorang pemilik tempat makan sop daging yang cukup dikenal di masyarakat Makassar saat itu. Haji Subair dan Haji Dollahi merupakan dua orang yang berasal dari Pangkep yang mengadu nasib di Makass...

avatar
OSKM18_16518133_Fajri Anugerah Pramadhana Kornel
Gambar Entri
Juku Pallu Ce'la, Kuliner Wajib dari Makassar
Makanan Minuman Makanan Minuman
Sulawesi Selatan

Berkunjung ke Makassar, Sulawesi Selatan tentunya jangan lupa untuk menicicipi berbagai kuliner khas daerah tersebut. Salah satu kuliner khas Makassar yang sangat dianjurkan untuk dicicipi adalah Juku Pallu Ce'la.    Pallu Cella adalah salah satu kuliner khas kampung Bugis-Makassar. Sesuai arti katanya (“Pallu”=Masak, dan “Cella”=Garam), Pallu Cella merupakan masakan ikan bercita rasa asin dengan aroma khas kunyit. Ikan Pallu Cella bisanya terbuat dari ikan Cakalang, Layang, Bolu (Bandeng), Sibula’/Tembang. kebanyakan warga makassar suka mengkonsumsi ikan tersebut, ada yang langsung beli jadi (sudah dimasak) adapula yang membuat dirumah.   Pallu Cella biasanya dibuat dengan bahan-bahan yang sederhana saja serta mudah atau gampang didapatkan, antara lain garam serta kunyit saja. Dalam pembuatan ikan pallu cella, kita harus memasak ikan tersebut dicampur dengan bahan-bahan tadi hingga airnya betul-betul meresap, s...

avatar
OSKM18_16818220_AMALIA
Gambar Entri
Ma'nene, Tradisi Unik Tana Toraja
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Tana Toraja dikenal sebagai suku budaya Indonesia yang memiliki berbagai macam keunikan khas. Salah satu keunikannya adalah Ma'nene. Ma'nene adalah upacara adat mengganti pakaian mayat para leluhur. Ritual Ma'nene dilakukan khusus oleh masyarakat Baruppu di pedalaman Toraja Utara. Upacara ini dilakukan setiap tiga tahun sekali dan biasanya pada bulan Agustus setelah panen. Masyarakat adat Toraja percaya bahwa jika ritual tersebut tidak dilakukan, maka sawah-sawah dan ladang mereka akan rusak oleh hama dan ulat yang datang tiba-tiba.   Ritual Ma'nene dilaksanakan lewat hasil musyawarah desa dan diputuskan oleh keluarga dan tetua adat. Setelah keputusan bulat, prosesi Ma'nene diawali dengan berkunjung ke lokasi leluhur mereka yang dinamakan Patane. Peti-Peti mati para leluhur akan dikeluarkan dari makam-makam liang batu dan diletakkan di arena upacara dengan membaca doa bahasa Toraja oleh tetua adat. Doa untuk memohon izin kepada leluhur agar masy...

avatar
OSKM18_16518222_Syukri Galih Gunarji
Gambar Entri
Ma'Nene (Manene)
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Indonesia mempunyai banyak sekali ritual-ritual unik yang sangat khas. Nah, ritual yang satu ini nggak kalah unik lo sama ritual-ritual lain. Ma'Nene, ritual mengganti baju dan merias mayat leluhur setiap tiga tahun sekali yang dilakukan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Tradisi Ma'Nene bukanlah ritual asal-asalan, orang Toraja percaya bahwa memanusiakan orang yang sudah meninggal dunia adalah perbuatan yang sangat mulia. Umur jenazah yang akan didandani bermacam-macam, ada yang puluhan bahkan sampai ratusan tahun. Mayat para leluhur memang tidak ada yang utuh lagi, tetapi orang Toraja sudah menerapkan teknik pengawetan mayat yang sudah diajarkan secara turun-temurun. Ritual ini dilakukan setelah masa panen selesai karena hasil panen tersebut digunakan pada saat prosesi dan juga berdoa agar diberi kelancaran dan berkah dalam masa tanam berikutnya. #OSKMITB2018

avatar
OSKM18_16918011_Stephanus Misasnan Dewangga
Gambar Entri
Adat Mappatabe' : Terlihat Sepele, tetapi Sarat Akan Makna
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

"Tabe', Puang. Loka labe' ri olota". "Iye, Ndi. Labe'ni".            K ata Tabe', yang berarti permisi,  tentunya tidak asing lagi terdengar di telinga masyarakat Suku Bugis. Yah, kata Tabe' merupakan implementasi dari sikap hormat kita terhadap sesama masyarakat.  Mengucapkan kata Tabe' ketika ingin lewat dihadapan orang yang lebih tua sambil membungkukkan badan dan diikuti gerakan tangan kanan yang mengarah ke tanah, sudah menjadi suatu adat atau kebiasaan yang terus dilestarikan oleh masyarakat Suku Bugis sampai sekarang ini, yang kenal dengan istilah adat Mappatabe'/Attabe'.                  Adat Mappatabe'/attabe' merupakan suatu adat yang dimiliki oleh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya masyarakat Suku Bugis. Adat ini merupakan suatu perilaku yang menunjukkan sikap penghormatan kita kepada orang yang lebih tua. Jika dilihat d...

avatar
OSKM18_16018363_Rifkah Rahayu
Gambar Entri
On the Origin of Pakarena, A Brief Exposition of Tumanurung
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Sulawesi Selatan

Tarian Pakarena merupakan tarian tradisional dari Sulawesi Selatan yang sangat populer. Tarian ini dipentaskan oleh 4 orang penari wanita dengan kostum berupa baju khas Sulawesi, baju bodo, sarung khas Makassar, Mahkota , dan gelang di lengan. Tarian ini pun disertai dengan property utama berupa kipas, dan dipentaskan dalam jangka waktu yang cukup lama (sekitar 2 jam). Setiap tarian memiliki makna masing masing, begitu pula tarian Pakarena. Masyarakat daerah Sulawesi Selatan pun juga mengerti makna filosofis dibalik gerakan tersebut. Tarian Pakarena terdiri dari berbagai macam jenis (sekitar 12 macam dan tidak akan dipaparkan disini karena bukan focus dari artikel ini), dan setiap jenis memiliki makna tersendiri yang unik.                 Gerakan dari tarian pakarena sangat artistik dan sarat makna, halus bahkan sangat sulit dibedakan satu dengan yang lainnya. Posisi duduk, menjadi pertanda awal dan akhir...

avatar
OSKM18_16018295_Aumedi
Gambar Entri
Upacara Mapalili
Ritual Ritual
Sulawesi Selatan

Menurut etimology, Mappalili (Bugis) / Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah. bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) / dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi. Mappalili memiliki sesuatu yang menggambarkan karakteristik dari masyarakat Pangkep sepenuhnya. Pada pelaksanaan pembangunan upacara Mappalili di setiap kecamatan masih menggunakan beberapa peralatan yang digunakan sejak beberapa tahun lalu. Penggunaan peralatan harus melalui ritual adat yang melibatkan leade kustom, sosialita, dan beberapa pemerintah. Oleh karen...

avatar
OSKM18_16018140_Jonathan Irianto