Kemerdekaan Indonesia
823 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Tepas - Madura - Jawa Timur - Peralatan Masak
Ornamen Ornamen
Jawa Timur

Tepas adalah alat bantu masak yang berfungsi untuk menghidupkan nyala api pada tungku, baik yang berbahan bakar arang, kayu atau sejenisnya. Fungsi alat dapur ini sangat penting yaitu untuk membuat masakan bisa cepat matang. Untuk itulah tepas, termasuk alat dapur yang selalu hadir menemani tungku. Tidak hanya itu, kadangkala tepas juga dipakai oleh masyarakat Jawa untuk mempercepat pendinginan masakan yang masih panas agar cepat disajikan atau disantap, misalkan nasi yang masih panas, lauk-pauk godokan yang masih panas, dan lain sebagainya. Biasanya tepas yang dikenal masyarakat Jawa adalah tepas berbentuk persegi empat, dengan salah satu sisinya seperti segitiga tempat menaruh pegangan yang terbuat dari bambu atau rotan. Pegangan itu umumnya diletakkan di tengah-tengah di salah satu sisi menjorok ke dalam. Tepas sendiri terbuat dari anyaman bambu dengan ukuran bervariasi; kecil, sedang, dan besar. Ukuran kecil sekitar 15 cm x 20 cm, ukuran besar hingga 30 cm x 45 cm....

avatar
Oase
Gambar Entri
Paningset
Ritual Ritual
Jawa Timur

Lamaran merupakan pertemuan resmi antara kedua pihak keluarga untuk membicarakan hari pernikahan. Dalam adat Jawa, apabila pihak wanita sudah menyatakan persetujuan atas lamaran yang diajukan pihak pria, maka disepakatilah simbol pengikat dan tanda kasih sayang yang disebut  paningset.  Semula, prosesi seserahan dilaksanakan secara terpisah dari prosesi paningset. Hanya saja demi alasan efesiensi waktu seserahan kerap dibarengi dengan penyerahan paningset. Inilah sebabnya terjadi salah kaprah peberdaan seserahan dan paningset. Dalam hal ini paningset diserahkan dari pihak mempelai pria kepada mempelai pria berupa sejumlah barang atau uang yang telah disepakati sebagai tanda kasih sayang dan ikatan kekeluargaan. Benda-benda  seserahan  sendiri lazimnya berupa benda-benda favorit calon mempelai wanita sepeti kosmetik dan keperluan pesta pernikahan seperti berupa  pisang sanggan, makanan, buah-buahan, dan lainya. Selain itu, jumlah benda seserahan...

avatar
Suhindarto
Gambar Entri
Tari Petik Pari
Tarian Tarian
Jawa Timur

Satu persatu penari naik ke atas panggung. Lima orang penari bergerak melingkar, memutar, dan berbaris lurus dengan gerak dasar tumit, tangan dan pinggul. Kemudian mereka berpencar dan saling berhadapan satu sama lain dalam bentuk setengah lingkaran. Gerakan tari dilanjutkan dengan penari berjongkok seraya meragakan gerakan memetik padi. Inilah tari Petik Pari, tari khas Pacitan yang ditarikan untuk merayakan hasil panen padi. Usai menampilkan gerakan utama, kemudian 5 penari melakukan gerak saling berangkulan, memainkan kaki, memutar putran kecil, dan berlanjut ke putaran besar. Empat orang penari mengelilingi 1 penari dan berhenti dengan posisi seolah-olah sedang menyambut penonton. Rupanya gerakan indah ini merupakan gerakan penutup dan para penari kembali ke belakang panggung. Beberapa daerah masih memegang teguh tradisi penghormatan terhadap Dewi Sri. Figur Dewi Sri menjadi simbol dan kerangka acuan berpikir bagi orang Jawa khususnya petani Jawa di dalam prosesi siklus...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Tari Batik Pace
Tarian Tarian
Jawa Timur

Tari ini bernama batik pace. Konon terinspirasi dari pendiri Kota Pacitan yang dalam perjuangannya suka minum sari buah pace (mengkudu) yang banyak tumbuh di kawasan Pacitan. Secara koreografi tarian batik pace menggambarkan kegiatan membatik, mulai dari menuang lilin ke canting diatas permukaan kain. Gerakan mewarnai dengan mencelup dan gerakan menjemur atau mengeringkan kain. Lima orang penari masuk ke pentas dengan gerak memutar cepat didepan panggung. Kemudian penari membentuk formasi menjadi 3 penari di sudut kiri panggung dan 2 orang di sudut kanan panggung. Tiga penari memperagakan gerak dengan tangan kiri dan kanan mengarah ke atas dan kebawah bergantian, seraya bergerak mundur teratur. Sedangkan seorang penari memerankan gerak mencelup batik dan seorang penari lainnya memerankan gerak mengeringkan kain batik yang telah dibuat. Kelima penari kemudian menggunakan media kain batik pace dengan meletakan kain batik di belakang pinggul dan memutarkan kedepan diikuti gerak...

avatar
Arum Tunjung
Gambar Entri
Reog Ponorogo
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Reog adalah salah satu kesenian budaya yang berasal dari Jawa Timur bagian barat-laut dan Ponorogo dianggap sebagai kota asal Reog yang sebenarnya. Gerbang kota Ponorogo dihiasi oleh sosok warok dan gemblak, dua sosok yang ikut tampil pada saat reog dipertunjukkan. Reog adalah salah satu budaya daerah di Indonesia yang masih sangat kental dengan hal-hal yang berbau mistik dan ilmu kebatinan yang kuat.

