Suku Kenyah adalah suku Dayak [2] yang termasuk rumpun Kenyah-Kayan-Bahau yang berasal dari dataran tinggi Usun Apau, daerah Baram, Sarawak . Dari wilayah tersebut suku Kenyah memasuki Kabupaten Malinau , Kalimantan Timur melalui sungai Iwan di Sarawak terpecah dua sebagian menuju daerah Apau Kayan yang sebelumnya ditempati suku Kayan dan sebagian yang lainnya menuju daerah Bahau . Pergerakan suku ini menuju ke hilir akhirnya sampai ke daerah Mahakam dan akhirnya sebagian menetap di Kampung Pampang Samarinda Utara, Samarinda . Sebagian lagi bergerak ke hilir menuju Tanjung Palas. Suku Kenyah merupakan 2,4% penduduk Kutai Barat . [3] Suku Kenyah terbagi menjadi Kenyah Dataran Rendah dan Kenyah Dataran Tinggi /Usun Apau Kenyah. Seni budaya suku Kenyah sangat halus dan menarik, sehingga ragam seni hias banyak dipakai pada bangunan-bangunan di Kalimantan Timu...
Masjid At-Taqwa adalah salah satu masjid paling terkenal sekaligus terbesar kedua di Kota Balikpapan, Masjid ini berdiri di lahan sebesar 5.628 m 2 yang terletak di daerah pesisir pantai Balikpapan dan juga terletak di pinggir jalanan utama Kota Balikpapan. Masjid ini berdiri pada sekitar tahun 1950 ketika daerah Balikpapan masih dikuasai oleh Belanda, pembangunan masjid ini diprakarsai oleh beberapa ulama, yaitu: Al Habib Ghasim Bahasim, Al Habib Ali Assegaf, H. Abdul Malik, H. Kai Kintang, H. Bahrun, H. Abdul Ghani, H. Abdul Ramli, dan beberapa ulama serta tokoh masyarakat lainnya. Sejak awal dibangun, masjid ini sudah mengalami empat kali renov besar besaran serta berubah-ubah namanya. mulai pada tahun 1950, nama masjid ini adalah Masjid Jami' At-Taqwa, kemudian setelah renovasi pada tahun 1970-an, nama masjid ini diubah menjadi Masjid Raya At-Taqwa, lalu pada tahun 1998 masjid ini direnovasi lagi dan diubah namanya menjadi Masjid Agung At-Taqwa Balikpapa...
Tahukah Anda, Legenda Puteri Petung ? Putri Petung adalah mitologi penduduk Paser (Kalimantan Timur) yang diyakini sebagai pemimpin atau ratu pertama kerajaan Sadurengas. Konon di daerah Paser penduduknya masih sederhana kehidupannya. Belum memiliki tata aturan dalam kehidupan bermasyarakat. Keadaan penduduk tidak tentram tidak menentu, saling silang tikai. Dan disebabkan karena belum adanya pemimpin atau belum ditemukannya seorang yang dapat dijadikan pemimpin mereka. Di situlah banyak masyarakat yang sering terjadi pertikaian kesalahpahaman dan pembunuhan yang tidak bisa terelakkan. Dan masyarakat sering berpindah ladang dan pindah tempat, tidak ada kepastian dalam kehidupan. Masyarakat berburu hewan untuk dimakan bersama keluarga dan dibagi rata dengan teman-temannya. Ditengah kehidupan yang sarat pertikaian dan pertentangan, muncul lah dua orang yang oleh masyarakat tidak diketahui asal-usulnya. Pastinya, kedua orang tua itu bukan masyarakat atau orang yang berada di l...
Amplang adalah makanan khas yang berasal dari daerah Kalimantan Timur. Makanan ini sering digunakan sebagai makanan sampingan diatas meja makan bersama nasi, sayur, dan lauk lainnya. Selain sebagai hidangan, makanan ini sering diberikan sebagai oleh-oleh khas dari Kalimantan timur. Meskipun anda tidak dapat mengunjungi daerah kalimantan timur, Amplang dapat dimasak sendiri dan cara memasaknya pun sederhana. Yuk, mari kita lihat! Berikut Cara Pembuatan Amplang: 1 kg Daging Ikan Tenggiri 2 kg Tepung Tapioka Air 750 ml 4/5 ons Garam Bumbu penyedap secukupnya 5 siung Bawang Putih Tambahkan Cita Rasa seperti Udang ebi, keju, pedas, atau yang anda sukai. Langkah Memasak Ikan Tenggiri Dibersihkan Dari sisik dan durinya Giling Daging Ikan Hingga Halus, Kemudian Campurkan ke Tepung, Air, Garam maupun penyedap yang anda sukai, Aduk hingga merata. Ambil sedikit dari adonan, kemudian ben...
