Tarian tradisional ini merupakan tari pergaulan dan sangat identik dengan kaum muda-mudi. Tarian yang juga sering dipentaskan di Minahasa Sulawesi Utara ini sering dijadikan media untuk mencari pasangan hidup. Oleh sebab itu, Tari Lenso (selendang) sering dipentaskan di keramaian seperti acara penikahan atau tahun baru. Jumlah penarinya biasanya berjumlah 6 sampai 10 orang. Musik pengiringnya antara lain tambur minahasa, suling, kolintang, dan tetengkoren. Sumber: https://www.goodnewsfromindonesia.id/wp-content/uploads/images/source/rudisandjaya/5-Medley-Tari-Lenso.jpg http://belindomag.nl/id/seni-budaya/5-tarian-khas-maluku
Mondo seorang anak yatim piatu yang tinggal bersama kakeknya. Kaki Nondo pincang sehingga ia hanya bisa membantu membereskan urusan rumah. Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, sang kakek mencari kayu bakar dan menjualnya ke pasar. Nondo ingin sekali melihat keindahan dan keunikan hewan-hewan di hutan yang sering diceritakan kakeknya saat makan malam. Ia sering menirukan gerak dan suara burung-burung tersebut sesuai dengan cerita Kakek. "Kakek, aku ingin melihat burung-burung yang kakek ceritakan," pinta Nondo ke kakeknya. "Baiklah, kamu boleh ikut." Kakek mengizinkan Nondo ikut ke hutan. Berangkatlah mereka ke hutan. Nondo yang jalannya pincang sering tertinggal oleh kakeknya karena keasyikan bercanda dengan binatang hutan yang baru kali itu ditemuinya secara Iangsung. Hari sudah sore. Sadarlah Nondo bahwa Kakek sudah tidak ada. Nondo berteriak dan mencari kakeknya. Ia justru semakin masuk ke hutan dan tersesat. "Kakek! Kakek! Di mana, Kek?" teriak Nondo ketakutan...
Sedikit sekali informasi yang bisa dihimpun perihal gocefa. Ritual penting masyarakat pesisir Sulawesi Utara ini konon lahir 2.000 tahun yang lalu di kalangan masyarakat adat Bantik. Ketika Manado Ocean Festival (MOF) 2011 menghadirkan ritual ini pada 27 Mei 2011 lalu di Pantai Malalayang Manado, banyak orang yang baru pertama kali menyaksikan, bahkan mendengar pun belum pernah. Penjaga Samudra. Foto oleh: Kristupa Saragih “…torang batrima kaseh atas firman yang Dia so kase pa torang. Juga atas torang pe orang tua, torang pe tete deng nene moyang yang so kase lahir pa torang samua. Deng atas pante dan lao yang Tuhan so bekeng vor torang yang so jadi torang pe pohong hidop.” Gocefa diyakini sebagai ritual adat memanjatkan doa bagi kelangsungan hidup masyarakat pesisir yang bergantung pada laut. Tinggal di tepi laut, hidup dari laut, dan menyandarkan diri pada laut. Doa-doa dipanjatkan dalam bahasa Bantik, yang hampir punah. Bahasa Bantik diyakini seumur den...
Perempuan Manado (Minahasa) sejak dahulu dikenal sangat telaten merawat tubuh. Tak heran, seringkali orang sulit membedakan usia sebenarnya perempuan tersebut. Atau, ada yang tidak menyangka kalau perempuan yang ditemuinya sudah menikah dan telah memiliki anak lebih dari satu. Khusus untuk perempuan yang sudah menikah dan baru saja melahirkan ada terapi khusus yang bisa membuat perempuan itu tetap cantik. Terapi itu dikenal dengan nama Bakera. Bakera sejenis spa. ‘Pasiennya’ perempuan yang baru dua minggu melahirkan. Karena selain mengencangkan organ tubuh, terapi ini juga bisa me jaga jarak kehamilan. Perempuan yang akan dirawat duduk di kursi yang berlubang dan hanya dibungkus kain tanpa mengenakan sehelai pun pakaian. Di bawahnya diletakkan wadah yang menampung air panas (mendidih) yang memasak campuran ramuan. Uap ‘air mujarab’ itu yang dijadikan sarana perawatan. Terapisnya orang ‘khusus’. Sebab, bakera adalah bagian dari ritual perawatan k...
