tahun baru
369 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Lamaran Dalam Adat Keraton Yogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Apabila kedua calon pengantin sudah setuju untuk membina rumah tangga maka pihak calon pengantin pria akan menyatakan kesungguhannya melalui upacara lamaran. Setelah diterima dengan baik oleh keluarga Sultan, maka proses berikutnya adalah penentuan tanggal pernikahan berikut semua prosesi yang mengiringi dan siapa saja yang terlibat dalam upacara Dhaup Ageng . Sebagai tanda akan memasuki tahap kehidupan baru, Sultan akan memberikan nama dan gelar baru kepada kedua calon pengantin. Dengan ini maka seluruh identitas kependudukan serta panggilan kedua belah pihak akan berganti menyesuaikan dengan nama dan gelar baru masing-masing. sumber :https://kratonjogja.id/siklus-hidup/3/dhaup-ageng

avatar
Aze
Gambar Entri
Upacara Jangan Menir
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Setelah resepsi usai diselenggarakan, kedua mempelai pengantin melakukan prosesi terakhir rangkaian pernikahan yaitu pamitan . Pada masa sebelum Sri Sultan Hamengku Buwono IX, upacara ini dikenal dengan nama Upacara Jangan Menir . Pasangan pengantin akan mengenakan busana Jangan Menir , dimana pengantin putri khususnya masih mengenakan paes . Upacara Jangan Menir disederhanakan pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono IX dimana pasangan pengantin berikut besan memohon pamit untuk meninggalkan keraton menuju kediaman masing-masing. Sejak dulu, setelah menikah baik putra maupun putri Sultan akan keluar dari keraton untuk tinggal bersama pasangannya masing-masing membina rumah tangga baru. sumber :https://kratonjogja.id/siklus-hidup/3/dhaup-ageng

avatar
Aze
Gambar Entri
Macapatan Yogyakarta
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengkubuwono VII, tradisi macapat mulai dipopulerkan kembali. Sultan Hamengkubuwono VII yang sangat peduli tentang pendidikan, industry, dan kesenian, mewajibkan parakeluarga kerajaan untuk mempelajari dan melestarikan tradisi macapat. Pada awal perkembangannya, macapat hanya diperuntukkan untuk keluarga istana seperti anak, adik dan kerabat raja; namun lama kelamaan para abdi dalem keraton mulai mempelajari dan menyukai tradisi tersebut; kemudian dikenal oleh masyarakat luas, sehingga pada tahun 1960-an didirikan sekolah khusus macapat bagi masyarakat. Selain di Keraton Yogyakarta, berdasarkan Babad Pakualaman dijelaskan bahwa tradisi macapat telah dilakukan sejak Pakualam I hingga Pakualam IV, pelaksanaannya setiap hari Jum’at di Pendapa Pakualaman. Macapat dibacakan oleh abdi dalem di hadapan adipati atau raja, dan keluarga kerajaan, serta terdapat orang yang bertugas untuk membedah atau menjelaskan isi dan maksud dari macapat tersebut....

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Saparan wonolelo
Ritual Ritual
Daerah Istimewa Yogyakarta

Orang yang pertama kali menggagas upacara adat Saparan ialah: Bapak Purowidodo (Pak Lurah Widodomartani) bersama Kepala Dukuh Pondok Wonolelo pada tahun 1967. Keduanya memiliki ide dan gagasan untuk melangsungkan upacara dengan mengumpulkan trah atau keturunan Ki Ageng Wonolelo, dan merancang kegiatan yang akan dilaksanakan. Setelah bermusyawarah dan masyarakat bersepakat, semua keturunan Ki Ageng Wonolelo diundang dan diminta untuk mengumpulkan pusaka yang tersebar di beberapa tempat untuk disatukan dan diarak keliling kampong sampai ke tujuan akhir, yaitu kompleks makam Ki Ageng Wonolelo. Pusaka tersebut disimpan di dalam rumah Tiban. Warisan Pusaka Ki Ageng Wonolelo meliputi : Tombak, teken (tongkat) dan baju Ontrokusumo, disimpan di Pondok Wonolelo; kitab suci Al-Qur’an yang ditulis tangan oleh Ki Ageng Wonolelo, disimpan di Kalasan; Potongan Kayu Mustaka Masjid, disimpan di Cangkringan; bandil, disimpan di Jatinom, Klaten; dan kopiah, disim...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Golek Lambangsari Yogyakarta
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Golek Lambangsari merupakan ciptaan KRT. Purbaningrat (1865–1949), adalah empu tari dan karawitan. Usianya cukup panjang, 85 tahun, sehingga pernah mengalami tiga kepemimpinan Sultan Hamengkubuwono. Hidupnya diabadikan sepenuhnya untuk kesenian dan keraton. Sejak masa Sultan Hamengkubuwono VII – menurut buku ”Mengenal tari klasik gaya Yogyakarta” (1981) – KRT. Purbaningrat sudah aktif di Keraton Yogyakarta. Bahkan, ketika itu sudah berpangkat Bupati Anom Wedana Ageng Punakawan dengan kewajiban utama sebagai pimpinan tari, seni tembang, dan seni karawitan di Keraton Yogyakarta. KRT Purbaningrat seorang penari handal, bahkan pada masa Hamengkubuwono VII sudah memegang peran Prabu Sri Suwelo dan Prabu Bethara Kresna dalam wayang wong. Selain menari dan menabuh gamelan, KRT. Purbaningrat juga seorang pencipta tari Dang ending karawitan. Ia juga mengolah karya-karya tari yang ditawarkan creator lain, khususnya dari kalangan internal. Tari yang ditanganin...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Beksan Golek Pucung Kethoprak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Daerah Istimewa Yogyakarta

