Budaya Indonesia
1.693 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Cara Kerja Otak Kanan Orang Indonesia di Bidang Kuliner: Seblak
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Beberapa waktu lalu  saya mencicipi jajanan khas Jawa Barat, namanya “Seblak”. Ternyata Seblak ini pun memiliki riwayat yang hampir sama dengan roti Unyil dimana makanan ini dibuat dari  kreativitas memanfaatkan bahan sisa.  Konon, di Garut banyak terdapat pabrik kerupuk. Bahan kerupuk yang dicetak bulat-bulat, meninggalkan lembaran sisa-sisa bulatan tersebut. Nah, bahan sisa itulah yang diolah menjadi makanan yang diberi nama “Seblak”.   Berawal dari Garut, makanan ini kemudian berkembang ke Bandung, Tasikmalaya, Sukabumi, dan kota-kota lain di Jawa Barat. Makanan ini sangat disukai karena sensasi pedasnya yang menerbitkan air liur dan bikin ketagihan. Nama Seblak itu sendiri dipilih karena asumsi bahwa setelah memakannya akan menimbulkan rasa ‘seblak’. Kata ‘seblak’ adalah bahasa Sunda yang sulit dicari padanan katanya yang pas dalam bahasa Indonesia.  Kira-kira artinya menohok ke dalam hati. Jadi, ma...

avatar
Hanifah P. Darmawanti
Gambar Entri
Batagor
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Barat

Batagor (akronim dari bakso tahu goreng) adalah makanan yang berasal dari kota Bandung dengan mengadaptasi gaya Tionghoa-Indonesia dan kini sudah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.   Makanan ini dibuat dari tahu yang diisi oleh adonan berbahan dasar Ikan Tenggiri  dan Tepung Tapioka lalu digoreng dalam minyak. Variasi lainnya yaitu siomay yang digoreng dan disajikan bersamaan dengan batagor ditambah dengan bumbu kacang, kecap manis, sambal, dan air perasan jeruk nipis sebagai pelengkap.     Sumber: http://resepcaramemasak.info/cara-membuat-resep-batagor-bandung-asli-spesial/

avatar
Merdesa
Gambar Entri
Manuk Dadali
Musik dan Lagu Musik dan Lagu
Jawa Barat

Manuk Dadali adalah judul lagu berbahasa Sunda ciptaan Sambas Mangundikarta. Manuk Dadali artinya burung Garuda. Lagu ini juga bernafaskan nasionalisme, dengan melukiskan keperkasaan burung garuda dengan lambang dari kejayaan Indonesia.   Lagu ini sampai sekarang populer di Jawa Barat, terutama dalam siaran radio RRI. Lirik Lagu:   Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk   Saha anu bisa nyusul kana tandangna Tandang jeung pertentang taya bandingannana Dipikagimir dipikaserab ku sasama Taya karempan kasieun leber wawanenna   Refrain : Manuk dadali manuk panggagahna Perlambang sakti Indonesia Jaya Manuk dadali pangkakoncarana Resep ngahiji rukun sakabehna   Hirup sauyunan tara pahiri-hir...