avatar
Latifahfn
Gambar Entri
Jaran Bodhag dan Jaran Kecak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Timur

Jaran Bodhag dalam terminologi bahasa Jawa “Jaran” berarti kuda dan “bodhak” (bahasa Jawa dialek Jawa Timur, khususnya wilayah Timur) berarti wadah, bentuk lain. Walaupun belum diketahui angka tahun yang pasti sejak kapan kesenian “Jaran Bodhag” ini mulai diciptakan dan dikenal oleh masyarakat kota Probolinggo, namun dari beberapa sumber diketahui bahwa “Jaran Bodhag” diciptakan oleh orang-orang kota Probolinggo pada zaman awal kemerdekaan. Pada waktu itu orang-orang Probolinggo, terutama orang-orang pinggiran dan miskin mendambakan suatu seni pertunjukan. Seni pertunjukan yang populer di kalangan masyarakat Kota Probolinggo adalah “Jaran Kencak”, yakni kuda (jaran) yang “ngencak” (menari). “Jaran Kencak” sebutan dalam dialek lokal untuk menyebut “Kuda Menari”, sejenis pertunjukkan yang menggunakan kuda yang dilatih khusus untuk menari dan dirias dengan pakaian serta aksesoris l...

avatar
Novia Ulfi
Gambar Entri
Boso Walikan Ngalam, Ker! #DaftarSB19
Naskah Kuno dan Prasasti Naskah Kuno dan Prasasti
Jawa Timur

Apa sih yang terlintas ketika teman-teman berkunjung ata mendengar kota malang? apel, bakso atau kripik tempe? Tidak cuma itu, malang sendiri memiliki dialek khas yang disebut boso walikan yaitu bahasa yang cara pengucapannya dibalik. Namun tidak semua kata atau bahasa bisa dibalik,cuma kata-kata yang umum saja yang biasanya dibaca secara terbaik. Sebagai contoh kata komputer tidak pernah diucapkan sebagai retupmok karena akan sulit pengucapannya. Berdasar buku Malang Tempoe Doeloe dari Dukut Imam Widodo, bahasa ini disebut diciptakan oleh kelompok Gerilya Rakyat Kota yang berjuang di wilayah sekitar Malang. Bahasa ini mulai berkembang sekitar tahun 1949 pada masa Clash II perang kemerdekaan. Banyaknya mata-mata dari pihak Belanda pada masa itu membuat para pejuang memikirkan cara tertentu untuk mengirim pesan yaitu dengan boso walikan. Pada masa perang, bahasa ini digunakan sebagai sebuah kode untuk mengirim pesan pada sesama pejuang republik. Selain untuk menj...

avatar
Yusfiikr
Gambar Entri
Batik Mandaran
Motif Kain Motif Kain
Jawa Timur

Batik Mandara merupakan salah satu batik khas Kota Malang. Mandara sendiri merupakan nama sebuah pohon yang terkenal pada masa Kerajaan Singosari yang kemudian dijadikan nama sebuah daerah yang dikenal dengan nama Mondoroko. Batik Mandara merupakan   hasil revitalisasi motif kesenian pada zaman kerajaan Singosari. Ciri khas Batik Mandara diambil dari arca-arca candi di Singosari dengan bentuk ornamen geometris.   Selain itu, terdapat ciri khas lain berupa motif yang khusus didesain oleh Lisa Oktarina, seorang desainer motif dan dibantu oleh Suwardana, seorang arkeolog beserta Sapuan, mseorang maestro batik Indonesia. Dari beberapa motif yang didesain, salah satunya adalah motif batik Giringsing Barong Kembar, di mana motif ini terinspirasi dari motif kain arca Singosari dan hiasan tersembunyi di Candi Jago Malang. Motif ini dikenal sebagai penyemangat Raden Wijaya ketika melawan tentara Gelang-Gelang, sehingga dimaksudkan agar pemakai batik ini akan turut serta me...

avatar
fii pink
Gambar Entri
Legenda Jaka Seger dan Rara Anteng
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Timur

Jaka Seger dan Rara Anteng  adalah sebuah legenda yang beredar di kalangan masyarakat  Jawa Timur,  Indonesia. Legenda yang mengisahkan tentang percintaan antara Jaka Seger dan Rara Anteng ini menerangkan tentang asal-usul Gunung Brahma (Bromo) dan Gunung Batok, serta asal-usul nama suku Tengger, yaitu sebuah suku yang tinggal di sekitar Gunung Bromo. Bagi suku Tengger, Gunung Bromo merupakan gunung yang suci. Itulah sebabnya, setiap setahun sekali, yaitu setiap bulan Purnama pada bulan ke-10 tahun Saka, mereka melaksanakan upacara yang dikenal dengan Yadnya Kasada. Konon, keberadaan upacara tersebut juga diyakini berasal dari cerita  Jaka Seger dan Rara Anteng  ini. Berikut kisahnya. * * * Alkisah,  di sebuah rumah sederhana di lereng Gunung Bromo, seorang laki-laki setengah baya sedang duduk menunggu istrinya yang akan melahirkan anak kedua mereka. Laki-laki itu adalah Raja Majapahit yang meninggalkan negerinya dan membuat sebuah dusun di...

avatar
Sobat Budaya