Golek Pucong Kethoprak merupakan tarian yang diciptakan oleh KGPAA. Mangkubumi, putra Hamengkubuwono VI atau adik Hamengkubuwono VII; dan gendingnya diciptakan oleh KRT. Wiraguna (Putra Mangkubumi). Istilah ”Golek pucong kethoprak” terdiri dari beberapa kata yaitu: ”Golek” berarti jenis tarian tradisional Jawa (beksan) putri; ”Pucong”, nama gending utama untuk mengiringinya; dan ”Kethoprak”, adalah aksen rasa gerak tari yang biasa dibawakan pemain seni kethoprak tradisi. Menurut RM. Dino Satomo (2010), golek pucong kethoprak hadir sebagai penanda relasi antara seni kerakyatan dan seni istana. Para penarinya harus seorang sinden, sehingga berkaitan dengan dua hal yaitu: Asumsi bahwa para sinden telah memiliki penguasaan daya rasa gending lebih daripada penari yang bukan pesinden atau pengrawit, sehingga rasa gending segera didapatkan dari tariannya; Adanya motivasi memperkaya sumber penari dari kalangan pelaku seni kar...

avatar
Sri sumarni
Gambar Entri
Museum Transportasi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Museum transportasi merupakan salah satu sarana mempelajari perkembangan alat transportasi yang pernah dimiliki dan digunakan oleh Indonesia. Mulai dibangun pada tahun 1985 dengan menempati lahan seluas 6,25 hektare, pemancangan tiang pertama dilakukan oleh ibu negara saat itu, Tien Soeharto pada tanggal 14 Februari 1984. Sedangkan peresmiannya dilakukan oleh Presiden Soeharto pada 20 April 1991. Sumber : http://jakarta.panduanwisata.id/jakarta-timur/museum-transportasi-wisata-edukatif-perkembangan-alat-transportasi/

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Affandi
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

sumber : Instagram by @museumaffandi ogyakarta memang dikenal dengan gudangnya destinasi wiata. Bukan hanya wisata alam yang ditawarkan, tapi juga ada beberapa tempat bersejarah lainya yang bisa dikunjungi ada. Salah satunya adalah musum Affandi. Mau tahu di mana letak lokasi dan harga tiket masuk Museum Affandi? Simak ulasannya berikut ini. Alamat Museum Affandi berada di Jalan Raya Yogyakarta-Solo nomor 167 atau berada di Jalan Solo Km 5,1. Depan kampus UIN Sunan Kalijaga atau 2 meter setelah pos polisi depan KFC. Letak Museum Affandi sendiri leih tepatnya berada di tepi barat Sungai Gajah Wong. Sungai yang masih menjadi pemukiman kumuh warga Yogyakarta. Entah masihkah ada ulur tangan pemerintah Yogyakarta untuk membantu warga yang berada di kawasan sungai Gajah Wong ini. Ya, tidak sulit menemukan lokasi Museum Affandi ini karena letaknya yang berada di kanan jalan raya Jogja-Solo ini. Dengan Anda mengunjungi Museum Affandi mak Anda berasa diajak untuk menjeja...

avatar
Roro
Gambar Entri
Museum Seni Lukis Kontemporer Nyoman Gunarsa
Produk Arsitektur Produk Arsitektur
Daerah Istimewa Yogyakarta

Museum Seni Lukis Kontemporer Nyoman Gunarsa berlokasi di Papringan, Yogyakarta , dirintis oleh Nyoman Gunarsa yang prihatin atas kenyataan bahwa Yogyakarta sebagai kota seni budaya kekurangan museum seni rupa yang representatif, sekaligus untuk meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap seni lukis. Museum ini diresmikan pada 31 Maret 1989 oleh Sri Paku Alam VIII dan Clare Wolfowizt. Museum ini menyimpan sejumlah karya seni lukis kontemporer, di antaranya lukisan "Subali-Sugriwa" dan "Spirit Hamengkubuwono IX". Namun pada tahun 2010, aktivitas museum ini dipindahkan ke Bali dan museum yang di Yogyakarta dinyatakan ditutup. sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Seni_Lukis_Kontemporer_Nyoman_Gunarsa

avatar
Roro