Anak
467 entri ditemukan

Entri per provinsi
Entri per provinsi

Entri Terkait

Gambar Entri
Anak Gunung Sindoro Menangis
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Konon, di suatu kerajaan, hidup seorang raja yang gagah perkasa dan rupawan. Raja tersebut merupakan raja tersohor yang terkenal hingga ke seluruh negeri bahkan dikalangan bangsa-bangsa jin. Nyi Roro Kidul, Sang Penguasa Pantai Selatan mendengar berita tersebut. Tanpa bertatap muka dengan Si Raja Rupawan, ia jatuh cinta. Nyi Roro memutuskan untuk mengutus seorang punggawa-nya yang bernama Nyi Kembang untuk meminang Sang Raja. Sang Raja yang mengetahui hal tersebut, meminta Panglima Perangnya yang bernama Raden Aryo Galuh untuk menghalau Nyi Kembang. Pada akhirnya mereka bersua di depan kerajaan. Terjadilahpeperangan yang dahsyat antara Nyi Kembang dan Raden Aryo Galuh karena raja tidak mau menikah dengan Nyi Roro Kidul. Raden Aryo Galuh pergi ke sebuah tempat untuk bersembunyi dan bersemedi dengan tujuan supaya dapat mengalahkan Nyi Kembang. Raden Aryo Galuh bersemedi di suatu gunung, yaitu Gunung Sindoro. Raden Aryo Galuh dibantu dengan resi utusan rajanya, dapat menghalau Nyi Kemban...

avatar
OSKM2018_16218045_Ifah ITB_2018
Gambar Entri
Tujuh Makna untuk Tujuh Bulan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Jawa, seperti daerah pada umumnya di Indonesia, memiliki adat dan budaya yang berlimpah. Hampir setiap kejadian besar yang terjadi pada kehidupan masyarakatnya diperingati dengan upacara adat. Salah satunya adalah perayaan usia kehamilan tujuh bulanan yang biasa disebut sebagai tingkeban. Upacara adat ini memiliki banyak runtutan acara yang memiliki arti masing-masing. Salah satu bagian acara yang menarik dari tingkeban ini adalah Upacara Patut-Patut, yakni ketika sang calon ibu berganti pakaian berkali-kali sambil meminta pendapat para tamu. Para tamu akan berkata bahwa pakaiannya belum pantas. Hingga pada akhirnya para tamu akan berkata "Patut" atau pantas dipakaian ketujuh. Hal itu menyimbolkan usia kehamilan ibu yang mencapai tujuh bulan. Tujuh pakaian yang dikenakan sang calon ibu tersebut bukanlah sembarang pakaian. Ketujuh pakaian tersebut terdiri dari set kebaya, kain, dan selendang dengan makna yang berbeda-beda. Beragam makna dari setiap set pakaian tersebut akan dibah...

avatar
OSKM_16018156_Winiardhita Anjani
Gambar Entri
Layangan Sendaren, layangan yang mengeluarkan bunyi
Permainan Tradisional Permainan Tradisional
Jawa Tengah

Layangan Sendaren berasal dari Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Layangan ini bukanlah suatu layangan biasa, layangan ini terbilang unik karena memiliki bentuk yang indah dan ukuran yang lebih besar daripada layangan biasanya. Selain itu, hal terunik dari jenis layangan ini adalah dapat mengeluarkan bunyi ketika terbang terhembus angin. Jenis layangan ini dapat mengeluarkan bunyi karena pada layangan tersebut dipasang suatu sendaren yang terbuat dari bambu dan tali karung beras. semakin kencang angin berhembus, maka semakin nyaring pula bunyi yang dihasilkan. jika biasanya anak-anak memainkan layangan untuk diadu dengan layangan lain, makan layangan sendaren ini tidak dimainkan dengan tujuan tersebut. Jenis layangan ini dimainkan dengan tujuan dinikmati keindahan bentuk, motif, dan suaranya saja atau dengan kata lain untuk dinikmati keindahannya saja. Bahan - bahan yang diperlukan untuk membuat layangan sendaren ini tidak jauh berbeda dengan layangan lainnya. yaitu seperti Bambu,...