avatar
Merdesa
Gambar Entri
Situs Cengkuk
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Sejumlah barang ditemukan di Situs Megalitik Cengkuk, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Penemuan ini menguatkan dugaan Cengkuk pernah menjadi pusat kebudayaan zaman megalitik yang terus berlanjut pada zaman logam.   “Sepanjang tahun 2008, secara tidak disengaja, ditemukan sejumlah benda di kawasan tersebut,” kata Kepala Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukabumi Nung Nurhayati, Kamis (27/11).   Benda-benda yang ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 2008 antara lain pipa rokok, gentong dari tanah, dan mangkuk dari porselen. Sebelumnya, di situs itu, tahun 2007 ditemukan genta dari prunggu dengan ukiran motif india, cawan tempat perhiasan, potongan patung kaki burung dari emas, dan potongan patung dewa syiwa. Benda-benda itu bukan peninggalan zaman megalitik, yang berarti kehidupan masyarakat terus berlanjut di sekitar Situs Cengkuk.   Pada zaman kolonial Belanda, dikawasan tersebut ditemukan sejumlah batu...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Situs Buni
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Buni, terletak di Kampung Buni Pasar Emas, Desa Buni Bakti , Kecamatan Babelan. Secara geografis terletak pada UTM : X 725.518.19 Y 9.324.459.91 34 dpl / sekitar Latitude :  -6.089307 Longitude  : 107.022243   dan ketinggian 23 m Di atas permukaan laut. Situs Buni merupakan kawasan penemuan benda-benda arkeologi, hasil penelitian di wilayah Kampung Buni Pasar Mas dan Buni Pendayakan menunjukkan adanya temuan berupa tembikar terdiri dari macam-macam bentuk dan ukuran berupa periuk, mangkuk berkaki, kendi dan tempayan. Selain itu ditemukan adanya beliung persegi, artefak logam perunggu dan besi, gelang dari batu dan kaca, perhiasan emas, manik-manik, bandul jala dari terakota dan tulang belulang manusia. Agaknya masyarakat Buni telah mengenal tradisi penguburan langsung tanpa wadah dengan tembikar sebagai bekal kuburnya, namun demikian tidak menutup kemungkinan bahwa tembikar-tembikar tersebut dimanfaatkan pula untuk keperluan sehari-hari. Selain itu di Kampung Buni...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Kelompok Megalitik Hunyur Kadoya
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Merupakan kelompok batu-batu besar yang sekarang sudah tidak beraturan lagi. Apabila diamati dengan seksama, masih terlihat adanya pola keteraturannya. Terletak pada jarak sekitar 200 m di sisi selatan Punden berundak Saunggalah, berada di tengah petak-petak sawah. Semula merupakan bukit kecil yang tertutup tanah, ketika tanahnya dibersihkan terdapat “gudang batu” tersebut, A.M.Sumawijaya menamakan Megalitik Kadoya dengan situs Jagaraksa. Fenomena arkeologis antara lain didapatkan suatu bentuk susunan batu temu gelang, yang posisinya sudah sangat terganggu, beberapa menhir besar dari batu pipih yang telah miring atau rebah. Salah satu menhir besar itu berukuran, tinggi tertinggi 1,96 m, dan lebar terlebar adalah 1,55 m. Pada bagian barat situs tersebut terdapat dua batu berdiri sejajar seakan-akan menjadi “pintu masuk” ke bagian dalam yang dipenuhi berbagai batu-batu besar. Peninggalan megalitik lainnya di wilayah Sindangbarang dan sekitarnya yaitu Punden Ruc...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Batu Pipisan & Gandhik
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Penelitian di Kecamatan Wanaraja yang dilakukan Tim Balai Arkeologi (Balar) Bandung ditujukan disebuah temuan batu oipisan dan penggilingan (Jw. Gandhik). Kedua banda tersebut ditemukan di halaman rumh Bpk. Engkar bin Sugandi, Kampung Sindangsari RT 03/02, Desa Cinunuk. Lokasi penemuan merupakan suatu perkampungan padat penduduk. Secara geografis wilayah ini berada pada koordinat 7º 10’ 40’ LS dan 107º 57’ 53’ BT. Bentang alam daerah tersebut merupakan pedataran vulkanik dengan ketinggian sekitar 700 m. di atas permukaan laut. Sungai yang ada adalah sungai cisangkan yang merupakan anak sungai Cimanuk yang mengalir di sebelah barat laut situs. Batu piipisan dan batu penggilingan tersebut ditemukan Bpk. Engkar ketika menggali tanah untuk pondasi bangunan. Menurut keterangganya, ketika ditemukan nbatu pipisan dengan batu penggilingan terpisah pada jarak sekitar 50 Cm. Kedua benda cagar budaya tersebut dapat dideskripsikan sebagai berikut. Permukaan...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Astana Gede Kawali
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Situs Kawali yang disebut juga Astana Gede dikenal sebagai komplek peninggalan sejarah dan budaya masa lampau, yaitu pada masa kerajaan Galuh sekitar abad ke- 1 4 Masehi. Astana Gede Kawali merupakan tempat suci pada masa pemerintahan kerajaan Sunda-Galuh di Kawali. Pada Zaman dahulu Astana Gede bemarn : Kabuyutan Sanghyang Lingga Hiyang menu rut perkiraan penulis rttsebut Astana Gede ( Astana = makarn dan Gede = Besar ), setelah Jiatas Punden berundak tempat pemujaan raja-raja Kawali terdahulu yang masih menganut agama Hindu, kemudian digunakan makam orang besar yaitu Adipati Singacala sebagai Raja Kawali tahun 1643 - 1 71 8 M keturunan Sultan Cirebon yang sudah menganut agama Islam. Jadi jangan aneh apabila kita berkunjung ke Astana Gede dikomplek itu ada peningalan Hindu tapi ada makam orang-orang Islam. Sebagai pusat. pemerintahan raja-raja yang pernah bertahta di ternpat ini adalah Prabu Ajiguna Linggawisesa, yang dikenal dengan sebutan Sang Lumahing kiding, Prabu Ragamulya...

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17
Gambar Entri
Pangguyangan
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Jawa Barat

Pangguyangan merupakan sebuah desa kecil terletak di kelurahan Cikakak, lebih kurang 16 km di sebelah utara Pelabuhan Ratu. Tinggalan tradisi budaya megalitik yang ditemukan di daerah tersebut merupakan sebuah bangunan punden berundak yang berdenah persegi empat. Masyarakat setempat menyebut bangunan berundak tersebut dengan sebutan Gentar Bumi, mereka sebutkan juga lokasi tersebut merupakan tempat berkumpulnya para Wali Sanga di masa lalu. Bangunan induk keramat Pangguyangan terdiri atas tujuh teras, dengan ukuran teras dari bawah ke atas makin mengecil. Pada masing-masing sudut teras terdapat batu tegak yang kemungkinan berfungsi sebagai pembatas dari masing-masing tingkatan teras. Tepat di depan bangunan induk sebelah kanan, pada jarak kurang lebih 2,5 m dari dinding teras bawah terdapat sebuah batu datar. Ada kemungkinan batu datar tersebut memiliki hubungan dengan bangunan induk megalit di Pangguyangan.

avatar
Muhammad Arif Nurrohman17