Beberapa abad yang lalu, di sebuah desa yang bernama Kalangan, hidup seorang gadis cantik. Gadis itu bernama Putri Rubiah. Selain berwajah cantik, Putri Rubiah juga bertabiat baik dan taat menjalankan ibadat agama. Kecantikan dan kesalehan gadis Rubiah ini terdengar sampai ke tempat-tempat jauh dan menjadi bahan pembicaraan rakyat banyak. Banyak sudah pemuda yang datang untuk melamar Rubiah. Di antara mereka ada yang kaya raya, ada yang gagah perkasa, ada pula yang keturunan bangsawan. Akan tetapi, tidak ada seorang pun yang berkenan di hati Rubiah. Pada suatu hari datanglah seorang kiai bernama Alwi ke Desa Kalangan. Kyai Alwi berasal dari Sumatera Barat. Kedatangan Kyai Alwi ke Desa Kalangan adalah untuk menyebarkan agama, bukan untuk melamar Rubiah. Akan tetapi, setelah Alwi menyaksikan kecantikan dan kesalehan perilaku Rubiah, ia jatuh cinta. Ia ingin mengambil Rubiah sebagai istri. Ternyata cinta Alwi ini disambut baik oleh Rubiah. Kisah Putri Rubiah Pada suatu h...
Sesuai dengan namanya Gordang Sambilan terdiri dari sembilan buah gendang dengan ukuran yang relatif besar dan panjang. Adapun kesembilan gendang tersebut mempunyai ukuran yang berurutan dari yang besar ke ukuran yang paling kecil. Gordang Sambilan dikenal pada masa sebelum Islam yang mempunyai fungsi untuk upacara memanggil roh nenek moyang apabila diperlukan pertolongannya. Upacara tersebut dinamakan paturuan Sibaso yang berarti memanggil roh untuk merasuki/menyurupi medium Sibaso). Tujuan pemanggilan ini adalah untuk minta pertolongan roh nenek moyang untuk mengatasi kesulitan yang sedang menimpa masyarakat. Misalnya penyakit yang sedang mewabah karena adanya suatu penularan penyakit yang menyerang suatu wilayah. Di samping itu Gordang Sambilan juga digunakan untuk upacara meminta hujan (mangido udan) agar hujan turun sehingga dapat mengatasi kekeringan yang menganggu aktivitas pertanian. Juga bertujuan untuk menghentikan hujan yang telah berlangsu...
Festival Figura merupakan kalender kegiatan pariwisata yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun di kota Manado untuk mengakhiri tahun lama dan memasuki tahun yang baru. Sebagai kesenian rakyat, Figura berasal dari bahasa Latin yakni Figur atau Sosok. Kesenian rakyat ini telah muncul beberapa ratus tahun lalu dijazirah pesisir teluk Manado. Ditilik dari perjalannya figura merupakan seni budaya yang diadopsi dari kesenian Yunani Klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari seorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Kesenian ini dibawa oleh pelaut Spanyol (conquistadores) yang singgah dan tinggal disekitar pelabuhan Manado. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruk dari sosok dan watak manusia. Figura oleh masyarakat Kota Manado saat ini diselenggarakan dalam bentuk festival pada setiap minggu ke-4 b...
Bahan-bahan 3 lembar daun pandan pasta pandan 500 gr terigu 250 gr gula pasir 800 ml santan kental 100 gr margarin 1/2 sdt garam Langkah 40menit Santan,garam,daun pandan dan butter dimasak sampai butter meleleh atau larut saja,kemudian dinginkan Gula dan telur dikocok sampai gulanya larut dg whisk ...
Bahan-bahan 200 gr bunga pepaya, siangi 1 genggam leuncha/pokak Bumbu : 8 butir bawang merah, iris tipis 2 siung bawang putih,iris tipis 5 buah cabe ijo/ merah,iris serong 3 buah cabe rawit merah iris serong 1 sdm ebi / udang sabu 1 sdt garam 1/2 sdt gula pasir Secukupnya kaldu bubuk 1/4 gelas air Langkah Bersihkan bunga pepaya sesuai tips diata...