avatar
OSKM18_16418275_Rayhan Amri Fahreza
Gambar Entri
MAKNA TAHAPAN UPACARA PANGGIH PERNIKAHAN ADAT JAWA
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Paggih adalah prosesi pertemuan antara mempelai pria dan mempelai wanita setelah resmi menikah secara agama. Upacara ini dilakukan setelah ijab qabul berlangsung. Panggih memiliki delapan tahapan dimana setiap tahapannya memiliki makna yang berbeda. Setiap daerah di jawa memiliki sedikit perbedaan tahapan dalam upacara panggih, misalnya upacara panggih di Solo dan di Yogyakarta terdapat perbedaan pada tahap ketiga. Upacara Adat Panggih diawali dengan kegiatan Penyerahan Pisang Sanggan dari mempelai pria maknanya memberi tebusan kepada orang tua dari mempelai wanita karena sudah merawat mempelai wanita sejak dalam kandungan hingga dewasa. Pisang Sanggan yang mengandung arti “Sing nyonggo uripe anakku mengko aku Bu” artinya setelah menikah yang bertanggung jawab atas mempelai wanita beralih dari orang tuanya ke suaminya.             Tahap selanjutnya ialah Panggih atau Temu maknanya pertemuan kedua pengan...

avatar
OSKM_19918119_Tiara Annisa Nareswari
Gambar Entri
Tradisi Takbir Keliling Demak
Seni Pertunjukan Seni Pertunjukan
Jawa Tengah

Tradisi Takbir keliling di Demak ini selalu dilaksanakan pada malam 1 Syawal(malam Idul Fitri), takbir keliling ini merupakan arak-arakan yang berupa miniatur seperti masjid, gajah, monster, tokoh masyarakat, unta, dan sebagainya yang diiringi musik tradisional. Takbir ini kebanyakan diselenggarakan oleh anak-anak SMA sembari membangun kreativitas mereka, dan telah disiapkan beberapa hari sebelum malam takbiran. Biasanya diadakan semacam kompetisi oleh RT/RW yang mengapresiasi kreativitas mereka dengan memberikan hadiah untuk 3 miniatur yang paling unik. Setiap kali saya menghabiskan lebaran di kampung ibu saya ini, saya selalu keluar rumah dan menyaksikan takbir keliling ini bersama keluarga saya didepan rumah sambil membaca takbir bersama-sama. Saya sangat menikmati malam takbiran saya dengan melihat arak-arakan yang unik dan menarik, apalagi sesekali diselingi oleh suara kembang api yang menghiasi langit menambah antusias para warga yang sedang menyaksikan takbir keliling....

avatar
OSKM18_16718012_Adella Karinza Bella
Gambar Entri
Camilan Pothil Khas Magelang
Makanan Minuman Makanan Minuman
Jawa Tengah

Pothil merupakan camilan yang digemari oleh banyak orang. Camilan ini tidak hanya terkenal karena bentuknya yang menyerupai cincin dan teksturnya yang renyah, tapi juga karena rasanya yang gurih dan ada sedikit rasa asam dari bahan utamanya yaitu ketela. Untuk mengetahui cara pembuatan Pothil, silakan simak bahan dan langkah pembuatannya berikut ini. Bahan Pothil: -Singkong/Ketela Pohon Bumbu Pothil: -Bawang Putih -Ketumbar -Garam -Penyedap Rasa Langkah-langkah: 1.Kupas ketela menggunakan pisau. 2.Cuci ketela sampai bersih. 3.Parut ketala menggunakan mesin pemarut ketela. 4.Pres menggunakan dongkrak sehingga kandungan air terkurangi. 5.Campurkan dengan bumbu yang sudah dihaluskan. 6.Bentuk adonan menjadi bulat-bulat. 7.Masukkan ke dalam soblok kemudian kukus hingga setengah matang. 8.Giling menggunakan mesin hingga menjadi lembaran-lembaran panjang. 9.Potong lembaran tersebut dan gulung membentuk lingkaran penuh dengan panjang sekitar 10cm 10....