Sungai Kandilo Cipt. NN Sungai Kandilo kenangan manis belokukewot Kunoit turi kunoit nupi langkananganku Oke none kumalan oro Oke none kuloloaut Kaseh kumapos lotongyo podiangaru Seku moko kesowot terus Seku moko kunopiterus Belo takeo pengkono keduo derang Translasi Sungai kandilo kenangan manis, tak terlupakan Kubawa tidur terbawa mimpi kenangan ku Oh kenapa ku pergi kesana Oh kenapa ku tinggal pulang Kekasih ku mati di telan arus Kenapa ku ingat terus Kenapa kumimpi terus Aku tak ingin terulang kedua kali Partitur Source : http://marwanashabi.blogspot.com/2017/05/nyanyian-rakyat-kaltim-paser.html http://yayasanmusikpelanginusa.blogspot.com/2012/11/not-angka-dan-lirik-lagu-sungai-kandilo.html Lagu : https://www.youtube.com/watch?v=J7KQxmMhoVY #OSKMITB2018
Prasasti Yupa adalah salah satu peninggalan sejarah kerajaan kutai yang paling tua. benda bersejarah satu ini merupakan bukti terkuat adanya kerajaan hindu yang bercokol di atas tanah Kalimantan. Pengertian Yupa sendiri adalah sebuah tugu atau monomen batu yang difungsikan sebagai peringatan atau untuk mengenang kemuliaan hati raja Mulawarman. Isi dari Prasasti Yupa adalah sumber utama yang mengungkapkan sejarah Kerajaan Kutai. Keberadaan Kerajaan Hindu tertua di Indonesia itu diketahui karena adanya peninggalan prasasti Yupa yang semuanya berjumlah 7. Yupa sendiri adalah sebuah tiang batu yang digunakan untuk mengikat korban berupa hewan atau manusia yang akan dipersembahkan kepada dewa-dewa. Dalam tiang batu tersebut terdapat rangkaian tulisan yang dipahatkan di permukaannya. Tulisan yang terdapat dalam prasasti yupa tersebut semuanya menggunakan bahasa Sansekerta dan aksara / huruf Pallawa. Tulisan-tulisan yang terdapat dalam ketu...
Asal-usul nama Kota Tanah Grogot berdasarkan cerita setempat tidak dapat dilepaskan dari peristiwa sejarah di Sulawesi Selatan . Menurut Lontara Wajo dikisahkan ketika Raja Bone La Patau Matanna Tika mengundang Arung Matoa Wajo La Salewangeng untuk menghadiri pesta melubangi telinga putrinya. Bersamaan dengan itu ikut pula La Madukelleng . Sebagaimana kebiasaan bahwa sudah menjadi kegemaran bangsawan Bugis dalam setiap pesta raja-raja pada masa dahulu sering mengadakan pesta sabung ayam. Pada pelaksanaan sabung ayam tersebut terjadi ketidakadilan dalam penyelenggaraan acara, saat ayam putera Raja Bone mati dikalahkan oleh ayam Arung Matowa Wajo. Kemenangan itu tidak diakui oleh orang Bone dan mereka berpendapat bahwa pertarungan tersebut sama kuatnya. Hal ini menyebabkan terjadinya keributan dan berujung pada perkelahian yang...
Rumah Lamin merupakan rumah adat dari Kalimantan Timur yang merupakan identitas dari kebudayaan Suku Dayak. Rumah Lamin biasanya dihuni oleh beberapa keluarga karena tempatnya besar. Rumah Lamin juga disebut sebagai rumah panggung karena bangunan rumah dibentuk seperti panggung yang tidak bersentuhan dengan tanah. Biasanya kolong dari Rumah Lamin dipakai untuk berternak. Banyak bangunan seperti rumah-rumah di Kalimantan Timur yang terinspirasi dari konsep rumah panggung dari Rumah Lamin ini. Tidak sulit untuk mengetahui yang mana rumah lamin karena Rumah Lamin mempunyai ciri khas yang unik. Pada dinding-dinding Rumah Lamin terdapat ukiran-ukiran khas Suku Dayak. Karena sumber kayu yang melimpah, Rumah Lamin pun terbuat dari Kayu Ulin. Dan kebanyakan penduduk Kalimantan Timur pun juga menggunakan kayu sebagai bahan dasar dari rumah-rumahnya karena harga kayu di Kalimantan Timur lebih murah daripada semen. Halaman dari Rumah Lamin pun biasanya terdapat totem dan patung...
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang terletak di Asia Tenggara. Sebanding dengan banyaknya pulaunya, Indonesia juga memiliki lebih dari 300 suku etnik atau tepatnya sekitar 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS pada tahun 2010. Dengan banyaknya suku bangsa di Indonesia, tidak mengherankan apabila Indonesia memiliki berjuta - juta budaya yang mungkin bahkan tidak diketahui oleh masyarakat awam. Salah satunya adalah lagu daerah yang berjudul Indung - Indung. Lagu Indung -Indung merupakan salah satu lagu daerah yang berasal dari Kalimantan Timur. Lagu ini biasa dinyanyikan oleh orang tua kepada anaknya yang berisi petuah petuah dalam menjalankan kehidupan ini. Berikut adalah lirik lagu Indung - Indung ; Indung Indung Kepala Lindung Hujan Di Udik Di Sini Mendung Anak Siapa Pakai Kerudung Mata Melirik Kaki Kesandung La Haula Wala Kuwwatta Mata Melihat Seperti Buta Tiada Daya Tiada Upaya Melainkan Tuhan Yang Maha Es...