Produk Arsitektur
Produk Arsitektur
Situs Prasejarah Jawa Barat Bogor
Kelompok Megalitik Hunyur Kadoya
- 27 Februari 2015

Merupakan kelompok batu-batu besar yang sekarang sudah tidak beraturan lagi. Apabila diamati dengan seksama, masih terlihat adanya pola keteraturannya. Terletak pada jarak sekitar 200 m di sisi selatan Punden berundak Saunggalah, berada di tengah petak-petak sawah. Semula merupakan bukit kecil yang tertutup tanah, ketika tanahnya dibersihkan terdapat “gudang batu” tersebut, A.M.Sumawijaya menamakan Megalitik Kadoya dengan situs Jagaraksa. Fenomena arkeologis antara lain didapatkan suatu bentuk susunan batu temu gelang, yang posisinya sudah sangat terganggu, beberapa menhir besar dari batu pipih yang telah miring atau rebah. Salah satu menhir besar itu berukuran, tinggi tertinggi 1,96 m, dan lebar terlebar adalah 1,55 m. Pada bagian barat situs tersebut terdapat dua batu berdiri sejajar seakan-akan menjadi “pintu masuk” ke bagian dalam yang dipenuhi berbagai batu-batu besar. Peninggalan megalitik lainnya di wilayah Sindangbarang dan sekitarnya yaitu Punden Rucita, Punden Pasir Ater, Punden Pasir Karamat I, Punden Pasir Karamat II, Punden Batu Karut, Punden Batu kursi, Batu datar Patilasan Surya Kancana, diperkirakan ada 63 situs. Situs-situs megalitik itu sekarang ada yang terletak di tengah-tengah perkampungan penduduk, di tengah pesawahan, atau lahan yang dikeramatkan karena dianggap angker.

Kronologinya kepurbakalaan Sindangbarang secara relatif, berdasar kehadiran Taman Sri Bagenda, dapat dihubungkan dengan istana kerajaan Sunda yang mempunyai 5 bangunan keratonnya (Sri Bima Punta Narayana Madura Suradipati).  Bagian yang tersisa dari Taman Sri Bagenda keraton Sunda Kuna saat ini hanyalah mata air jernihnya (sumur Jalatunda) dan kolam yang sangat mungkin dahulu dilengkapi pula dengan bangunan bale kambangnya (terdapat dua batu besar di tengah kolam sebagai alas tiang bangunan). Taman Sri Bagenda dahulu tentunya indah dan asri, di lereng Gunung Salak, lahan taman dibuat bertingkat-tingkat (dinding teras-terasnya masih tersisa hingga sekarang). Mungkin dahulu terdapat jalan yang menghubungkan istana Pakuan Pajajaran yang terletak di sisi timur Sungai Ciomas dan kompleks Taman Sri Bagenda yang terletak di daerah barat sungai. Di taman itulah raja Sunda Kuna dan kerabatnya dahulu pergi menentramkan diri dan juga bermeditasi menghadap Hyang yang bersemayam di puncak Gunung Salak. Apabila naskah-naskah Jawa-Bali bertutur tentang Taman Bagenda sekitar abad ke-15-16, maka pada waktu itulah Taman Bagenda dikenal, tentunya dikenal juga di lingkungan budaya Sunda Kuna. Dapat diperkirakan bahwa Taman Sri Bagenda dahulu berfungsi dan berperanan pada sekitar era terakhir kerajaan Sunda (abad ke-15 hingga awal abad ke-16 M). Punden berundak dan monumen batu-batu besar lainnya merupakan peralatan ritus yang dibangun sekitar masa yang sama, tujuannya untuk memuliakan Hyang juga. Mungkin sekali berbagai megalitik tersebut dibangun oleh masyarakat kerajaan Sunda Kuna yang bermukim di sekitar pusat kerajaan Sunda, jika Pakuwan Pajajaran terletak di Bogor, maka logis saja apabila lereng utara Gunung Salak yang dipenuhi oleh berbagai bentuk megalitik sebagai sarana pemujaan kepada Hyang. Ketika tentara Islam Banten menyerbu dan merebut pusat kerajaan Sunda (Pakuwan Pajajaran), dengan sendirinya Taman Sri Bagenda dan bermacam media pemujaan kepada Hyang di lereng utara Gunung Salak tersebut diabaikan hingga sekarang yang tertinggal hanya sisa-sisanya. Tafsiran sementara yang dapat dikemukakan adalah sangat mungkin kepurbakalaan yang berbentuk megalitik di wilayah Sindangbarang tersebut berasal dari fase terakhir kerajaan Sunda kuna, berarti berada dalam zaman sejarah, bukan dari periode prasejarah. Maka dari itu dapat pula dinyatakan bahwa pada masa akhir kerajaan Sunda kuna masih dikenal bentuk-bentuk tradisi megalitik, suatu ritus pemujaan kepada Hyang dan Karuhun yang medianya menggunakan monumen atau struktur batu yang dikerjakan secara sederhana. Adanya upacara serentaun yang senantiasa diadakan setiap tahun di wilayah Sindangbarang dapat meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap peninggalan kuno tersebut.