avatar
OSKM_16918210_Fuad
Gambar Entri
Makna dan Filosofi Begalan
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Begalan adalah salah satu tradisi masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Begalan menjadi salah satu ritual dalam pernikahan yang diwariskan secara turun temurun di kalangan masyarakat Banyumas. Begalan dalam bahasa Banyumas mempunyai arti rampok atau perampok, yaitu dimana rombongan pengantin pria yang membawa barang-barang dicegat akan tetapi setelah itu dilepaskan kembali. Pada zaman dahulu Begalan digunakan untuk acara ruwatan atau ritual pembersihan diri. Seiring berjalannya waktu, begalan diadakan dalam ritual pernikahan yang mengandung pesan atau rambu-rambu bagi calon pengantin. Tradisi Begalan biasa dilaksanakan dalam rangkaian acara pernikahan, yaitu jika yang dinikahkan anak pertama dengan anak pertama, anak pertama dengan anak terakhir, dan anak satu-satunya dengan anak pertama atau anak terakhir. Begalan diperankan oleh dua orang. Seorang pertama membawa atau memikul barang-barang peralatan dapur yang bernama Gunareka. Dan seorang lain bertindak sebagai pemb...

avatar
OSKM18_16418109_SYAIFUL APRI KURNIAWAN
Gambar Entri
Syeh Baribin dan Makam-nya
Cerita Rakyat Cerita Rakyat
Jawa Tengah

Raja terakhir dari Kerajaan Majapahit yakni Prabu Brawijaya atau sering disebut dengan Raja Brawijaya V adalah tokoh yang cukup terkenal dan legendaris. Raja Brawijaya V ini dinyatakan memiliki 117 orang anak, salah satunya adalah Syeh Baribin. Syeh Baribin merupakan sebuah gelar seorang ulama (seorang Syeh) nama asli dari Syeh Baribin ini adalah Raden Joko Panurat yang merupakan anak ke-78 dari Raja Brawijaya V. Dalam perjalanan hidupnya, Syeh Baribin ini dianggap seperti orang yang sangat suci. Katanya Syeh Baribin adalah orang yang sakti dan suka menolong orang yang kesusahan. Syeh Baribin juga aktif dalam menyebarkan agama Islam ke daerah - daerah. Tidak aneh jika Syeh Baribin ini dilihat sangat baik oleh orang - orang disekitarnya. Karena kepentingan Syeh Baribin ini bagi banyak orang sangat nyata, setelah meninggal pun mayat dari Syeh Baribin ini menjadi rebutan dari murid - murid Syeh Baribin. Dari perebutan murid - murid Syeh Baribin yang sangat banyak dapat terdenga...

avatar
OSKM18_16918334_Armand Marcell
Gambar Entri
Tedhak Siten
Ritual Ritual
Jawa Tengah

Tedhak siten berasal dari bahasa Jawa tedhak, yang berarti turun, serta siten atau "siti" yang berarti tanah. Oleh karena itu, upacara ini sering juga disebut dengan upacara turun tanah. Tedhak siten merupakan sebuah upacara sekaligus budaya yang dihadiri oleh kerabat dan keluarga yang awal mulanya diwariskan turun temurun di Kota Solo untuk memeringati hari pertama bayi melangkah. Pada jaman sekarang, tedhak siten telah menjadi adat atau tradisi umum bagi masyarakat di seluruh tanah Jawa. Tedhak siten diadakan ketika bayi berumur enem lapan yang berarti 6 x 35 hari ( satu lapan sama dengan 35 hari) atau setara dengan bayi berumur 7 bulan. Upacara tedhak siten ini secara keseluruhan merupakan acara selametan atau syukuran yang sekaligus memiliki tujuan agar anak kelak tumbuh menjadi orang yang mandiri di kemudian hari.   Upacara tedhak siten terdiri dari beberapa tahap pelaksanaan yang masing-masingnya memiliki pengertian yang berbeda beda. Tahap acara paling pertama...

avatar
OSKM_16518311_Azarya