Lokasi yang berdekatan dengan Kota Bogor, akan dapat membawa dampak positif bagi pemanfaatannya, misalnya untuk pariwisata. Adanya dilema yang selalu dihadapi oleh situs yang baru ditemukan, perlu dipublikasikan tetapi ada kekahwatiran jika masyarakat luas mengetahui akan datang berbondong-bondong dan berupaya memiliki artefak-artefak tertentu dari situs secara.

Diskusi

Silahkan masuk untuk berdiskusi.

Daftar Diskusi

Rekomendasi Entri

Gambar Entri
HUDON TANO (PERIUK TANAH)
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

HUDON TANO (Periuk Tanah) Di bawah ini merupakan foto tua (foto jaman dulu) penjual Hudon Tano (Periuk Tanah) di Onan (Pasar) Tarutung di tahun 1930. Masyarakat Batak yang tinggal di Sipoholon, Tarutung, dahulu kala terkenal sebagai "Sitopa Hudon" (pembuat periuk tanah). Dahulu, Hudon Tano ini digunakan secara meluas di Tanah (Tano) Batak sebagai alat masak tradisional. Bisa dibayangkan betapa enak dan nikmat rasanya melihat dan menikmati arsik atau menggulai Ikan Mas atau Ikan Batak (Ihan Batak), Porapora (Ikan Air Tawar), Haruting (Ikan Gabus), SIbahut (Ikan Lele), dan Incor (Ikan Air Tawar Kecil) yang dimasak menggunakan Hudon Tano ini... Sumber Foto : KITLV 28692

avatar
Hokker
Gambar Entri
BENDA MAGIS MASYARAKAT BATAK
Ornamen Ornamen
Sumatera Utara

Benda Magis Masyarakat Batak Toba : Pagar Jabu - Sahan - Pohung 3 benda magis ini termasuk kategori Ilmu Putih yang berfungsi sebagai pelindung dari sihir dari niat orang jahat. PAGAR JABU (Bahasa Batak Karo : Bekam-bekam), berbentu tanduk hewan berisi sibiangsa (ramuan magis) yang berfungsi sebagai pelindung rumah dari serangan sihir jahat. SAHAN, terbuat dari gading atau tanduk tempat menyimpan pupuk (abu jenazah) yang memiliki kekuatan magis sebagai pagar (pelindung) dan konon dapat diminta untuk membinasakan musuh. POHUNG, sejenis ukiran yang dibungkus ijuk lalu diisi ramuan magis. Pohung ditempatkan di dalam rumah dan / atau di kebun yang memiliki fungsi mencegah niat jahat / pencuri hasil kebun dan harta di rumah. Sumber Koleksi : Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
ILMU TAMBA TUA
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Ilmu Tamba Tua adalah Elmo Kuno Batak (Ilmu Putih), dahulu ilmu ini dipercaya jika diamalkan akan mendatangkan kemakmuran serta kekayaan. Transliterasi (alih aksara) : ahu debata ni raja di bindu jao raja ni tam (ba) tua raja on di sim- bora di bulung hayu na denggan go- rar pe i do jadi lapi ni ta- taring ni ru- manta jadi tondolan ni balatuk ni rumah bea la... Rajah "gambar" di bawah bernama dewa "bindu jao". Rajah ini ditulis pada timah dan daun kayu (jenis yang bisa dituliskan). Rajah ini akan membawa kemakmuran bagi penghuni rumah apabila dibuat menjadi alas tungku perapian dan jika diletakkan sebagai alas tangga rumah. Sumber Foto : Verzeichnis der orientalischen handschriften in Deutschland

avatar
Hokker
Gambar Entri
Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen (Aksara dan Bahasa Batak Toba)
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Sumatera Utara

Surat Tulisan Tangan Ompu i Pendeta Dr I.L. Nommensen tahun 1871 dengan Aksara Batak Toba dan Bahasa Batak Toba Klasik (na robi). Nommensen, Apostel Orang Batak dan Ephorus HKBP Pertama tahun 1881 - 1918, sangat fasih berbahasa Batak Toba klasik dan kontemporer (na imbaru), Nommensen juga sangat mengusai tulisan dan / atau aksara Batak Toba. Surat yang ditulis tangan Ompu i Nommensen di Pearaja, Tarutung, tanggal 02 Agustus 1871 ini merupakan dokumen dan bukti sejarah yang sangat penting, yang menunjukkan betapa Beliau menguasai serta menghormati adat, budaya, tradisi, dan literasi masyarakat Batak Toba. Beliau tidak memaksakan bahasa Jerman dan aksara Latin, tetap justru menggunakan bahasa dan aksara asli masyarakat Batak Toba untuk berkomunikasi dan mendokumentasi pelayanannya. Sumber Foto : Sopo Nommensen, Pearaja, Taruutung Sumatera Utara

avatar
Hokker
Gambar Entri
Cara menghubungi call center ayopinjam
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
DKI Jakarta

Hubungi Call Center AyoPinjam Resmi Di Nomor ☎ 0831•6926•5049, Kontak WhatsApp Cs AyoPinjam 📞0857•5833•7054 Layanan Bantuan Kendala. Live Chat AyoPinjam Menyediakan Layanan Kontak Percakapan Atau Live Chat Yang Terdapat Pada Aplikasi AyoPinjam. Layanan Ini Tersedia Setiap Hari Online 24 jam.

avatar
Pinjamflexi1999